Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
256. SWAG


__ADS_3

***


"Hih.. ma!!"


Ayu yang sedang duduk sembari memangku tabletnya terlonjak kaget saat anak perempuannya berteriak. Wanita paruh baya itu menghela nafasnya dan menatap ke arah anaknya. Keduanya saat ini sedang duduk bersama menonton tv di apartement.


"Apa sih, kamu gak perlu ngagetin juga," ucap Ayu.


"Mama lihat deh storynya tante Ashel, mereka lagi makan malam bareng. Mana ada si gatel disana," adu Vanesha sembari menunjukan ponselnya, yang dimana disana ada sebuah foto. Ayu mengambilnya dan memperhatikannya. Disana ada keluarga cemara sahabatnya.


"Terus kenapa?" Tanya Ayu.


"Mama gak ngerti apa pura pura gak ngerti sih?! Disana ada Ailee. Dia ikut makan malam sama keluarga tante Ashel, aku gak suka ma," ucap Vanesha.


"Kenapa kamu gak suka? Biarin aja lah, toh kamu gak keluar dana buat makan malam mereka kan?" Tanya Ayu.


Whatt???


Vanesha tidak salah dengar kan? Mamanya mengatakan hal itu? Mamanya? Mamanya? Hello, apa yang mamanya makan hari ini? Kenapa tiba tiba dia jadi seperti ini?


"Ma," panggil Vanesha keheranan.


"Apa? Gak usah aneh, sekarang mama lebih milih buat pertahanin dulu hubungan mama sama papa kamu. Kamu gak tahu apa hubungan mama sama papa akhir akhir ini kayak apa. Jadi mama mohon, bertingkah biasa dulu," ucap Ayu.


"Mama, kalo aku gak cepet cepet yang ada makin susah buat pisahin mereka berdua," ucap Vanesha. Jelas saja dia takut, jika dibiarkan terlalu lama sudah pasti Ailee dan Kalingga akan semakin lengket dan dekat.


"Emangnya hubungan mama sama papa kenapa? Bukannya baik baik aja?" Tanya Vanesha.


"Kamu terlalu sibuk memikirkan masalah kamu sendiri. Kamu kayaknya gak pernah berpikir ketika akan bertindak, apa kamu pikir tindakan kamu kemarin tidak akan menimbulkan dampak apa apa?" Tanya Ayu.


Vanesha menggelengkan kepalanya.


"Hubungan mama dan papa sedikit merenggang gara gara mama bantu bela kamu soal video itu. Dan lagi kita mengungkit masalah yang sudah lalu. Jadi mama harap untuk sekarang kamu berusaha untuk diam dulu, biarkan mama selesaikan dulu masalah mama sama papa. Baru mama bantu kamu lagi," ucap Ayu.


"Ya udah," ucap Vanesha pasrah. Meskipun membangkang pada orang lain namun Vanesha tidak pernah membangkang pada mamanya.

__ADS_1


***


Di kediaman Kavin, semuanya sedang fokus makan malam. Tadi memang Ashel meminta semuanya untuk berfoto lebih dulu. Selain untuk kenangan, Ashel juga mempostingnya. Tidak ada niat apa apa, dia hanya ingin menunjukan kedekatan keluarganya saja. Meskipun disana nyempil Ailee, namun ia beranggapan jika nanti Ailee juga akan menjadi bagian keluarganya kan? Jadi apa salahnya.


Ailee sendiri memang sudah tidak memiliki kecanggungan apapun. Karena memang sudah sejak dia masuk TK, dia sudah mengenal keluarga ini dengan baik. Tidak disangka, seiring berjalannya waktu hubungannya dengan keluarga ini semakin dekat.


"Makan yang banyak Ail," ucap Ashel.


"Iya tante," ucap Ailee tersenyum.


"Ngomong ngomong, kamu mau main kemana aja? Ajak anak bungsu tante ya? Dari kemarin dia murung mulu gak tahu kenapa," ucap Ashel. Refleks Ailee menoleh ke arah Briella yang ada disampingnya. Murung? Sejak kapan manusia alay ini murung?


"Aku galow," bisik Briella.


