
"1000 gold? Siapa orang ini? " Kata seseorang di depan papan pengumuman. Suaranya terdengar sampai ke pemain di sekitarnya. Pemain yang tadinya tidak memperhatikan papan pengumuman pun langsung mendekat setelah mendengar 1000 gold.
Pendapatan para pemain sekarang tiap hari hanya berkisar 3-5 silver per hari dengan berburu monster. Mereka bisa mendapatkan lebih jika berhasil menyelesaikan quest dari NPC maupun Kerajaan.
Mendengar 1000 gold tentu membuat para pemain langsung mengalihkan perhatian pada papan pengumuman.
"Malang sekali nasib orang ini. Sebenarnya ada masalah apa dirinya dengan Kerajaan. Sampai sampai harga untuk dirinya 1000 gold." Gumam salah satu pemain.
Para pemain yang melihat poster buronan Alan pun langsung bersinar matanya. Mereka tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mendapatkan 1000 gold.
Pemain yang tergabung dengan guild langsung menghubungi ketua guild mereka. Sedangkan pemain solo maupun yang tergabung grup kecil langsung mencari informasi mengenai pria dalam poster buronan tersebut.
Sebuah postingan di forum grup chat pun langsung terpasang dari salah satu pemain.
PEMAIN DENGAN HARGA BURONAN 1000 GOLD
Judul dari postingan tersebut tentu mengundang minat bagi siapapun yang membacanya. Di bawah postingan tersebut terdapat gambar poster buronan Alan.
Berita tentang buronan alan pun sampai keluar Kerajaan South Nountain. Tidak sedikit pemain yang langsung pergi ke South Nountain untuk ikut dalam kompetisi perburuan Alan.
###
Sementara itu di tengah hutan. Alan, Clara dan Freya sedang menghadapi monster lipan berlevel 35.
Lipan dengan jumlah kakinya yang banyak sangat menyulitkan Clara yang selalu mencoba menyerang dengan pedangnya. Kulit dari lipan itupun begitu keras, sehingga ketika clara berhasil menebasnya hanya menimbulkan goresan kecil.
Mereka bertiga baru bisa menghabisi monster tersebut setelah Freya mengikat monster tersebut dengan akar kayu. Alan menggunakan racunnya untuk menghentikan gerakan monster. Clara menusuk tepat di kepala monster tersebut yang membuat monster tersebut tergelatak tak bernyawa.
[Player berhasil membunuh Giant Centipede.
Mendapatkan 12000 exp.
Selisih 15 level mendapatkan 1400%exp.]
Dengan notifikasi tersebut level Alan langsung melonjak ke level 31 lagi. alAlan benar benar menikmati leveling bersama Clara dan Freya, karena semua Exp yang didapat masuk ke kantongnya.
Monster Lipan itu menjatuhkan beberapa item. Namun hanya item dasar yang bisa digunakan untuk membuat senjata atau memperkuat senjata.
[Centipede claw, gold class
mengandung racun kelas gold.]
[Centipede skin, gold class
dapat digunakan untuk melapisi perisai atau armor.]
Alan pun sumringah melihat drop item dari Guant Centipede. Jika dia bisa menemukan pandai besi yang berkualitas tentu saja dia bisa memperkuat perisai Clara.
Melihat Centipede Claw, Alan juga tidak kalah senang. Dengan Centipede Claw koleksi racun Alan jadi bertambah. Entah kenapa Alan sekarang sangat suka dengan hal hal berbau racun. Nungkin karena efek racun yang begitu efektif sehingga Alan gemar mengoleksi racun.
Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan. Tujuan mereka adalah kota Irtys. Sebuah kota kecil yang di aliri sungai dari pegunungan selatan. Sebenarnya mereka bisa saja menelusuri sungai untuk sampai ke kota Irtys. Hanya saja Alan memilih lewat hutan karena dirinya perlu menaikkan levelnya juga.
Alan, Clara dan Freya pergi ke sungai Irtys untuk mengisi perbekalan air mereka. Alan juga membutuhkan air untuk membuat potion dan racun.
