New World

New World
kebulatan tekad pasukan revolusi


__ADS_3

alan duduk termenung di bawah pohon besar. tatapan matanya nampak kosong. menandakan pikiran alan terbang jauh entah kemana. seakan akan hanya badan alan saja yang tertinggal disana. ramainya obrolan obrolan di sekitar api unggun nampaknya tidak membuat alan tertarik. kesendirian, ketenangan adalah teman yang sangat cocok untuk sebuah pemikiran yang dalam.


[demon necklet, legendary item


kumpulkan 1000 jiwa abadi untuk membuka demon gate.


jiwa abadi yang terkumpul 289 jiwa.]


demon necklet yang ada di tangannya seakan akan menambah beban pikiran alan.


"kau disini rupanya..." suara shoote sun ternyata mampu mengembalikan pikiran alan ke dalam raganya. buru buru alan langsung menyimpan demon necklet ke dalam tas sistemnya.


"ah... kamu tidak log out?" alan langsung balik bertanya kepada shoote sun dikarenakan waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam.


"aku sedang bosan di dunia nyata. lagipula tidak ada yang mesti aku kerjakan disana. kamu sendiri?"


alan hanya membalas seadanya. "yah... ini weekend kan? tidak ada mata kuliah."


obrolan ringan pun mulai menemani sepasang burung dara yang tengah berduaan di malam tersebut. terlihat sekali kali senyuman senyuman manja muncul dari bibir mereka. memperlihatkan waktu sedang sangat mereka nikmati. seakan akan waktu di dunia ini sedang terhenti.


"AS..." shoote sun memasang wajah yang sangat serius ketika memanggil nama alan.


"ya... ada apa?" melihat wajah serius dari shoote sun, alan tentu tidak berani ikut memasang wajah serius juga. dirinya mencoba memasang wajah cuek andalannya.


"tidak apa apa..." dengus kesal shoote sun setelah melihat alan memasang wajah cuek.


"dasar cowok memang gak pernah peka sama sekali!" gumam shoote sun dalam hati.


alan pun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal setelah melihat shoote sun tiba tiba berubah sikap dan langsung meninggalkannya. "apa salahku?" gumam alan dalam hati yang kebingungan dengan sikap shoote sun.


keesokan harinya alan masih mengajak pasukan revolusi untuk terus berburu monster. 3 hari ini pasukan revolusi selalu berhasil berburu monster level rendah, kerjasama antara satu orang dengan yang lainnya pun semakin padu. alan merasa sudah waktunya untuk mencoba berburu monster dengan level yang tinggi.


"baik... hari ini kita akan mencoba berburu monster level tinggi. aku harap kalian berhati hati. ingat! monster level tinggi berbeda dengan monster level rendah, serangan mereka bisa langsung membunuh kalian semuanya. jadi aku harap kalian berhati hati."


alan memberi petunjuk sebelum pasukan revolusi berangkat. meskipun kerjasama mereka telah terlatih, alan tetap memastikan agar pasukan revolusi tidak jemawa dengan kemampuan mereka.


[tree eyes bear, level 55, special elite monster.


hp 62000.]


sesosok beruang bermata 3 dan bertangan 4 langsung menghadang pasukan revolusi. pasukan revolusi pun tentu langsung siaga dan membentuk formasi.

__ADS_1


"baca arah serangannya! jangan coba coba menangkisnya secara langsung!" alan memberi peringatan sembari mengawasi dari belakang.


pasukan revolusi tentu langsung mendengarkan peringatan alan. mereka langsung berpencar untuk membuat bingung monster beruang.


thang...


thang...


tebasan tebasan pedang dari pasukan revolusi nampaknya tidak bisa menembus kerasnya kulit monster beruang. berkali kali mereka bergantian mendaratkan serangan namun hasilnya sama saja.


"nampaknya mereka perlu meningkatkan senjata yang mereka gunakan." gumam alan setelah melihat pedang pedang dari pasukan revolusi tidak ada yang berhasil menembus kerasnya kulit beruang.


lain halnya dengan pasukan revolusi. setiap serangan dari cakar cakar beruang selalu menghasilkan daya hancur yang luar biasa. walaupun pasukan revolusi bisa menghindari serangan cakar beruang, namun serangan dari cakar beruang selalu meninggalkan lubang besar di tanah. hal itu tentu membuat pergerakan pasukan revolusi semakin terbatas.


