Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
133. Cara Kalingga


__ADS_3

***


"Gue gak ijinin lo pergi!"


Lagi. Suara itu terus menginterupsinya untuk tidak pergi dari sini. Apa Kalingga belum cukup puas membuatnya menangis? Ailee benar benar sudah tidak tahan lagi. Ia ingin menangis sejadi jadinya, namun ia tahan karena masih berada di hadapan Kalingga.


Ailee tetap akan pergi, apapun yang terjadi. Penahanan Kalingga kali ini benar benar tidak akan membuatnya tinggal seperti semalam. Ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Kalingga dan dia bukan siapa siapa Kalingga. Dia hanya teman, tidak lebih dari itu.


"Aku udah capek sama sikap kamu. Kamu gak ada berhak buat larang larang aku," ucap Ailee. Gadis itu pun bangkit dari duduknya dan menepis tangan Kalingga kemudian berjalan keluar kamar Kalingga. Hatinya benar benar sangat sakit sekali. Kenapa setiap sedikit kebahagiaan yang tercipta saat bersama Kalingga selalu dibarengi dengan rasa sakit? Tidak kah membiarkan Ailee bahagia saja dulu sebentar? Ia sudah sangat lelah dan muak dengan rasa sakit seperti ini.


"Lo gak bisa pergi," ucap Ling. Pria itu menarik Ailee ke dalam pelukannya. Ia tahu Ailee akan menolaknya dan berontak, namun Kalingga masih terus memaksa memeluknya.


"Lepasin! Gue udah muak sama lo, gue muak sama semuanya. Lo selalu nyakitin gue. Lepas!!" Teriak Ailee. Tangisnya semakin tersedu sedu. Ia mendorong paksa tubuh Kalingga yang memeluknya, namun Kalingga tidak melepaskannya. Bahkan dia tidak melonggarkan pelukannya sama sekali.


"Mending lo pergi ke cewek lo. Peluk dia semau lo, bahkan kalo perlu lo tidurin dia biar lo puas dan enggak ganggu gue lagi," teriak Ailer kencang. Bahkan mungkin jika kamar Kalingga tidak kedap suara, suara teriakan Ailee akan terdengar sampai keluar.


"Lo milik gue, harusnya gue tidurin lo bukan cewek yang lo maksud. Gue maunya lo, gue mau tidurin lo," ucap Kalingga. Pria itu berbisik di telinga Ailee.


Ailee terkekeh pelan dalam tangisnya. Jadi, Kalingga memang sudah menginginkan hal itu? Kenapa harus dia?!

__ADS_1


"Mau sampai kapan kamu sakitin aku?" Tanya Ailee pelan.


"Sampai gue puas," ucap Kalingga. Pelukan pria itu semakin erat. Meskipun Ailee tidak membalas pelukannya namun Kalingga tetap memeluknya. Ailee sendiri sudah kelelahan. Kepalanya cukup pening karena terlalu lama menangis dengan cukup kencang. Emosinya benar benar diaduk aduk saat ini.


"Kamu jahat," ucap Ailee. Tangisnya kembali pecah. Ia benar benar sangat sakit hati dengan sikap Kalingga. Kenapa selalu pria ini menyakitinya sampai sedalam ini? Dan kenapa pula Ailee tidak bisa melupakannya dengan alasan rasa sakit yang selalu diberikan oleh Kalingga? Seharusnya dari sejak lama dia bisa melupakannya, tapi nyatanya masih belum. Atau mungkin tidak.


"Nangis sepuas lo," ucap Kalingga.


Jujur, dia benar benar tidak mau membuat Ailee menangis seperti ini. Namun ia harus melakukannya, ia sudah tahu seperti apa kesakitan yang selama ini Ailee rasakan. Hal itu mulai ia ketahui saat menjaga Ailee di rumah sakit waktu itu. Sejak saat itu, ia mencoba mencari tahu sendiri seperti apa kehidupan Ailee dan keluarganya.


