
***
Lagi lagi helaan nafas keluar dari mulut Ailee. Niatnya ingin istirahat dan tidur untuk melepaskan rasa penatnya setelah melewati perjalanan cukup jauh serta lama pun tidak terjadi. Sebab ponselnya terus berdering, mau tak mau Ailee harus pergi ke tempat yang sudah diminta. Dengan mengenyahkam rasa malunya Ailee pun pergi ke tempat yang sudah diminta.
Ailee mengendarai mobilnya sendiri menuju ke tempat tersebut. Ia diminta Kalingga ke bandara untuk menjemputnya. Pria itu sampai di Indonesia lebih dulu dari pada keluarga yang lain. Alasannya Ailee. Padahal penerbangan keluarganya hanya ditunda sekitar dua jam. Tapi pria ini memaksa untuk segera pergi. Mau tak mau Kavin pun mengijinkannya. Dari pada anak bujangnya itu ngamuk ngamuk tidak jelas. Yang ribet dia sendiri. Apalagi istrinya juga kurang sehat. Entah mengapa Ashel tiba tiba muntah muntah.
"Tahu gitu kamu ikut naik jet papi aku, Lingga," dumel Ailee. Saat ini mereka sedang berada di lobby bandara. Kalingga memutuskan memakai pesawat umum. Memang sangat lama dibandingkan dengan naik jet. Tapi dia benar benar tidam sabar untuk segera menyusul Ailee.
"Ya gimana, gak ada yang tahu kalo mami gue tiba tiba muntah. Gue sengaja ninggalin mereka, gue marah sama papi. Awas aja kalo dia sampe bikin mami hamil lagi," ucap Kalingga.
Astaga. Yang kesal disini Ailee, lalu kenapa Kalingga malah ikut ikutan? Hanya perkara adik? Bukannya menyenangkan jika banyak sodara? Ailee tentu saja menginginkan seorang saudara kandung. Tapi sudahlah, takdirnya jadi anal tunggal.
"Kamu tahu, Ailee ngantuk. Capek juga," ucap Ailee.
"Ya maaf yang. Ya udah kita cek in hotel yang deket aja buat istirahat," ucap Kalingga.
"Mbah mu!! Kayak kamu gak nafsuan aja kalo lagi sama Ailee," ucap Ailee.
Tentu saja dia tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk ke yang beberapa kalinya. Ailee sudah tahu akal bulus kekasihnya ini. Dia tidak akan mau ikut. Apalagi cek in, dia tidak mau hamil!!!
"Yang, gue gak mungkin bertindak jauh kali. Gue masih sayang nyawa gue, lagi pula gue juga sayang lo. Gue gak mungkin rusak lo," ucap Kalingga.
__ADS_1
"Ucapan kamu gak bisa membuktikan kalo kamu gak akan main main nanti. Apalagi suka minta nen, gila kamu," ucap Ailee.
Kalingga menghela nafasnya. Sepertinya pacarnya ini sedang datang bulan. Mode senggol bacok sangat terligat sekali. Oke sabar.
"Udah yuk yang, gue ngantuk pengen tidur. Gue gak masalah lo anter ke rumah opa sama oma. Tapi gue gak mau nyetir, tubuh gue keram sejak di pesawat tadi. Tahu sendiri naik pesawat umum kayak gimana. Gue capek, gak mau debat lagi. Ayo terserah mau kemana juga," ucap Kalingga sembari merangkul bahu kekasihnya. Pria itu tidak membawa barang apapun kecuali tas dada. Isinya ponsel, dompet dan juga passpor.
"Pulang ke rumah grandpa gimana? Kamu mau?" Tanya Ailee.
"Terlalu beresiko. Gue belum siapin nyali, jangan buat gue di posisi yang sulit gerak," ucap Kalingga.
"Katanya berani. Kamu cowok loh, kok mental letoy gini," ucap Ailee.
"Gue emang berani. Tapi enggak sekarang, gue gak adc persiapan apapun. Please yang, gue bener bener capek," ucap Kalingga.
"Fine, kita cek in. Aku gak tega lihat kamu yang kelelahan kayak gini," ucap Ailee.
