
setelah pertarungan di tambang alan memilih untuk log out dari new world. dirinya sudah terlalu lama berada di new world. alan bangun dari ranjangnya dan mendapati hari sudah menjelang sore. alan pun memilih untuk pergi ke dojo untuk menenangkan pikirannya.
sekembalinya dari dojo alan berjalan bersama toni untuk kembali ke asrama. mereka berlatih terlalu lama sampai sampai mereka pulang hampir tengah malam. alan sengaja mengajak toni untuk berlatih sampai malam agar dirinya bisa lebih tenang. pertarungan di pabrik benar benar menguras mental dan emosinya.
" kamu tidak apa apakan log in ke new world terlambat? nanti urusan guildmu terganggu. " alan merasa sungkan pada toni karena menemaninya berlatih sampai malam hari. alan tahu toni pasti memiliki banyak urusan di new world, mengingat dirinya memegang sebuah kota untuk dipimpin.
" ah... itu gampang... lagipula jarang jarang kita berlatih tanding seperti tadi. " toni mencoba menghibur alan yang terlihat sungkan padanya.
alan pun merasa lega setelah mendengar perkataan toni. sahabatnya satu ini memang selalu ada saat dirinya butuh.
" aaaaahhhh.... " teriakan seorang wanita mengejutkan alan dan toni yang sedang berjalan. mereka mendengar ada teriakan seorang wanita yang berasal dari sebuah gang kecil.
" apa yang dilakukan wanita malam malam begini? " tanya alan sambil berlari ke arah suara. toni pun ikut mengejar alan yang berlari ke arah sumber suara.
begitu masuk ke dalam gang. alan dan toni mendapat pemandangan yang seharusnya tidak mereka lihat. mereka kira wanita yang berteriak itu memerlukan bantuan, sehingga mereka berlari ke asal suara wanita itu.
" aaaahhh.... "
" aaaahhh.... sakit.... "
begitulah lanjut suara wanita itu. wanita itu ternyata adalah seorang wanita penghibur yang sedang disewa seseorang untuk memenuhi hasrat sexsualnya. alan dan toni pun mengumpat dalam hati pada laki laki dan perempuan itu.
" kenapa tidak cari kamar atau hotel sih? " gerutu toni setelah pergi meninggalkan gang. alan dan toni takut malah dikira pengintip jika mereka mengganggu pasangan di gang tersebut.
" hahaha.... mungkin mereka ingin merasakan sensasi yang berbeda. "
" sakit.... hentikan... hentikan... " suara wanita itu terus terdengar meskipun alan dan toni sudah berada cukup jauh dari gang. mereka berada dilema sekarang, pergi menolong takut dikira pengintip. tidak menolong tapi suara wanita itu seperti butuh pertolongan.
" kita tunggu disini saja dulu. siapa tahu wanita itu butuh pertolongan nantinya. " alan benar benar kepikiran dengan suara wanita itu. takut terjadi hal hal yang buruk.
suara antara nikmat dan kesakitan terus alan dan toni dengar. sampai 10 menit kemudian barulah suara itu berhenti. terlihat seorang pria keluar dari gang asal pria tersebut. alan dan toni pun pura pura tidak melihat pria tersebut, takut membuat pria tersebut tersinggung.
tapi setelah menunggu lebih dari 10 menit. wanita yang tadi menjadi teman kencan pria tersebut tidak juga keluar dari gang. padahal gang itu adalah gang buntu. dan satu satunya jalan keluar adalah tempat alan dan toni menunggu.
" kenapa si wanita belum juga keluar? " alan mengerutkan dahi.
" entahlah... mau coba lihat kesana? "
alan hanya mengangguk dan masuk ke gang bersama toni. begitu masuk gang alan melihat ada bra dan celana dalam wanita itu yang masih berada di lantai. pakaian wanita itu pun tergeletak di lantai dengan kondisi sedikit sobek sobek.
__ADS_1
alan bisa melihat seorang wanita dengan rok hitam yang hanya menutupi perutnya duduk terkulai lemas.bagian bawah tubuhnya terbuka lebar, tangan dan dadanya penuh dengan bekas luka cakaran dan pukulan. alan tidak bisa melihat wajahnya karena gang itu memang gelap. menjadikan gang itu tempat yang pas untuk melakukan hal tidak senonoh.
" kakak tidak apa apa? " tanya alan yang mencoba membantu wanita itu untuk berdiri. alan tidak mempedulikan kondisi wanita itu yang hampir telanjang, karena alan lebih mempedulikan luka luka yang dimiliki wanita itu.
" ahh... aku tidak apa apa.. hanya lemas... " suara wanita itu menjawab pertanyaan alan.
" syukurlah... ini pakaian kakak. " alan menyerahkan pakaian wanita itu. meskipun pakaian itu sudah sobek sobek.
" hah... dasar laki laki berengsek.. " wanita itu mengumpat setelah mendapati pakaiannya sobek sobek. " bayarnya tak seberapa... ngrusaknya kaya apa... " umpat lagi dirinya.
alan hanya menaikkan kedua alisnya, terheran dengan umpatan wanita itu. alan masih belum bisa melihat wajah wanita itu karena gelap dan tertutup rambut.
" kakak bisa pakai ini. " alan menyerahkan baju latihannya yang bau keringat.
" uuuhhh... ini baju berapa lama tidak dicuci?" wanita itu menerimanya, tapi langsung mengumpat setelah mencium baunya.
