New World

New World
rencana alternative


__ADS_3

puteri leoni meminta bicara berdua dengan alan. semua orang pun keluar dari ruangan, menyisakan alan dan puteri leoni diruangan tersebut. alan merasa tidak enak hati berada satu ruangan berdua dengan puteri leoni.


puteri leoni adalah puteri kerajaan south mountain. alan benar benar tidak menyangka pemimpin pasukan revolusi yang ingin merubah kerajaan south mountain merupakan darah daging dari raja south mountain sendiri.


" ada perlu apa puteri leoni dengan saya? sampai sampai harus berbicara empat mata begini? " alan membuka percakapan. dirinya benar benar tidak tahan dengan kecanggungan yang ada di ruangan.


" hah... darimana aku harus mulai ya... " puteri leoni tersenyum canggung.


" bisa puteri jelaskan pada saya kenapa puteri leoni membentuk pasukan revolusi? "


" hah... kamu belum tahu kerajaan south mountain ini secara keseluruhan. masalah di kerajaan south mountain ini seperti gunung es di tengah lautan, hanya tampak sebgian kecil saja. masalah yang dihadapi lebih besar dari yang kamu bayangkan. "


puteri leoni menjelaskan pada alan alasannya membentuk pasukan revolusi. secara garis besar puteri leoni ingin merubah tata kerajaan yang diktator menjadi merakyat. itulah sebabnya puteri leoni langsung meminta untuk bertemu dengan alan setelah mendapat laporan dari olsen.


" kalau memang seperti itu. bukankah nantinya puteri leoni juga akan memimpin kerajaan ini? kenapa harus membentuk pasukan revolusi? " alan mencoba mencerna tujuan puteri leoni yang mesti repot repot membentuk pasukan revolusi.


" hah... kerajaan south mountain selalu memegang teguh pendirian untuk selalu dipimpin oleh raja." puteri leoni menjawab dengan lemas.


" lalu? "


" satu satunya anak laki laki raja robert adalah anak dari selir ke tujuhnya. yaitu pangeran oliver. "


puteri leoni menjelaskan lebih lanjut bagaimana sifat pangeran oliver yang mirip dengan ayahnya. ayahnya begitu memanjakan anak laki laki satu satunya. hal itulah yang menyebabkan pangeran oliver menjadi mirip dengan ayahnya.


seperti masalah tidak sampai disitu, puteri leoni juga menjelaskan bahwa sifat kediktatoran sudah mendarah daging di pejabat kementerian kerajaan. setiap petinggi kerajaan yang memiliki kekuasaan juga menerapkan sistem diktator seperti raja robert. jadi apabila raja robert lengser, namun pejabat tinggi kerajaan tidak diganti hasilnya akan sama saja. hal ini lah yang mendorong puteri leoni untuk membentuk pasukan revolusi. dengan pembentukan pasukan revolusi, puteri leoni harap dirinya bisa menggerakkan warga kerajaan untuk memberontak melawan kerajaan.


alan menghela nafas panjang setelah mendengar cerita puteri leoni. dirinya paham dan mengerti akan tujuan puteri leoni.


" tuan puteri. maaf menyanggahmu? tapi jika rencana tuan puteri seperti itu. akan ada banyak korban yang tidak diperlukan. " alan mencoba menjelaskan sesopan mungkin pada puteri leoni, takut puteri leoni tersinggung.


" hem... kalau itu memang diperlukan. mau bagaimana lagi? "


" apakah keberadaan warga tersebut tidak ada artinya untuk puteri leoni? sampai sampai harus mengorbankan mereka? "


puteri leoni terdiam dengan perkataan alan. dirinya tidak bisa menjawab pertanyaan alan yang benar benar menyudutkannya.

__ADS_1


" apalah artinya perubahan kalau masih memberikan penderitaan untuk rakyatnya? " alan menambahkan.


suasana ruangan menjadi hening. puteri leoni berpikir keras untuk menjawab pertanyaan alan. sementara alan juga hanya diam membisu. pikirannya terbang memikirkan jalan keluar terbaik untuk memecahkan masalah. lebih dari setengah jam mereka berdua duduk berhadapan tanpa adanya suara pengisi ruangan.


" begini tuan puteri. saya punya saran untuk anda. tapi saya ragu apakah tuan puteri akan menyetujuinya. "


" katakan... aku pasti akan mempertimbangkan semua saran yang datang. "


" bagaimana kalau kita hanya menghabisi setiap petinggi kerajaan yang memihak raja robert. tentu kita bisa mengurangi jumlah korban dengan cara itu. "


" maksudmu? kita akan melakukan pembunuhan secara diam diam? "


" benar tuan puteri."


" hah.... kamu tidak tahu... setiap petinggi kerajaan selalu dilindungi oleh pasukan kerajaan. kalau kita mencoba membunuhnya tentu akan terjadi pertempuran yang besar."


" mungkin iya jika yang melakukan pembunuhan adalah pasukan revolusi. tapi... "


" tapi apa? "


puteri leoni berpikir keras dengan saran alan. memang benar jika alan yang melakukan pembunuhan pihak kerajaan tidak akan mencurigai pasukan revolusi yang berada di balik pembunuhan. berbeda jika pasukan revolusi yang melakukannya, pihak kerajaan pasti langsung akan bertindak dengan menyatakan perang terbuka pada pasukan revolusi.


