Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
39. Apartement


__ADS_3

t***


Jika saja detak jantung seseorang bisa terdengar oleh telinga dari jarah jauh dari jantung itu, sudah pasti detak jantung Ailee akan terdengar ke telinga Kalingga. Sejak tadi pria itu tidak mau melepaskan pelukannya pada Ailee. Ailee membiarkannya karena takut oleh ancaman pria itu. Merem*s miliknya? Yang benar saja. Itu sakit!


Ailee bergerak ke kanan, Kalingga mengikutinya. Begitu pun ke kiri. Ailee benar benar kesusahan untuk bergerak. Pria ini benar benar tidak mau melepaskannya. Padahal sudah Ailee ancam tapi pria itu malah balik mengancamnya.


Untungnya spaghetti cepat selesai. Ailee memasak dua porsi karena ia juga merasa lapar. Ia menyajikan dua piring di depan tv yang ada di ruang tamu. Ailee memang memilih ruang tamu agar bisa menonton tv dan tidak merasa awkard saat nanti akan menyantap spaghetti itu. Ailee juga mengambil minuman soda di kulkas pria itu.


"Udah sana makan, Ailee ambil dulu gelas," ucap Ailee. Ling menurut dan duduk anteng di depan tv yang sudah menyala. Saat mengambil gelas, tiba tiba muncul notif dari Cita.


Cita Citata


Balap gak jadi, anak anak Albert pergi ke rumah sakit buat jenguk David. Btw, jangan nyoblos duluan sama Ling kalo belum sah. Hahahaha.


Ailee Fox


Asu!!!


Setelah membalas pesan dari Cita, Ailee pun kembali ke ruang tamu. Disana Kalingfa fokus memakan spaghetti buatannya. Ailee duduk di bawah sedangkan Kalingga duduk di sofa. Gadis itu meniup niup spaghettinya kemudian memakannya. Mereka diam, fokus pada spaghetti dan tv di depan. Spaghetti milik Kalingga sudah habis. Pria itu tiba tiba menarik piring spaghetti Ailee dan memakannya.


"Lapar apa doyan?" Tanya Ailee.


"Lapar. Mana mungkin gue doyan masakan lo," ucap Ling.


"Munafik," ucap Ailee. Gadis itu pun naik ke atas sofa dan duduk. Ia mengganti siaran tv dengan film kartun. Ia diracuni tante Ashel, gara gara dia Ailee jadi suka film domba juga. Padahal apa serunya, semua tokohnya tidak ada yang berbicara dan hanya menggunakan bahasa isyarat.


Kalingga sudah selesai makan dan membawa kedua piring itu ke dapur kemudian mencucinya. Sedangkan Ailee diam disana, ia bosan. Ia ingin pulang dan tidur tapi Kalingga masih di dapur. Ailee membuka ponselnya, lebih tepatnya sosial medianya yaitu instagram. Disana ia melihat beberapa dm yang masuk. Yang ia balas hanya orang yang ia kenal saja. Sisanya ia biarkan dan tidak ia baca sama sekali.


"Buaya lo?" Tanya Kalingga. Ia mengambil duduk di sebelah Ailee.


"Udah tahu manusia masih nanya. Heran. Emang gak keliatan?" Tanya Ailee kesal.

__ADS_1


"Itu yang masuk ke dm lo banyak juga. Kenapa enggak lo pacarin?" Tanya Kalingga. Ia mengambil minuman sodanya.


"Ailee murah cuma sama kamu. Kalo sama mereka ya mahal lah, masa iya dengan gampangan Ailee bales chat mereka. Gak deh, nanti takutnya Ailee dianggap kasih harapan ke mereka," ucap Ailee.


"Murah? Boleh dong?" Tanya Kalingga. Ia mencondongkan tubuhnya pada Ailee. Kedua tangan gadis itu langsung bersidekap dada.


Cup..


Dengan cepat Ailee mengecup bibir Kalingga. Berharap pria itu diam dan kembali ke posisi awal. Karena biasanya Kalingga akan kesal ketika Ailee mengecup bibirnya. Namun tindakannya salah, Kalingga justru semakin merendahkan tubuhnya dan mengukung Ailee dibawahnya.


