Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
15. Virus


__ADS_3

komen dong


***


Entah itu benar atau tidak, yang namanya sahabat sejati pasti akan selalu menyetujui apa yang diminta oleh sahabatnya. Entah itu benar atau tidak.


Sama halnya dengan Briella. Ia bukan bermaksud ingin berbohong pada maminya, hanya saja Ailee tadi sudah memintanya untuk tutup mulut. Briella sudah lama berteman dengan Ailee, sudah pasti ia akan melindungi sahabatnya ini.


"Semalem Ailee kedinginan tan, jadi nyomot selimut yang ada di lemari Briella. Gak tahu kenapa tiba tiba dingin," ucap Ailee. Ia sudah bangun saat merasakan sebuah tangan di dahinya.


"Kamu demam Ailee," ucap Ashel.


"Enggak tante. Nanti juga sembuh, Ailee udah biasa demam kok. Nanti siang juga bakalan sembuh," ucap Ailee.


"Yakin? Kamu demam loh ini," ucap Ashel.


"Yakin tante. Udah biasa kayak gini kok," ucap Ailee tersenyum. Ashel pun ikut tersenyum dan mengelus pelan kepala Ailee.


"Ya udah, nanti kalian turun ke bawah ya? Kita makan pagi bareng," ucap Ashel.


"Iya mi," ucap Briella.


"Iya tan," ucap Ailee.


Sepeninggal Ashel, Ailee memilih ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya. Ia juga nekat mandi air dingin. Entah mengapa tubuhnya terasa panas. Ia berpikirnya jika mandi air dingin maka tubuhnya akan menjadi dingin.


Selesai mandi dan kembali memakai baju bekas semalam, Ailee pun keluar. Disana Briella sudah berkacak pinggang. Menatap kesal ke arah Ailee.


"Semalem gue gabut terus keluar maen game. Gak tahunga ngantuk jadi ketiduran," ucap Ailee. Tanpa diminta, Ailee menceritakannya pada Briella tanpa harus mendengar pertanyaan darinya.


"Pinter banget boongnya sampe gue gak percaya," ucap Briella.


"Im fine Bri. Lo gak perlu khawatir, gue masih hidup lama kok," ucap Ailee tersenyum. Ia menarik tangan Briella keluar dari dalam kamar.


Ditangga, mereka bertemu Kalingga dan Kairav.


"Pagi Kalingga ganteng, udah gosok gigi?" Tanya Ailee. Ling menghiraukannya.


"Masih pagi udah jutek aja. Untung Ailee sabar, Ling sabar pas ngapain? Pas nunggu perasaan Ling buat Ailee pasti ya?" Tanya Ailee.

__ADS_1


Posisinya saat ini wanita itu berjalan bersebelahan dengan Ling, sedangkan di belakang ada Kairav dan Briella. Sejak melihat dua gadis ini, tatapan Kairav menuju ke arah Ailee. Wajah gadis itu berbeda dari biasanya.


"Ling tahu gak?" Ling itu- _hachimm_."


"Hehe, maaf ya Ling. Ailee jaga jarak dari Ling kok, takutnya nanti Ling ikutan bersin," ucap Ailee.


"Pergi aja kalo perlu. Lo bawa virus buat keluarga gue," ucap Ling.


"Ling, ucapan lo," peringat Kairav.


"Suutt Kai, apa yang dibilang Kalingga bener. Ailee emang mau pulang kok gak ikut makan pagi sama kalian. Ailee kayaknya emang mau flu," ucap Ailee.


"Tapi dia keterlaluan banget," ucap Kairav.


"Udah gak papa," ucap Ailee.


"Lo kayaknya beneran sakit Lee. Kita ke dokter aja gimana?" Tanya Briella.


"Gak usah. Gue gak mau ganggu makan pagi keluarga kalian yang hangat," ucap Ailee tersenyum.


Mereka pun sampai di meja makan. Ling sudah duduk lebih dulu begitu juga dengan Kairav dan Briella.


"Tante, Ailee pamit dulu. Magi udah masak, kasihan dari kemarin Ailee gak pulang buat makan masakan Magi," ucap Ailee.


"Ling gak suka sup, kasih sama dia aja semuanya. Ling gak mau ada kesamaan sama cewek virus itu. Masih pagi udah bersin bersin aja," ucap Ling.


