Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
258. BrixCya


__ADS_3

***


Setelah mengantar Kalingga keluar rumah serta memastikan pria itu sudah pergi, Ailee pun masuk ke dalam rumah. Disana terlihat papinya sudah tidak ada, mungkin kembali bekerja. Disana hanya ada kakek Atma, mamanya, Alvaro dan Moran.


Ngomong ngomong soal Moran, Ailee memang baru mengingatnya. Saat bertemu ketika lari pagi tadi Moran mengatakan jika dia sesekali selalu menemani kakeknya bermain catur. Tapi kenapa malam malam begini dia datang? Apa dia diundang?


"Minum dulu," ucap Cya. Wanita itu menyodorkan segelas air putih pada anak gadisnya. Ailee menerimanya dan meminumnya.


"Gimana, udah belum bikinin mama cucu?" Bisik Cya.


Byurrrr..


Terkejut mendengar ucapan mamanya Ailee sampai menyemburkan air di dalam mulutnya. Atensi kakeknya, Alvaro serta Moran langsung tertuju pada Ailee.


"Kamu kenapa nak?" Tanya Atma.


"Gak papa grand," ucap Ailee menggelengkan kepalanya.


"Mama jangan sembarangan deh, mana bisa Ailee gituan. Gak mau mama," ucap Ailee pelan.


"Anak bandel, sini ikut mama dulu. Ada yang mau mama bicarakan," ucap Cya. Ailee pun menurut dan mengikuti mamanya. Mereka menuju ke meja makan yang ada di dapur. Ailee memang ingin ngemil, untungnya mamanya mengajaknya berbicara disini.


"Kue yang tadi dikasih sama Kalingga beli? Atau mama buat?" Tanya Ailee.


"Mama buat, soalnya gabut kamu perginya lama. Tapi gak papa, kan sama calon mantu," ucap Cya. Wanita itu mengambilkan cookies coklat dengan selai kacang pada anaknya. Ailee menerimanya dan memakannya setelah mencuci tangan.


"Ngomong ngomong Ashel sakit apa?" Tanya Cya.


"Katanya kecapean terus salah makan. Kemarin waktu masih di Boston tante Ashel muntah muntah," ucap Ailee.


"Parah gak? Mama harus dong jenguk dia?" Tanya Cya.


"Parah enggak, udah mendingan. Tadi juga udah aktivitas kayak biasa lagi, cuma ya gak boleh berlebihan kayak biasanya dulu. Kalo soal jenguk ya terserah mama, emang mama senggang banget?" Tanya Ailee.


"Mama sama papi kan sengaja mengosongkan jadwal selama kamu liburan Brixy sayang," ucap Cya.


"Terus papi kemana?" Tanya Ailee.


"Papi kan sibuk selama beberapa minggu terakhir. Tidurnya juga gak nyenyak bahkan kurang. Untungnya kami ambil jadwal kosong, jadi tadi papi kamu mama suruh tidur duluan," ucap Cya.

__ADS_1


"Oh."


Ailee pun kembali menikmati cookies yang di colek dengan selai kacang. Enak juga ternyata. Untung cookiesnya tidak terlalu manis jadi Ailee memakannya. Ailee tipekal orang yang tidak terlalu suka manis.


"Kamu udah dua bulan ya sama Kalingga?" Tanya Cya.


"Jalan tiga," jawab Ailee.


"Kalian pernah tidur bareng?" Tanya Cya.


"Kenapa mama tanya tanya gitu?" Tanya Ailee balik, bukannya menjawab.


"Jawab aja, mama gak akan marah. Mama cuma mau kasih kamu wejangan aja," ucap Cya.


"Pernah-," Cya langsung memekik sembari tersenyum. "Tapi gak ngapa ngapain. Hanya tidur."


"Yah," ucap Cya terlihat sedikit kecewa. Sedangkan Ailee mengernyit heran. Kenapa mamanya ini?


"Brixy sama Kalingga udah komitmen gak akan melakukan hubungan sejauh itu ma. Meskipun iya, kita tinggal di Boston yang pergaulannya bebas. Tapi kami berdua masih punya pemikiran ke depannya. Yah meskipun kadang kadang Kalingga suka khilaf. Tapi untungnya pria itu bisa mengendalikannya," jelas Ailee.


"Gitu ya? Mama kira kamu itu gini sama Kalingga," ucap Cya sembari menyatukan kedua tangannya.👉👈


"Enggak! Enak aja! Brixy gak akan mau ma," ucap Ailee.


