Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
59. Hott


__ADS_3

🥵🥵🥵


Ingat, dosa ditanggung pembaca yaaa


***


Ailee mencak mencak ingin pulang namun Briella dan Kairav menahannya. Mau tak mau gadis itu tetap ikut masuk ke dalam rumah mereka. Lebih tepatnya ke dalam kamar Briella. Kalingga, pria itu tidak mau membantunya dan malah memilih pergi ke dapur untuk mengambil air minum.


Tak lama setelah mereka datang, Briella dan Kairav menahan Rixel di ruang keluarga agar tidak mencari keberadaan Ailee. Sedangkan Kalingga hanya acuh dan tidak peduli. Ia memilih berjalan masuk ke dalam kamarnya saja. Ailee sendiri mengunci pintu balkon dan berdiam disana bukan di kamar. Ia sangat malas bertemu dengan Rixel. Pria itu benar benar sangat memaksakan dirinya sekali. Saat di balkon, tak berselang lama ia mendengar suara pintu kamar di sebelahnya berbunyi. Kalingga sepertinya sudah masuk ke dalam kamarnya. Ailee pun dengan cepat masuk ke sana. Untungnya balkon kamar Kalingga tidak terkunci.


"Ngapain lo masuk? Keluar gak?" Tanya Kalingga.


"Gak!" Ucap Ailee galak. Ia pun mengambil duduk di sofa yang ada di kamar Kalingga. Sedangkan Kalingga hanya mendengus kesal. Ia pun pergi ke walk in closet miliknya untuk berganti baju dengan kaos.


Saat Ailee sedang duduk tenang. Tiba tiba terdengar suara Briella dan Kairav.


"AILEE GAK ADA DI KAMAR GUE ASTAGA. DIA UDAH DI ANTER PULANG SAMA KAK LING," teriak Briella.


"IYA, DIA UDAH DI ANTER BALIK COK. LO MAU KEMANA SIH?! GAK SOPAN TAHU MASUK MASUK KAMAR ORANG TANPA IJIN KE ORANGNYA," ucap Kairav yang sama sama berteriak.


Ailee mengerti maksud teriakan Briella dan Kai. Mereka seperti mengkode pada Ailee untuk bersembunyi. Ailee pun langsung berdiri dan berjalan menuju ke walk in closet Kalingga. Ia masih menggendong tas miliknya.


Ailee masuk dan berjalan kesana tanpa memperhatikan sekitaran disana, Kalingga sudah bertelanjang dada dan hendak memakai kaos. Namun saat mendengar pintu kamar Kalingga dibuka Ailee refleks masuk ke dalam lemari Kalingga yang kosong.

__ADS_1


"Lo ngapain?!" Tanya Kalingga terkejut.


"Sstt, ada Rixel. Dia masuk ke kamar kamu," ucap Ailee. Tanpa menunggu balasan ucapan Kalingga, gadis itu juga menarik Kalingga ke dalam lemari yang berukuran cukup besar. Disana ada beberapa pakaian yang tergantung. Ailee pun menutup pintu lemari itu saat Kalingga sudah masuk.


"Lo ngapain si-,".


"Sstt, jangan kenceng kenceng. Ailee males sama sepupu kamu itu," bisik Ailee. Ia menahan mulut Kalingga agar tidak mengeluarkan suara apapun. Di luar sana, maksudnya di dalam kamar, Rixel berteriak memanggil nama Ailee terus menerus namun Ailee tidak menyahuti.


"Gelap, nafas gue sesek," ucap Kalingga.


"Tahan bentar sampe mahluk astral itu pergi," bisik Ailee.


"Gak bisa. Gue gak suka gelap," ucap Kalingga pelan. Ia pun mengangkat tangnnya untuk menggeser lemari yang ia dan Ailee tempati. Namun baru tangannya memegang lemari itu, Ailee menahannya. Ia menarik tekuk Kalingga dan menciumnya. Bukan mencium sebenarnya, tapi lebih tepat memberikan nafas buatan.


"Jijik jigong lo masuk mulut gue," ucap Kalingga.


"Jijik, jijik. Mau Ailee buat tegang lagi?" Tanya Ailee.


"Ayo kalo berani, jangan marah kalo nanti bibir lo bengkak," ucap Kalingga.