Saat mereka sudah dekat dengan sungai. Mereka mendengar adanya pertempuran di sungai.
Alan meminta kepada Clara dan Freya untuk menunggu di area pepohonan. Sedangkan dirinya naik ke pohon terluar dari area hutan.
Area sungai merupakan area yang lapang. Di kanan kiri sungai ditumbuhi rerumputan. Alan bisa melihat dengan jelas ke area pertempuran. Alan mengaktifkan zoomnya untuk melihat lebih jelas ke area pertempuran.
Di dekat sungai Alan bisa melihat 5 orang sedang bertarung dengan seekor monster buaya berkepala tiga. Monster buaya tersebut setinggi 10 meter. Alan mengerutkan dahinya setelah melihat monster tersebut.
[Tree headed crocodile, level 40, Lord monster.
Hp 70000]
"Lord monster? Apakah dia bos monster di area ini?" Gumam Alan pelan.
Alan melihat pertarungan tersebut dengan seksama. Kombinasi kerja sama antar player tersebut benar benar rapi. 2 orang knight saling bergantian menyerang dari sisi kiri dan kanan, 1 orang swordman yang dengan mobillenya maju menyerang dan mundur untuk menghindari serangan, 1 orang archer yang terus menjaga jarak dari monster crocodile dan menembakkan panah panahnya.
Tapi yang sangat menarik perhatian Alan adalah seorang Elementalist dengan pakaian penyihir putih. Dirinya berdiri di jarak aman dari Monster Crocodile, akan tetapi lesatan sihir elemen cahayanya selalu tepat mengenai Monster Crocodile. Sihir dari elementalist tersebut tidak hanya menyerang monster crocodile, tapi sesekali sihirnya menghalau serangan yang mengarah ke teman temannya ketika teman temannya tidak bisa menghindar.
"Benar benar crowd control yang bagus." Gumam Alan.
Tapi Alan mengerutkan dahi setelah melihat hp bar monster crocodile yang sedikit demi sedikit pulih.
__ADS_1
"Monster ini punya skill regenerasi Hp?" Alan terheran melihat Hp bar monster crocodile yang tadinya berkurang setengah kembali pulih sedikit demi sedikit.
Hal itu tentu menyulitkan grup 5 orang tersebut. Mereka sudah susah payah mengurangi Hp Monster Crocodile sampai setengah tetapi dengan sendirinya Hp monster itu pulih lagi.
Sebenarnya bisa saja kelima orang tersebut menghabisi langsung Monster Crocodile dengan menyerang bagian vitalnya. Akan tetapi kulit dari monster crocodile begitu keras. Tidak ada serangan dari kelima orang tersebut yang berhasil menembus bagian vitalnya.
Tidak sampai pertarungan berjalan 10 menit grup 5 orang itu pun terdesak. Kemungkinan mereka sudah kehabisan heal potion. Serangan dari elementalist pun juga mulai berkurang, mana regeneration potion yang dimilikinya kemungkinan juga sudah habis.
Alan melihat grup 5 orang tersebut perlahan mundur dari pertarungan. Namun naas bagi mereka, Monster Crocodile yang sudah terlanjur dibuat marah tidak membiarkan mereka untuk kabur.
Dari satu persatu monster crocodile itu membunuh kedua knight dan swordsman. Hanya tersisa seorang archer dan elementalist wanita berbaju putih yang sedari tadi menjaga jarak aman.
Monster Crocodile bergerak menuju ke elementalist, tetapi archer mengeluarkan serangan panah api. Monster Crocodile yang terkena panah api di punggung kirinya langsung menoleh ke arah archer. Dengan satu hentakan ekornya, monster crocodile itu menghabisi archer tersebut.
Melihat teman temannya mati terbunuh dengan mudahnya. Elementalist tersebut berlari sekencang kencangnya menuju area pepohonan. Melihat elementalist tersebut berlari, Monster Crocodile mengejarnya.
Naas bagi elementalist tersebut. Begitu panik karena dikejar Monster Crocodolile, dirinya terjatuh tersandung akar pohon. Monster Crocodile yang sudah dekat dengan elementalist tersebut langsung mengarahkan ekornya ke elementalist.
