Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
175. Anonim Man


__ADS_3

***


Di sebuah ruangan serba hitam duduklah seorang pria berumur dua puluh tujuh tahun. Pria itu sudah diam sejak tadi sembari menatap foto seorang gadis cantik yang sejak dulu sudah ia sukai. Namun sampai kini, ketika gadis itu sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik, dia belum bisa menjadikannya miliknya. Ada beberapa hal yang menghalanginya. Bukan masalah restu, sebab dia sudah tidak menginginkan hal itu. Namun ada hal lain yang menghalanginya yaitu sifat gadis itu.


Gadis yang ia sukai sangat pintar. Dia tidak mungkin akan langsung menerimanya. Maka dari itu dia mencobanya pelan pelan sejak dulu. Namun sialnya saat gadis itu remaja dia malah menyukai temannya. Itu juga merupakan salah satu hal yang cukup sulit untuknya. Dia bisa saja memaksa, namun kembali lagi. Sifat gadis itu keras kepala, akan sangat sulit menundukannya.


Jangankan menundukan, membuatnya untuk menyukainya pun sepertinya akan sulit.


"Tuan," panggil seseorang. Pria itu menoleh sekilas dan menatap pria yang datang, pria itu adalah bawahannya.


"Ada apa?" Tanyanya.


"Nona Fox semakin dekat dengan anak muda dari keluarga Kavinder. Kami menangkap beberapa foto yang memperlihatkan kedekatan mereka," ucap pria itu.


Mendengar hal itu tentu saja membuatnya semakin marah. Bahkan rahangnya sudah mengeras hanya dengan mendengar ucapan bawahannya tersebut.


"Sedekat ini? Bukannya mereka memang sudah lama dekat?" Tanyanya.


"Memang, tapi ada beberapa momen dimana orang suruhan anda melihat keduanya masuk ke salah satu apartement dan keluar dipagi harinya. Mereka juga melihat nona Fox berciuman dengan pria itu," ucapnya sembari memberikan foto sebagai buktinya.


"F*ck!!!" Umpatnya. Pria itu bahkan melempar foto tersebut. Foto yang dimana berisi Ailee dan Kalingga sedang berciuman.


"Keluar!!" Teriaknya mengusir bawahannya tersebut.


"Baik tuan," ucapnya. Pria tersebut sangat menyayangi nyawanya, tentu saja dia tidak akan berdiam lama disana sampai tuannya itu semakin marah dan berakhir nyawanya yang melayang. Itu tidak boleh terjadi, dia masih ingin hidup dan masih ingin melihat dunia.

__ADS_1


Sedangkan pria itu hanya mampu mengepalkan tangannya dan meninju keras meja kerjanya. Sialan, bocah keparat itu sudah mencuri start duluan. Bibir gadisnya sudah diambil. Awas saja, dia tidak akan membiarkan hal itu berlangsung lama.


"Tunggu pembalasan ku," ucapnya. Senyum miring tercetak jelas di bibirnya. Dia sudah memiliki rencana yang matang dan akan segera menjalankannya. Untungnya dia belum menampakan batang hidungnya.


***


Ailee tertawa terbahak bahak mendengar perkataan Briella. Sahabatnya ini benar benar tidak bisa menahan dirinya saat melihat pria tampan. Ailee sudah tahu kronologinya sebab Briella sudah menceritakannya. Dengan semangat wanita itu bercerita. Ailee juga dengan semangat mendengarkannya. Lucu sekali Briella ketika sedang berbicara. Wajah gadis di depannya ini tidak bisa menahan untuk tidak berekspresi saat berbicara. Ailee benar benar dibuat sakit perut akibat kebanyakan tertawa.


"Lo tahu gak doi ngomong apa?" Tanya Briella.


"Saking saltingnya lo sampe bego Bri? Ngapain nanya pertanyaan yang enggak bisa gue jawab ha?" Tanya Ailee kesal.


"Hahah, iya juga sih. Tapi maksud gue tuh biar lo ngomong 'emang dia ngomong apa?' Gitu Lee, lo gak peka banget jadi besti" ucap Briella.


