New World

New World
Pengembangan Abyss Colloseum


__ADS_3

Bagi para penonton, berakhirnya pertarungan antara Ken dan Shadow Warrior dengan Shadow Warrior yang keluar sebagai pemenang. Maka berakhirlah sudah pertarungan di Abyss Colloseum hari ini.


Namun bagi sebagian orang yang mengetahui makna sebenarnya dari penyelenggaraan turnamen Abyss Colloseum, pertarungan justru baru saja di mulai.


Ya pertarungan. Pertarungan untuk mendapatkan kerja sama dengan Kerajaan Bangsa Demon. Acara turnamen Abyss Colloseum yang terbilang sukses menarik perhatian para player di New World, membuat banyak pihak melirik Kerajaan Bangsa Demon untuk menjalin kerja sama mengenai Abyss Colloseum.


Baik Guild yang disokong perusahaan di dunia nyata maupun guild yang berdiri secara independent, sama sama menginginkan satu potong kue dari sekian banyak porsi kue yang bernama Abyss Colloseum.


"Guild Master... Sepertinya kita tidak sendirian..." Gumam Gina setelah melihat ada lebih dari Dua puluh kelompok ikut mengantri bersama dirinya di depan salah satu ruangan yang ada di Abyss Colloseum.


"Tenang saja... Kita pasti bisa menjalin kerja sama dengan mereka..." Balas Fire Blade yang nampak santai menanggapi kegundahan Gina. Meskipun ada puluhan kelompok lain yang ingin menjalin kerja sama dengan Abyss Colloseum, namun Fire Blade menilai apa yang akan dirinya tawarkan pasti lebih menarik perhatian pengurus Abyss Colloseum daripada yang lainnya.


"Hah baiklah Guild Master..." Gina tidak bisa membantah lagi, melihat Fire Blade begitu santai menanggapi kekhawatiran di dalam hatinya.


###


Kedatangan Toni ke Abyss Colloseum benar benar Alan manfaatkan dengan sempurna. Kini Toni tengah duduk berdampingan dengan Flyin, di hadapannya kini ada dua orang perwakilan dari sebuah guild bernama Geometris.


"Jadi... Apa yang bisa kalian tawarkan kepada kami?" Tanya Toni yang kini tengah memakai tudung hitam untuk menutupi identitasnya. Toni tentu tidak mau, identitas dirinya sebagai seorang anggota Light Guardian dan pemilik WMC terbongkar. Akan menjadi sebuah kehebohan tersendiri nantinya jika identitas dirinya sampai terbongkar.


"Kami bisa menyediakan petarung petarung terkuat untuk Abyss Colloseum..." Jawab salah seorang perwakilan Geometris Guild yang memakai baju zirah berwarna biru laut tersebut. Dari penampilannya bisa terlihat jika perwakilan Geometris Guild tersebut adalah seorang Berseker.


"Hahaha...." Toni hanya tertawa mendengar perkataan dari Berseker tersebut. Datang ke Abyss Colloseum, dan hanya menawarkan para petarung yang ada di guildnya? Abyss Colloseum dibuat untuk mencari keuntungan bagi Kerajaan Bangsa Demon. Bukan untuk sekedar menjadi tempat pelampiasan keinginan bertarung.


"Apa kamu berpikir kami kekurangan petarung? Hingga kami harus mencarinya dari luar?" Sekali lagi Toni mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya. Toni diminta bantuan oleh Alan untuk menyeleksi para investor yang akan berinvestasi di Abyss Colloseum. Toni pun harus benar benar memilih investor yang tepat untuk bisa menambah pundi pundi pendapatan Abyss Colloseum.


"Itu..." Berseker tersebut hanya terdiam. Pertanyaan dari Toni adalah pertanyaan jebakan. Jika dirinya menjawab tidak, maka tertutuplah sudah kesempatan untuk menjalin kerja sama. Jika menjawab iya, jawaban dirinya bisa menjadi suatu jawaban yang menyinggung perasaan pengurus Abyss Colloseum.


