
***
Dibelahan bumi lain, tepatnya di satu negara yang berbeda. Seorang pria tengah berdiam diri setelah menyelesaikan pekerjaannya. Rasanya juga sudah lama dia tidak bertemu dengan gadis itu. Karena tuntutan pekerjaan mengharuskannya menetap di negara yang berbeda dengan gadis itu.
Sudah dalam waktu yang cukup lama dia tidak bertemu dengan gadis itu. Sepertinya dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya dan kembali pada gadis itu. Gadis itu pasti akan sangat senang. Mengingat mereka sudah saling mengenal juga.
"Mr. Lexan, berkas yang anda minta," ucap seorang pria berpakaian casual sama sepertinya, hanya saja pangkatnya berbeda. Dia adalah bawahannya yang tidak lain dan tidak bukan adalah tangan kanannya sekaligus asistennya di kantor.
Pria tersebut menerima sebuah map berwarna coklat dan membuka isinya. Senyum mengembang di bibirnya. Dia senang karena foto pertama yang ia lihat adalah gadis kecil itu ketika berada di bandara. Gadis itu sangat cantik dengan balutan dress yang ia pakai.
Beberapa foto terdepan memanglah foto gadis itu. Namun di foto selanjutnya, dia melihat gadis itu bersama dengan pria lain. Dia kenal pria itu, bahkan sangat mengenalnya. Keluarganya adalah rekan bisnisnya.
"Bagaimana perkembangannya?" Tanyanya.
"Nona baik baik saja, dia terus bersama dengan pria itu. Saya dengar, nona dengan pemuda itu sudah berpacaran," ucap bawahannya.
"Pacaran? Masih bisa aku hancurkan," ucapnya tak suka. Jelas saja tidak suka, seharusnya dia yang ada di posisi itu. Namun dia tidak bisa bergerak terang terangan. Dia harus bermain halus agar apa yang dia inginkan terwujud lebih cepat.
"Nona belum memutuskan untuk lulus lebih cepat atau tidak. Tapi yang pasti pihak sekolahnya sudah mewanti wanti untuk nona mengambil kesempatan ini. Selain itu, beberapa universitas juga sudah mengincar nona. Kepintaran dan nama yang dibawanya sudah pasti berpengaruh pada universitas yang akan nona ambil nantinya," ucapnya.
"Aku yakin gadis itu akan segera mengambil kesempatan bagus itu. Persiapkan semuanya, pastikan sesuai dengan apa yang aku mau."
"Baik tuan."
***
Semua keluarga sudah berkumpul di ruang keluarga. Bahkan anak anak juga ikut berkumpul. Meskipun mereka masih kecil dan tidak akan terlalu ikut campur, setidaknya dari kejadian yang terjadi kemarin memberikan mereka pelajaran. Awalnya Ashel memang menolak untuk anak anak ikut hadir, namun Sarah tidak menyetujuinya. Dia juga ingin cucu cucunya yang lain tahu alasan dibalik Vanesha melakukan hal hal seperti itu.
__ADS_1
Kalingga sudah disana dan menahan Ailee untuk tidak pulang. Ailee sudah memaksanya sejak tadi, namun Kalingga tetap bersikukuh menahan Ailee.
"Lingga, dia bukan anggota keluarga Natapraja. Kenapa dia masih disini?" Tanya Ayu.
"Dia pacar saya, jelas saja harus ada disini. Dia harus tahu alasan kenapa anak anda melakukan hal itu," ucap Kalingga.
"Lingga," bisik Ailee. Gadis itu memegang telapak tangan Kalingga, berusaha meredakan ucapan Kalingga yang kurang sopan terhadap bibinya itu.
"Anak bule, kamu duduk sama oma sini," ucap Nata. Ailee mengernyitkan keningnya, yang satu melarangnya untuk kumpul disini dan satunya lagi memintanya duduk di sebelahnya.
"Dia pacar Lingga oma," ucap Kalingga.
"Oma gak akan rebut kok," ucap Nata.