"uargh..."


monster beruang nampak sangat marah karena serangannya tidak berhasil mengenai pasukan revolusi. monster beruang langsung bersiap untuk melancarkan serangan masal. terkumpulah gelombang angin di mulutnya dan langsung di lepaskan.


gelombang angin tersebut menyebar ke segala arah, melemparkan seluruh pasukan revolusi yang mengepungnya.


bruk..


bruk...


"gawat..." alan merasa pasukan revolusi tidak akan bisa menang melawan monster beruang.


"critical wind spear!"


tombak angin alan langsung melesat ke kepala monster beruang.


jleb...


tombak angin alan langsung menusuk ke salah satu mata monster beruang, namun hal itu belum cukup untuk membunuhnya.


"freya... shoote sun... bantu aku!" alan langsung mengalihkan perhatian monster beruang sebelum monster beruang menghabisi pasukan revolusi yang masih tergeletak di tanah.


dengan pedangnya alan memberikan luka yang cukup tajam untuk bisa mengurangi pergerakan monster beruang. akar akar dari sihir freya pun langsung menahan dua tangan dari monster beruang. sementara shoote sun menghalau serangan dari kedua lengan monster beruang yang sekiranya tidak bisa alan hindari.


pasukan revolusi yang sudah bisa berdiri memilih untuk hanya melihat alan dan teman temannya beraksi. mereka semua sadar diri jika mereka tidak sanggup untuk melawan monster beruang dengan satu pertukaran serangan.


nyatanya alan masih dapat menghabisi monster beruang dengan mudahnya, setelah memberikan luka yang cukup dalam untuk mengurangi pergerakan monster beruang. alan menghabisi monster beruang dengan canon clawnya tepat di jantung monster beruang. canon claw alan langsung menembus jantung monster beruang sampai meninggalkan lubang di dada monster beruang.

__ADS_1


[player berhasil membunuh tree eyes bear.


mendapatkan 55000 exp.


selisih 2 level, mendapatkan 100 persen exp tambahan.]


suara dari sistem nyatanya tidak membuat alan senang. alan langsung memeriksa pasukan revolusi. dirinya ingin menyelamatkan para pasukan revolusi yang terluka.


"maaf? ini semua salahku?" alan meminta maaf pada pasukan revolusi yang tengah meminum potion dari alan.


"apa maksudmu?" elman tentu tidak suka melihat alan yang memasang muka bersalah.


"seharusnya aku tidak mengajak kalian kemari." alan menyesali keputusannya untuk berburu monster level tinggi dengan pasukan revolusi. keputusannya ini telah menyebabkan 12 orang dari pasukan revolusi mati.


"dengar... kami mengikutimu karena kami percaya bisa menjadi lebih kuat bersamamu. jika kami mati ketika bersamamu, itu adalah jalan yang kami pilih!" elman mencoba menenangkan alan yang tampak sangat bersalah.


"tapi..."


"AS... lebih baik kami mati saat berjuang daripada kami mati pasrah dibantai oleh player. kami mestinya berterima kasih kepadamu!"


perkataan elman mungkin memang benar, namun alan tetap merasa bersalah atas keputusannya yang dirinya ambil.


"kalau pun kami harus pergi ke ujung neraka. asal kami bisa bertambah kuat dan bisa membebaskan negeri ini dari penindasan, kami akan lalui itu."


"benar..."


"ya..."


"kami percaya padamu!"


seluruh pasukan revolusi serempak menjawab bergantian untuk menguatkan perkataan elman.


"terima kasih banyak atas kepercayaan kalian... mari kita berjuang bersama sama." alan bisa sedikit lebih tenang setelah melihat kebulatan tekad dari pasukan revolusi yang seakan akan telah siap mati kapan saja.


"baiklah... monster mana lagi yang akan kita hadapi?" elman mencoba mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak semakin kalut.


"kita tidak akan melawan monster. kita akan bergerak ke selatan sekarang."


"ke selatan?" elman tentu sedikit bingung dengan keputusan alan. karena jarak dari wilayah barat ke selatan tidak bisa ditempuh hanya dengan 1 atau 2 hari.


"ya... ada hal yang lebih penting untuk kalian sekarang. kalian perlu mendapat senjata yang cocok untuk kalian."

__ADS_1


alan pun mengalihkan perhatiannya kepada bangkai monster beruang. diambilnya daging, kulit maupun cakarnya. alan yakin barang barang tersebut akan berguna di kemudian hari.


__ADS_2