
***
Ailee tentu saja merasa aneh dengan dirinya. Kenapa dia menerima perlakuan Kalingga yang di luar batas seperti ini? Bahkan ketika Kalingga menciumnya brutal pun Ailee masih bisa menahannya bahkan dia rela jika Kalingga mengumpatinya saat Ailee memaksa pria itu untuk melepaskannya. Tapi kali ini entah kenapa dia menerima perlakuan Kalingga. Bahkan sialnya Ailee membalasnya. Saat Kalingga mencium lehernya Ailee dengan cepat membuka kancing kemeja yang digunakan pria ini.
Ailee bangun dan duduk diatas pangkuan Kalingga. Ia melepaskan kemeja yang dipakai oleh Kalingga dalam satu kali tarikan ke belakang. Ailee menatap damba ke arah roti sobek yang terpahat indah di perut Kalingga. Benar benar memukau sekali. Seumur hidupnya, Ailee hanya melihatnya di drama korea saja. Tapi kali ini dia melihatnya langsung. Asli secara nyata. Ailee mengelus pelan perut kotak kotak Kalingga. Ia mengikuti garis kotak disana. Nafas Kalingga memberat karena ulah Ailee.
"Kenapa kesini lagi?" Tanya Ailee. Tampilan gadis itu sudah acak acakan. Rambut yang tidak serapi awal, bibir bengkak, mata sayu, dan bibirnya yang mengkilap basah akibat salivanya dan saliva Kalingga.
Kalinga tidak menjawabnya. Pria itu kembalu menyambar bibir Ailee. Tubuh atas mereka yang sama sama polos bersentuhan. Bahkan Kalingga menekan tubuh Ailee agar semakin menekan ke tubuh Kalingga. Kedua squishy Ailee yang berukuran cukup besar sedikit menyembul karena hal itu. Ailee sama sekali tidak malu saat tubuh atasnya terekspos dan dilihat oleh Kalingga. Ia sudah dirundung nafsu, tidak ada jalan untuk berhenti. Sesuai dengan yang diucapkan Kalingga tadi.
Ciuman Kalingga turun ke bawah. Bukan ke leher melainkan ke atas dada Ailee. Mencium juga menciptakan garis merah keunguan. Iya, Kalingga membuat kissmark disana. Perlahan Kalingga menidurkan Ailee lalu melepaskan kain terakhir yang menutup tubuh Ailee. Ailee memang menggunakan daster satin dan dalaman saja. Tidak menggunakan celana lagi. Karena daster juga cukup panjang ke bawahnya.
"Jangan di tutup," ucap Kalingga saat melihat Ailee akan menutup kedua kakinya agar milik gadis ini tidak terlihat.
"Malu," cicit Ailee. Namun Kalingga tetap membukanya. Pandangannya menggelap melihat hal itu. Miliknya juga sudah sangat membesar dibawah sana. Bahkan terasa sesak sekali. Tak menunggu lagi, Ling pun melepaskan celana bahan dan ****** ********. Ia pun naik ke atas kasur lagi. Mengukung tubuh Ailee. Tubuh keduanya sudah sama sama polos. Bahkan milik Kalingga dengan sengaja menyapa milik Ailee. Nafas Ailee tercekat karena hal itu.
Kalingga menyelipkan anak rambut yang menghalangi kecantikan Ailee. "Aku mulai sayang," bisiknya.
Pria itu pun kembali mencumbu Ailee sebelum memasukinya. Sengaja melakukan itu agar Ailee tidak terkejut. Sedangkan Ailee benar benar takut. Dia tidak mau melakukan ini tapi entah kenapa tubuhnya tidak mau menolaknya. Nafasnya semakin tercekat saat milik Kalingga bergesekan dengan miliknya. Tak lama, ia merasakan rasa sakit. Makin lama sakitnya makin menjadi.
"LINGGA, JANGANNNNNNN," teriak Ailee. Gadis itu membuka matanya nafasnya ngos ngosan seperti baru saja selesai marathon.
__ADS_1
Ailee langsung mengecek bagian bajunya yang masih terpasang rapih. Bahkan ********** juga masih terpasang. Ailee mengeceknya dengan membuka kancing daster miliknya. Br* miliknya masih utuh terpasang.
