Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
225. Si Bule


__ADS_3


...SI BULE...


***


Terjadi tarik menarik antara Kalingga dan Ailee. Saat ini keduanya sudah sampai di kediaman Natapraja. Ailee dipaksa pria itu masuk dulu. Katanya dia harus menjenguk maminya, yaitu Ashel. Iya memang wanita itu masih dalam keadaan kurang sehat.


Bukan tanpa alasan Ailee menolaknya. Saat datang, dia sama sekali tidak membawa buah tangan apa apa. Dia hanya datang dengan tangan kosong. Tentu saja dia menolak sebab malu. Dia datang menjenguk dan tidak membawa apa apa. Namun Kalingga tetap memaksanya masuk. Alhasil Ailee pun masuk dengan langkah yang sangat berat sekali.


Ailee sebenarnya bukan hanya malu karena tidak membawa buah tangan apa apa. Tapi dia belum siap bertemu lagi dengan keluarga Natapraja. Sudah lama juga dia tidak bertemu dengan mereka semua. Rasanya tentu saja aneh, canggung apalagi. Namun mau bagaimana lagi, Kalingga memaksanya masuk. Dan lagi dia juga bertemu dengan opa Praja di depan tadi dan beliau juga memaksa Ailee untuk masuk.


"Cerah banget mukanya, mentang mentang udah punya pacar," sindir Faraz. Sikap Faraz dan Kavin sebelas dua belas jika pada Kalingga. Ayah dan anak itu senang sekali menggoda Kalingga. Bahkan tidak jarang Kalingga sering kesal dan sering merajuk ke Bandung. Iyap, dia mengungsi pada opa Adi dan oma Anna. Waktu itu.


"Jelas, yang jadi pawangnya kan beda," ucap Praja menyahuti. Sedangkan Kalingga hanya menghiraukannya. Pria itu langsung memeluk oma Sarah dan oma Nata. Mereka berpelukan cukup lama.


Sedangkan Ailee sangat canggung sekali. Dia benar benar tidak menyangka jika dia akan ada di posisi seperti ini. Rasanya dia benar benar sedang di todong. Namun entah di todong dengan apa. Rasanya aneh namun juga sangat gugup sekali.


"Brixy, right? Gadis bule yang selalu membuat oma tersenyum saat kecil. Kemari sayang," ucap Sarah. Wanita paruh baya itu membuka kedua tangannya dan meminta Ailee memeluknya. Ailee terdiam, sedikit ngelag namun Kalingga dengan cepat mendorongnya lembut sehingga Ailee pun memeluk omanya. Senang sekali melihatnya. Apalagi melihat raut canggung sekaligus terkejut tercetak jelas di wajah kekasihnya.


"Si bule ini sudah besar ternyata. Cantik sekali," puji Nata. Ailee hanya tersenyum kecil. Lidahnya benar benar kelu untuk sekedar mengucapkan say hai pada keluarga ini.


"Agaknya bule satu ini masih canggung dengan keluarga kita ma," ucap Sarah.


"A-aa ti-tidak kok," ucap Ailee.


"Wow, suaranya indah juga," ucap Nata. Kini wanita itu yang menarik Ailee ke dalam pelukannya. Ailee menurut dan tidak lagi menolak. Dia memeluk Nata, nenek buyut Kalingga.


"Apa anak ini menyulitkan kamu bule? Jika iya, laporkan saja pada kami. Kami pasti akan membantu kamu," ucap Faraz.

__ADS_1


"Opa, Lingga gak kayak gitu," ucap Kalingga.


"Ya kan siapa tahu," ucap Faraz.


"Sudah, sekarang giliran kami berdua yang belum dipeluk cucu bule kami," ucap Praja.


"Gak bisa," ucap Kalingga. Pria itu dengan sigap menarik Ailee dan menyembunyikan gadis itu di belakang tubuhnya. Dia bahkan melayangkan tatapan tajamnya pada kakek dan kakek buyutnya. Sedangkan yang di tatap hanya terkekeh bersama lalu melakukan high five.