Ailee yang merasa tertantang pun mulai beraksi. Bibir bengkak itu sudah biasa untuknya. Ailee tersenyum miring, namun Kalingga tidak dapat melihatnya karena di dalam lemari ini sangat gelap. Tidak ada cahaya apapun. Mungkin hanya sedikit cahaya saja yang masuk kesana.


Jari lentik Ailee menyusuri permukaan kulit Kalingga yang tidak tertutup apapun. Tangan Ailee bergerak dengan sensual dari atas dadanya lalu turun ke bawah. Kalingga menahan nafasnya. Nafasnya benar benar tercekat saat mendapatkan sentuhan itu. Apalagi gerakan tangan itu terasa berbeda saat ketika ia berada di atas motor bersama Ailee. Ia sudah terbiasa dengan elusan lembut Ailee di perutnya. Namun entah kenapa saat ini seperti terasa sangat berbeda. Hawa panas semakin ia rasakan apalagi saat bibir mungil gadis itu mengecup basah area dadanya.

__ADS_1


"L-lo ke-n-napa bin-al gi-ni," ucap Kalingga terputus putus.


Ailee tersenyum. Ia tidak menjawab pertanyaan Kalingga. Gadis itu justru menarik tekuk Kalingga dengan kedua tangannya dan menyatukan bibir mereka. Entah kenapa, rasanya Ailee seperti sudah terbiasa melakukan hal ini dengan Kalingga. Ia tidak lagi ragu ragu, ia bahkan sering bergerak lebih dulu. Bahkan mengecup Kalingga setiap ia diantarkan pulang seperti sudah menjadi kebiasannya.


Kalingga adalah remaja yang sedang puber dengan nafsu tinggi. Tentu saja dia tidak menolak sentuhan ini. Pernah waktu itu Vanesha mencoba untuk menciumnya. Namun sebelum menciumnya, wanita itu lebih dulu mengelus tubuhnya. Sama seperti apa yang dilakukan oleh Ailee. Namun bukannya nafsu yang ia rasakan, melainkan ia tidak mau di sentuh oleh Vanesha. Makanya ia selalu menghindar ketika ada pertemuan keluarga dari Vanesha. Kedua orang tuanya sudah tahu, jadi mereka membiarkan anaknya ini. Lagi pula dari pada terjadi sesuatu yang tidak tidak, kan mereka juga sebagai orang tua yang repot.


Ailee melepaskan ciumannya saat tangan Kalingga mulai mengerayangi tubuhnnya. Ailee tidak munafik, ia memang menginginkan sentuhan Kalinngga. Namun kesadarannya lebih banyak dibandingkan dengan nafsunya saat ini. Tetapi sepertinya Kalingga tidak mau melepaskan ciumannya. Terbukti saat pria itu tidak mau melepaskan tubuh Ailee.


Tangan Kalingga bergerak untuk membuka kancing seragam Ailee satu persatu. Tidak terlihat namun ia yakin jika area dada Ailee terpampang di depannya. Kalingga tidak merem*snya. Ia malah membenamkan wajahnya disana. Denga posisi Ailee menyandarkan kepalanya pada lemari. Untungnya ini lemari tanam, jadi ia tidak perlu takut jika nantinya lemari ini agar bergeser.


"Kenapa lo nguji iman gue," ucap Kalingga pelan.


"Biar Ling enggak punya pikiran buat sama cewek lain. Ailee sengaja buat Ling untuk terus mengingat Ailee," ucap Ailee.


Ia menarik bahu Kalingga agar berdiri di depannya.


"Dalam kegelapan seperti ini, Ling enggak boleh enggak suka. Gelap memang sesak, tapi jika Kalingga bisa mengatur nafas, gelap tidak akan membuat Lingga se sesak ini. Bayangkan di kegelapan ini ada Ailee. Ailee yang akan selalu menemani Kalingga. Hanya Ailee dan Ailee, tidak dengan wanita lain. Hanya Ailee," bisik Ailee.


Entah kenapa, Kalingga memejamkan matanya saat Ailee mengatakan hal itu. Kata hatinya seolah mendengarkan ucapan gadis di depannya ini. Merasa tidak ada gerakan dari Kalingga pun, Ailee kembali mengecup bibir pria itu. Cukup lama, hingga ia melepaskannya lagi.


"Dengan siapa pun kamu nanti, Ailee yakin kamu hanya akan seperti ini dengan Ailee. Tidak dengan wanita mana pun termasuk Vanesha."


Tbc.

__ADS_1


🗣 Dosa tanggung sendiri


__ADS_2