
***
Meskipun sering mengendarai motor sendiri dengan kecepatan tinggi, tak menutup kemungkinan jika Ailee akan ketakutan jika dibawa diatas motor sekecang ini. Ia mengeratkan pelukannya pada Kalingga. Pria ini seperti kesetanan saja.
"LING, JANGAN KENCENG KENCENG," teriak Ailee.
Ling hanya diam sajam tidak menjawab ucapan Ailee atau mengurangi kecepatan motornya. Sialan! Seharusnya ia tidak membiarkan tasnya di depan tubuhnya. Seharusnya tasnya ia gendong saja. Karena hal ini, tubuh depan Ailee sangat menempel pada punggungnya.
"Aduh," ringis Ailee. Karena tiba tiba Ling mengeremnya mendadak. Mereka berhenti di kawasan yang sangat sepi. Ailee mengelus jidatnya yang terkena helm milik Kalingga. Rasanya cukup sakit juga.
"Turun," ucap Kalingga.
"Hah? Gak mau Ling, kamu gila? Ini sepi banget disini," ucap Ailee. Ia kembali memeluk tubuh pria itu.
"Yang bilang disini rame siapa gue tanya. Turun dulu," ucap Ling.
"Gak mau, nanti ditinggalin. Baterai ponsel Ailee juga udah habis, ponselnya pasti mati. Gak mau Ling," ucap Ailee.
Ling menghela nafasnya. Ia pun melepas tas yang ada di gendongan depan dan dirubah jadi ke belakang. Antisipasi, kedua squishy Ailee benar benar terasa di punggungnya. Ia pria normal, jelas saja miliknya akan bereaksi jika ditempeli hal seperti itu. Ailee hanya diam saja, ia tidak bertanya atau apapun. Tak berselang lama, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumah Ailee. Karena sebelum Ling pulang, pria itu harus mengantar anak ini dulu.
Ling menjalankan motornya dengan santai. Ailee jadi tidak takut lagi dan tidak berpegangan sekuat tadi. Justru ia lebih menikmati udara yang menerpa wajahnya saat ini.
"Ling, ayo pacaran. Ailee udah bosen jomblo mulu," ucap Ailee.
"Cari cowok lain aja. Gue gak mau jadiin lo pacar gue," ucap Ling.
"Ya udah kita nikah aja. Jadiin Ailee istri kamu," ucap Ailee.
"Pikiran lo dangkal banget kayaknya. Mau dikasih makan cinta doang? Emang kenyang?" Tanya Ling.
"Ailee cuma takut Ling digoda goda sama iblis bentukan tante tante kayak di kantin tadi. Apalagi body dia oke, Ling pasti suka. Kan Ling demen gre*e grep*," ucap Ailee.
"Sembarangan," ucap Kalingga.
"Ayo Ling ih," ucap Ailee.
__ADS_1
"Ayo apa sih?!" Ucap Ling kesal.
"Pacaran," ucap Ailee.
"Kalo udah pacaran emang mau ngapain hah? Mau cek in? Boleh juga," ucap Ling.
Bukkk..
Dengan mulus kepalan tangan Ailee menggebuk bahu kanan Kalingga. Sebelah tangannya juga mencubit perut kotak kotak Kalingga.
"Mesum mulu, laporin tante Ashel tahu rasa kamu," ucap Ailee.
"Ngaduan," ucap Ling.
Ailee tidak bersuara lagi. Tangannya masuk ke dalam baju seragam Kalingga yang dikeluarkan. Mengelus pelan perut kotak kotak itu. Bentuknya kotak kecil dan cukup padat. Ailee tidak malu lagi, toh Ling sudah pernah menciumnya juga merem*s squishynya. Sebenarnya Ailee ingin marah saat itu, tapi ciuman Kalingga benar benar memabukan.
Kalingga sendiri terdiam saat kulit mulus tangan Ailee mengelua perutnya. Bukannya geli ia malah keenakan. Nafasnya memang memburu, namun anehnya ia tidak melarang tangan itu untuk berhenti bermain main disana.
"Ling, waktu Ling kiss Ailee, apa yang Ling rasakan?" Tanya Ailee.
"Masa gak ada. Aneh, tapi kenapa Ling tiba tiba cium Ailee?" Tanya Ailee.
