Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
248. Lari Pagi


__ADS_3

***


Kedua manusia yang sama sama tengah dimabuk asmara itu benar benar terlelap bersama. Bahkan Ailee tidak menyadari posisi mereka saat ini sedang berada dimana. Ini bukan Boston, jelas saja jika mereka ketahuan ujungnya akan seperti apa. Namun beruntungnya, Ailee selalu mengunci pintu kamarnya rapat rapat. Antisipasi saja, selain dia tidak mau ada orang lain masuk saat ia tidur. Dan ternyata malam ini dia malah di kunjungi Kalingga dan keduanya berakhir tidur sembari saling memeluk.


Ailee kelelahan hari ini begitu juga Kalingga. Keduanya pun langsung tertidur. Tidak ada akitivitas kiss seperti biasanya. Karena biasanya, Kalingga selalu bernafsu pada Ailee. Namun mungkin karena kelelahan, Kalingga jadi tidak menyosor seperti biasanya. Memang iya, malam ini Kalingga bekerja menggunakan pikiran sedangkan aktivitas fisiknya tidak terlalu, mungkin hanya menggerakan tangannya saja. Sisanya pikirannya yang bekerja. Namun tetap saja dia kelelahan, sebab otaknya diperas untuk mengerjakan banyak angka.


Saking nyamannya, keduanya tertidur cukup pulas. Sampai jam berlalu begitu saja tanpa terasa.


Pukul lima pagi Ailee terbangun, tubuhnya sulit digerakan. Karena biasanya ketika dia bangun dia akan leluasa untuk menggeliat, namun kali ini cukup kesulitan karena Kalingga. Tubuhnya di lilit oleh kekasihnya. Posisi Ailee adalah membelakangi Kalingga. Di belakanh sana, Kalingga masih terlelap damai. Bahkan wajah pria itu menempel di punggung Ailee.


Perlahan Ailee menarik lengan Kalingga yang sedang melilit perutnya. Cukup pelan karena dia tidak mau tidur Kalingga terganggu. Waktu juga masih cukup gelap. Ailee menatap wajah damai Kalingga yang masih tertidur lelap. Kasihan juga jika dibangunkan, namun jika tidak dibangunkan sekarang, mungkin mereka akan terciduk oleh keluarga Ailee.


"Ganteng banget," gumam Ailee pelan. Gadis itu mengelus pelan pipi Kalingga.


Meskipun sudah cukup lama Ailee bersama dengan Kalingga, namun Ailee benar benar masih tidak menyadari jika Kalingga adalah manusia yang paling peka terhadap gerakan sekecil apapun. Kalingga sudah terbangun saat tangannya dipindahkan, namun pria itu memilih berpura pura tertidur.


"Gantengnya nambah kalo pake kemeja kayak gini. Kenapa sih selain ganteng, bentuk tubuh kamu juga idaman banget. Kan nanti banyak yang suka sama kamu," gumam Ailee. Gadis itu mencubit pelan pipi Kalingga, namun tiba tiba dia dibuat terkejut karena Kalingga tiba tiba membuka kedua matanya.


Ailee dan Kalingga saling bertatapan. Tatapan Ailee adalah tatapan dengan wajah yang benar benar baru bangun tidur. Sedangkan Kalingga tatapannya sangat rendah.


Cup...


Ailee terdiam saat Kalingga mengecup kilat bibirnya. Tumben sekali hanya kecupan?

__ADS_1


"Seneng banget bangun tidur pemandangannya langsung lihat kamu," ucap Kalingga.


"Gombal. Udah sana siap siap, kamu harus pulang. Kalo nunggu lagi dunia akan terang dan kamu akan ketahuan," ucap Ailee.


"Jahat banget ngusir pacar sendiri," ucap Kalingga.


"Enggak ngusir sayang, kan nanti kalo ketahuan kita juga yang repot loh. Yuk bangun," ucap Ailee. Namun bukannya bangun, Kalingga justru malah memeluk Ailee. Menenggelamkan wajahnya di area dada sang kekasih. Tempat ternyaman Kalingga.


"Lingga, lepas," ucap Ailee. Terdengar sekali jika kekasihnya ini risih ketika Kalingga memeluk dengan posisi kepalanya yang tidak sopan.


"Gak pake br* ya?" Tanya Kalingga.