"Ling, mami gak ngajarin kamu buat ngomong kayak gitu," ucap Ashel.


"Tante, ucapan Ling itu benar. Ailee emang lagi kejangkit virus flu kayaknya. Jangan marahin Ling, jangan rusak suasana hangat pagi keluarga tante gara gara Ailee. Ailee baik baik aja kok," ucap Ailee.


"Tapi Ailee-," ucapan Ashel terpotong karena Ailee menggelengkan kepalanya.


"Ailee bukan gak mau menghargai usaha tante yang udah masakin sup ini. Jadi biar Ailee gak makan ini aja biar Ling makan makanan kesukaannya. Lagian Ailee gak terlalu suka. Udah ya tan, Ailee pulang dulu," pamit Ailee.


"Gue anter lo aja Lee. Nanti lo nyungseb lagi," ucap Kairav.


"Enggak usah Kai, gue balik sendiri aja," ucap Ailee.


"Mari tante, bye triplet," ucap Ailee. Ia pun pergi dari sana meninggalkan keluarga yang sangat bahagia itu. Bersamaan itu, Kavin datang ke ruang makan. Ia melihat kondisi meja makan yang berbeda dari biasanya.

__ADS_1


"Pagi sayang, pagi baby's," sapa Kavin.


"Ih pi, Kai bukan baby's lagi. Udah gede udah suka cewek juga," ucap Kairav.


"Tahu si papi mah gitu. Briell udah gede juga pi, udah gak nangis nangis minta digendong sama papi," ucap Briella.


"Iya iya," ucap Kavin. Tatapannya beralih pada istrinya yang sepertinya kesal?


"What's wrong honey?" Tanya Kavin.


"Kesel sama anak yang jadi fotocopy-an kamu. Dia kalo ngomong sama Ailee nyakitin banget. Aku yang denger aja sakit hati apalagi Ailee yang tiap hari ngadepin kata kata Kalingga," ucap Ashel.


"Emang kenapa? Ling ngomong apa sama Ailee?" Tanya Kavin.


"Masa Ling bilang kalo Ailee bervirus," ucap Ashel.


"Benar itu Kalingga?" Tanya Kavin.


"Dia bersin. Wajar kan kalo Ling bilang kayak gitu?" Tanya Ling.


"Dia demam, wajar kalo dia bersin Lingga. Kamu jangan terlalu menyakiti Ailee dengan kata kata menusuk kamu. Kalo pun kamu risih dengan kehadiran dia, kamu bicarain baik baik. Mami yakin kok kalo dia bakalan denger. Stop bicara yang nyakitin Ailee. Kasihan dia Lingga," ucap Ashel.


"Mi, Lingga yang anak mami atau dia? Kenapa seolah olah Lingga yang salah disini?" Tanya Kalingga.


"Maksud mami gak kayak gitu sayang, mami cuma mau kamu berhenti mengatakan kata kata yang menyakiti Ailee," ucap Ashel.


"Lingga udah kenyang. Permisi," ucap Ling. Ia pun pergi dari sana menuju ke kamarnya.


"Mas," ucap Ashel.


"Its okay. Biarin dia nenangin pikirannya. Nanti biar aku yang ngomong sama dia. Kalian berdua juga makan ya," ucap Kavin.


"Iya pi," ucap Kai dan Briella.


Sedangkan di dekat ruangan tak jauh dari ruang makan, Ailee masih disana. Ia mendengar semua percakapan keluarga Kalingga. Gara gara dia, acara makan keluarga yang harmonis itu jadi kacau.


"Seharusnya emang gue gak nginep disini. Mungkin ini alasan mama sama papi juga sampe gak mau nemuin gue. Apa gue sesalah itu ya?" Tanya Ailee pelan.


Ia pun segera pergi dari sana menuju ke bassement. Memakai helm dan menaiki motor besarnya. Ia pun meninggalkan area mansion Kavinder.

__ADS_1


Ternyata hujan kembali turun pagi ini. Bukan hujan, melainkan gerimis. Ailee tetap menerobos gerimis. Ia ingin pulang dan segera tidur lagi. Kepalanya kembali pusing.


Tbc.


__ADS_2