Flyin yang ikut duduk di samping Toni pun hanya tersenyum. Dengan membaca pikiran Toni dan lawan negosiasinya, dirinya benar benar belajar banyak hal dari Toni saat ini. Harus dirinya akui, Toni memang benar benar ahli dalam bidang seperti ini.


"Sepertinya kalian belum paham tujuan kami membuka kesempatan berinvestasi di Abyss Colloseum ini... Tapi saya apresiasi penawaran kalian..." Melihat lawan negosiasinya tidak bisa menjawab pertanyaannya, Toni memulai lagi penjelasannya. Mencoba mengarahkan lawan negosiasi ke arah yang dirinya inginkan.


"Maksud Anda?" Berseker tersebut tentu bingung dengan maksud perkataan Toni. Pemikirannya tidak sampai pada titik yang Toni maksudkan.


"Hah..." Toni menghela nafas panjang. Melihat lawan negosiasinya berada pada tingkat pemikiran ya g berbeda denga dirinya. "Abyss Colloseum dibangun untuk menjadi komoditas utama Kerajaan Bangsa Demon. Kami tidak hanya membangun Abyss Colloseum untuk menjadikan Abyss Colloseum sebagai lahan pertarungan. Rencana kami jauh lebih luas daripada hanya hal sekecil itu."


Berseker tersebut tentu terdiam. Tidak bisa menjawab atau pun hanya sekedar berkomentar dengan penjelasan Toni.


"Tapi tidak masalah... Kami bisa menerima tawaran dari kalian... Selama..."

__ADS_1


Wajah kedua perwakilan dari Geometris Guild tersebut langsung berubah cerah, mendengar mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan Abyss Colloseum.


"Selama?"


"Selama Anda bisa membuat kekacauan di Kerajaan tempat kalian berasal. Saya dengar Guild kalian berdomisili di Kerajaan Red Star bukan?"


"Maksud Anda?"


"Benar... Buat kekacauan sebisa mungkin di Kerajaan Red Star. Kami perlu bukti jika para petarung Geometris Guild memang layak menjadi petarung di Abyss Colloseum."


Flyin langsung memandang ke arah Toni. Apa yang Toni katakan ini benar benar tidak ada di dalam daftar yang seharusnya mereka lakukan. Tapi setelah membaca maksud dari pikiran Toni, Flyin pun kembali tersenyum kecil. "Benar benar pemuda yang luar biasa... Liciknya tidak kalah dengan Tuan AS." Batin Flyin di dalam hati.


"Baiklah... Tapi berapa Slot yang bisa kami dapatkan?" Berseker tersebut tahu maksud dari Toni. Tidak mungkin jika Abyss Colloseum mau menerima para petarung yang terlihat biasa saja. Dari turnamen yang pertama saja sudah terlihat, jika hanya petarung terkuat yang bisa berlaga di Abyss Colloseum.


"Seratus slot pertandingan untuk setiap bulan. Dan bagi petarung kalian yang menang, akan mendapatkan 1 koin emas." Jawab Toni dengan mantap. Tidak memperhitungkan lagi kemungkinan untung rugi. Semua perhitungan tentang keuangan sudah masuk ke dalam pikirannya sedari tadi.


"Tidak bis..."


"Ini bukan keputusan kedua belah pihak... Silahkan ambil, atau biarkan Guild lain yang mengambilnya..." Toni memotong perkataan Berseker di hadapannya. Dirinya tidak akan pernah mau menghitung ulang ketika dirinya sudah pasti menang di dalam sebuah negosiasi. Kecuali jika Geometris Guild memiliki sesuatu lainnya yang bisa ditawarkan.


"Hah... Baiklah..." Berseker pun mau tidak mau harus menerimanya. Lebih baik mereka mendapatkan seratus koin emas perbulan daripada tidak mendapatkan sama sekali. Kedua perwakilan Geometris Guild pun meninggalkan ruangan setelah kesepakatan dicapai.


