New World

New World
Shadow Warrior dan Ken


__ADS_3

Remi yang begitu penasaran dengan alasan Alan, membela belakan dirinya membuat sebuah akun baru di dalam New World. Dirinya ingin melihat secara langsung, seperti apa sebenarnya Turnamen Abyss Colloseum itu sebenarnya. Sampai sampai Alan menolak sejumlah uang yang bernilai cukup fantastis untuk seorang pemuda seperti Alan.


Dan kini dirinya hampir bisa paham sepenuhnya kenapa Alan menolak tawaran yang Tuan Mason berikan. Apa yang dimiliki oleh Abyss Colloseum tidak akan cukup untuk dibayar dengan Dua juta dollar.


Bahkan jika Remi yang menjadi pemilik Abyss Colloseum pun tidak akan mau menyewakan Abyss Colloseum meskipun dibayar dengan Lima juta dollar sekalipun. Apa yang dimiliki Abyss Colloseum terlalu luar biasa untuk seukuran bangunan tempat bertarung.


Lahan para Merchant yang begitu tertata, loket tempat perjudian yang bisa digunakan oleh para player untuk mencoba melipat gandakan uang mereka. Ditambah lagi fasilitas dan tingkat keamanan gedung utama Abyss Colloseum itu sendiri. Membuat Remi merasa malu sendiri karena berpikir buruk tentang Alan yang menilai Alan terlalu mata duitan. Nilai yang ditawarkan oleh Tuan Mason untuk menyewa Abyss Colloseum guna menjadi tempat penyelenggara turnamen memang terkesan kurang, mengingat fasilitas yang dimiliki Abyss Colloseum.


Belum lagi kehadiran Crystal Jiwa, item yang hanya ada di dalam Abyss Colloseum. Satu item bernama Crystal jiwa tersebut pun bisa bernilai fantastis nantinya jika dijual bebas di pasaran.


"Darimana anak itu bisa memperoleh semua ini?" Remi tidak habis pikir. Seorang Alan yang terlihat sederhana dan biasa saja, bisa memiliki suatu tempat pribadi bernama Abyss Colloseum.


Ya... Dikatakan tempat pribadi Alan, karena Remi masih belum tahu, jika Abyss Colloseum adalah milik Kerajaan Bangsa Demon. Remi hanya mendapatkan informasi dari bagian tekhnik, jika akun yang memposting sebuah postingan tentang turnamen di Abyss Colloseum berasal dari akun Alan. Itulah sebabnya Remi berpikir jika Alan adalah pemilik dan pengelola Abyss Colloseum.


"Sepertinya aku harus mulai memperbaiki hubungan dengan dia..." Remi merasa begitu tertarik dengan apa yang bisa dihasilkan oleh Abyss Colloseum.


Tidak lama lagi... Abyss Colloseum bisa menjadi sebuah daya tarik yang bisa memikat semua player yang ada di New World. Abyss Colloseum bisa menjadi sebuah pusat perjudian di New World.


Insting dan pengalaman Remi langsung menjerit seketika, jika dirinya bisa mengambil bagian dalam satu tempat bernama Abyss Colloseum. Maka dirinya mungkin bisa pensiun dini dari perusahaannya bekerja. Tinggal duduk manis di rumah, dan membiarkan Abyss Colloseum yang akan membawakan uang kepada dirinya.


"Aku benar benar harus bertindak cepat..." Gumam Remy di dalam hati. Dirinya tahu tidak hanya dirinya yang mengetahui prospek besar Abyss Colloseum. Dirinya tentu harus bisa memanfaatkan keunggulan posisinya. Posisi dimana dirinya tahu siapa yang mengelola Abyss Colloseum sebenarnya.


###


"Selamat atas kemenangan dirimu Ken..." Suara seorang laki laki mengejutkan Ken yang sedang istirahat di dalam salah satu ruangan yang ada di Abyss Colloseum. Pihak Abyss Colloseum memberikan satu ruangan khusus kepada Ken untuk bisa memulihkan kondisi tubuhnya.


Ken tentu terkejut, dirinya tidak mendapati adanya pintu terbuka atau adanya suara langkah kaki. Laki laki berjubah hitam tersebut tiba tiba saja muncul di dekat dirinya. Jika saja laki laki berjubah hitam tersebut menginginkan dirinya mati, pasti dirinya sudah mati saat ini. Mengingat saat ini tubuhnya sedang berada pada titik terlemah, menggunakan Ultimate Mode benar benar menguras semua mana miliknya. Bahkan untuk mengaktifkan skill pasif miliknya saja Ken tidak mampu saat ini.


"Terima kasih banyak..." Ken menjawab dengan sopan atas ucapan selamat yang laki laki tersebut berikan. Dirinya harus bisa memposisikan diri agar tidak terlihat arogan di mata laki laki berjubah hitam tersebut.

__ADS_1


"Tidak perlu sungkan... Kita sama sama seorang player..." Satu kursi yang ada di ruangan tersebut tiba tiba bergerak mendekati tubuh laki laki tersebut. Seakan akan kursi tersebut adalah seorang pelayan hidup yang mengerti jika Tuannya ingin duduk.


Hanya dengan satu pertunjukkan hal kecil seperti itu, Ken sangat tahu apa yang bisa dilakukan oleh player laki laki tersebut. Satu hal yang Ken bisa ketahui, laki laki tersebut sangat kuat.


