
aku udah crazy up, ramein napa weee.
selamat puasa ya, dosa ditanggung pembaca sksksks
***
Setelah selesai mandi, Ailee lansung pamit pulang. Namun Kalingga menahannya. Ia memaksa Ailee untuk makan dulu namun gadis itu menolaknya. Kalingga tidak kehabisan akal, ia menahan tangan gadis itu dan menyodorkan potongan buah pada mulut gadis itu namun Ailee menolaknya.
"Mau lo apa sih?" Tanya Kalingga.
"Pulang. Ailee udah cape," ucap Ailee pelan.
"Apa gara gara gue jadiin lo boneka percobaan, lo jadi kayak gini? Lemah banget, katanya lo cinta sama gue," ucap Kalingga.
"Gak usah dibahas. Males," ucap Ailee.
"Kenapa? Aoa karena kenyataan lo emang lemah kan?" Tanya Ling.
"Iya, Ailee emang lemah. Lemah banget malah," ucap Ailee. Ia menyandarkan bahunya pada kursi dan memejamkan matanya. Kalingga mengernyit, ia memegang kening Ailee namun gadis itu menepisnya.
"Lo sakit?" Tanya Ling.
"Apa hubungannya kalo Ailee sakit? Bukannya Ailee cuma boneka percobaan kamu? Suatu saat Ailee bakalan terbuang," ucap Ailee.
"Ngawur," ucap Kalingga. Pria itu pun menggendong tubuh Ailee masuk ke kamarnya dan menidurkannya diatas kasurnya. Kalingga mengambil kompresan sekali pakai yang selalu ada di kotak obat yang ada di apartementnya. Ia menempelkannya pada dahi Ailee.
"Gak usab rawat, rawat Ailee kayak gini kalo ujung ujungnya kamu nyakitin Ailee lagi," ucap Ailee. Ia melepas kompres itu dan melemparnya. Ia juga membalikan tubuhnya membelakangi Kalingga.
__ADS_1
"Ck. Manja," ucap Kalingga. Ia pun naik ke atas tempat tidur dan memeluk tubuh Ailee. Cukup erat sampai wanita itu tidak bisa bergerak.
"Lo gak boleh lemah cuma karena omongan gue. Lo harusnya kuat," ucap Kalingga. Ailee membalikan tubuhnya dan menatap ke arah Kalingga.
"Tapi omongan kamu nyakitin tahu gak?! Ailee punya perasaan Ling. Kamu jangan selalu nyakitin Ailee dengan ucapan kamu bisa? Kalo emang risih di deketin Ailee, sebisa mungkin Ailee akan menjauh dari kamu. Tapi enggak sekarang. Ailee bahagia gangguin kamu," ucap Ailee kesal.
Kalingga tidak menjawabnya, ia malah mengecup bibir itu agar berhenti berbicara.
"Tidur, gue tahu lo cape kan? Nanti sore sekitar jam empat kita keliling dulu sebelum pulang," ucap Kalingga. Kini giliran Ailee yang tidak menjawabnya. Gadis itu malah memajukan tubuhnya agar menempel dengan tubuh Kalingga dan memeluknya. Biasanya saat demam seperti ini, Ailee hanya membungkus tubuhnya dengan selimut tebal saja. Namun saat ini, ada Kalingga yang membuka kedua tangannya untuk ia masuk.
"Ailee sayang Kalingga, tapi Ailee sakit hati sama ucapan Kalingga. Untungnya logika Ailee belum mengambil alih pikiran Ailee," gumamnya. Kalingga masih dapat mendengar gumaman itu. Ia hanya diam dan memeluk gadis ini.
Kalingga ikut terpejam. Ia juga kelelahan seharian ini. Baru kali ini ia tertidur memeluk wanita lain selain mami dan adiknya.
Terkait perasaanya untuk Ailee, Kalingga tidak tahu. Ia masih bingung, entah ini suka atau bukan. Yang jelas apa yang keluar dari mulutnya saat ini adalah spontanitas.