Ailee semakin mengernyitkan keningnya. Otaknya langsung bekerja, mengingat ngingat cerita Briella beberapa waktu yang lalu. Apa mungkin...


"Klein?" Bisik Ailee. Briella menganggukan kepalanya.


"Lo kan swag," ucap Ailee.


"Swag emang gak boleh galau ya?" Tanya Briella.


"Kenapa kalian bisik bisik?" Tanya Kavin.


"Gak papa om, cuma memastikan satu hal aja," ucap Ailee tersenyum.


"Kalian ini udah kayak sodara aja, om senang melihatnya. Namun kamu akan segera lulus lebih dulu, bisa dipastikan jika nanti Briella akan kesepian," ucap Kavin.


"Enggak pih, lagian ini mimpinya Ailee sejak kita masih duduk di bangku kelas dasar. Briella masih ingat kalo Ailee pengen cepet cepet lulus sekolah terus punya gelar," ucap Briella.


"Tumben ingetan lo gercep," ucap Ailee pelan.


"Iya dong, kita kan best friend," ucap Briella.


"Apa orang tua kamu sudah memberikan keputusan tentang hal itu?" Tanya Kavin.

__ADS_1


"Sudah. Mereka sepenuhnya memberikan keputusan pada Ailee," ucap Ailee.


"Lalu apa keputusan kamu?" Tanya Ashel.


"Masih belum Ailee putuskan. Ada beberapa hal yang harus Ailee pertimbangkan lebih dulu," ucap Ailee.


"Apapun pilihan kamu, kami sebagai orang tua dan yang melihat pertumbuhan kamu dari kecil sampai sekarang, kami hanya bisa mendukung keputusan kamu," ucap Kavin.


"Iya om," ucap Ailee.


"Sudah, sekarang lanjutkan saja makannya. Nanti kita bisa bicara lagi," ucap Ashel. Semuanya pun menurut dan kembali menyelesaikan acara makan malamnya.


Malam ini cukup banyak hidangan. Semuanya rata rata masakan khas Indonesia. Namun sejak tadi Ailee terus terlena dengan rasa nasinya. Sedikit aneh, biasanya nasi putih tidak memiliki rasa namun ini memilikinya. Bahkan di nasi tersebut Ailee mencium aroma bawang namun ia tidak menemukannya. Selain bawang dia juga mencium aroma rempah rempah lainnya. Sangat enak sekali.


Beberapa menit berlalu, Ailee dan Briella tengah duduk di pinggiran kolam berenang. Briella memasukan kedua kakinya ke dalam air kolam sedangkan Ailee melipatnya. Keduanya tengah duduk menikmati udara malam dengan ditemani taburan bintang diatas langit gelap sana.


"Jadi, Klein udah lama gak hubungin lo lagi?" Tanya Ailee. Saat tadi mereka sampai disini, Briella langsung menceritakan semua kegelisahan hatinya. Padahal baru bertemu namun dia merasa kehilangan Klein saat pria itu tidak ada kabarnya lagi.


"Enggak. Gak tahu kemana, gue emang gak suka dia tapi entah kenapa gue kok kepikiran dia mulu gitu akhir akhir ini," ucap Briella.


"Belum bukan berarti enggak. Kayaknya separuh hati lo suka sama dia. Maybe cinta pada pandangan pertama," ucap Ailee.


"Gak ada. Mana mungkin!" Sangkal Briella.


"Mungkin ajalah Bri. Dari cerita yang gue denger langsung dari lo, Klein tipekal lo banget kayaknya. Tinggi, kekar, tajir. Ciri ciri kandidat seorang pacar yang lo mau selama ini," ucap Ailee.


"Tapi masalahnya Lee, masa iya gue udah suka sama dia. Ketemu aja masih bisa dihitung jari," ucap Briella.


"Lo yang rasain. Apa yang gue omongin kan cuma opini gue aja," ucap Ailee.


"Alee," panggil Briella.


"Paan?"


"Besok jangan sama kak Lingga mulu ya? Temenin gue shopping, dua hari lagi pesta perusahaan opa Faraz. Gue belum punya dress," ucap Briella.

__ADS_1


"Emang gue udah niat kalo besok pengen jalan jalan sekaligus hunting jajanan sama lo."


Tbc.


__ADS_2