Toni hanya tersenyum kecil, dirinya sudah tahu dari Alan jika Flyin bisa membaca isi pikiran orang. Untuk itulah Flyin berada di sini. Di samping Flyin belajar cara bernegosiasi dari Toni, Flyin juga menjadi pelindung tersendiri bagi Abyss Colloseum. Mencegah adanya seorang mata mata yang mencoba merusak Abyss Colloseum dari dalam.


"Tentu saja Flyin... Kita harus membuka semua pemikiran kepada apa yang ada di sekitar kita. Selama itu menguntungkan untuk kita, maka lakukan..."


"Anda benar Tuan..." Flyin pun tidak melanjutkan diskusi antara dirinya dan Toni. Tamu selanjutnya yang harus mereka temui kini telah memasuki ruangan tempat mereka berada.


Nampak dua orang memasuki ruangan tempat Flyin dan Toni berada. Satu orang wanita dan seorangnya lagi pria. Toni tentu tahu betul siapa kedua orang tersebut, karena si pria yang baru saja memasuki ruangannya adalah seorang yang cukup terkenal di antara para player, Fire Blade.


"Silahkan duduk..." Tawar Toni pada kedua tamunya tersebut.


"Terima kasih..." Fire Blade dan Gina pun langsung mendudukkan dirinya di kursi yang tersedia.


"Jadi?" Toni tidak ingin berbasa basi. Sudah terlalu lelah dirinya terus bernegosiasi sedari tadi. Lagipula tidak mungkin kedatangan Fire Blade kesini hanya untuk bertegur sapa dengan dirinya.


Fire Blade hanya tersenyum dengan tenang. Dirinya begitu percaya diri akan penawarannya. "Kami ingin menyewa lahan untuk membuka sebuah tempat gadai..."


"Tempat gadai ya?" Toni menangkupkan kedua tangannya di depan muka, menyandarkan dagunya yang tertutup tudung hitam miliknya.

__ADS_1


"Ya... Melihat perkembangan loket taruhan, saya yakin loket gadai nanti juga akan diperlukan untuk menambah fasilitas dari Abyss Colloseum." Senyum Fire Blade semakin berkembang, melihat gerak gerik tubuh lawan bicaranya yang terlihat tertarik dengan penawaran yang dirinya ajukan.


"Baiklah... Berapa yang bisa kita dapatkan?" Toni menyandarkan pundaknya di sandaran kursi. Meskipun penawaran Fire Blade menarik, tapi dirinya tetap akan menolak jika nominalnya tidak memuaskan.


"Tiga puluh persen dari keuntungan setiap bulan akan masuk ke dalam Abyss Colkoseum..." Fire Blade menjawab dengan lugas. Tiga puluh persen kepemilikan adalah hal yang cukup bagi dirinya untuk pihak Abyss Colloseum. Mengingat Abyss Colloseum hanya menyediakan tempat, tanpa mengelola loket gadai.


Mendengar kata 30%, wajah Toni di balik tudungnya langsung berubah total. Tiga puluh persen, itu berarti pengambilan keputusan pengurusan loket gadai tetap berada di pihak Fire Blade. Dan Alan tentu tidak suka dengan hal seperti itu. Semua yang ada di Abyss Colloseum tetaplah harus Abyss Colloseum yang pegang. Pihak luar hanya boleh menginvestasikan dana untuk Abyss Colloseum kembangkan.


"Enam puluh persen kepemilikan untuk Abyss Colloseum, dan kalian boleh mendirikan sebuah loket gadai plus loket dagang di sini." Toni tidak berbasa basi lagi. Perhitungannya tentang kemungkinan uang yang bisa masuk begitu cepat.


Mulut Fire Blade pun menganga begitu lebar, dirinya bahkan mengorek telinganya. Mencoba membuktikan apakah dirinya tidak salah dengar dengan jawaban dari lawannya bicara.


"Empat puluh persen, dan itu sudah batas paling wajar..." Fire Blade tahu betul posisinya. Tidak mungkin jika dirinya memberikan penawaran lebih dari itu.


