Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
1135. Disidang Karena Briella


__ADS_3

2 BAB DULUUU


***


Kalingga dan Briella duduk bersampingan menghadap ke arah papi dan maminya. Sedangkan Kairav berada di sofa berbeda. Ceritanya kedua anaknya itu sedang di sidang hari ini. Akibat teriakan Briella tadi membuat Kalingga dalam masalah saat ini.


Briella memergoki kakanya sedang memeluk sahabatnya, Ailee. Namun kondisi Ailee sedang tertidur. Dan anehnya anak itu tidak terbangun daat Briella berteriak. Setelah Ashel mengeceknya, ternyata Ailee demam. Ashel sebagai orang tua pun langsung mengurusnya tadi. Dia menempelkan plester pereda demam pada dahi Ailee. Sementara Kalingga langsung diminta keluar kamar dan menghadap papinya.


"Kenapa kamu tidur sama Ailee?" Tanya Kavin.


"Ketiduran," ucap Kalingga.


"Kamu gak ngapa ngapain anak orang kan?" Tanya Kavin.


"Enggak. Ling gak nafsu sama dia," ucap Ling.


"Cih, munafik," bisik Kairav pelan.


Kavin terdiam dan menggenggam tangan istrinya. Dia memang sudah terbiasa menampakan kemesraanya dengan istrinya di depan anak anaknya. Sedangkan ketiga anaknya ini sudah terbiasa dengan hal itu.


"Yakin? Kamu normal kan?" Tanya Ashel.


"Normal mi, tapi Ling gak nafsu sama Ailee. Tadi Ling dia kesini karena adek bilang mau main sama dia kemarin kemarin," ucap Ling.


"Bener?" Tanya Kavin pada Briella.


Briella menganggukan kepalanya, "Bener pi. Kemarin Bri bilang sama kak Ling kalo Bri minta tolong ke dia buat minta Ailee kesini. Ya itung itung deketin kak Ling sama Ailee."


Kalingga sontak menolehkan kepalanya pada Briella. Jadi itu alasan adiknya kemarin memintanya untuk memaksa Ailee ke rumah mereka? Dasar licik. Untung dia adiknya, jika saja bukan sudah Kalingga pitting saat ini juga.

__ADS_1


"Papi gak larang kamu buat deket sama siapa pun termasuk Ailee. Justru papi seneng kalo kamu bisa sama Ailee, papi setuju begitu pun mami. Tapi semuanya kembali lagi ke pilihan kamu. Kalo kamu gak mau sama Ailee, biar nanti papi minta Kairav yang sama Ailee. Biar mereka yang nikah nantinya, papi gak cuma mau menganggap Ailee sebagai anak papi juga, tetapi papi memang ingin Ailee jadi anak papi dan mami. Caranya menikah dengan salah satu diantara kalian," ucap Kavin.


"Yesss," ucap Briella sedang


"Lah kok saya?" Tanya Kairav. Kedua adik kakak itu bersamaan berbicara.


"Briella seneng?" Tanya Ashel.


"Banget," ucap Briella menahan senyumnya.


"Kamu gak mau nikah sama Ailee? Dia cantik, pinter, jago masak. Kurang apa lagi?" Tanya Ashel pada Kairav.


"Ya terserah aja sih," ucap Kairav.


Kalingga sendiri sudah jengah dengan pembahasan sama yang selalu menyudutkannya. Biasanya dia akan diam namun kali ini dia tidak akan diam.


"Kalo Ailee gak sama Kalingga, dia gak bisa sama abang atau pun cowok lain. Lingga harap papi ngerti. Lingga enggak ngapa ngapain Ailee. Lingga ke atas dulu," ucap Kalingga. Pria itu bangkit dari atas sofa dan pergi meninggalkan keluarganya.


"Dia beli gengsi dimana sih? Tinggi banget," ucao Kairav.


"Gak tahu, ngapain nanya?!" Ucap Briella ngegas. Gadis itu pun pergi dari sana menuju ke kamarnya.


"Lah bocah masih ngamok! Makanya bisa main game biar gak diacuhin tadi," teriak Kairav mengejar Briella. Sedangkan Kavin dan Ashel sama sama menghela nafasnya. Mereka tidak habis pikir dengan kerandoman anak anak mereka.


