New World

New World
reruntuhan eldisium 2


__ADS_3

Semua pemain yang akan menjadi pengawal juris bertholds telah berkumpul pagi itu. Bujas memang meminta setiap pengawal untuk berkumpul pagi pagi. Bujas tidak ingin tuan besarnya harus menunggu kedatangan pemain yang akan menjadi pengawal tuan besarnya. Penampilan bujas benar benar berbeda dengan semalam, semalam dirinya memakai baju pelayan. namun sekarang bujas memakai armor lengkap berwarna merah darah. alan pun semakin yakin jika bujas memiliki kekuatan yang tersembunyi dibalik tubuh tuanya.


Bujas membagi tugas dan posisi kepada semua pemain. Selain para pemain yang disewa oleh juris bertholds, bujas juga mengikutsertakan beberapa pengawal kediaman bertholds. bujas tentu saja menempatkan para pemain di barisan terdepan. sedangkan untuk pengawal keselamatan juris bertholds, bujas tetap mempercayakan pada dirinya sendiri dan pengawal kediaman. alan mendapat tugas untuk menjadi second layer bersama shoote sun dan range player lainnya. alan pun tidak keberatan, mengingat di dalam second layer alan bisa memantau apa yang didepan dan tetap bisa mengawasi juris bertholds.


"Semua sudah siap?" Seorang pria paruh baya memasuki ruangan tempat berkumpulnya pemain tersebut. Dirinya memakai armor lengkap berwarna putih keperakan.


"Sudah tuan." Bujas menjawab dengan memberi hormat. Entah dasar apa, para pemain yang berada disana juga ikut ikutan memberi hormat. Alan dan shoote sun bingung ingin melakukan apa. Mereka berdua pun asal asalan memberi hormat, agar tidak nampak mencurigakan.


rombongan 72 orang tersebut akhirnya meninggalkan kediaman juris bertholds. derap derup suara langkah kaki kuda menggetarkan jalanan yang mereka lalui. juris bertholds memang menyediakan tunggangan kuda untuk setiap pemain. dirinya tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama di jalan. sementara dirinya dan bujas menaiki sebuah kereta kuda berwarna perak.


jarak antara kota namsos dengan reruntuhan eldisium lumayan jauh. rombongan kuda memerlukan waktu 5 jam sendiri untuk bisa sampai di muka reruntuhan kota.


"Tuan... kita sampai." salah seorang pengawal memberi laporan kepada juris bertholds di dalam kereta kuda.


"Bagus... Bujas... Atur semuanya!"


"Baik tuan." bujas langsung turun dari kereta kuda.


setiap pemain yang menjadi pengawal juris bertholds seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. berkali kali mereka menggosok mata mereka, mencoba membenarkan fungsi dari matanya. namun hasilnya tetaplah sama, mata mereka tidak menipu.


berita akan reruntuhan eldisium sebagai habitat monster berlevel 50 ke atas memang sudah mereka dengar. para pemain termasuk alan berpikir kalau monster yang akan mereka temui hanya 1 atau 2. tapi pada kenyataannya, monster yang ada di reruntuhan eldisium berjumlah puluhan bahkan mungkin ratusan.


yang lebih menarik adalah monster monster tersebut berbeda jenisnya, akan tetapi mereka seakan hidup berdampingan. tidak saling menyerang satu sama lain.


"bagaimana? masih akan lanjut?" bujas yang baru saja turun dari kereta kuda bertanya pada para pemain yang mukanya tampak pucat.

__ADS_1


para pemain tersentak diam karena pertanyaan bujas. namun alan malah tersenyum licik. seakan akan alan merasa tertantang dengan monster monster tersebut.


"kita sudah sampai disini. bagaimana mungkin kita akan kembali?" alan menjawab pertanyaan bujas ditengah tengah diamnya para pemain. shoote sun yang berada di samping alan langsung menyikut bahu alan. memberi tanda kalau yang dia lakukan salah.


"semangat yang bagus anak muda. aku hargai itu."


"terima kasih tuan bujas. tapi saya rasa bayaran dari pekerjaan ini tidak setimpal. saya harap tuan mau mempertimbangkan lagi hal itu." alan mencoba memberi sedikit dorongan semangat pada pemain lain agar bersedia ikut.


para pemain lainnya pun setuju dengan perkataan alan. 5 silver mungkin saja pas untuk menemani tuan juris bertholds berburu 1 atau 2 monster. tapi yang dihadapan mereka kali ini adalah ratusan monster.