"Hahaha...." Toni pun tertawa mendengar jawaban Fire Blade.


"Sepertinya kalian tidak paham dengan posisi kalian... Apa yang saya katakan adalah keputusan final. Silahkan keluar dari ruangan ini jika memang kita tidak bisa mencapai kesepakatan. Saya yakin... Orang orang di belakang Anda akan dengan senang hati menerima apa yang baru saja saya katakan."


Satu perkataan dari Toni langsung menembak pada pokok permasalahan. Memang apa yang dikatakan oleh Toni semua benar. Abyss Colloseum bisa saja mendirikan loket gadai dengan sendirinya, atau bekerja sama dengan pihak lain yang mau dengan harga dasar dari Toni. Fire Blade tidak dalam posisi dimana dirinya bisa mengatur negosiasi.


Dari awal memang seperti itu. Semua proses negosiasi yang terjadi hari ini, sepenuhnya berada di tangan pihak Abyss Colloseum. Mereka begitu bebas memilih investor mana yang nantinya akan bisa mendapatkan jatah di dalam Abyss Colloseum.


"Guild Master..." Gina memegang tangan Fire Blade. Mencoba memberi tahu Fire Blade agar tidak terpancing emosi lalu salah bertindak. Lebih baik mereka mendapatkan keuntungan yang lebih kecil daripada harus tidak mendapatkan sama sekali.


"Her..." Gigi Fire Blade pun mengeram. "Baiklah... Enam puluh persen... Dan kami bisa mulai dari hari ini..." Mau tidak mau Fire Blade harus menerima. Dirinya sudah terlanjur sesumbar pada Tuan Mathias, jika dirinya akan bisa menaikkan pendapatan RnP Guild.


"Tentu... Anda bisa mulai dari detik ini juga... Silahkan lewat sini... Tuan Flyin akan membantu Anda untuk menyelesaikan segala urusan yang diperlukan..." Toni berdiri dan menggestur tangannya ke arah pintu lain selain pintu tempat Fire Blade dan Gina masuk. Flyin pun langsung sigap dengan menjadi penunjuk arah untuk kedua tamunya tersebut.


Satu persatu kelompok yang ingin berpartisipasi dalam sebuah tempat bisnis bernama Abyss Colloseum pun masuk ke ruangan Toni. Toni dengan cermat memilih apa yang bisa menguntungkan Abyss Colloseum dan yang tidak. Hingga akhirnya setelah sore hari di New World, Toni selesai melakukan pekerjaan yang seharusnya Alan kerjakan tersebut.


"Kurang ajar Alan... Bisa bisanya dia mengerjai diriku sampai seharian..." Toni menyandarkan diri di sandaran kursinya. Kepalanya kini terasa pusing, harus memaksa otaknya untuk terus bekerja secara cepat demi menghitung kalkulasi keuntungan yang mungkin bisa Abyss Colloseum dapatkan.


Namun di balik sumpah serapah kepada Alan, Toni juga merasa kagum. Alan bisa membuat sebuah tempat yang bisa menarik perhatian begitu banyak pihak. Bahkan terselip di pikiran Toni untuk ikut membuat satu tempat seperti ini di Kerajaan South Mountain, tempat WMC berdomisili.


Namun Toni juga sadar.... Butuh modal yang begitu besar untuk bisa membangun tempat semegah Abyss Colloseum. Jutaan Dollar perlu Keluarga Wellington gelontorkan untuk membeli koin emas demi mendapatkan bahan bahan untuk membangun tempat semegah Abyss Colloseum. Dari sinilah Toni merasa sedikit iri kepada Alan. Jika saja dirinya seperti Alan, memiliki seorang Demon yang bisa membuat apapun seperti Asmodias.


***Duh... Kemaleman lagi... Maaf ya? Beneran.. kerjaanku banyak beud hari ini ma kemarin...


Please like and vote...

__ADS_1


Stay safe for you All... Thank you..."


__ADS_2