***
Ailee menyangga kepalanya dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk mengelus pipi Kalingga. Ailee memperhatikan pahatan wajah tampan Kalingga, pria ini benar benar tampan sekali. Rasanya Ailee ingin selalu berdekatan dengannya. Namun itu tidak mungkin, mereka tidak memiliki ikatan khusus selain pertemanan. Ailee menundukan wajahnya untuk mengecup pelan bibir Kalingga, cukup lama. Setelah puas, ia pun melepaskannya.
"Ailee gak akan pernah mencintai pria lain kayaknya. Dunia Ailee cuma kamu, bahkan kamu selalu saja ada di pikiran Ailee. Ailee udah cape tapi Ailee belum mau berhenti. Makanya Ailee milih sakit hati sama kata kata kamu dibanding dengerin logika Ailee," ucap Ailee pelan.
Perlahan, Ailee melepaskan rangkulan Kalingga. Sangat pelan agar pria ini tidak terganggu dan bangun. Ailee memilih untuk pulang sendirian saja. Meskipun Kalingga sudah berjanji akan mengajaknya jalan jalan, namun Ailee memilih untuk tidak pergi. Takutnya rasa suka pada pria ini semakin besar. Semakin lama Ailee terus bersama dengan Kalingga, sudah pasti akan banyak kenangan. Dan melupakan kenangan itu sangat lah sulit sekali.
Ailee berhasil melepaskan pelukan Kalingga. Ia pun memutar tubuhnya untuk tidur, namun ternyata sebelum ia bangun Lingga sudah lebih dulu bangun, tapi pria itu memilih diam dan pura pura tidur. Saat Ailee akan bangun dari tempat tidur, Kalingga menarik tangannya cukup keras sehingga ia kembali terjatuh ke atas kasur.
"Lo mau kabur?" Tanya Kalingga.
__ADS_1
"Enggak, siapa yang mau kabur. Ailee mau pipis," ucap Ailee bohong.
"Gue gak suka dibohongin," ucap Kalingga.
"Enggak astaga, Ailee mau pipis," ucap Ailee.
"Kalo lo bohong, gue bakalan tebar benih benih anak gue di rahim lo," ucap Kalingga membuat Ailee melotot.
"Heh, sembarangan. Dikira rahim Ailee tempat penampungan anak anak kamu apa. Kamu gak suka sama Ailee mana mungkin mau biarin benih benih kamu tumbuh di rahim ini," ucap Ailee sembari menunjuk perutnya.
"Bener juga. Tapi gak ada yang tahu takdir ke depannya kan," ucap Kalingga pelan. Ia menarik tangan Ailee agar mendekat ke arahnya.
"Apa sih Ling. Nanti tangan Ailee putus," gerutu gadis itu.
"Kiss me," ucap Kalingga.
"Hah?" Ailee melongo seketika mendengar ucapan Kalingga. Kiss me? Maksudnya cium dia, begitu?
"Lo paling pinter bahasa inggris di kelas, tapi giliran gue ngomong bahasa inggris malah ngebug otak lo," ucap Lingga.
"Hih, ya abisnya kamu minta di cium. Kan aneh," ucap Ailee.
Lingga paling tidak suka orang yang lama. Dari pada menunggu wanita ini untuk menciumnya lebih baik ia berinisiatif lebih dulu. Kalingga pun bangun dan menarik Ailee yang otaknya masih ngebug akibat ucapannya.
Di sela sela ciuman itu, Kalingga melepaskannya sebentar dan meminta Ailee membalas ciumannya. Awalnya Ailee masih diam saja namun saat Kalingga menarik tubuh gadis itu untuk duduk di pangkuannya, Ailee baru membalasnya. Ciuman mereka cukup lama dan cukup dalam. Mereka sudah bertukar saliva. Kalingga seperti biasa selalu menggigit bibir Ailee sampai luka dan mengeluarkan darah. Ailee tentu saja melepaskan ciuman itu.
"Kebiasaan ih, suka gigit. Gak enak tahu, rasa besi," ucap Ailee. Ia mengusap bibirnya. Benar, ada darah.
__ADS_1
"Terus lo gimana? Lo juga gigit bibir gue sampe banyak darah gini. Yang lo rasain itu darah gue bukan darah lo."
Tbc.