"Aaa..."
"Critical Wind Spear!"
Tombak angin Alan langsung menghalau ekor Monster Crocodile. Monster Crocodile itu langsung terpental beberapa langkah ke belakang.
"Kamu tidak apa apa? Minum ini!" Kata alan sambil melemparkan 3 botol mana regeneration potion.
"Siapa kamu " Tanya wanita tersebut yang terkejut dengan kemunculan Alan yang tiba tiba.
"Tidak usah banyak tanya dulu. Ada hal yang lebih penting sekarang."
Elementalist tersebut langsung mengerti dengan maksud aAan. Dirinya dan Alan sedang berada di depan Lord Monster. Elementalist tersebut langsung meminum mana regeneration potion yang diberikan Alan.
Monster Crocodile begitu marah serangannya diganggu. Dirinya langsung melesatkan semburan air dari mulutnya. Alan menghindari serangan tersebut dengan melompat. Sembari melompat alan langsung menghubungi Clara dan Freya untuk membantunya dengan crystal link.
Alan terus menghindari serangan Monster Crocodile. Dirinya tidak bisa mendekat untuk melancarkan serangan dengan pedang pendeknya. Alan pun mengeluarkan wind bownya, dengan wind arrow Alan membombardir Monster Crocodile.
Elementalist tersebut terperangah melihat Alan dengan mudahnya menghindari serangan serangan dari Monster Crocodile dan melesatkan serangan balasan.
"Seberapa tinggi atributnya dia?" Gumam elementalist tersebut.
Dengan bantuan elementalist tersebut, Alan semakin mudah untuk menghindar dan melancarkan serangan. Kombinasi dari Alan dan elementalist tersebut benar benar padu. Elementalist wanita itu menghalau serangan yang tidak bisa Alan hindari, dan menyerang Monster Crocodile ketika Alan dalam keadaan aman. Benar benar seperti tim yang telah mengerti satu sama lain.
Monster Crocodile semakin mudah dihadapi dengan kedatangan Clara dan Freya. Hanya saja kemampuan regenerasi Hp dan kerasnya pertahanan dari Monster Crocodile memang sangat menyulitkan mereka berempat.
Alan pun memberikan instruksi untuk menyerang bagian vital secara bersama sama. Freya langsung menggerakkan akar akarnya untuk menahan gerak dari Monster Crocodile berkepala tiga dan membuka pertahanan bagian dadanya. Alan mengeluarkan Black Breathnya agar Monster Crocodile berhenti memberontak dari lilitan akar Freya.
Begitu Monster Crocodile berhenti bergerak, Alan dan elementalist wanita mengeluarkan serangan combo.
"Critical wind spear!"
"Light Judgment!"
Tombak angin terselimuti cahaya keperakan melesat ke arah dada Monster Crocodile tersebut. Tetapi serangan gabungan tersebut tidak membunuh monster Crocodile. Clara langsung melompat ke dalam kepulan gas beracun dan menancapkan pedangnya di luka bekas serangan Alan dan elementalist wanita.
uuaarrrgghh.....
Monster Crocodile itu meraung dan meronta. Clara yang didalam gas beracun terombang ambing kekiri dan ke kanan memegangi pedangnya yang tertancap di dada Monster Crocodile.
"Clara... Pergi dari sana! " Seru Alan. takut Clara mati keracunan.
Clara pun melompat kebelakang menggunakan tubuh Monster Crocodile sebagai pijakan. Pedang Clara, Clara tinggalkan di dada monster tersebut.
Setelah Clara keluar dari gas beracun. Alan langsung menggunakan Shadow Stabnya untuk muncul didepan dada Monster Crocodile. Dengan mengepalkan tinjunya sekuat tenaga Alan mengeluarkan skill dengan damage terbesarnya.
"Canon Claw "
Alan memukul tepat di pedang Clara. Hempasan angin langsung melesat ke Monster Crocodile. Monster Crocodile terpental mundur 5 meter. Pedang Clara melesat menembus tubuh Monster Crocodile dan menancap di pohon.