" maaf... itu tadi baru saja saya pakai untuk latihan."
wanita itu pun dengan enggan memakainya. namun dirinya tidak ada pilihan lain, bajunya sudah di sobek sobek oleh pria brengsek penyewa jasanya tadi.
toni yang sedari tadi diam hanya melongo melihat alan dan wanita itu. toni salut pada alan yang bisa menahan gejolak prianya saat mendapat pemandangan seperti tadi. bahkan dirinya hampir khilaf tadi, kalau saja tidak ada alan. mungkin wanita itu sudah mendapat pelanggan selanjutnya.
mereka bertiga pun keluar dari gang setelah wanita itu selesai berpakaian. begitu bisa melihat wajah wanita itu alan hampir saja terkena serangan jantung.
rose pun menoleh pada alan. dirinya juga terkejut mendapati alan lah yang menolongnya. rose langsung berusaha lari dari tempat itu. akan tetapi alan menarik tangannya, menghentikan rose untuk pergi.
" tidak usah malu kak... aku tahu kakak punya alasan sendiri melakukan ini. " alan tahu akan jalan pikiran rose. sehingga dirinya menghentikan rose untuk kabur.
" kamu.... "
alan hanya tersenyum hangat pada rose. alan pun mengajak rose untuk ke asramanya. alan yakin rose butuh tempat untuk beristirahat sekarang.
di dalam kamar asrama rose pun baru buka suara mengenai kejadian tadi dan alasan kenapa dirinya memilih pekerjaan ini. alan pun mengerti dan tidak menyalahkan pilihan rose.
memang hidup sendiri di kota mediteran tidak mudah. alan sudah merasakan sendiri permasalahan tersebut. bahkan kini dirinya belum bisa dikatakan hidup enak. karena penghasilannya di new world juga masih sedikit.
" apa kakak tidak tertarik mencari pekerjaan lain? "
" pekerjaan apa? aku tidak punya keahlian yang cukup. satu satunya cara mendapat uang banyak dengan keahlian yang kumiliki adalah ini. " rose tertunduk malu. dirinya merasa sedang disidang oleh alan dan toni, padahal dia tidak kenal dekat dengan mereka.
__ADS_1
" apa kakak tidak takut kejadian seperti tadi terjadi lagi? " alan mencoba meyakinkan rose.
" itu sudah menjadi resiko pekerjaanku. "
" hah.... " alan dan toni bersamaan menghela nafas.
" apa kamu bisa membantunya mencarikan pekerjaan lain ton? dengan bantuan keluargamu? "
" aku ingin... tapi aku sedang diawasi ketat oleh keluargaku karena suatu masalah. aku tidak bisa dengan mudahnya memberikan pekerjaan pada orang saat ini. "
" ahh.... "
suasana kamar menjadi hening. alan tampak berpikir keras untuk mencarikan jalan keluar bagi rose.
" aha.... " alan langsung bangkit dari duduknya. kepalanya dipenuhi dengan ide cemerlang.
" berapa pengahasilan kakak sebulan dengan pekerjaan ini? kira kira saja..."
" sekitar 1000 dollar "
" 1000 dollar ya... hem... " alan tampak berpikir keras mendengar 1000 dollar. 1000 dollar bukanlah uang yang sedikit baginya.
" apa kakak mau mencari uang tambahan? aku yakin nantinya kakak akan lebih memilih pekerjaan tambahan ini dari pada pekerjaan yang sekarang."
" maksudmu? "
alan pun mengambil helm VR nya dan memperlihatkan pada rose. dirinya menjelaskan pekerjaan tambahan yang alan katakan tadi.
pekerjaan yang alan tawarkan sebenarnya sama saja dengan yang rose lakukan sekarang, jadi wanita penghibur. hanya saja tempatnya di new world. di new world rose tidak perlu khawatir akan tersakiti oleh pemain lain. karena rose bisa mengatur efek rasa sakit yang dia terima. dirinya pun juga tidak akan melakukannya secara fisik. sehingga tubuh rose pun tetap terjaga dari tangan tangan jahil pria hidung belang.
rose dan toni merasa ide alan itu aneh. mana ada orang berhubungan badan di dalam game. apa lagi toni yang sudah bermain new world selama ini. dirinya tidak pernah mendengar adanya pemain yang menawarkan jasa seperti itu.
alan pun menyayangkan toni tidak pernah melihat semua di new world secara teliti. tidak seperti alan yang begitu masuk ke new world langsung melihat isi dari celananya. toni yang mendengar penjelasan alan langsung terpikirkan waktu waktu indah yang akan dia lalui bersama may. sehingga toni senyum senyum sendiri.
alan yang mengetahui isi pikiran toni pun langsung menjitak kepala toni. dan mengancam akan memberitahu pak andre jika toni melakukan hal hal seperti itu sebelum dirinya menikah dengan may. toni pun tidak berani lagi membayangkan hal hal aneh. dirinya masih ingat betul bagaimana susahnya untuk bangun dari ranjang karena ketahuan memandangi may oleh andre.
setelah penjelasan alan yang panjang lebar. rose pun akhirnya setuju. dirinya memilih untuk mencobanya terlebih dahulu. toni pun menawarkan helm VR nya untuk rose pakai terlebih dahulu. rose bisa membuat akun baru dengan helm toni.
" baiklah? sudah siap kak rose? " tanya alan sambil memegang helm VRnya.
__ADS_1
rose hanya mengangguk. dirinya melihat alan memakai helm dan menempelkan tangannya pada helm. rose pun mengikuti apa yang alan lakukan.
[ welcome to new world ]