New World

New World
poiton power 2


__ADS_3

sementara clara membantu igor, alan dan shoote sun memilih untuk log out dan kembali ke dunia nyata. freya pun memilih untuk menunggu di rumah igor. dirinya ingin melindungi clara dan igor selama mereka membuat baju permintaan alan.


alan mendapati toni sudah bangun di pagi hari itu. sudah beberapa hari ini mereka tidak pernah mengobrol walaupun tinggal satu kamar dalam asrama. mereka berdua pun saling melepas rindu dengan mengobrol bersama.


dari obrolan itu alan mendapati perkembangan perkembangan guild yang berada di royal empire. supernova guild, guild milik keluarga toni tergolong guild yang perkembangannya cepat. mereka bisa berdiri menjadi salah satu dari tiga guild terkuat di royal empire. mereka pun mendapat kepercayaan dari kekaisaran royal empire untuk mengurus beberapa kota.


toni yang menjadi seorang wakil guild master di supernova guild, mendapat tugas mengurus sebuah kota bernama elverum. toni dan may tinggal bersama di kota tersebut. dari informasi yang toni berikan, level pemain di royal empire berkisar level 50an sekarang. menandakan level pemain disana lebih tinggi daripada di kerajaan south mountain.


toni tidak pernah bosan untuk mengajak alan bergabung dengan guildnya. apalagi dengan skill alchemi alan, kota elverum yang dia kelola pasti akan bisa menjadi pusat perdagangan di royal empire jika memiliki penyokong alchemi player. selama ini guildnya masih terus mengandalkan jasa NPC untuk mendapatkan potion. mengingat sulitnya untuk mendapatkan pembelajaran dari seorang master alchemi untuk hanya menjadi seorang alchemist.


alan pun juga tidak bosan bosan memberitahu toni kalau dirinya tidak ingin bergabung dengan guild. tapi tidak menutup kemungkinan jika di suatu saat nanti alan akan bekerja sama dengan guild toni. mengingat alan juga memerlukan koneksi di royal empire.


" apa? kamu bergabung dengan pahlawan revolusi? " toni benar benar terkejut dengan apa yang dia dengar.


sekarang ini pemain atau guild sedang berlomba lomba untuk mencari perhatian atau menjalin kerjasama dengan kerajaan. tapi alan malah melakukan hal sebaliknya dengan bergabung pada pasukan revolusi yang ingin mengambil alih kekuasaan.


" benar... tapi belum secara resmi. aku hanya baru membantu mereka satu kali sewaktu merebut tambang biji besi. "


" merebut tambang katamu? " toni hampir pingsan sendiri mendengar perkataan alan. meskipun kerajaan south mountain tidak sebesar royal empire, tetap saja melawan pasukan kerajaan adalah hal yang mustahil bagi pemain.


" sepertinya aku tetap tidak bisa menyombongkan diri dengan pencapaianku di depannya. " batin toni dalam hati.


baru saja toni ingin memamerkan pencapaiannya di new world karena dirinya mendapat special class menjadi earth guardian knight. tapi sia sia saja, mendapat special class hanyalah hal sepele dibandingkan merebut tambang kerajaan.


####


" kakak as... kamu kembali. " alarm dari clara sebagai tanda alan sudah kembali masuk di new world.


" ya... bagaimana dengan bajunya? " tanya alan tanpa basa basi. dia ingin segera melihat hasil dari baju rancangannya.


" tha... tha... " clara memamerkan sebuah baju zirah yang sudah termodifikasi. perlu semalaman sendiri untuk bisa memodifikasi ke empat baju pesanan alan.


secara sistem tidak ada yang berubah dari baju zirah modifikasi alan. hanya saja di bagian ketiak terdapat selembar kain lentur yang membentang sampai ke pinggang. kain itu pun bisa ditutup ataupun di biarkan mengembang.


" bagus... kita bisa mulai mencoba fungsinya." kata alan sambil mengambil baju zirah dari tangan clara dan bersiap memakainya.


" memang fungsinya untuk apa kak? " tanya clara yang penasaran.


" nanti kamu juga akan tahu." kata alan yang terus memasang baju zirahnya satu satu.


" hai semua... " suara shoote sun langsung membuat ketiga orang menoleh kearah asal suara.


" ohh... kamu sudah datang... baguslah... ayo bersiap. " kata alan yang telah selesai memakai baju zirahnya.

__ADS_1


" apa ini? " shoote sun tertegun dengan baju zirah hasil modifikasi.


" jangan bilang kalau... " tambah shoote sun, dirinya tampak merinding memikirkan apa yang akan alan lakukan dengan baju itu.


" hahahaha... ya... kita akan terbang... "


" terbang?" sontak clara, freya terkejut.


sementara shoote sun benar benar telah kehilangan darah di mukanya. dirinya sudah tidak bisa membayangkan kejadian selanjutnya.


" ok... kita akan mulai mencoba seberapa efektif baju ini. " kata alan pada ketiga rekannya.


mereka berempat telah naik ke east rock mountain dan sampai di bagian tengah, tempat kebun rahasia alan. mereka berempat telah bersusah payah agar bisa naik ketempat itu. angin yang kencang, batu yang terjal benar benar menjadi hambatan yang tidak bisa dihiraukan. mereka berempat pun harus mengikat satu sama lain dengan tali, agar tidak ada satupun dari mereka yang terjatuh.


setelah lebih dari 4 jam mendaki mereka pun sampai di tempat mereka sekarang. clara, freya dan shoote sun sempat terkejut alan mengetahui tempat yang memiliki begitu banyak tanaman herbal. mereka bertiga pun paham kenapa selama ini alan tidak pernah kehabisan bahan membuat potion.


shoote sun tampak memaku melihat ke bawah kaki gunung. dari tempatnya berdiri bisa terlihat betapa kota irtys terlihat sangatlah kecil. lebih dari 3 jam perjalanan mereka tempuh dari kota irtys untuk ketempat ini. dan dalam pikirannya hanya satu.


