New World

New World
Fase Knock out


__ADS_3

Pelelangan Titan Armor benar benar membuat semua orang di Abyss Colloseum gila. Sebuah bagian dari serangkaian bagian Legendary Item dilelang di Abyss Colloseum? Mungkin jika orang yang tidak datang sendiri ke Abyss Colloseum tidak akan percaya dengan hal itu. Sebuah item Legendary tidak akan menjadi Legendary jika begitu mudah untuk ditemukan.


Tapi nyatanya? Kini salah satu item tersebut dilelang di Abyss Colloseum. Tentu semua orang yang ada di Abyss Colloseum tidak ingin kehilangan momen yang mungkin akan terjadi satu kali dalam seumur hidup seperti itu.


Pada akhirnya di dalam sebuah pelelangan, hanya kekuatan uang yang berbicara. Hanya orang orang yang memiliki uang lebih banyak saja yang bisa mendapatkan barang yang mereka inginkan.


Titan Armor pun jatuh ke dalam pelukan Blast, seorang pemain solo yang entah dari mana mampu membayar Titan Armor dengan mahar 1127 Gold. Blast telah memenangkan lelang Titan Armor setelah dirinya bersaing ketat dengan Burning Moon dan Straight Ball. Bahkan Straight Ball sampai menghubungi Guild Masternya dua kali untuk mengirimkan uang kepada dirinya.


Namun nyatanya, Blast yang seorang solo player mampu membeli Titan Armor dengan tangannya sendiri. Tidak sedikit player maupun guild yang langsung menargetkan Blast. Mereka tentu akan selalu mengingat wajah player yang kini telah memiliki sebuah item Legendary. Mereka akan berusaha merebut item tersebut ketika mereka memiliki kesempatan untuk melakukannya.


"Tidak ku sangka... Ternyata kamu seorang taipan kaya raya..." Sindir Ken pada sosok Blast yang kini tengah duduk di sampingnya. Wajah Blast nampak begitu berseri seri setelah dirinya mendapatkan Titan Armor.


"Ah... Tidak juga... Aku hanya rajin menabung..." Canda Blast pada Ken. Mereka berdua tiba tiba menjadi akrab setelah beberapa kali saling bertukar cawan di dalam Abyss Dimension.


"Menabung? Jangan bercanda..." Ken menggoda Blast, tidak mungkin jika ada seorang player yang bisa menabung gold sampai ribuan Gold. Player akan terus merasa gatal untuk mengupgrade senjata senjata mereka, memperkuat akun yang mereka gunakan untuk mencari gold di New World.


Pikiran Ken pun semakin didukung oleh arak yang tadi dirinya minum bersama Blast. Tidak mungkin jika Blast bisa membuat arak sendiri, membeli dari pasar gelap New World adalah salah satu cara Blast mendapatkan arak tadi. Dan dari hal itu saja... Ken sudah bisa memastikan jika Blast bisa memiliki begitu banyak Gold bukan dari gemar menabung.


"Sudahlah... Jangan terlalu dipikirkan... Lebih baik kita fokus pada pertandingan selanjutnya." Blast tahu jika Ken mempertanyakan jati dirinya yang sebenarnya. Blast hanya tidak ingin kegiatan bermain game New World dirinya terganggu jika ada orang yang tahu mengenai identitasnya.


Selama ini Blast begitu menikmati waktu bebasnya bermain game New World karena tidak ada yang tahu siapa dirinya. Blast tidak ingin memiliki teman yang hanya memanfaatkan dirinya, terutama keluarganya. Itulah Blast tidak pernah mengatakan pada siapapun jika dirinya adalah seorang anak kedua dari keluarga pemegang saham terbesar World Bank, Keluarga Hopfner.


"Baiklah... Itulah rangkaian acara lelang kami hari ini... Saya harap Anda semua puas dengan barang barang yang kami tampilkan." Flyin bersiap untuk menyudahi acara lelang.


"Bagi yang belum berhasil mendapatkan barang yang diinginkan... Jangan khawatir... Abyss Colloseum nantinya akan menggelar acara lelang secara rutin..."


Perkataan Flyin pun disambut dengan sorak sorak penonton. Meskipun mereka saat ini tidak bisa mendapatkan item item yang diinginkan, tapi jika Abyss Colloseum menggelar acara lelang secara rutin, mereka tentu bisa bersiap siap untuk acara lelang yang nantinya akan di adakan.


Acara lelang pun ditutup secara resmi oleh Flyin, panitia penyelenggara turnamen langsung menyiapkan arena pertarungan untuk digunakan dalam fase knock out.