"Mama kepo banget deh," gerutu Ailee. Mamanya ini kenapa sih? Peduli sih iya Ailee senang. Tapi kenapa Ailee merasa pedulinya mamanya ini hanyalah kedok saja? Karena terlihat dari pertanyaan yang ditanyakan, mamanya ini sangat kepo.


Peduli berkedok ingin tahu.


"Jawab aja sih, sama mama ini. Kan mama bilang mama gak akan marah sayang," ucal Cya.


"Bukan masalah marah sih mah. Tapi apa ya," ucap Ailee.


"Jawab aja."


"Iya, iya," ucap Ailee.


"Iya apa?" Tanya Cya.


"Iya udah kiss sama cuddle. Selebihnya gak pernah. Cuma sebatas itu aja," ucap Ailee.

__ADS_1


"Ciee udah dewasa," ucap Cya. Wanita itu mencolek colek dagu anaknya. Sengaja, dia sedang menggoda anak bandelnya ini.


"Apaan sih mama ih," ucap Ailee malu. Cya tertawa puas melihat anaknya yang salah tingkah sekaligus malu malu itu. Hahh, sudah lama sekali rasanya dia tidak merasakan hal seperti ini dengan putri semata wayangnya. Semoga saja niatnya berlibur bersama ke Indonesia ini bisa membuat hubungannya dengan anaknya ini kembali membaik.


Memang iya, Cya tahu apa yang ia lakukan saat ini tidak akan sebanding dengan apa yang sudah dialami oleh anaknya. Namun setidaknya Cya dan suaminya ingin merubah semuanya menjadi baik seperti dulu lagi, bahkfn mungkin lebih baik.


"Oh iya ma, Moran sejak kapan kesini?" Tanya Ailee.


"Kamu kenal anak itu?" Tanya Cya.


"Gak sengaja kenal. Ketemu tadi pagi waktu Brix lari pagi," ucap Ailee.


"Anak itu nemenin grand main catur. Alvaro juga sama ikutan," jawab Cya.


"Kenapa bang Varo senggang? Tumben banget gak sih mi?" Tanya Ailee.


"Gak tahu juga sayang, mungkin dia emang lagi senggang atau sengaja liburan," ucap Cya.


"Ya udah kamu cepetan makannya terus naik ke kamar kamu, istirahat," titah Cya.


"Iya ma."


Cya pun pergi meninggalkan Ailee sendirian di ruang makan. Ailee sendiri masih menikmati sisa cookies di tangannya. Sudah cukup kenyang juga. Ailee pun menyimpan kaleng selai dan sisa biskuit ke dalam lemari penyimpanan lalu berjalan keluar dari dalam dapur.


Niatnya memang langsung ke kamarnya, namun saat melewati ruang tengah, Ailee diminta kakeknya mengantar Moran sampai ke depan pintu utama. Ailee menurut dan tidak membantah. Ia pun mengantar Moran sampai ke depan pintu.


"Thanks ya, harusnya gak perlu loh," ucap Moran.


"Santai aja," jawab Ailee.


"Ngomong ngomong, cowok tadi siapa?" Tanya Moran.


"My boyfriend," ucap Ailee.


Moran terdiam lalu mengangguk. Ia pun pamitan pada Ailee dan pergi dari sana menaiki motor miliknya. Ternyata gadis itu sudah memiliki kekasih. Wajar saja, dia cantik. Sudah pasti banyak yang ingin menjadi kekasihnya. Namun entah kenapa Moran merasa sedikit aneh dengan perasaannya. Dia memang suka pada Ailee saat pertama kali melihatnya. Hanya suka, tidak lebih. Dan ia yakin rasa suka itu pasti akan menghilang. Sama seperti biasanya.


"Aneh banget tiba tiba nanya siapa Lingga. Kalo orang yang punya pikiran kan pasti udah ngira dia cowok gue. Secara pas masuk ke rumah juga gue gandengan tangan sama mas Lingga," gumam Ailee. Heran, namun sudahlah. Entah kenapa Moran tiba tiba bertanya seperti itu padanya.


Ailee pun membalikan tubuhnya dan masuk ke dalam rumah lagi. Sudah malam waktunya dia istirahat.

__ADS_1


Tbc.


Garing ceritanya, sepi juga pembacanya. Tapi gak papa, soalnya kalo langsung ke konflik rasanya aneh. Jatohnya nanti takut gak nyambung. Gak papa pelan pelan aja, nanti juga makin sepi😃


__ADS_2