Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
146. Dewasa Bersama Kalingga


__ADS_3

***


Ailee berlari menjauh dari arah Kalingga yang akan kembali menyosor padanya. Ailee benar benar akan dibuat gila dengan tingkah dewasa pacarnya ini. Semua kemesuman Kalingga memang sudah ia ketahui, tapi tidak sampai sesering menyosor seperti ini. Rasanya bibir Ailee murah. Di sosor setiap saat dalam satu hari ini. Entah sudah berapa kali.


Kalingga sendiri hanya terkekeh melihat tingkah gadisnya yang kesal sekaligus ketakutan karena akan dia sosor lagi. Kalingga tidak berlari, namun berjalan biasa dan tetap mengejarnya. Terlihat Ailee akan naik ke lantai dua, sepertinya dai akan pergi ke kamar adiknya, Briella. Kalingga juga ikut kesana. Entah apa yang akan dia lakukan disana, yang jelas dia hanya mengikuti kemana pun Ailee pergi.


Ailee sendiri sudah tidak kembali berlari. Dia hanya berjalan biasa menaiki tangga menuju ke lantai dua. Beberapa minggu ini dia jarang olahraga, balapan juga sudah jarang lagi. Otot tubuhnya sering kaku, mungkin karena hal itu juga. Kurang gerak dan lebih banyak diam di rumah. Mungkin ke depannya dai harus kembali mengatur jadwalnya agar kembali teratur dan efektif. Tapi, bagaimana dia menjelaskan pada Kalingga jika dida seorang pembalap? Dan bagaimana caranya Ailee menutupi ini semua? Kalingga sudah pasti akan melarangnya. Ala ala pacar yang posesif.


Entahlah, Ailee akan memikirkan itu nanti saja. Sekarang lebih baik dia membangunkan sahabatnya yang sanat kebo ini untuk berjalan jalan keluar. Ia harus mengecek keadaan sirkuit, Breilla akan dia ajak karena anak ini tidak suka banyak omong pada siapa pun, namun pastinya Ailee datang kesana tidak akan bertingkah seperti pemilik sirkuit itu. Bisa bisa semua yang ia sembunyikan saat ini akan terbongkar oleh Briella.


Ailee bukan tidak mau mempublish dirinya yang seorang pembalap. Bahkan dia tidak mau orang orang tahu nama besarnya di dunia sirkuit. Queen Brixy Fox adalah nama besarnya di dunia balapan. Namun kebanyakan meraka yang ada di dunia balapan yang kenal Ailee hanya memanggilnya Queen saja.


Ailee menghela nafasnya saat melihat gulungan selimut yang masih menutupi tubuh Briella. Bahkan anak ini tidak terganggu dengan sialunya cahaya matahari yang masuk.


“Kan udah gue bilang dia kebo,” ucap Kalingga.


“Sama kayak kamu kali. Kamu juga kebo, susah bangun kalo enggak dibangunin paksa,” ucap Ailee.


“Gue pacar lo ya, harusnya lo bela gue bukan malah bela adek gue,” ucap Kalingga.


Astaga, hal sekecil ini haru dicemburui? Briella padahal adiknya dan dia juga seorang perempuan. Bisa bisanya Kalingga cemburu. Ailee keheranan sampai menggeleng gelengkan kepalanya.


"Cemburu?" Tanya Ailee.


"Enggak, ngapain cemburu. Emang harus?" Tanya Kalingga sinis, pria itu pun pergi dari sana begitu dari sana.


"Ya elah, baperan banget cowok gue," ucap Ailee pelan. Namun ia tidak langsung mengejarnya. Dia harus lebih dulu membangunkan Briella, ini sudah hampir pukul dua belas siang. Anak itu harus bangun, jika tidak mungkin rencananya mengajak Briella akan hangus karena anak itu masih saja tidur.

__ADS_1


"Bri bangun," ucap Ailee. Ia menarik selimut yang menutupi tubuh Briella. Namun Briella tetap diam saja.


"WOI BANGUN ANJIR, NGEBO APA SIMULASI MENINGGOY LO?!" geram Ailee.


"Nngghhh, apaan sih Lee. Ngantuk," ucap Briella.