"Et, et, et, ngapain heh?! Bibir Ailee aja masih luka gara gara kamu," ucap Ailee. Ia menahan dada bidang Kalingga dengan kedua tangannya. Kalingga tidak menjawab ucapan gadis yang berada dibawah kukungannya. Pria itu lebih asik dengan kegiatannya sendiri, memperhatikan Ailee.


Ailee pun sama, gadis itu menatap ke arah Kalingga yang berada diatasnya. Aura pria ini benar benar dominan. Entah bagaimana bisa ia menyukai pria ini sampai segila ini. Tidak pernah ada feedback baik dari Kalingga, namun Ailee percaya jauh di lubuk hati terdalam pria ini pasti ada sedikit perasaan untuk Ailee. Meskipun perasaan itu hanya karena kasihan pun tak apa, Ailee sudah sangat senang.


"Kenapa lo bisa segila itu suka sama gue?" Tanya Kalingga.


"Emang suka sama seseorang harus ada alasannya?" Tanya balik Ailee.


Ailee menggelengkan kepalanya, "Ailee suka semuanya. Tampan suka, tajirnya apalagi. Kalo sama kamu, hidup Ailee terjamin lahir batin kayaknya."


"Matre," ucap Kalingga.


"Biarin, matre Ailee cuma sama Ling gak sama cowok lain. Lagian kan, cewek gak ada yang matre. Semua cewek itu realistis," ucap Ailee. Kalingga kembali terdiam. Menatap dalam ke arah mata Ailee.


"Ayang, gak bisa apa kita pacaran?" Tanya Ailee.


"Kenapa harus pacaran?" Tanya Ling.


"Soalnya kalo kita pacaran Ailee bisa bebas mau kiss kamu kapan pun. Apalagi peluk. Tubuh ayang pelukable banget soalnya," ucap Ailee. Satu tangannya turun ke bagian put*ng Kalingga. Ia memperhatikan itu. Bentuknya sama seperti milik Ailee hanya sajaoaos perbedaannya di ukuran. Punya Ailee lebih besar dibandingkan dengan punya Kalingga. Punya Ailee menonjol sedangkan punya Kalingga rata.


"Ngapain?" Tanya Kalingga.

__ADS_1


"Dada kamu kok rata ya? Padahal sama punya ini," ucap Ailee sembari mengelus put*ng Kalingga dan sedikit mencubitnya.


"Jangan dicubit," ucap Ling. Ailee cengengesan dan meminta maaf. Kalingga pun mengambil tidur di samping Ailee. Untungnya sofa berukuran besar. Muat untuk dua orang. Kalingga tidur menyamping di sebelah Ailee. Pria itu duduk di dekat kursinya sedangkan Ailee jika di dorong oleh Kalingga ia pasti akan terjatuh ke atas lantai yang dingin. Makanya wanita itu langsung memeluk tubuh Kalingga.


"Ling, mau pulang. Ailee ngantuk berat," ucap Ailee.


"Tidur disini," ucap Ling.


"Gak mau, nanti Ailee di gr*pe grep* kayak yang udah udah sama kamu. Mana suka keras lagi," ucap Ailee.


Kalingga menoyor kepala Ailee. "Gue baru sekali ya gituin dada elo yang enggak gede ini."


"Halah, so soan ngatain gak gede, giliran di Ailee tempelin yang deket banget ketar ketir kayak yang udah udah," ucap Ailee.


"Bacot, tidur," ucap Kalingga.


"Gak kiss Ailee dulu? Biar bobo Ailee-nya nyenyak," ucap Ailee.


"Nih kiss pantat gue," ucap Kalingga kesal.


"Jahat," ucap Ailee. Gadis itu pun memeluk Kalingga. Hidungnya berhadapan dengan area dada Kalingga. Dengan sengaja Ailee menggerakan ujung bibirnya pada put*ng Kalingga. Tidak terlalu lama, puti*g Kalingga sudah menegang.


"Tegang ya? Boleh Aile nen*n?" Tanya Ailee. Kalingga tidak menjawabnya. Tidak adanya jawaban dari Kalingga membuat Ailee yakin jika diamnya pria ini adalah jawaban 'ya'.


Ailee pun membuka mulutnya dan menjilat put*ng Kalingga.


"Lo beneran mau lepas virgin lo saat ini?"


Tbc.


🥹🥹👍

__ADS_1


__ADS_2