
Ramein gak mau tahu pokoknya🤨
***
"Maaf, aku gak seharusnya terus menerus menyerang kamu dengan ucapan aku. Aku hanya kesal, kamu meminta aku terbuka tentang aku yang belum kamu ketahui. Sementara kamu sama sekali tidak mau terbuka, Lingga," ucap Ailee.
Ya, Ailee memang tidak bermaksud untuk memojokan Kalingga dengan ucapannya. Dia hanya kesal dengan sikap pri ini. Dari ucapannya saja sudah mengatakan jika Ailee lah yag hanya boleh terbuka tentang dirinya sementara pria itu tidak mau. Entah tidak mau atau tidak ingin. Yang jelas Kalingga memang tidak pernah mau terbuka soal dirinya dan Vanesha dulu.
Ailee pun menurunkan tubuhnya perlahan untuk kembali tertidur. Sedikit sudsah karena punggungnya masih sangat sakit. Namun dai juga tidak mau meminta bantuan Kalingga. Sepertinya pria ini marah padanya karena Ailee terus memojokannya melalui ucapannya. Terbukti dari diamnya saat ini.
Namun ternyata, Kalingga diam bukan karena dia marah atau pun kesal. Dia diam karena merasa apa yang diucapkan oleh Ailee ada benarnya juga. Terkadang ucapan ucapan Ailee selalu menyadarkannya dan membuatnya menjadi lebih berpikir lagi.
Kalingga tentu saja tidak membiarkan Ailee kesusahan untuk tiduran lagi. Pria itu tetap membantunya perlahan. Ailee sama sekali tidak menolak. Sebab dia juga membutuhkan bantuan. Hanya saja dia tidak berbicara karena membutuhkan bantuan.
Ailee masih diam begitu juga dengan Kalingga. Apa ucapannya tad sudah sangat kelewatan dan keterlaluan?
"Makasih sayang," ucap Kalingga. Pria itu trersenyum sembari menatap Ailee.
"For what?" Tanya Ailee.
"Ucapan kamu barusan buat aku sadar. Selain mami, kamuu juga ternyata menyadarkan aku kalo memang kepercayaan dan saling terbuka satu sama lain itu perlu. Maaf, aku gak jujur soal kejadian masa lalu aku dengan wanita gila itu," ucap Kalingga.
"Aku tahu, kamu gak mau bahas soal itu, jadi ya udah gak perlu dibahas. Lagi pula aku gak akan maksa kamu lagi. Biarlah masa itu kamu dan keluarag kamu saja yang tahu," ucap Ailee.
selalu lapang dengan apa yang terjadi. Bahkan mengabaikan hati dan perasaan yang penasaran dengan hal itu. Rasanya wajar saja bukan jika Ailee ingin mengetahuinya? Namun Kalingga juga memiliki hak untuk tidak membahas hal itu lagi.
__ADS_1
Kalingga terdiam mendengar ucapan kekasihnya. Kenap kekasihnya ini lebih memilih menyakiti perasaanya sendiri dengan diam seribu bahasa padahl sebenarnya ingin tahu.
Kalingga ikut nak ke atas tempat tidur. Niatnya malam ini memang dia akan tidur bersama Ailee. Toh sebelumnya dia juga sudah meminta ijin pada kedua oang tua Ailee dan juga sudah membuat perjanjian dengan maminya. Janjinya, Kalingga tidak akan berbuat hal hal yang idak senonoh pada pacarnya ini.
Namun jika ada persetujuan dari Ailee, kenapa tidak? Kesempatan tidak datang dua kali kawan.
"Tiduran kayak tadi aja. Setengah tengkurap ke badan aku biar kamu nyaman juga tidurnya," titah Kalingga.
"Gak usah, aku gak mau ngerepotin kamu," ucap Ailee.
"Aku lebih senang kalo direpotin sama kamu sayang." ucap Kalingga. Pria itu pun menyelipkan satu tangannya dengan perlahan juga menarik tubh Ailee agar gadis itu tidur setengah tengkuap pada dirinya seperti tadi. Kasihan juga jika satu malam suntuk ekasihinya ini kesakitan karena tidak bisa tidur dengan nyaman.