Kalingga menghela nafasnya dan membawa Ailee duduk di dekat oma Nata. Entah mengapa Ailee merasa suasana disini cukup awkward alias canggung. Dia tidak menyangka jika dia akan ada di posisi seperti ini. Seharusnya tadi dia tidak ikut saja dan meminta dia di kamar saja.
"Yakin dek?" Tanya Kairav.
"Sangat yakin," ucap Briella mengangguk. Gadis itu pun menarik tangan Ailee dan membawanya pergi dari sana. Kalingga memang menahannya, namun siapa yang bisa mengalahkan kekeras kepalaan Briella? Tidak ada. Semuanya selalu menurut pada si bungsu itu.
"Syukurlah dia gak ada disini, lagian ini kan mau bahas pernikahan aku sama kak Lingga," ucap Vanesha.
Deg...
Pernikahan?
Langkah kaki Ailee tentu saja langsung terhenti saat mendengar ucapan Vanesha. Jadi semua keluarga diminta berkumpul saat ini alasannya untuk membahas pernikahan Kalingga dan Vanesha? Hanya karena video itu? Memangnya sesama sepupu bisa menikah? Bukankah itu akan mempengaruhi hubungan adik kakak antara om Kavin dan om Fello?
__ADS_1
"Jangan dengerin dia," ucap Kalingga.
"Jangan gimana sih kak? Kamu lupa kejadian di pesta waktu itu? Kita kan udah tidur bareng," ucap Vanesha.
What?!!
"Yah, gue sama kak Lingga udah tidur bareng. Waktu itu kita sama sama mabuk karena salah ambil minuman. And yah, lo tahu kejadian selanjutnya kayak gimana kan? Jadi mulai sekarang lo mending jauh jauh dari kak Lingga. Karena cuma gue yang bisa sama dia. Gak orang lain termasuk lo," ucap Vanesha.
"Cukup!! Gak ada kejadian apapun. Gue di jebak sama lo," ucap Kalingga.
Kejadian beberapa tahun yang lalu kembali teringat hari ini. Kejadian yang sebenarnya sudah diketahui oleh Kavin dan Ashel. Namun mereka memilih diam karena mereka tidak ingin menyinggung siapa pun apalagi Kalingga. Mereka tahu betul posisi saat itu Kalingga sedang dalam suasana hati yang selalu buruk.
"Selesaikan semuanya malam ini. Aku percaya sama kamu, kamu bisa temui aku lagi kalo masalah hari ini udah selesai. Jangan terbawa emosi, aku gak mau kamu nyakitin orang lain. Aku akan selalu menunggu kamu," ucap Ailee tersenyum. Gadis itu memegang cekalan tangan Kalingga di tangannya. Bermaksud untuk melepaskannya. Karena Ailee akan pergi dari sana bersama Briella.
"Lo mau ninggalin gue?" Tanya Kalingga.
"Kamu gak denger ucapan aku? Aku nunggu kamu. Artinya aku gak akan ninggalin kamu," ucap Ailee.
Kalingga tersenyum lalu mengangguk. Pria itu melepaskan cekalan tangannya pada tangan Ailee. Membiarkan gadis itu pergi dari sana. Sebenarnya Kalingga tidak ingin melepaskan Ailee apalagi Ailee mendengar semua masalah yang ditimbulkan oleh satu orang. Kalingga jelas saja tidak mau ada salah paham antara dia dan Ailee. Karena itu semua akan mempengaruhi hubungannya dengan Ailee ke depannya.
Ailee dan Briella beranjak dari sana. Tadinya Briella ingin mengajak Ailee ke kamarnya. Namun Ailee menolaknya dan mengajak Briella ke taman samping rumah. Seingatnya disana ada gazebo. Mungkin Ailee juga memiliki beberapa pertanyaan untuk Briella.
Hatinya sakit tentu saja. Bahkan dia sedikit syok dan tidak percaya. Jadi selama ini Kalingga menyembunyikan itu semua darinya? Tapi kenapa?
Landasan hubungan adalah kepercayaan. Ailee sudah menaruh sepenuhnya kepercayaannya pada Kalingga. Namun kenyataan hari ini membuatnya sedikit ragu dengan kepercayaannya itu. Apalagi Ailee mengetahui hal ini dari orang lain.
Tbc.
__ADS_1