Memang terlihat utuh, bahagia, dan berkecukupan. Namun ternyata Ailee tidak bahagia di dalamnya. Ia yang paling tersakiti. Kalingga tahu namun dia tidak angkat bicara. Karena diam menurutnya lebih baik dari pada banyak bertanya. Cukup tahu tanpa mau ikut campur. Biarlah Ailee mengurus masalahnya sendiri. Namun makin kesini, Kalingga melihat jika Ailee seperti seseorang yang sangat kesepian sekali. Bahkan dia jadi jarang berbicara dengan adiknya, Briella. Ia tahu hal itu karena Briella bertanya padanya beberapa hari yang lalu.


"Gue cuma bisa nyakitin lo biar lo bisa nangis dan berhenti buat terlihat baik baik ada di depan gue," bisik Kalingga. Ailee masih terus menangis, tangisannya benar benar pilu. Kalingga benar benar tidak tega. Meskipun terkesan dingin dan terlihat tidak peduli, tapi Kalingga masih memiliki perasaan sebagai manusia.


Pintar mengelabui orang lain.


"Ke-kena-pa ka-mu kayak gi-ni?" Tanya Ailee terbata.


"Gue jahat. Itu asumsi lo kan? Anggaplah kayak gitu. Gue sengaja kayak gini biar lo bisa sakit hati dan nangis sepuas lo untuk melampiaskan emosi lo yang selalu lo pendam. Apa lo gak takut kena gangguan mental gara gara masalah lo? Jangan pikir gue gak tahu lo kenapa sama orang tua lo," ucap Kalingga.

__ADS_1


"Jangan kayak gini, A-ailee gak mau baper lagi," ucap Ailee pelan. Tangisnya berangsur mereda namun masih sesenggukan sedikit.


"Terserah gue. Gue cuma gak mau orang yang gue kenal sejak kecil punya gangguan mental. Rasanya gak enak mungkin kalo punya gangguan mental. Gue belum pernah ngerasain, semoga aja gak pernah. Makanya gue gak mau lo kayak gitu," ucap Ling.


Jadi selama ini, Kalingga peduli pada Ailee? Hanya saja caranya cukup menyakitkan. Bahkan Ailee selalu berpikir jika Kalingga melakukan hal itu karena dia sengaja. Sengaja ingin membuat Ailee pergi dari kehidupannya. Tapi ternyata, dibalik rasa sakit yang diberikan oleh Kalingga, ada sebuah kepedulian yang dia sembunyikan.


"Jadi gue harap, lo jangan memendam itu semua sendirian. Gue udah pernah denger lo nangis waktu di rumah sakit, waktu itu kedua orang tua lo minta lo pindah ke Jerman," ucap Ling.


What? Jadi waktu kecelakaan yang dimana Ailee menyelamatkan Vanesha waktu itu, Kalingga menjenguknya dan menjaganya semalaman? Ailee masih ingat waktu itu dia meminta Kalingga datang namun Kalingga tidak datang dan yang datang katanya hanya Kairav dan Rixel. Tetapi, saat di rumah sakit waktu dia tidak melihat keberadaan Rixel dan Kairav. Ternyata Kalingga yang menjaganya.


"Jangan peduli, Ailee gak mau kepedulian kamu. Cukup bertindak biasa saja seperti seorang teman. Ailee udah mau lupain kamu dan lupain perasaan Ailee. Cinta sendirian itu gak enak, capek juga. Capeknya banget. Apalagi kalo kamu bahas soal cewek kamu," ucap Ailee.


"Maaf ya, siapa pun kamu yang jadi ceweknya Ling, maafin Ailee. Hari ini Ailee nangis di dalam pelukan cowok kamu," sambungnya pelan.


"Udah, jangan pikirin soal itu. Tidur," ucap Ling. Pria itu mengelus pelan kening Ailee. Menghilangkan kerutan di dahi gadis ini. Tadi dia berontak, namun sekarang dia terdiam dengan kalem. Apa mungkin energinya sudah habis?


"Kamu gak nyosor kayak biasanya," ucap Ailee.


"Bilang aja kalo mau di cium. So soan nanya gue gak nyosor," sindir Kalingga sembari menjitak pelan kening Ailee.

__ADS_1


Tbc.


Piuuuuit, peduli ning bang🤪🤪


__ADS_2