Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
26. Ayah dan Anak Gadis


__ADS_3

***


Ailee masuk ke dalam rumahnya setelah melihat Kalingga pergi dari sana. Ia berjalan riang karena bahagia, Ling benar benar berubah. Namun entah ini untuk jangka lama atau hanya karena kasihan saja.


"Kalo Ling tiba tiba berubah lagi gimana?" Gumam Ailee. Ia menatap jam tangan couple yang tadi sempat dibeli oleh Kalingga untuknya dan untuk dia sendiri. Jam tangan itu berwarna putih, warna kesukaan Ailee.


Jika saja tuhan menakdirkan Kalingga untuknya, semoga saja ini menjadi awal yang baik. Ailee tidak pernah sebahagia ini sebelumnya. Bahkan apa yang dulu ia bayangkan tidak akan pernah terjadi kini terjadi.


Wajar saja jika Ailee takut tentang ini semua meskipun semuanya belum tentu terjadi. Tapi untuk berjaga jaga tidak ada salahnya kan?


"Hai sayang, seneng banget kayaknya," ucap Cya. Pergerakan Ailee bahkan senyum di wajah Ailee tiba tiba surut. Ia melihat ke arah mamanya.


"Ma," sapa Ailee. Bukannya ia sudah bertekad akan memperbaiki semuanya? Jika orang tuanya tidak mengerti tentang dirinya dan apa maunya, maka Ailee sendiri yang akan mengerti pada mereka. Meskipun feedbacknya kurang baik.


"Kenapa? Seneng banget kayaknya, abis jalan sama pacar ya?" Tanya Cya. Ailee tersenyum dan mendekat ke arah mamanya yang sedang duduk di ruang tv.


"Iya ma. Tadi diajakin main dulu sama Kalingga sebelum pulang. Ailee bahagia banget sama dia," ucap Ailee. Ia duduk di sebelah mamanya.


"Wah, akhirnya ya pria yang kayak kulkas sepuluh pintu itu mau juga jalan sama kamu. Selamat ya, tapi ini kenapa tas kamu kayak diisi banyak barang?" Tanya Cya.


"Ah, ini. Tadi kita main capit boneka ma, Ling juga ngajarin Ailee. Tahunya boneka yang kita dapet sebanyak ini," ucap Ailee. Ia mengeluarkan satu persatu boneka yang ada di dalam tasnya.


"Banyak banget ya, suruh Magi cuci dulu sebelum kamu bawa ke kamar. Nanti kalo udah bersih baru boleh masuk kamar," ucap Cya.


"Iya ma. Ngomong ngomong, papi mana?" Tanya Ailee.


"Papi lagi zoom sebentar tadi. Kamu ganti baju gih, mama masak loh hari ini. Kita makan sama sama," ucap Cya. Ailee mengangguk sekilas dan pergi dari sana meninggalkan mamanya dan boneka bonekanya.


Awal yang baik. Semoga saja Ailee bisa terus seperti ini dengan mama dan papinya. Ailee akan membuktikan sendiri ucapan tante Ashel, jika dia tidak mendapatkan kebahagiaan dari orang lain maka dia yang harus membuat orang lain bahagia.


Selama ini hanya tante Ashel dan Briella saja yang menjadi pendengar sekaligus penasihat terbaik dalam hidup Ailee. Kai kadang kadang kalo sedang waras.


"Pacar gue lagi apa ya? Chat ah," ucap Ailee. Ia mengambil ponselnya dan mengirimi Kalingga pesan singkat. Centang dua namun belum ada balasan. Oke Ailee akan menunggunya. Selama ini Ailee selalu bertindak dalam menunggu Kalingga, hanya balasan chat saja tidak mungkin Ailee menyerah meskipun chatnya tidak dibalas juga.


***

__ADS_1


Kalingga baru sampai di kamarnya. Ia langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur. Ternyata menemani gadis itu sangat melelahkan. Kalingga sampai tidak sadar waktu. Beruntung mami dan papinya tidak memarahinya. Lambat laun, pria itu memejamkan matanya dan tertidur dengan keadaan masih memakai seragam sekolah. Sepertinya Kalingga memang kelelahan.