" saranmu memang bagus. tapi aku takut kamu tidak akan sanggup melakukan semuanya. "


" jika tuan puteri setuju dengan persyaratan saya. saya kira saya akan sanggup melakukannya. "


" apa syaratmu? "


" saya butuh senjata dari pabrik senjata yang pasukan revolusi kuasai. dan... "


" dan apa? kenapa berbelit belit? " puteri leoni tampak jengkel terhadap alan yang tampak menunda nunda mengatakan syaratnya.


" dan saya perlu tuan igor untuk menjadi pandai besi pribadi saya. "


" hah... aku kira apa... untuk senjata dari pabrik kamu bisa mengambilnya sesukamu. kalau tentang igor, kamu mesti mendapat persetujuan darinya terlebih dahulu." puteri leoni tampak lega mendengar syarat alan yang sebenarnya mudah untuk dipenuhi.

__ADS_1


alan yang mendapat ijin dari puteri leoni untuk mengambil senjata dari pabrik sesukanya tentu sumringah. bagaikan mendapatkan durian runtuh yang sudah masak. kini dirinya tidak perlu lagi membuat pertarungan skala besar yang tidak diperlukan hanya untuk mendapat senjata untuk dijual. kini dirinya hanya perlu mengambil dari pabrik senjata. bayangan keuntungan yang akan dia dapat langsung terngiangngiang di kepalanya.


puteri leoni langsung pergi meninggalkan ruangan setelah pembicaraan dengan alan selesai. sebelum pergi puteri leoni memberikan catatan berisi daftar target yang mesti alan bunuh. ada 15 orang di dalam catatan tersebut, dimana ke 15 orang tersebut tersebar di seluruh kerajaan south mountain.


" hem.... sepertinya aku harus bepergian jauh." alan menghela nafas panjang membaca catatan dari puteri leoni. di catatan tersebut terdapat nama dan alamat target. tidak ada dari ke 15 target tersebut yang berada di kota irtys. yang terdekat dari 15 target tersebut berada di kota namsos.


tidak berlama lama alan berdiam membaca catatan tersebut karena banyak hal yang mesti dia persiapkan. alan langsung menghubungi gold backer, berharap gold backer belum berangkat meninggalkan kota irtys.


gold backer yang sedang bersiap untuk berangkat bersama rombongan merchant yang lain tentu terkejut mendapat perintah dari alan untuk pergi ke pabrik senjata sebelum berangkat. dirinya pun meminta kepada pemimpin rombongan untuk mampir ke pabrik senjata sebelum meninggalkan kota irtys.


" as... ada apa? " gold backer yang baru turun dari kereta kuda rombongan merchant langsung bertanya pada alan yang menunggu di depan pabrik.


" ah... ada hal yang mesti kamu tahu. " alan langsung tanpa basa basi menjelaskan kepada gold backer tentang rencananya untuk bepergian ke beberapa kota sehingga dirinya tidak bisa membuat potion untuk beberapa waktu.


" lalu? bagaimana dengan bisnis kita? " gold backer tentu terkejut dengan perkataan alan. bisnis dengan alan baru saja mulai berjalan lancar, tapi kini alan akan pergi dan tidak bisa membuat potion untuk dia jual.


" tenang.... karena itulah aku minta kamu datang kesini. " alan lalu mengajak gold backer untuk masuk ke dalam pabrik. alan memperkenalkan gold backer pada olsen. alan menjelaskan pada gold backer kalau gold backer bisa mengambil senjata dan perlengkapan yang ada di pabrik untuk gold backer jual.


" kamu serius? aku bisa mengambil sesukaku? " gold backer seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar. dirinya kini berada di depan tumpukan senjata dan peralatan yang tertata rapi.


" apa aku pernah berbohong? " alan menanggapinya dengan santai. dirinya menjelaskan lebih lanjut tentang pembagian hasil dari penjualan senjata. alan tentu tidak ingin serakah dan mengambil semua keuntungan tanpa memperhitungkan biaya produksi pabrik. gold backer tetap akan mendapat 25% dari keuntungan, sedangkan alan dan pasukan revolusi berbagi rata terhadap sisanya.


olsen yang sempat khawatir dengan kelangsungan pabrik senjata bisa bernafas lega setelah mendengar penjelasan alan. dirinya berterima kasih pada alan yang masih memikirkan pasukan revolusi dan kelangsungan pabrik.


**note penulis :


>>>>>>>> HAPPY NEW YEAR <<<<<<<<


terima kasih untuk para pembaca yang telah meluangkan waktu kalian untuk membaca tulisan ini.


semoga di tahun 2020 kita semua diberi kesehatan, keselamatan sehingga kita bisa terus berjumpa lagi melalui tulisan tulisan di aplikasi ini. semoga di tahun yang baru ini harapan harapan kita yang belum terwujud bisa segera terwujud.


salah satu resolusiku di tahun 2020 adalah bisa mulai mengatur waktu untuk menulis. sehingga kegiatan menulisku bisa berimbang dengan kegiatan keseharianku. tolong dibantu do'a nya ya pembaca sekalian.


terima kasih.... chayo**....

__ADS_1


__ADS_2