Tidak seperti fase grup yang di adakan di dimensi lain. Fase knock out akan langsung diadakan di dalam Abyss Colloseum. Akan sangat merugikan jika Abyss Colloseum sampai hancur karena satu kali mengadakan turnamen. Oleh karena itu, Alan sudah menyiapkan serangkaian item yang secara khusus dibuat oleh Asmodias untuk menjaga keutuhan Abyss Colloseum.


Para NPC pria pun langsung memasang beberapa pilar pilar di sekitar arena. Lebih dari 20 pilar kini berdiri dengan kokoh di setiap sudut Abyss Colloseum. Dari masing masing pilar tersebut, keluar sebuah barrier tidak kasat mata. Menjaga agar tidak ada serangan peserta yang keluar dari arena dan merusak tribun penonton.


"Baiklah... Persiapan untuk fase knock out telah selesai... Kita akan tampilkan drawing untuk fase knock out."


Semua mata kini tertuju ke arah layar datar di kanan kiri Abyss Colloseum. Mereka begitu penasaran dengan jagoan mereka masing masing akan bertemu dengan siapa.

__ADS_1


"Karena ada beberapa grup yang hanya mengeluarkan satu peserta. Maka akan ada beberapa peserta yang langsung lolos ke babak selanjutnya." Penjelasan Flyin setelah layar datar menampilkan susunan pertandingan.


Penonton pun juga terlihat tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Bagi mereka yang terpenting adalah mereka bisa melihat sebuah pertarungan yang mendebarkan.


Seperti halnya para penonton, para peserta juga terlihat tidak terlalu mempermasalahkan hal kecil seperti itu. Mereka semua cukup percaya diri akan bisa keluar sebagai pemenang turnamen ini.


"Baiklah... Tanpa berlama lama... Kita akan mulai pertandingan pertama, Pertandingan pertama adalah seorang NPC yang berasal dari Light Guardian, Gorin..." Flyin menunggu tepuk tangan penonton untuk menyambut peserta pertama dalam fase knock out.


"Hahaha... Aku tampil pertama..." Gorin menepuk dadanya dengan kedua tangannya. Dirinya sudah begitu gatal untuk bisa bertarung.


"Jangan sampai kalah jika kamu ingin melawanku..." Sindir Blue Spirit sebelum Gorin berjalan memasuki arena pertarungan.


"Yang seharusnya bilang seperti itu adalah aku... Aku tunggu kamu di babak selanjutnya... Haha..." Balas Gorin.


"Cih... Sombong sekali..." Blue Spirit begitu kesal dengan sosok Orc yang begitu arogan tersebut Jika saja Gorin itu bukan salah satu Kapten Light Guardian, mungkin dirinya sudah membunuh Gorin sedari dulu.


"Dan untuk yang menjadi lawan Gorin adalah... Seorang Elementalist angin wanita bernama Youri..." Penonton pun bersorak ketika kedua peserta memasuki arena pertarungan. Seorang Orc dan seorang player yang memiliki ras Werebeast kucing nampak memasuki arena pertarungan dari berlainan sisi.


"Jangan khawatir.. Meskipun kamu nampak begitu lucu... Aku tidak akan segan segan kepada dirimu..." Sapa Gorin begitu mendapati yang akan menjadi lawannya adalah seorang Werebeast kucing yang terlihat begitu menggemaskan.


"Itulah yang aku harapkan..." Youri nampak langsung memasang kuda kuda untuk bertarung. Ekor kucingnya yang sedari tadi hanya menggantung kini berdiri dengan tegapnya.


Dengan aba aba Flyin, Gorin langsung melesat ke arah Youri. Sementara Youri langsung mundur untuk mengambil jarak. Pertarungan jarak dekat bukanlah suatu keuntungan bagi seorang Elementalist seperti dirinya.


"Jangan berpikir untuk lari..." Gorin seakan tidak membiarkan pemikiran Youri terjadi. Gorin langsung menambah kecepatannya dan melayangkan tebasan kapak besarnya.


Seakan tahu apa yang akan dilakukan Gorin, Youri langsung mengibaskan tangan kanannya. Membuat sebuah gelombang angin untuk menghalau tebasan kapak Gorin.


Cring...


Suara benturan antara kapak Gorin dengan angin yang di keluarkan oleh Youri bergeming. Arah tebasan kapak Gorin pun sedikit berubah, Youri bisa selamat sepersekian centimeter dari kapak Gorin yang mengincar kepalanya.


