Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
116. Lo, Gue?


__ADS_3

***


Sejak pergi dari parkiran tadi, hanya Briella dan Kairav yang berbicara. Ailee sendiri hanya menimpalinya sesekali. Sedangkan Kalingga tetap diam. Ailee duduk cukup berjarak dengan Kalingga. Ia memilih mepet ke dekat pintu mobil dari pada harus berada dekat dengan Kalingga. Apakah ini artinya Ailee sudah mulai tidak mempedulikan Kalingga? Entahlah, ini baru beberapa jam berlalu. Ailee belum bisa menentukannya. Yang jelas dia akan menjauh sesuai dengan ucapan Kalingga di rooftop tadi. Kalingga memang tidak mengatakannya secara terang terangan, tapi Ailee tahu maksud dari pembicaraannya.


Dengan Kalingga mengatakan jika suatu saat nanti mereka akan memiliki pasangan masing masing sudah membuat Ailee sadar, jika memang wanita yang diinginkan Kalingga bukanlah dia. Tertampar oleh perbuatan sendiri ternyata lebih sakit dari pada jatuh dan mendapatkan luka baret di arena. Ailee benar benar tidak tahu lagi harus seperti apa menghadapi Kalingga di sisa sisa kelulusannya.


"Lee, kok diem mulu. Ada masalah?" Tanya Briella.


"Tahu, biasanya juga rame. Kenapa Lee?" Tanya Kairav.


Diantara mereka bertiga, memang hanya Briella dan Kairav saja yang peduli padanya. Bukankah dengan seperti ini saja Ailee harusnya bersyukur? Bersyukur memiliki teman yang peka dengan keadaannya, karena tidak semua teman bisa sepeka ini.


"Gak papa kok, biasa lagi cape sama hidup. Kayaknya perlu di restart ke pengaturan pabrik," ucap Ailee.


"Jangan lah ege! Nanti kalo lo balik ke dulu, kan belum tentu kenal gue sama abang sama kakak. Belum tentu juga lo bakalan se-suka itu sama kak Ling. Jangan pokoknya," ucap Briella.


"Sayangnya itu yang gue mau," gumam Ailee. Kalingga yang berada di sisinya tentu saja mendengarnya. Namun ia memilih diam.


"Udah sampe nih. Yok keluar, sop ayam udah nunggu," ucap Kairav. Ailee tersenyum dan mengangguk. Mereka semua keluar dari dalam mobil. Briella dan Kairav seperti biasa akan ribut ketika masuk ke dalam lift. Mereka memang selalu sengaja buru buru untuk meninggalkan Ailee agar berduaan dengan Kalingga. Namun kali ini tidak, Ailee tidak mau berduaan dengan Kalingga jadi ia juga berlari mengejar Briella dan Kairav. Sayangnya dia tersandung tali sepatunya yang tidak diikat dengan benar, alhasil dia pun terjatuh.


Kalingga menghela nafasnya dan membantu Ailee. Sedangkan Kairav dan Briella sudah lebih dulu pergi ke lantai satu. Namun saat Kalingga menarik bahu Ailee, gadis itu menepisnya dan mendorong tubuh Kalingga agar menjauh.


"Lo kenapa? Gue cuma mau bantu," ucap Ling.


"Gue bisa sendiri," ucap Ailee.

__ADS_1


Wait. Gue? Really?


Kalingga terkekeh, "Berubah?" Tanyanya.


"Lo yang minta," ucap Ailee. Jujur saja jauh di dalam lubuk hatinya, dia sangat tidak ingin menggunakan kosa kata seperti ini pada Kalingga, namun dia kan sudah berjanji akan menuruti apa ucapan Kalingga.


"Terserah," ucap Kalingga acuh. Ia berdiri di samping Ailee yang sedang mengikat tali sepatunya. Ailee ingin mengatakan jika lututnya sangat sakit sekali. Lantai garasi ini tidak menggunakan keramik halus melainkan keramik seperti batu alam yang timbul. Tentu saja saat ada yang terjatuh cukup keras dia akan menerima rasa sakit yang cukup menyakitkan.