Si kembar tiga yang berbeda sifat.


"Anak kamu kok kayak gitu semua ya mas. Kairav baik, tapi kadang kadang nyebelin banget. Sampe sampe anak bungsu kamu sering nangis gara gara dia. Briella anaknya gak diem, kalo ada apa apa harus diturutin. Sementara Kalingga, dia kalem tapi gengsian. Giliran Ailee di jodohin sama Kairav pake bilang kayak gitu. Percis kayak kamu," ucap Ashel.


"Ya kan mereka anak aku. Aku yang sodok sodok kamu sampe jadi mereka bertiga," ucap Kavin

__ADS_1


"Ashhh, sakit sayang," ringis Kavin saat mendapatkan cubitan maut dari istrinya.


"Makanya kalo ngomong itu dijaga. Di filter gitu loh mas, jangan asal jeplak. Heran banget aku sama kamu," ucap Ashel.


"Kan bener yang. Main sodok sodokan lagi yuk? Gak papa deh kalo jadi, aku masih mampu buat biayain anak kita selanjutnya," ucap Kavin.


"Ngawurnya," ucap Ashel geram. Ia ingin sekali meng-uninstal sikap suaminya yang seperti ini. Tapi sayangnya itu tidak mungkin terjadi. Tidak ada pilihan selain menerimanya. Karena Ashel sudah memutuskan untuk menikah dengan Kavin.


Sementara itu dilain tempat, Kalingga sudah kembali ke kamarnya. Dia melihat Ailee yang masih setia memejamkan matanya. Entah kenapa gadis ini tiba tiba saja demam. Padahal dari semalam dan pagi tadi Kalingga tidak merasakan jika gadis ini demam. Buktinya dia memeluk Ailee semalaman namun tidak merasakan hawa apapun, baru setelah adiknya berteriak tadi dan di cek olehnya tubuh gadis ini panas.


"Lo kenapa drop? Bukannya udah gue kasih makan? Gue sayang sayang juga dari kemarin, apa karena lo lama nangis tadi?" Tanya Kalingga pelan. Pria itu mengelus pelan surai Ailee. Wajah gadis ini memerah, peluh membasahi pinggiran keningnya. Bahkan rambut gadis ini terlihat basah. Tubuh Ailee sudah di tutupi selimut namun belum diberi obat, karena anehnya gadis ini tidak terganggu saat teriakan suara toa Briella menggema.


"Kak," panggil Ashel pelan. Wanita itu membuka sedikit pintu kamar anak laki lakinya. Ia pun masuk tanpa menunggu persetujuan anaknya. Toh ini rumahnya, sertifikatnya sudah atas namanya. Hadiah pernikahan dari suaminya. Hehe.


"Dia kenapa bisa demam mi? Kan dari kemarin sama Kalingga, dia baik baik aja. Kalingga juga udah kasih dia makan," ucap Kalingga.


Ashel tersenyum dan duduk di sebelah anaknya, "Kondisi seseorang itu tidak menentu sayang. Mungkin iya Ailee kelihatan baik baik aja saat sama kamu, tapi kita kan gak tahu seperti apa spesifikasi kondisinya," jelasnya.


"Mami marah ya karena semalam Ling bawa Ailee ke apartement lagi?" Tanya Ling.


Ashel menggelengkan kepalanya, "Selagi kamu masih tahu batasan mami gak marah."


Kalingga mendekat ke arah maminya. Ia meluruhkan duduknya ke bawah dan menyandarkan kepalanya pada paha sang mami.


"Mi, cinta itu apa?" Tanya Ling.


"Kenapa? Kamu udah cinta sama Ailee?" Tanya Ashel.


"Ling bahkan gak tahu cinta itu kayak apa. Apa kayak mami sama papi?" Tanya Ling.

__ADS_1


Ashel tersenyum dan mengelus pelan kepala anaknya. Ternyata anak yang dulu sempat terhambat pertumbuhannya akibat insiden oleh adiknya Ayu, kini sudah dewasa.


Tbc.


__ADS_2