"Kalian ini sudah tua, berhenti menggoda cucu ku," ucap Nata.


"Iya mas, pah. Cukup. Kalian berdua ayo duduk dulu," ucap Sarah menginterupsi Ailee dan Kalingga untuk ikutan duduk bersama mereka semua.


"Maaf oma, Ailee kesini mau lihat mami. Mami dimana?" Tanya Kalingga.


"Di kamar. Sepertinya sedang tiduran, naik aja," ucap Sarah. Kalingga mengangguk dan merangkul Ailee lalu membawanya naik ke lantai dua. Ailee tentu saja malu dan langsung melepaskan rangkulan tangan pria itu, namun Kalingga kembali merangkulnya. Dia bahkan merangkul Ailee cukup erat sampai sampai Ailee tidak bisa melepaskan dirinya lagi.


"Darah Kavin ternyata mengalir kental padanya. Aku jadi ingat dulu waktu dia bertemu dengan Ashel," ucap Faraz saat melihat tingkah Kalingga yang benar benar copyan Kavin.


Tak berselang lama, Kalingga dan Ailee pun sampai di kamar kedua orang tuanya. Untungnya Ashel belum tidur sebab dia benar benar merasa sangat tidak enak dengan perutnya. Bahkan sejak terbang tadi, dia tidak makan apa apa. Rasanya aneh sekali, tidak ada makanan yang diterima oleh perutnya.


"Tante udah makan obat kan om?" Tanya Ailee.


"Udah Ail, tapi belum ada reaksi apa apa," ucap Kavin.


"Tante salah makan mungkin, atau tante punya penyakit perut kayak maag?" Tanya Ailee.


"Gak ada sayang, tante gak punya penyakit apa apa. Kayaknya emang salah makan kemarin," ucap Ashel.


"Emang mungkin tante makan makanan basi? Kan gak mungkin, tapi dari gejala gejalanya kayak keracunan makanan basi," ucap Ailee. Dia memang mendengar apa yang dirasakan oleh Ashel juga gejala apa saja yang dirasakan.

__ADS_1


"Kamu belajar kedokteran dari mana?" Tanya Ashel.


Ailee mengernyit. Kedokteran? Dia bahkan jauh jauh dari yang namanya darah, bagaimana dia bisa belajar kedokteran?


"Tante emang keracunan makanan basi. Kemarin sebelum berangkat tante kamu makan roti tawar yang udah kadaluarsa. Dia gak lihat lihat samc maid di rumah juga gak ada yang ngecek," ucap Kavin.


"Pinter banget calon mantu," ucap Ashel.


Ailee tersenyum kikuk. Dia malu mendengar ucapan itu dari Ashel. Calon mantu? Bahkan Ailee tidak tahu sampai kapan hubungannya dengan Kalingga akan berlanjut.


"Tante belum makan apa apa?" Tanya Ailee. Ashel menggelengkan kepalanya.


"Gak ada makanan yang masuk, semua keluar lagi. Katanya makanannya gak enak, eneg gak jelas," ucap Kavin.


"Tante kayaknya harus dopping pake bubur dulu deh. Buburnya jangan kayak bubur ayam di mang mang gerobakan. Tapi bubur yang dibuat sendiri, biar dipakein juga beberapa obat herbal," ucap Ailee.


"Gak ada yang bisa buat sayang, oma Anna biasanya yang buat. Tapi kan oma Anna masih di Bandung," ucap Ashel.


"Tante lapar?" Tanya Ailee. Ashel tersenyum dan mengangguk.


"Ya udah Ailee bikinin. Boleh pinjem dapurnya?" Tanya Ailee.


"Gak boleh, nanti tangan lo kenapa napa lagi," ucap Kalingga.


"Aku udah biasa di dapur Lingga. Kamu gak kasihan, mami kamu belum makan apa apa loh. Nanti nambah sakit kan kamu juga yang gak akan suka," ucap Ailee.


"Ya udah, sama gue tapi di dapurnya," ucap Kalingga.


"Ailee ke dapur dulu, tante istirahat ya? Bentar lagi tante makan enak, Ailee jamin."

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2