"Thank you babe. Love you," ucap Kalingga. Ailee hanya tersenyum kecil dan mengangguk. Keduanya pun masuk ke dalam mobil yang dibawa Ailee tadi. Untungnya tadi Ailee ijin akan menjemput Kalingga dan akan mengantar pria ini ke rumah keluarga besarnya. Jadi dia bisa pulang telat juga.
***
Sementara itu di Boston, Rafello benar benar sibuk sampai sampai ia tidak mengecek ponsel selama tiga hari ini. Ada beberapa masalah di perusahaan cabang yang ada di Singapura. Mau tak mau Rafello harus menetap selama tiga hari disana. Dia bahkan jarang berkomunikasi dengan anak dan istrinya. Sebenarnya dia masih belum menyelesaikan masalah di kantornya. Dia terpaksa kembali ke Boston karena suatu hal yang benar benar membuatnya sangat marah. Sangat sangat marah.
__ADS_1
Dia tahu ini dari mamanya. Rafello benar benar kecewa dengan istrinya. Bagaimana bisa dia menyembunyikan hal ini? Yang lebih kecewanya lagi, anak perempuannya sudah tidak memiliki urat malu lagi. Dia benar benar sudah tidak memiliki muka untuk bertemu dengan abangnya, Kavin.
Rafello menendang pintu kamar Vanesha sesampainya dia di rumahnya. Bahkan dia mengabaikan istrinya.
"Kamu ini kenapa sih mas? Datang datang langsung marah," tanya Ayu. Wanita itu mencoba menahan tangan suaminya namun Rafello sudah kelewat emosi. Dia bahkan menghempaskan tangan istrinya.
"KAMU GILA?! KENAPA KAMU KIRIM KIRIM VIDEO KAYAK GITU SAMA KALINGGA HAH?! KAMU UDAH GAK PUNYA MALU?" Teriak Rafello pada Vanesha. Emosinya benar benar sudah tidak terkendali.
Sebagai seorang ayah, tentu saja dia malu dengan kelakuan anaknya yang sangat tidak tahu diri itu. Bagaimana bisa dia mengekspos dirinya yang bisa dikatakan tidak senonoh itu di grup keluarga? Bahkan dengan sangat jelas dia mengucapkan kata kata yang menggoda Kalingga. Dia sudah melihat video itu, mamanya yang mengirimkannya.
Kalian tahu sendiri hubungan Vanesha dan Kalingga adalah adik kakak. Dan Vanesha dengan tidak tahu malunya menggoda Kalingga?! Rafello benar benar tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa di depan abang dan kakak iparnya. Kelakuan anaknya benar benar membuatnya muak.
"Cukup mas, anak kamu gak perlu kamu marahi," ucap Ayu.
"Gak perlu kamu bilang? Gak perlu? Kamu terlalu memanjakan dia, seharusnya kamu memberitahu anak mu itu jika dia harus punya malu. Bahkan aku sudah berkali kali mengatakan jika hubungannya dengan Kalingga itu dilarang!!" Ucap Rafello murka.
"Mas cukup! Kamu gak perlu marah marah kayak gini, tugas kamu sebagai ayah seharusnya melindungi anak kamu. Sekarang kamu cari tahu orang yang sudah mensabotase ponsel anak kamu," ucap Ayu.
Memang ponsel Vanesha tidak hilang, hanya saja entah bagaimana bisa video itu terkirim ke grup keluarga dengan nama Vanesha. Apa mungkin whatsappnya di sadap? Jika iya bagaimana bisa? Selama ini tidak pernah ada yang meminjam ponsel Vanesha.
"Untuk apa? Meskipun aku mencari orang yang sudah mensabotasenya, apa itu berguna? Semua keluarga Natapraja sudah tahu. Aku benar benar malu untuk bertemu dengan mereka. Liburan sekolah tahun ini jangan harap pulang ke Indonesia. Dan kamu, urus anak kebanggan kamu itu. Aku benar benar kecewa dengan tingkahnya," ucap Rafello. Pria itu pun pergi dari hadapan anak dan istrinya.
__ADS_1
Tbc.
Jd bapaknya si panes baru tempe guys, author lupa bikin dialog waktu pelo pergi wkek. Maapin yyyy😍🤝