"Kepo aja rasanya gimana. Jadi gue jadiin lo kelinci percobaan aja," ucap Ling.
"Jahat," ucap Ailee.
"Tapi, itu pertama kali Ling kiss kan? Kok kayak udah pro banget," tanya Ailee.
"Lo nya aja yang cupu. Masa kiss aja gak bisa, sering sering deh lihat film biru buat ambil pelajarannya," ucap Ling.
"Dih, gak boleh lihat begituan. Ling sering lihat ya? Terus gimana? Ngac*ng dong?" Tanya Ailee.
Rasanya Kalingga ingin sekali melempar gadis ini jauh jauh darinya. Dia ini polos atau pura pura polos sih? Kenapa dia mengatakan hal itu seolah tidak ada beban?
"Udah sampe, turun," ucap Ling. Mereka memang sudah sampai di depan mansion Ailee. Disana sepi tidak ada yang menjaga, karena yang menjaga hanya berada di beberapa titik saja. Sisanya banyak kamera cctv saja.
__ADS_1
"Iya," ucap Ailee. Ia pun mengeluarkan tangannya dari balik baju seragam Kalingga dan turun. Namun sebelum Kalingga pergi, ia menahan pria itu dan memintanya membuka helm miliknya. Ling yang sudah tahu akal bulus Ailee pun tidam menurutinya. Namun Ailee tidak kehabisan akal, ia menarik kunci motor Kalingga dan menahan tangan pria itu agar tidak pergi.
"Buka dulu baru boleh pergi," ucap Ailee.
"Maksa banget jadi manusia. Jadi setan aja sana biar gak maksa," ucap Ling.
"Cepetan ih," ucap Ailee. Lingga hanya mampu menghela nafasnya dan menuruti kemauan gadis itu.
"Terus mau apa-," ucapan Kalingga terpotong karena Ailee mengecup bibirnya cukup lama. Gerakan cewek itu benar benar tidak terbaca oleh Kalingga.
"Muah. Silahkan pergi," ucap Ailee tersenyum saat ciumannya terlepas. Kalingga yang sudah di uji sejak di atas motor pun menarik pinggang gadis itu agar mendekat ke arahnya.
"Murahan banget jadi cewek," ucap Ling.
"Ailee murah cuma sama kamu," ucap Ailee. Ia membenarkan letak kerah dan dasi yang dipakai Kalingga.
"Cuma sama gue? Bisa dong lain kali gue sewa lo satu hari satu malam? Gimana?" Tanya Ling.
"Boleh asal kita pacaran terus nikah. Jangankan sehari, setiap jam aja Ailee siap layanin kamu," ucap Ailee. Pria itu tersenyum miring dan mendekatkan bibirnya ke bibir Ailee. Hanya menempel, namun sedetik kemudian Ailee memekik tertahan karena Kalingga menggigit bibir bawahnya.
"Hukuman buat lo, karena hari ini lo bikin gue kesel," ucap Kalingga. Ia pun melepaskan Ailee dan memakai helm full facenya kemudian pergi dari sana. Sedangkan Ailee mengusap usap bibirnya juga mengeluarkan ludahnya yang sudah bercampur dengan darah dari bibirnya.
"Calon suami ganas banget. Gak kebayang nanti malam pertama," gumam Ailee.
Astaga, apa yang dia pikirkan. Tidak tidak.
Ailee pun masuk ke dalam rumahnya sembari memukuli pelan kepalanya. Namun sebelum itu ia masuk dulu ke ruangan kendali cctv yang di depan pintunya memakai sidik jari. Ailee memasukan sidik jarinya dan pintu pun terbuka. Disama tidak ada yang berjaga, namun jika ada orang asing masuk, maka sensor yang terpasang di cctv itu akan berbunyi sehingga bodyguard akan langsung mencari tahu.
Ailee melihat cctv di depan rumahnya. Disana memang ada dirinya dan Kalingga. Senyumnya tersungging saat melihat adegan itu. Ia pun memimdahkan video itu ke ponselnya dan menghapusnya dari data cctv disana. Jaga jaga takutnya papi Alex akan memarahinya lagi nanti.
Ailer memang tidak bisa menahan dirinya dari Kalingga.
Tbc.
Ailee solimeh🥸
__ADS_1