"Minumlah ini... Ini akan mengembalikan semua kondisi tubuhmu seperti semula..." Laki laki berjubah hitam tersebut memberikan satu buah botol potion berwarna merah muda.


[Absolute Regeneration Potion.]


Begitulah yang Ken bisa ketahui setelah menerima Potion pemberian laki laki berjubah hitam tersebut. Setelah mengerti jika potion tersebut bisa memulihkan kondisi tubuhnya yang lemah, Ken langsung menghabiskannya dalam sekali teguk.


Tubuh Ken langsung memancarkan aura merah muda untuk sesaat. Dan bagaikan baru saja dilahirkan kembali, Ken merasa tubuhnya kini kembali memiliki semua kekuatan yang dirinya miliki.


"Ini..." Ken sampai kehabisan kata kata. Potion yang laki laki berjubah hitam berikan tidak hanya mengembalikan kekuatannya, tapi juga mengaktifkan kembali semua skill skill miliknya yang sedang dalam masa cooldown.


"Aku tahu kamu akan terkejut... Tapi aku tidak ingin melawan dirimu yang sedang tidak fit."


"Jadi..." Ken sedikit terkejut, laki laki yang ada di hadapannya rupanya adalah Shadow Warrior yang akan menjadi lawannya nanti.


"Aku tahu jalan pikiranmu... Tapi bagaimana jika kita taruhan secara personal?"


"Taruhan?"


"Ya... Taruhan..."


Ken tentu tersenyum kecil. Tadinya dirinya sudah menyerah untuk bisa menang melawan Shadow Warrior, mengingat kondisi tubuhnya benar benar tidak mendukung untuk bertarung melawan Shadow Warrior.


Tapi berbeda cerita kali ini, semua skill dan kekuatan yang dirinya miliki telah kembali aktif. Ken cukup percaya diri bisa menang jika sekali lagi menggunakan Ultimate Mode miliknya.


"Apa kamu yakin dengan hal itu? Jangan sampai kamu menyesal di belakang nantinya..." Ken memperingatkan Laki laki berjubah hitam di hadapannya yang Ken kenali sebagai Shadow Warrior tersebut.

__ADS_1


"Hahaha... Aku tidak akan menyesali apa yang telah aku lakukan. Lagipula... Kenapa aku cukup berani memberikanmu potion penyembuh tadi jika aku takut kalah darimu?"


"Hem... Baiklah..." Ken terdiam sesaat, memang apa yang dikatakan Shadow Warrior tersebut benar. Laki laki berjubah hitam tersebut tidak akan cukup bodoh memberikan sebuah potion penyembuh kepada dirinya jika takut akan kekalahan. Tapi hal itu justru membuat Ken sedikit berpikir, sekuat Shadow Warrior itu sebenarnya?


"Apa taruhannya?" Ken merasa tertarik. Kalah atau menang tidak ada kerugian bagi dirinya. Jika pun dia kalah, dirinya masih mendapatkan hadiah dari Abyss Colloseum untuk kemenangannya di Turnamen Abyss Colloseum yang pertama.


Jika pun dirinya bisa menang... Dirinya justru akan mendapat 2 hadiah tambahan. Satu dari Kerajaan Bangsa Demon, dan satu lagi dari Shadow Warrior. Ken begitu tertarik dengan potion yang Shadow Warrior berikan tadi. Jika dirinya bisa menang, dirinya tentu ingin meminta semua potion yang Shadow Warrior berikan tadi.


"Hoho... Menarik..." Shadow Warrior tertawa di balik jubahnya. Tidak dirinya duga, Ken akan dengan mudahnya mengikuti taruhan yang dirinya ajukan.


"Jadi begini..." Shadow Warrior pun mengajukan taruhannya.


"Itu..." Ken langsung berpikir keras. Apa yang Shadow Warrior inginkan begitu berat untuk dirinya lakukan.


"Apa kamu takut? Kamu bisa meminta apapun dariku jika kamu bisa menang nanti..."


"Hish... Baiklah... Deal..."


"Deal..."


"Persiapkan dirimu... Jangan sampai penampilanmu terlalu mengecewakan para penonton..." Sosok Shadow Warrior mulai tertelan bayangannya sendiri. Sedikit demi sedikit tubuh Shadow Warrior masuk ke dalam bayangan yang ada di bawah kakinya.


"Tunggu... Siapa sebenarnya namamu?" Ken tentu tahu, Shadow Warrior hanyalah julukan yang dibuat buat oleh Kerajaan Bangsa Demon. Player di hadapannya pasti memiliki nama yang sebenarnya.


"Kamu bisa memanggilku AS..."


"AS?"


Ken hanya bisa bergumam. Sosok berjubah hitam sudah menghilang dari tempatnya berdiri. Tubuhnya telah masuk ke dalam bayangannya sendiri, meninggalkan Ken seorang diri di dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"Menarik... Sungguh menarik..." Ken tersenyum kecil. Dirinya sudah bisa membayangkan seperti apa sengitnya pertarungan antara dirinya dan AS nanti. Darah dan jiwa bertarung yang ada di dalam tubuhnya langsung menggelora. Meminta dan memaksa Ken untuk segera meluapkan semuanya ke dalam satu pertarungan.


__ADS_2