Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
186. Baikan


__ADS_3

***


"Kalo kangen bilang, jangan cuma bergumam aja."


Duarrrrrr...


Bagai tersambar petir di malam gulita, Ailee sontak terkejut dan langsung membalikan tubuhnya. Namun dengan cepat Kalingga menahannya dan memeluknya dari belakang.


Speechless, tentu saja. Ailee tidak pernah berekspektasi tinggi jika Kalingga akan tiba tiba berada di belakangnya. Tapi tunggu dulu, apa benar ini Kalingga atau hanya khayalannya saja? Dari suara dan bau parfumenya memang itu Kalingga.


"Ling?"


"Yes mommy," bisik Kalingga.


"Jangan bisik disana," larang Ailee. Sebab Kalingga berbisik tepat di telinganya. Tubuhnya yang pendek tentu saja bisa dengan mudah dibisiki oleh Kalingga.


"Why?" Bisiknya lagi. Seolah sengaja dan ingin menggoda Ailee. Sepertinya Kalingga lupa jika mereka bertengkar kemarin akibat ulahnya yang seperti itu. Menggoda dan malah dia sendiri yang tergoda. Hasilnya Ailee mengatakan kata keramat itu dan hubungan mereka menjadi renggang kemarin.


"Udah cukup. Kenapa kamu kesini? Bukannya kamu bilang mau ketemu cewek?" Tanya Ailee.


"Ini gue lagi temuin cewek gue," ucap Kalingga.


"Serius Lingga. Ailee yakin cewek yang kamu maksud itu bukan Ailee, pasti cewek lain kan? Kenapa kamu jahat banget?" Tanya Ailee.


"Gue jahat karena lo. Kenapa lo harus bilang kata kata sialan itu?" Tanya Kalingga.


"Karena Ailee takut. Kamu kayak monster pedofil yang siap makan Ailee tadi. Ailee takut," ucap Ailee.


"Maaf, gue kelepasan kemarin. Tapi yang jelas gue gak nemuin siapa pun, setelah gue anter lo pulang gue langsung pulang juga. Ada urusan sama papi dan baru jam ini gue bisa temuin lo," ucap Kalingga.


"Urusan apa?" Tanya Ailee.


"Kantor. Gue harus handel urusan kantor baru baru ini, gue bilang mau temuin cewek cuma alibi aja. Sengaja biar lo cemburu dan sakit hati, lo pikir gue gak sakit hati waktu denger ucapan lo yang minta putus? Sakit Ail, harusnya lo jangan kayak gitu," ucap Kalingga.


"Maaf, abisnya aku takut sama kamu," ucap Ailee.


"Jadi kamu gak nemuin cewek?" Tanyanya lagi.

__ADS_1


"Enggak. Gue bilang gue cuma turn on sama lo, cuma lo yang bisa bikin gue bergairah tanpa sebab. Harus gue selingkuhin lo? Enggak kan? Lo cukup buat gue," ucap Kalingga.


Hati Ailer menghangat mendengarnya. Namun masih ada sedikit rasa sakit di hatinya. Sakit bukan karena Kalingga tapi sakit karena dia kembali melakukan hal gila yang dulu ia lakukan. Bukan karena Kalingga, ingat. Ini bukan karena Kalingga. Ailee melalukan itu karena tekanan yang ia rasakan.


"Kiss me now," ucap Ailee. Ia mengurai pelukan Kalingga dan membalikan tubuhnya sehingga berhadapan dengan Kalingga. Wajah pria ini benar benar nyata di depannya. Ailee menaikan kedua tangannya, menyusuri tubuh depan Kalingga sampai kedua tangannya berada di depan dada Kalingga.


"Keras banget," ucap Ailee pelan sembari menekan dada Kalingga.


"Kan yang empuk punya lo," ucap Kalingga.


"Pria mesum," ucap Ailee.


"Kalo gak mesum, gue gak bisa bikin lo merem melek diatas kasur," ucap Kalingga.


"Kiss me, Kalingga," ucap Ailee.


"Boleh, lo duluan," ucap Kalingga. Pria itu diam sedangkan Ailee bergerak menarik kepala Kalingga dan menjinjitkan kakinya. Bibir keduanya bertemu. Ailee memulai dulu, menggerakan bibirnya dan menghis*p bibir bawah Kalingga.