Briella yang sudah kepo sejak awal ingin menginterogasi kakaknya itu mengurungkan niatnya saat melihat kakaknya itu tertidur lelap. Dengan kesal ia pun keluar dari kamar kakaknya dan berjalan ke ruang tv. Disana semuanya sedang berkumpul untuk menonton tv.


"Kenapa muka lo?" Tanya Kairav.


"Kesel," ucap Briella.


"Kesel napa? Kusut banget muka lo kayak lub*ng pantat," ucap Kai.


"Emang lo pernah liat yang begituan? Kurang kerjaan banget sumpah idup lo," ucap Briella.


"Becanda."


Briella mendengus kesal dan mengambil duduk diantara kedua orang tuanya. Mau tak mau Kavin dan Ashel menggeser duduknya.


"Kesel pi sama kakak, dia kok jadi baik dan friendly gitu sama Ailee. Kan aneh. Kalo Ailee cuma di ghosting kan kasian," ucap Briella.


"Ya biarin aja, kan itu maunya kakak kamu. Kita gak bisa maksa atau pun kontrol dia kan?" Ucap Kavin.


"Gue juga aneh, tuh anak kok bisa sweet gitu sama Ailee. Apa jangan jangan di ancem sama mami papi lagi?" Tuding Kairav.


"Fitnah dosa," ucap Kavin.


"Hehe, gak gitu maksudnya bopo. Kan biasanya Ling nurut kalo diancem dulu," ucap Kairav.


"Bopo?" Beo Briella.


"Iya bopo. Bopo sebutan buat manggil papi, panggilan itu dipakai di zaman kerjaan kerajaan dulu kata nenda Sarah," ucap Kairav.


Sarah memang pecinta film genta buana. Ia bahkan hafal semua alur cerita film kolosalnya. Dan ternyata Kairav terkena virus film itu.


"Alay," rutuk Ailee.


"Stop! Kalian kok berantem terus sih? Mami pusing loh dengernya," ucap Ashel.

__ADS_1


"Mual juga enggak?" Tanya Kavin.


"Dikit," ucap Ashel.


"Yes," ucap Kavin. Membuat Kairav dan Briella saling pandang. Maksudnya apa?


"GAK YA, BRIELLA GAK MAU PUNYA ADEK, RIBET! AWAS AJA KALO BENERAN ADA, BRIELLA NGAMBEK MAU SAMA NENDA ANNA AJA," teriak Briella.


"Ssttt, mami gak hamil. Mana ada, mami juga gak mau punya anak lagi. Punya kalian berdua aja pusing banget apalagi harus nambah? Enggak deh," ucap Ashel.


"Kan kaget mami pusing terus mual. Bukannya itu gelaja mau hamil?" Tanya Briella.


"Enggak mesti. Tapi yang gitu biasanya tanda tanda hamil," ucap Kavin. Dia terus memancing emosi anak bungsu perempuannya ini. Entah mengapa rasanya menyenangkan saja. Kavin mang selalu membuat Briella kesal hingga berujung menangis.


"IH PAPI!! INGET UMUR NAPA? UDAH GAK BOLEH PUNYA ANAK LAGI," ucap Briella. Gadis itu segera mereog untuk melayangkan pukulan pukulan pada papinya. Ashel yang pening pun sedikit menjauh karena keributan ayah dan anak gadisnya.


"Bang, pisahin. Bunda pusing banget asli," ucap Ashel.


"Janji dulu tapi, jangan punya anak lagi. Masa iya Kairav punya adik tiga. Punya dua aja puyeng," ucap Kairav.


"Iya janji," ucap Ashel.


Terlihat Briella yang sudah diselimuti emosi pun tidak tanggung tanggung. Ia bahkan hendak menggigit telinga papinya sendiri jika tidak langsung ditahan abangnya.


"Nyebut dek, nyebut. Masa iya setan masuk ke tubuh lo lagi," ucap Kairav. Ia menahan tubuh adiknya sementara satu tangannya ia gunakan untuk memegang keningnya agar tangannya tidak jadi sasaran gigi Briella.


"MINTA MAAF DULU," ucap Briella ngegas.


"Iya adek, maafin papi. Janji deh nanti papi sama mami berhasil bikin adek buat kamu. Kembar tiga lagi."


Tbc.


Solimeh kapien🦧


__ADS_1


...PAPI AND BRIELLA'S...


__ADS_2