New World

New World
sisi lain mediteran city


__ADS_3

Alan berjalan dengan lemas keluar dari stasiun. Perjalanan yang harusnya cuma perlu 10 jam harus tertunda 4 jam karena ada perbaikan rel. Alhasil Alan sampai di mediteran city hampir tengah malam.


Sendiri, malam hari, di kota yang baru saja dia datangi. Kalau saja Alan tidak bermental kuat pasti sudah menangis di stasiun.


Alan bertanya pada petugas stasiun. Dimana dirinya bisa mendapatkan penginapan dengan murah. Petugas stasiun tersebut memberikan petunjuk jalan pada Alan dengan menggambarkan sebuah coret coretan peta. bagaimanapun Alan tetap saja bingung dengan petunjuk yang di berikan, karena ini pertama kalinya dia datang ke Mediteran City.


keluar dari stasiun alan terkejut dengan suasana Mediteran City. di dalam stasiun susana hampir lenggang malah tergolong sepi. Tapi di luar stasiun suasananya sungguh berbeda.


"Kenapa banyak sekali wanita wanita berdandan cantik? Apakah sedang ada festival disini?" batin Alan.


Alan berjalan menyusuri jalanan yang penuh dengan wanita wanita di pinggir jalan. tidak jarang ada yang memanggil dirinya dengan sebutan sebutan nakal. Alan yang masih polos tentu saja tidak mengetahui kalau dia sedang melewati area prostitusi.


Alan berhenti di bawah lampu yang lumayan sepi. Dirinya memilih istirahat sebentar. membuka catatan penunjuk jalan yang diberikan petugas stasiun.

__ADS_1


"Hai laki laki muda. Sendiri saja? mau kakak temani?" Suara seorang wanita muda menghampiri alan.


Alan menoleh ke arah suara tersebut. Bau parfum yang begitu menggoda menusuk hidungnya meskipun si pemilik bau wewangian masih belum terlalu dekat dengan dirinya. Dari parfumnya saja langsung mengundang niat dari alam bawah sadar alan untuk menjilati wanita muda itu. Akhirnya sosok wanita muda itu mulai terlihat oleh sorot lampu di atas Alan.


Dengan pakaian mini dress merah mencolok. Terlihat sosok wanita yang sangat cantik. Mungkin tidak kalah cantik dengan Rea, tapi karena riasan make up dan parfum yang menggoda membuat wanita muda ini terlihat lebih cantik.


"Kenapa bengong? Jadi bagaimana? Mau kakak temani kamu malam ini?" Lanjut wanita muda itu dengan senyum nakalnya.


"A... a... a..." Alan terbata bata mendengar pertanyaan wanita muda itu. Hasrat laki lakinya benar benar hampir menguasainya.


Alan benar benar terbang karena rayuan wanita itu. Wajar saja, anak muda berusia 18 tahun yang belum pernah berpengalaman dengan wanita. Langsung dihadapi dengan godaan yang amat berat untuk ditolak.


Alan langsung tersadar dari mimpi terbangnya ketika wanita itu mencolek dagunya. "Maaf kak? Bukannya saya menolak. Tapi saya hanya kebetulan lewat. Saya sedang mencari penginapan murah untuk saya menginap malam ini." Alan mencoba sesopan mungkin menolak ajakan wanita itu takut menyinggung perasaan wanita itu.

__ADS_1


Mendengar jawaban penolakan Alan, raut wajah wanita itu langsung berubah ketus, tidak menggoda lagi seperti tadi.


"Bilang saja kalau kamu tidak punya uang. pakai alasan hanya lewat." Wanita muda itu jengkel kepada Alan. dia sudah mencoba merayu rayu alan tapi tidak berhasil. Kalau saja bukan karena dirinya belum mendapatkan pelanggan malam ini, dirinya tidak mau repot repot merayu Alan. bukan karena dirinyaa tidak laku, tapi karena dirinya memasang harga yang tinggi untuk sekali kencan dengannya.


Alan hanya melongo melihat kepergian wanita muda itu. Wanita muda itu yang datang sendiri kepadanya. Tapi wanita itu malah marah marah sendiri karena Alan tolak. Padahal Alan sudah menolak secara halus. "Orang orang di kota memang jauh berbeda dengan di desa." Gumam alan dalam hati.


Alan pun melanjutkan berjalan ke arah petunjuk yang diberikan petugas stasiun.


Saat melewati gang yang sepi, terlihat ada bayangan pria tinggi. Rambutnya panjang sebahu. Warna bajunya tidak terlihat karena gelapnya penerangan. Tapi pria itu membawa semacam pecahan botol yang runcing ujungnya.


Pria tinggi tersebut berjalan semakin dekat ke arah Alan. Bau alkohol menyengat mulai menusuk hidung Alan.


Alan mundur beberapa langkah melihat pria itu mendatanginya. Dirinya takut jika pria tinggi tersebut berniat jahat kepadanya.

__ADS_1


Semakin mendekat, semakin mendekat...


__ADS_2