Gorin tidak berhenti sampai disitu. Dengan menghentakkan salah satu kakinya, tubuh Gorin langsung meluncur ke udara. Bersiap menyerang Youri dari atas.


"Bodoh..." Senyum Youri terpancar di bibirnya. Dirinya adalah seorang Elementalist angin. Akan sangat menguntungkan bagi dirinya jika musuhnya berada di udara.


"Tornado Judge!" Youri langsung memanfaatkan kesempatan yang ada. Seketika sebuah tornado langsung keluar di hadapannya. Sedikit demi sedikit tornado tersebut membesar dengan sendirinya. Tubuh Gorin yang masih di udara pun terhisap seutuhnya ke dalam Tornado buatan Youri.

__ADS_1


"Hundred Wind Blade!"


Youri pun tidak berhenti sampai disitu. Dirinya tahu skill tornado seperti itu tidak akan bisa membunuh Gorin yang seorang Kapten Light Guardian. Pedang pedang tak kasat mata langsung muncul di dekat Youri, melayang layang siap untuk menunggu perintah dari Youri.


Dengan satu ayunan tangan Youri, pedang pedang angin tersebut melesat ke arah Gorin yang ada di dalam angin tornado. Bersiap menghujam Gorin yang terus berputar putar mengikuti arus tornado.


Penonton pun terdiam, mereka menahan nafas mereka untuk tidak melewatkan apa yang akan terjadi. Menjaga agar mata mereka tidak berkedip dan melewatkan salah satu momen penentuan dalam pertarungan.


Gorin yang seorang Kapten Light Guardian nampak tidak kehilangan ketenangannya. Meskipun dirinya terus berputar mengikuti arus tornado, namun dirinya tetap tidak kehilangan fokus akan pengaturan mananya. Gorin memusatkan mananya untuk melindungi tubuhnya. Dirinya tahu betul jika saat ini dirinya begitu rentan untuk diserang.


Thang...


Thang...


Ratusan pedang angin yang menyerang Gorin nampak tidak bisa menembus lapisan mana Gorin. Bahkan Gorin kini bisa menebas tornado yang sedari tadi menghisap dirinya. Membuat tornado tersebut kini menghilang begitu saja.


"Aku akui... Kami cukup hebat... Tapi kini giliranku..." Begitu mendarat di atas arena, Gorin langsung melemparkan kapaknya ke arah Youri. Lemparan kapak Gorin begitu cepat, namun Youri masih tetap bisa menghindarinya.


Clap...


Kapak yang melewati tubuh Youri ditangkap kembali oleh Gorin yang sudah ada di belakang Youri. Gorin langsung menebaskan kapaknya ke arah bahu kanan Youri.


"Bagaimana bisa?" Youri tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Jelas jelas jika Gorin tadi masih berada di hadapannya, bagaimana bisa Gorin sudah ada di belakangnya begitu saja. Jika Gorin adalah seorang Assassins mungkin Youri akan menganggap hal itu wajar. Namun sekali melihat saja Youri tahu jika Gorin adalah seorang NPC bertipe Berseker.


Gorin kembali melayangkan kapaknya ke arah Youri... Youri kini tidak berencana menghindarinya. Namun langsung menangkisnya dengan perisai anginnya. Seperti tadi.. Gorin tiba tiba muncul di tempat senjatanya berada. Gorin langsung mengeluarkan sebagian mananya untuk melapisi senjatanya. Menebas Youri dan menghancurkan perisai pelindung yang melindungi Youri.


Slash...


Tubuh Youri terbelah menjadi dua, darah merah langsung mengotori arena pertarungan. Penonton langsung bersorak, karena pertandingan pertama telah menemukan pemenangnya.


Flyin menahan dirinya untuk tidak tergoda dengan darah merah yang ada di atas arena.


"Ehem..." Gorin batuk sedikit, untuk memberi tanda kepada Flyin. Jika dirinya telah memenangkan pertarungan.


Flyin hanya tersenyum kecil mendengar batuk dibuat buat dari Gorin. "Pemenang pertandingan pertama adalah Gorin..." Suara pengumuman dari Flyin diikuti dengan suara sorak sorak dari penonton. Para penonton nampak begitu puas melihat pertandingan hidup dan mati secara langsung.


"Baiklah... Kita masuk ke pertandingan selanjutnya..." Setelah panitia turnamen membersihkan arena, Flyin mengumumkan pertandingan kedua.

__ADS_1


"Pertandingan antara Hiscopt dan peserta yang pertama keluar dari Abyss Dimension, Coward."


__ADS_2