Ciuman keduanya berawal biasa saja, namun seperti biasa semakin lama semakin menuntut. Bahkan Kalingga menarik pinggul Ailee sehingga tubuh Ailee di berada di pangkuannya. Kalingga tidak berdiri, dia perlahan menurunkan tubuhnya sehingga duduk diatas rumput hijau yang tadi di pijak oleh keduanya. Ailee duduk di pangkuan Kalingga. Kedua tangannya melingkar di leher pria itu. Menekan kepala Kalingga agar ciuman mereka semakin dalam. Sedangkan tangan Kalingga memeluk pinggang Ailee. Tangannya dengan nakal masuk ke dalam jaket Ailee. Mengelus pelan permukaan baju dalam Ailee.


Cup... cup...


"Gue juga minta maaf, gak seharusnya gue marah dan bilang mau ketemu cewek. Tapi serius, gue gak ketemu cewek. Gue cuma diem di rumah. Kalo lo gak percaya lo bisa tanya orang rumah," ucap Kalingga.


"Aku percaya. Selalu percaya," ucap Ailee. Gadis itu memeluk Kalingga erat. Matanya terpejam menikmati hangatnya pelukan di tubuh Kalingga.


"Ada masalah?" Tanya Kalingga.


"Ada. Aku gak mau jauh dari kamu," ucap Ailee.


"Nginep di apartement gue malam ini ya? Gue janji gak ngapa ngapain selain tidur bareng," ucap Kalingga.


"Nanti ketahuan om Kavin, aku gak mau kamu di marahin," ucap Ailee.


"Gue rela dimarahin asal sama lo terus," ucap Kalingga. Pria itu kembali memeluk Ailee. Bahkan Kalingga tiduran disana dengan Ailee yang masih ia peluk. Ailee terkekeh pelan. Entah kenapa setiap dia merasa sedih dan merasa sangat tertekan, Kalingga selalu datang. Kedatangan Kalingga mampu membuatnya melupakan apa yang ia rasakan.


Ailee melepaskan pelukan Kalingga dan duduk kembali diatas paha Kalingga. Kedua tangannya bertumpu pada perut Kalingga. Mata keduanya saling menatap, Ailee tersenyum kecil ke arah Kalingga.

__ADS_1


"Lo tahu," ucap Kalingga.


"Tahu apa?" Tanya Ailee.


"Lo duduk kayak gini kelihatan kayak kita lagi Having s*x. Posisi women on top, gue tidur dan lo duduk diatas ini," ucap Kalingga.


"Pikirannya ngeres mulu mas. Aku sapuin ya," ucap Ailee.


"Duduk lebih atas coba. Gue mau lo duduk diatas itu," ucap Kalingga. Pria itu menarik pinggang Ailee, namun Ailee menahan tubuhnya untuk tidak maju.


"Jangan gila mas. Kita baru aja baikan loh, masa mau marahan lagi. Aku gak suka kita marahan, aku gak bebas buat peluk cium kamu," ucap Ailee.


"Nafsuan ya," ucap Kalingga.


"Ya gara gara kamu," ucap Ailee.


Kalingga bangkit dan menggendong Ailee menuju ke motornya. Sedangkan motor Ailee diminta untuk dibawa oleh bawahan papinya Kalingga.


"Apartement atau rumah?" Tanya Ailee.


"Hotel. Kita cek in," ucap Kalingga.


Duk..


"Ngomongnya minta di-,"


"Cium sampe puas," potong Kalingga.


"Ish mas, udah ayo berangkat. Pengen makan, laper," ucap Ailee.


"Lo belum makan?" Tanya Kalingga.


"Belum. Gimana mau makan kalo aku sama kamu aja ada masalah. Kepikiran terus semenjak tadi dianterin kamu," ucap Ailee.


"Kebiasaan tahu gak," ucap Kalingga. Pria itu melajukan motornya membawa Ailee pergi. Ia ikutan marah karena Ailee tidak makan apa apa. Seharusnya dia tidak perlu mogok makan.


Ailee sendiri langsung memeluk erat pinggang Kalingga. Pria itu memang selalu marah ketika Ailee telat makan atau tidak makan. Kalingga melajukan motornya dengan cukup kencang. Ia tidak akan pulang ke rumah, tapi ke apartement. Dia harus memastikan sesuatu. Semoga saja apa yang dia pikirkan tidak terjadi.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2