"Ini mimpi?" Tanya Ailee. Ia bangun dan menatap pantulan dirinya di cermin. Tidak ada yang berubah. Bahkan di dadanya juga tidak ada bekas kissmark baru. Hanya kissmark lama yang dibuat Kalingga kemarin.
"Ih gila," pekik Ailee.
"Mimpi apaan gue? Kok mimpi gitu," sambungnya. Ailee pun bergegas mengambil air putih dan meminumnya sampai tiga gelas. Benar benar mimpi gila. Baru kali ini Ailee bermimpi seperti itu. Seumur umur, dia tidak pernah bermimpi hal mesum seperti itu.
"Semua ini gara gara Ling. Kalo aja dia gak bahas soal begituan gak mungkin gue mimpi aneh kayak gitu," gerutu Ailee.
Ailee pun menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Mimpinya tadi seperti nyata. Ciuman, sentuhan, belaian, bahkan milik Kalingga seolah nyata sekali. Bahkan Ailee masih merasakan bibir Kalingga di bibirnya. Tapi bibirnya tidak basah, karena dia memang tidak melakukan apa apa.
Gadis itu mengambil ponselnya. Ada pesan suara dari Kalingga namun Ailee tidak mau mendengarkannya, bahkan untuk melihat room chatnya saja Ailee enggan. Dia masih terbayang bayang mimpi tadi.
"Mana masih jam tiga dini hari. Gue gak bisa tidur lagi," erang Ailee kesal. Gadis itu melempar asal ponselnya dan mengguling gulingkan tubuhnya. Ia seperti orang gila saja. Bukan seperti tapi memang iya, Ailee memang gila sepertinya.
***
Di belahan negara lain, seorang pria tengah duduk diam di balkon kamarnya. Menatap ke arah kota yang masih gelap karena matahari belum muncul. Dia menyesap wine miliknya sampai habis. Pria ini baru saja selesai bekerja. Dia bahkan selalu kurang tidur karena lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan kesehatannya. Pekerjaan, rasanya sudah menjadi bagian dari hidupnya.
Tiba tiba ponsel pria itu berdering. Satu pesan masuk dari tangan kananannya. Dia pun segera pergi dari sana menuju ke tempat dimana ada orang suruhannya. Dia berada di depan kamar pria itu.
__ADS_1
"Informasi yang anda inginkan tuan," ucapnya. Pria tinggi bule berambut pirang itu pun menerima map yang diberikan oleh.
"Dia sudah lama bersama dengan anak anak keluarga Natapraja. Karena kedua orang tuanya sering tidak datang untuk menemaninya, nyonya Kavinder selalu mengajaknya ikut pergi," ucapnya.
"Lalu, kau sudah mendapatkan informasi kemana dia akan melanjutkan study-nya?" Tanya pria itu.
"Ada tiga universitas yang akan ia pilih. Namun dia masih belum menentukannya. Salah satunya Harvard," ucapnya.
"Kau bisa kembali," ucap pria itu.
"Baik tuan, permisi."
Pria itu pun kembali masuk ke dalam kamarnya. Dia membuka map yang berisi data informasi pribadi gadis itu. Gadis ini memang sangat cantik, yang lebih menarik darinya adalah rambutnya yang berbeda dengan kebanyakan wanita. Awalnya dia tidak pernah mengira jika gadis ini akan mengusik pikirannya. Tapi setelah beberapa minggu, dia sering dihantui bayang bayang gadis itu.
"Kamu memang sangat cantik. Pantas saja banyak pria yang ingin bersama mu, tapi karena kekuasaan ayah mu, mereka tidak bisa mendekat ke arah mu," ucapnya. Pria itu menatap foto gadis yang dimaksud.
"Kita lihat ke depannya, apakah aku benar benar menyukai mu atau tidak. Jika iya, aku akan berusaha mendapatkan mu. Dan aku akan pastikan kamu akan melupakan cinta mu pada pria yang sudah menyia nyiakan cinta mu," ucapnya. Pria itu terus menatap foto foto gadis yang dimaksud.
Tbc.
Jadi...
__ADS_1