Ailee kembali terbahak, dia bahkan menghentikan kegiatannya memakan sosis sebab dia tertawa lebih dulu. Entah kenapa humornya sangat rendah sekali ketika bersama dengan Briella.


"Dia ngomong gini sambil kasih susu kotak itu, 'Ambil susu ini dan setiap harinya akan ada susu kotak seperti ini untuk kamu. Kita akan bertemu lagi setelah kamu tumbuh tinggi dan tubuh mu berisi. See you baby girl." Gitu Lee, ya gimana gue gak salting brutal dengernya. Mana dia sebut gue baby girl. Aaakkk," teriak Briella tidak jelas.


Wajar saja jika Briella seperti ini. Dia sudah lama menjomblo dan tidak pernah berpacaran. Dia pasti akan segila ini jika ada pria tampan dan terlihat mapan mendekat. Bahkan dia juga menggoda Briella. Benar menurut Ailee itu adalah godaan. Sebab bagaimana bisa orang luar menemui Briella dan memberikan susu kotak seperti itu. Seolah ini semua sudah direncanakan bukan?


"Tapi lo harus hati hati Bri, takutnya dia punya niat jahat. Kita kan gak tahu dia kayak gimana. Lagian itu juga pertama kalinya kalian ketemu. Lo harus lebih hati hati," ucap Ailee memperingatkan.


Apa yang diucapkan Ailee ini benar adanya. Briella harus hati hati. Dia tidak tahu maksud pria itu dengan memberikannya susu kotak tersebut. Lebih baik Briella tidak meminumnya dan membuangnya saja.


"Lo bener sih Lee, oke gue gak akan minum susu itu kok. Lagian kan lo tahu gue cuma konsumsi susu tertentu yang gue suka," ucap Briella.

__ADS_1


"Nice girl. Takutnya kan di susu itu udah di campur sesuatu gitu atau apa. Gue gak berpikiran negatif, tapi gue ngomong kayak gini biar lo jaga jaga Bri. Gue gak mau lo kenapa napa," ucap Ailee.


"Ah kakak ipar satu ini benar benar penyayang sekali," ucap Briella.


"Harus, gue sahabat lo dan gue paling tahu lo kayak gimana," ucap Ailee.


"Beruntung banget tahu gak sih gue ketemu sama lo. Coba aja kalo dulu lo gak pindah ke mansion di depan, mungkin kita gak akan jadi tetangga dan kita gak akan jadi sahabat," ucap Briella.


"Namanya juga takdir Bri. Gue juga gak tahu kenapa dulu bokap tiba tiba pindah kesini. Padahal Jerman juga bagus," ucap Ailee.


Iya, Ailee memang lahir di Jerman. Namun saat dia berumur beberapa bulan, keluarga Fox memutuskan pindah ke Boston. Alasannya karena pekerjaan Alex yang menumpuk di Boston. Dan itu tidak memungkinnya untuk pulang pergi Jerman - Boston.


"Iya juga. Gue aja masih gak nyangka lo jadi ceweknya kakak gue. Mengingat dulu kalian kayak apa," ucap Briella.


"Yah balik lagi. Takdir gak ada yant tahu Bri, ngomong ngomong thanks sosisnya. Gue samperin dulu cowok gue. Dia ngamuk kalo gue tinggal lama. Gue juga sekalian pamit pulang deh, udah malem juga," ucap Ailee.


Iya, saking asiknya bermain Ailee sampai lupa waktu. Siang hari sudah berganti menjadi malam.


"Oke. Gue gak nganter ke depan gak papa ya? Mau mandi terus ngebo. Sumpah ngantuk," ucap Briella.


"Yo. See you tommorrow Briella," ucap Ailee.


"See you to my sist," ucap Briella.


Ailee pun keluar kamar Briella dan menuju ke kamar Kalingga melewati jalan balkon. Mulutnya sejak tadi sedang mengunyah sosis. Sosis keju itu benar benar nikmat, apalagi lelehan kejunya. Saking banyaknya keju itu bercecer meleleh ke dagu Ailee.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2