Ailee tiidak menolak, gadis itu hanya diam seraya mengikuti pergerakan Kalingga walau sebenarnya dia juga sedang mencari kenyamanan. Ailee tidak menmapiknya, dia memnag membutuhkan Kalingga. Hanya saja karena sedikit emosi dan kesal dia jadi meluapkan apa yang selama ini selu ia rasakan dan pendam sendiri.
"Jangan tidur dulu, aku yakin kamu gak akan tidur nyenyak sebelum aku membicarakn satu hal maa kamu," ucap Kalingga.
"Bukannya kamu mau tahu kejadian yang terjadi di masa lalu antara aku dan wanita itu?" Tanya Kalingga.
"Ya mau lah Ling. Tapi aku gak mau bahas itu lagi. Setiap aku singgung soal itu, kamu selalu marah," ucap Ailee.
"Aku marah? Bukannya kamu yang marah ya? Tadi aja gak minta bantuan aku," ucap Kalingga.
"Ish kan, kamu mulai lagi buat aku kesel," ucap Ailee.
"Bercanda sayang." ucap Kalingga terkekeh pelan.
__ADS_1
"Jadi apa?" Tanya Ailee.
'Kamu dengerin rekaman ini," ucap Kalingga. Pria itu mengarahkan ponselnya mendekat pada kekasihnya baru menekan tombol play.
"Lakukan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh bos. Masukan obat tidur ini pada minuman tuan muda Kalingga."
"Lalu setelah dia tidak sadarkan diri, dia akan di apakan?"
"Bawa naik ke kamar yang sudah diatur oleh bos. Disana nona Vanesh udah menunggunya."
Ailee mengernyit mendengar suara itu adalah suara dua orang pria. Tapi siapa mereka?
"Itu adalah rekaman yang tidak sengaja tersadap oleh cctv khusus yang diletakan di ruangan dekat ruangan kerja kakek Praja. Rekaman sura itu juga yang bisa menyelamatkan aku dari pernikahan konyol yang dibuat buat oleh istrinya om Rafello," ucap Kalingga.
"Jelaskan dengan cepat dan detail agar aku cepat mengerti," ucap Ailee tak sabaran.
"Aku tidak tahu jika dalam minuman yang aku minum waktu iu sudah ditambahkan dengan obat tidur agar aku pingsan. Itu semua adalah rencana tante Ayu. Dia sengaja menjebak aku dan membiarkan aku tertidur dengan Vanesha di ruangan yang sebelumnya sudah ia setting. Dia membiarkan aku tidur tanpa atasan dengan bawahan yang hanya memakai boxer saja. Sementara Vanesha dibiarkan bug*l tanpa sehelai benang pun," ucap Kalingga. Ailee menganga tidak percaya mendengarnya. Jadi...
"Aku dan Vanesha seolah dibuat buat sudah melakukan hubungan suami istri. Bahkan saking terniatnya, tante Ayu mengoleskan pewarna merah di atas sprei putih, agar lebih terlihat jika malam itu Vanesha melepas virginnya dengan aku."
"Waktu itu semua keluarga benar benar geger. Apalagi keluarga tante Ayu. Mereka mendesak bahkan memojokan mami. Bahkan mengatakan mami tidak becus dalam mengurus dan mendidik anak. Berhari hari berlalu setelah kejadian itu, mami stress bahkan aku juga lebih stress. Stress karena aku tidak ingin menikah dengan dia. Aku tidak mencintainya malah membencinya. Tapi aku dipaksa harus bertanggung jawab dengan masalah yang sama sekali tidak aku lakukan. Bahkan aku tidak ingat dengan apa yang terjadi," jelas Kalingga.
"Untungnya, om Ardian membantu ku. Dia mencari cara supaya aku tidak menikah di usia dini. Bahkan papi juga melakukan banyak cara. Kedua orang tua ku ternyata percaya jika aku tidak mungkin melakukannya, mengingat dulu aku memang tidak pernah dekat dengan wanita selain mami dan Briella."
"Lalu bagaimana caranya kamu dan dia tidak jadi menikah? Maksudnya, bagaimana caranya rencana busuk tante Ayu dan anaknya terbongkar?"
__ADS_1
"Karena rekaman ini sayang."
Tbc.