Selesai mengikat tali sepatu, Ailee pun bangun dan berjalan ke dalam lift. Namun lututnya yang sakit membuatnya jadi berjalan pincang. Kalingga tentu saja melihatnya. Tanpa bertanya atau pun mengeluarkan suara, dia menggendong Ailee ala bridal.


"Lo apa apan sih?! Turunin gue," ucap Ailee.


"Mulut lo gak pantes ngomong lo-gue kayak gitu kalo ke gue," ucap Ling.


"Turunin gue Kalingga," ucap Ailee.


"Lutut lo luka kayaknya," ucap Ling. Namun Ailee hanya diam saja. Terlalu malas untuk menanggapi Kalingga. Ia selalu memikirkan kata kata dan perlakuan menyakitkan dari Kalingga sejak dulu hingga saat ini. Mungkin denga cara ini dia bisa membenci Kalingga dan melupakan perasaan sepihaknya ini.


Pintu lift terbuka, Kalingga hendak kembali menggendong Ailee namun dengan cepat Ailee menepisnya. Ia berjalan keluar lift dengan. Mencoba berjalan biasa saja seolah tidak ada rasa sakit. Padahal aslinya lutunya cukup sakit saat berjalan.


"Siang tante, om," sapa Ailee.


"Yeay, akhirnya calon mantu dateng. Sini sayang duduk sebelah Briella," ucap Ashel.


"Bener itu, calon kakak ipar duduk sebelah adek disini," ucap Briella. Ailee hanya tersenyum tipis dan terlihat terpaksa. Ia kemudian duduk di sebelah Briella.

__ADS_1


"Tante buatin Ailee sup ayam kesukaan kamu. Banyak juga olahan ayam lainnya, menyambut kedatangan kamu dan Kalingga keluar dari rumah sakit," ucap Ashel.


"Padahal gak perlu kayak gini ke Ailee tante, cukup sama anak tante aja," ucap Ailee.


Anak tante? Kalingga memejamkan matanya serta mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Ailee. Apa menyebutkan namanya lagi, gadis itu sudah tidak sudi?


"Gak bisa gitu lah Lee, gimana pun lo udah nolongin Kalingga. Waktu itu juga lo udah nolongin Bri, keluarga gue punya dua hutang nyawa ke lo," ucap Kairav.


"Benar Ailee. Om benar benar mengucapkan terima kasih sama kamu," ucap Kavin. Ailee hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawabannya.


Ashel menuangkan sup ke atas mangkuk milik Ailee juga anak anaknya beserta suaminya. Mereka mulai makan dalam keadaan diam. Disini, hanya Ailee yang makan sup tanpa kondiment lain seperti nasi atau lauk lain. Ia memang hanya ingin makan sup saja.


"Makan nasi Lee, lo gak bakalan gemuk cuma karena makan nasi satu centong doang," ucap Kai.


"Nanti gue ambil kalo mau," ucap Ailee. Ia merasakan sesuatu mengalir ke betisnya. Ailee pun menundukan kepalanya untuk melihatnya. Darah. Lututnya berdarah. Ailee sudah menduganya. Ia pun dengan cepat mengambil beberapa lembar tissue dan mengelap mulutnya. Padahal aslinya itu hanya pura pura. Setelah mengelap bibirnya, ia menurunkan tissue itu dan mengelap darah yang mengalir juga menahannya agar lututnya tidak kembali berdarah.


Sekitar dua puluh menit berlalu, makan makan pun sudah selesai namun mereka semua masih disana. Duduk bersama di meja makan.


"Tante, om, maaf sebelumnya. Ailee bukan bermaksud datang kemudian makan dan pergi, tapi Ailee ada kepentingan di luar," ucap Ailee.


"Ya sudah sayang, gak papa. Tante seneng loh kamu mau kesini dan makan masakan tante," ucap Ashel.


"Om antar pulang," ucap Kavin.


"Jangan om, di depan sudah ada supir yang menjemput. Ailee pamit dulu semuanya. Permisi," ucapnya. Ailee benar benar mencoba berjalan biasa saja meskipun sedikit sulit.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2