" apa benar kita akan lompat dari sini? " batin shoote sun.


" baiklah... semua sudah siap? " tanya alan yang kini berada di samping shoote sun. alan tahu kalau shoote sun takut akan ketinggian. dirinya sedari tadi memperhatikan shoote sun yang mukanya tampak sangat pucat.


alan pun menggenggam tangan shoote sun. shoote sun yang merasa tangannya digenggam alan pun menoleh ke arah muka alan.


shoote sun yang mendengar perkataan alan pun langsung tersenyum. entah kenapa dirinya bisa merasa lega setelah mendengar janji alan.


mereka berempat tetap terikat dengan tali satu sama lain. hanya saja tali yang digunakan untuk mengikat kini lebih panjang antara satu dan yang lainnya.


mereka berempat berdiri di ujung tebing. alan memberikan instruksi apa yang harus mereka lakukan dan yang tidak boleh mereka lakukan. angin yang meniup gunung benar benar bisa mereka rasakan. seakan angin yang bertiup itu ingin mendorong gunung untuk mengikuti arah angin.


" baiklah... semua... dalam aba abaku rentangkan tangan kalian. " komando alan.


ketiga rekannya hanya mengangguk tanda mengerti. perasaan mereka benar benar campur aduk. mereka akan melompat dari atas tebing yang tinggi.


shoote sun menelan ludahnya. membayangkan jika rencana alan gagal. bagaimana rasanya jatuh dari ketinggian seperti ini?


" rentangkan... " kata alan


angin langsung mendorong mereka berempat untuk mundur kebelakang.


" tahan... " seru alan yang merasakan kuatnya dorongan angin.


" aku hitung sampai 3. dan kita loncat bersama sama ke depan. mengerti? "

__ADS_1


tidak ada yang menjawab komando alan, karena mereka bertiga sedang sibuk menahan kuatnya dorongan angin.


1


2


3


alan melompat ke depan. disusul clara dan freya. shoote sun pun menutup matanya dan ikut melompat.


ciu....


ciu...


ciu....


begitulah kira kira bunyi angin yang terdengar setelah mereka berempat melompat. kuatnya dorongan angin gunung membuat mereka berempat bukannya jatuh tapi malah menuju ke arah gunung batu di atas mereka.


" aaaaaaaaa..... " jeritan clara dan freya yang hampir menabrak dinding batu gunung. sementara shoote sun hanya diam saja karena masih terus menutup mata. tapi dirinya bisa merasakan kalau dirinya tidak jatuh tapi malah naik ke atas.


alan pun langsung mengarahkan arah angin untuk membelokkan dirinya dan teman temannya agar tidak menabrak gunung.


" huuuuaaaa...hahaha.... "


teriak clara dengan senangnya setelah mendapati dirinya terbang menuju ke arah lainnya. alan telah mengubah arah angin di sekitar mereka agar menjauhi gunung. kini mereka berempat bisa bernafas lega karena tidak akan menabrak gunung lagi.


" kakak sun... kenapa kamu masih menutup mata? coba lihat kak... kita terbang kak... kita terbang... " seru clara. clara tampak sangat menikmati waktu terbang ini. sedari kecil dirinya sangat ingin bisa terbang seperti burung, dan kini dia bisa melakukannya berkat alan. sementara freya hanya tersenyum senyum sendiri. dirinya juga sangat menikmati waktu terbang ini.


shoote sun tetap tidak menggubris teriakan clara. dirinya sudah tahu kalau kondisi mereka sudah aman, karena angin yang dia rasakan sekarang tampak bersahabat. tidak seperti angin yang di tebing gunung tadi. tiba tiba sebuah tangan menggenggam ujung tangan kiri shoote sun yang merentang. tangan yang menggenggam shoote sun itu begitu kasar, akan tetapi cara tangan itu menggenggam begitu lembut.


" apakah kamu yakin ingin melewatkan pemandangan seperti ini? " suara alan benar benar membuat shoote sun penasaran.


dirinya pun memberanikan diri untuk membuka matanya. terlihat warna hijau ketika shoote sun membuka sedikit matanya. semakin lebar dirinya membuka mata semakin jelas apa yang dia lihat.


terlihat bentangan hijau pepohonan mengisi daratan yang berada di bawahnya. sebuah sungai berwarna biru yang cantik membelah hijaunya pepohonan. sebuah kota kecil yang terbelah sungai tampak hanya seperti kumpulan batu berwana putih. dominasi bentangan warna hijau benar benar bisa menghentikan semua kekhawatiran. bentangan warna hijau itupun bertemu di cakrawala dengan lembaran warna biru di langit.


shoote sun menoleh ke arah alan. tampak senyum hangat menyambut shoote sun yang telah berani membuka mata.


" bagaimana? " tanya alan pada shoote sun.


" terima kasih... ini luar biasa. " kata shoote sun dengan senyum terhangatnya.


alan pun mengalihkan pandangannya. kini dia fokus pada tujuan utamanya.

__ADS_1


__ADS_2