"Bangun anjir, udah mau sore ini," ucap Ailee.


"Emangnya mau kemana?" Tanya Briella.


"Kan gue udah janji bakalan ajak lo main keluar naik motor. Lupa lo?" Tanya Ailee.


"Inget, tapi ngantuk berat. Semalam gue marathon sampe jam enam pagi tadi. Belum tidur sama sekali malam tadi," ucap Briella.


Bangs*t!!


"Ya udah tidur lagi. Kapan kapan aja gue ajak lo keluarnya," ucap Ailee.


"Hmm," gumam Briella. Anak itu menarik selimutnya dan kembali tidur. Ailee tentu saja kasihan, jika dia memaksa Briella pergi yang ada anak ini akan tidak seaktif biasanya. Dia pasti akan banyak diam dan menguap.


Ailee pun menutup tirai agar tidur sahabatnya ini kembali nyenyak. Ia pun keluar dari dalam kamar Briella.


"Yah, gak bisa ke sirkuit lagi gue. Gimana dong," gumam Ailee. Ia berjalan perlahan menuruni tangga, namun tak lama dia terdiam dan menepuk dahinya. Bodoh, pacarnya sedang merajuk karena cemburu pada adiknya. Ailee sampai lupa jika dia sekarang sudah berpacaran dengan Kalingga.


Ailee pun membalikan tubuhnya dan berjalan ke kamar Kalingga. Perlahan ia membuka pintu kamar Kalingga saat sudah berada di depan pintu kamar Kalingga. Ia masuk ke dalamnya. Di balik tirai kelambu yang tipis, dia melihat siluet seseorang yang berdiri. Ailee tahu itu pacarnya. Ailee pun berjalan setelah menutup pintu pelan pelan.


"Sayang," panggil Ailee. Ia memeluk tubuh pria itu dari belakang. Namun Kalingga tidak menyaut. Dia hanya diam saja, menatap lurus ke arah depan.

__ADS_1


"Marahnya gak lucu, masa iya cuma karena aku mau bangunin Briella kamu ngambek. Maafin ih," ucap Ailee.


"Gak mau kalo gak dikasih bibir," ucap Ling.


Nah kan, bibir lagi. Bibir Ailee benar benar sudah tidak berharga lagi. Ia kira berpacaran dengan Kalingga dia akan bahagia, tahunya bibirnya semakin di sosor.


"Kamu mesum banget," ucap Ailee.


"Gak mesum gak nikmat sayang," ucap Kalingga. Pria itu membalikan tubuhnya dan merangkul pundak Ailee dengan kedua tangannya.


"Lo cantik," ucap Ling, pria itu memperhatikan wajah Ailee.


"Emang, baru sadar?" Tanya Ailee.


"Iya cantik, kalo des*h dibawah gue. Grmmm," bisik Kalingga sembari menggeram. Selain itu dia juga meniup telinga Ailee, sampai membuat gadis itu mematung dan mengatupkan bibirnya.


Kalingga tersenyum miring melihatnya, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan, pria itu langsung menyambar bibir Ailee sembari mendorong pelan tubuh wanita itu agar masuk ke dalam kamarnya.


Kalingga tahu mami dan papinya ada urusan, dan dia yakin jika urusan itu akan sangat lama. Dia benar benar senang karena akhirnya dia bisa kembali membuat Ailee lemas dan kehabisan nafas. Sama seperti apa yang dia lakukan saat di apartement waktu itu.


Saat itu, Kalingga menarik Ailee ke kamar mandi karena disana tidak ada cctv. Di kamar mandi itu Ailee memang sempat berontak namun dengan cepat Kalingga menahan kedua tangan wanita itu dan menyerang bibirnya. Ciuman Kalingga memang dilakukan dengan perlahan dan lembut, namun sangat lama. Sampai sampai Ailee kehabisan nafas.


"C-ch-kup," ucap Ailee. Ia sudah tidur terlentang diatas kasur Kalingga. Kalingga sendiri juga tertisur miring dengan menyangga kepalanya menggunakan tangannya. Ia menatap Ailee dan tersenyum kecil.


"Lemah banget, gimana nanti lo layanin gue diatas kasur kalo lemah gini?"


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2