[Player berhasil membunuh Tree Headed Crocodile.
Mendapatkan 12000 exp.
Selisih 9 level mendapatkan 800% exp.]
Suara notifikasi benar benar membuat Alan bisa merilekskan otot ototnya. Level Alan langsung naik 3 level ke level 34. Alan hanya mendapatkan 60% dari exp, karena Alan tidak mengawali serangan ke monster crocodile.
__ADS_1
Bisa dibilang alan dianggap mencuri Exp Monster Crocodile dari grup elementalist oleh sistem. Elementalist wanita itu pun sumringah mendapatkan exp yang berlimpah. Biasanya dirinya harus berbagi Exp dengan teman temannya, tapi kini semua Exp untuk dirinya. Walaupun hanya 40% tapi itu termasuk banyak.
Alan pun mendekati tubuh Tree headed crocodile untuk memeriksa drop item. Alan mendapati 4 item dari monster crocodile.
[Chest Plate, level 35 - 85, gold class.
int + 40
deff + 90 ]
[Deep River Mage Robe, level 35 - 85 , gold class
str + 45
int + 60
deff + 50
passive skill : meningkatkan kecepatan speed casting 2x lipat.
active skill :
water Shield
membuat shield pelindung di area 10 meter di sekitar pengguna. daya tahan shield 10x atribut inteligence pengguna. durasi maximum 1 menit
cooldown : 1 jam ]
[Azure hand blade, level 35 - 85, gold class
str + 70
agi + 35
int + 40
Active Skill :
Water Binding
menggerakkan air untuk menghentikan pergerakan musuh di sekitar pengguna. maximum jumlah binding 10 target, durasi binding 30 detik.
cooldown 20 menit.
Water Canon
menembakkan air ke arah depan. Damage 120% atribut pengguna.
cooldown 10 menit]
[ ??????,????,????]
"Apa ini?" Alan terpaku melihat sebuah bola hitam yang tidak bisa alan lihat atributnya.
'Joker... Kamu tahu apa ini?'
[Dark summon Crystal. Bisa memanggil makhluk dari dimensi lain. Jenis makhluk yang dipanggil tergantung dari summon crystal itu sendiri.]
'Kenapa aku tidak bisa melihat atributnya? padahal ini hanya summon crystal''
[ Summon Crystal terdiri dari beberapa macam. Tidak semua summon crystal bisa dibaca atributnya oleh player. Tergantung dari monster yang bisa dipanggil oleh summon crystal. Menurut dataku summon crystal yang kamu bawa dapat memanggil monster level di atas mithic monster. ]
'Mithic monster? Bagaimana caraku menggunakannya? '
[Cukup teteskan darahmu ke summon crystal. dan kamu bisa memanggil monster yang berhubungan dengan crystal tersebut.]
'I See....' Alan pun menyimpan Summon Crystal tersebut agar elementalist wanita itu tidak tahu tentang summon crystal yang dia dapat.
Bisa memanggil monster mithic? Di level saat ini, siapa yang bisa menghadapi monster mithic? Menghadapi level Lord saja Alan sudah kesusahan. Apalagi monster Mithic?
Setelah mengambil drop item. Alan menguliti Tree Headed Crocodile, mengambil darahnya, dan memotongi sisik sisik keras yang ada di punggungnya. Alan punya rencana besar dengan organ organ Tree Headed crocodile.
Selesai dengan urusannya. Alan menghampiri elementalist wanita. Alan memberikan mage robe kepada wanita tersebut.
Dirinya sempat menolak karena merasa Alan sudah menolongnya. Tetapi Alan memaksanya. Mereka berdua pun berkenalan dan mengobrol sebentar. Nama elementalist wanita itu adalah Soothe Sun di New World dan Marchela jika di dunia nyata. Alan pun juga tidak lupa memperkenalkan diri.
__ADS_1
Tahu kalau arah tujuan mereka sama yaitu ke kota Irtys. Alan mengajak Marchela untuk pergi bersama kelompok Alan. Marchela pun tidak menolak, karena merasa akan lebih aman bersama dengan Alan dan teman temannya.