"Ih lepas deh," ucap Ailee galak. Beruntungnya kamarnya ini kedap suara, jadi mau Ailee teriak pun tidak akan terdengar oleh orang luar kamarnya.


"Gede banget ternyata," gumam Kalingga. Pria itu pun melepaskan pelukannya dan kembali mengecup bibir Ailee. Ia berniat untuk bertindak lebih, namun Ailee dengan cepat melepaskan tautan bibir mereka berdua.


"Ya udah. Nanti jam sembilan aku jemput, ingat kan alu mau ajak kamu ketemu seseorang?" Tanya Kalingga.


"Bukannya nanti malam?" Tanya Ailee.


"Lebih cepat lebih baik," ucap Kalingga. Pria itu pun bangkit dari atas tempat tidur dan menarik Ailee untuk ikutan berdiri. Kalingga lantas memeluk Ailee, cukup lama. Sampai akhirnya pria itu pamit pulang. Tadinya Kalingga akan memanjat lagi, namun Ailee melarangnya dan membawa Kalingga keluar melalui balkon kamarnya yang terhubung ke gazebo atas. Dari gazebo atas ini Kalingga bisa langsung turun menuju ke area samping rumah Ailee.


"See you sayang," ucap Kalingga. Ailee tersenyum dan mengangguk. Sebenarnya dia takut terciduk karena para pelayan pasti sudah mulai bangun pagi. Namun tak apa, karena sebelum membawa Kalingga keluar dia sudah memastikan jika disini aman dan tidak ada orang.

__ADS_1


***


Setelah mengantar Kalingga dan memastikan tidak ada yang melihat, entah kenapa rasa kantuk sudah hilang. Bahkan kedua mata Ailee terbuka lebar. Biasanya Ailee akan kembali tertidur. Namun hari ini sepertinya tidak.


Waktu terus berjalan, lagi pula sesampainya disini Ailee belum berjalan jalan di sekitar komplek perumahan kakeknya. Ia pun berinisiatif untuk lari pagi saja. Ailee hanya mencuci muka dan gosok gigi saja, setelah itu dia pun mengganti pakaiannya dengan legging dan atasannya memakai jaket parasut crop. Ailee mengikat rambutnya, tidak lupa dia juga memakai earphone di telinganya.


Suasana pagi kota Jakarta ternyata tidak sepanas yang sering ia baca di berita. Bahkan tidak seramai yang pernah ia lihat di internet. Ailee memang selalu update tentang Jakarta, selain karena dia menyukai Indonesia, dia juga ingin tahu daerah daerah lain yang ada disini.


Meskipun tidak lahir di Indonesia, namun Ailee masih memiliki garis keturunan orang Indonesia. Mungkin itu sebabnya dia sangat menyukai Indonesia, apalagi makanannya.


Tujuan Ailee adalah mengitari komplek perumahan, namun entah mengapa kakinya terus berlari. Entah kemana arahnya, Ailee tidak tahu. Selama beberapa datang ke Indonesia, Ailee tidak pernah ke jalur ini. Memang iya, jalurnya masih komplek perumahan, namun Ailee baru pertama kali menginjakan kakinya disini.


"Huhh, mayan juga bakar kalori. Biasanya rebahan," ucap Ailee. Gadis itu melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah pukul tujuh pagi. Pantas saja matahari sudah mulai naik.


"Di Boston mana ada warung kecil kayak itu," ucap Ailee saat matanya melihat sebuah warung kecil yang ada di depannya. Di warung itu hanya ada seorang pria, sepertinya seumuran dengannya. Ailee pun melangkah menuju ke warung tersebut untuk membeli air mineral.


Saat ia datang, ibu penjual warung ini menatapnya lekat.


"Maaf, ada air mineral?" Tanya Ailee sopan.


"Loh, saya kira non-nya gak bisa bahasa Indonesia. Wajahnya bule banget," ucapnya.


Bule lagi. Memangnya sebule apa sih dia sampai sampai semua orang mengatakan jika Ailee adalah anak bule.

__ADS_1


Ailee hanya tersenyum kikuk dan menerima air mineralnya lalu membayarnya. Untungnya semalam dia sempat meminta uang rupiah pada kakeknya, Ailee belum sempat menukarkan uang dollarnya.


Tbc.


__ADS_2