"hem... baiklah... mungkin aku juga keliru tidak menjelaskan keadaan reruntuhan ini terlebih dahulu."


"setiap pemain yang ikut akan mendapatkan bayaran 5 gold. bagi yang bisa bertahan hidup sampai kita pulang akan mendapat tambahan 5 gold lagi." bujas menyerukan upah baru dengan keras, yang membuat semangat para pemain langsung kembali lagi.


setelah para pemain dan bujas mencapai kesepakatan baru, bujas mengganti strategi yang digunakan. bujas sekarang menerapkan formasi 5 kelompok. dengan 10 pemain setiap kelompoknya. alan tentu paham yang di inginkan bujas, bujas ingin agar para pemain menjaga area aman untuk juris dan para pengawalnya.


alan meminta kepada bujas agar dirinya ditempatkan satu kelompok dengan shoote sun. alan tentu tidak ingin membiarkan shoote sun terbunuh oleh monster monster di reruntuhan. dirinya yakin dengan kerja sama dengan shoote sun bisa menyelamatkan kelompoknya dari kepungan monster monster di reruntuhan.


kelompok alan terdiri dari 2 knight, 3 swordman, 2 archer, 2 elementalist dan satu wizard. bujas yang membagi kelompok ternyata juga memikirkan keseimbangan antar kelompok. dirinya tentu tidak ingin kelompok para pemain dengan mudah terbunuh tanpa mengurangi jumlah monster.


"baiklah... bisa kita tentukan siapa yang akan memimpin kelompok ini?" alan membuka percakapan setelah bujas mengijinkan setiap pemain untuk berkoordinasi dengan anggota kelompoknya.


semua pemain di kelompok alan terdiam mendengar pertanyaan alan. menjadi ketua kelompok tidaklah mudah, ketua kelompok harus bisa mengawasi pergerakan teman temannya. menjaga agar tidak ada pemain di kelompok yang menanggung beban terlalu berat.


"hah..." alan menghela nafas panjang karena diamnya setiap pemain. sebenarnya tanpa diminta juga alan bersedia untuk memimpin kelompoknya. namun dirinya memegang prinsip sama rata, dimana alan selalu mendengarkan saran dari orang lain. barangkali pemain lain di kelompok alan memiliki rencana yang lebih baik darinya.

__ADS_1


"kamu saja as yang memimpin!" shoote sun yang sudah mengetahui kemampuan memimpin alan tanpa ragu mengutarakan pendapatnya.


"tidak masalah... tapi jika aku yang memimpin kalian harus mengikuti arahanku. karena rencanaku sedikit ekstrim."


setiap pemain langsung mengerutkan dahi dengan yang alan sampaikan, terutama kedua knight. rencana alan sangat simple, hanya maju dan menghabisi monster yang ada. alan tentu ingin menjadikan kelompoknya yang pertama menghabisi pimpinan dari monster.


kedua knight tentu sempat protes dengan rencana alan. karena mereka berdua bertugas menjadi pengalih perhatian di barisan depan. mereka berdua akan dapat dengan mudah terbunuh dengan rencana alan tersebut. namun mereka berdua terdiam saat alan memberikan masing masing dari mereka 50 botol potion penyembuh.


"gunakan ini untuk menjaga keselamatan kalian." alan membagikan potion penyembuh dan mana regeneration potion. semua pemain selain shoote sun tentu terkejut melihat alan dengan mudahnya membagikan potion berjumlah hampir ratusan botol begitu saja. mereka berpikir alan pasti adalah orang kaya di dunia nyata. yang selalu membeli barang barang dan item dengan cash.


selesai membagi tugas alan tidak memilih menunggu kelompok lainnya. dirinya langsung mengajak kelompoknya untuk langsung masuk ke reruntuhan kota.


bujas dan pemain di kelompok lain tentu hanya menatap alan dengan senyum sinis. mereka berpikir alan sudah kehilangan akalnya menjadi kelompok pertama yang masuk ke reruntuhan.


uaaargh...


uaaargh...


raungan monster monster langsung terdengar dari tempat alan dan kelompoknya masuk ke reruntuhan. bujas dan para pemain lain pun hanya menghela nafas panjang. memikirkan alan dan yang lainnya sebentar lagi akan mati dihabisi kepungan monster.


[electric beetle, level 52, elite monster


hp 39000]


[twin tale gophers, level 56, special elite monster

__ADS_1


hp 42000]


__ADS_2