New World

New World
Final Turnament Abyss Colloseum


__ADS_3

Semua orang yang melihat secara langsung kemunculan Abyss Colloseum tentu akan paham jika apa yang terjadi kali ini di Abyss Colloseum bukanlah suatu keajaiban. Ya... Abyss Colloseum yang begitu megah tersebut hanya dibangun dalam sekejap mata.


Tidak semua orang yang melihat kemunculan Abyss Colloseum berada di Abyss Colloseum saat ini. Dan tidak semua orang yang ada di Abyss Colloseum melihat kemunculan Abyss Colloseum secara langsung dulu. Kebanyakan dari mereka justru bukanlah saksi mata. Mereka mungkin melihat dari video video yang beredar, tentang munculnya Abyss Colloseum dari sebuah lingkaran hitam super masif.


Namun video tetaplah video, melihat secara langsung lebih memberikan suatu pengalaman yang ekspresif. Hampir semua player maupun NPC membelalakkan mata mereka. Tidak percaya jika di sekitar Abyss Colloseum kini muncul begitu banyak hiasan patung patung yang mempercantik Abyss Colloseum.


Lingkaran hitam super masif yang turun tersebut tidak hanya mengeluarkan patung patung, tapi juga mengeluarkan beberapa bangunan blok blok stand di sekitar area Abyss Colloseum. Membuat lahan kosong yang ada di sekitar Abyss Colloseum, kini telah terpenuhi dengan bangunan bangunan yang muncul dalam sekejap.


"Terima kasih kepada kalian semua telah sabar menunggu..." Sebuah suara yang entah keluar dari mana tiba tiba bergema di sekitar area Abyss Colloseum. Suara tersebut begitu keras, hingga bisa terdengar oleh semua orang yang ada di tempat tersebut.


"Kami telah melakukan suatu penambahan infrastuktur penunjang Abyss Colloseum. Anda sekalian bisa melihat, jika bangunan bangunan baru di sekitar Abyss Colloseum telah selesai dibangun. Area tersebut nantinya akan digunakan sebagai area para Merchant. Para Merchant boleh menggunakan tempat tersebut untuk memasarkan dagangan mereka."


Semua orang yang ada di tempat tersebut masih mencari tahu, dari mana sumber suara tersebut datang. Namun para Merchant tidak memperdulikan hal itu. Mereka lebih difokuskan pada pengumuman yang diberikan. Jika Abyss Colloseum telah menata area para Merchant, maka mereka harus mulai membayar pada Abyss Colloseum.


"Kami tidak akan memasang tarif yang tinggi, cukup 2 Silver perhari, dan para Merchant dipersilahkan untuk memakai fasilitas yang kami sediakan."


Wajah para Merchant pun sedikit lega, mendengar harga sewa yang diberikan Abyss Colloseum tidaklah mahal. Bahkan cenderung murah untuk seukuran tempat seramai Abyss Colloseum.


"Bagi para Merchant dipersilahkan untuk memasuki area Abyss Colloseum terlebih dahulu. Pihak Abyss Colloseum telah bersiap untuk melayani Anda semua yang akan menyewa tempat untuk memajang dagangan Anda."


Para Merchant mulai maju mendekati Abyss Colloseum. Semua yang merupakan seorang Merchant dipersilahkan untuk masuk. Tentu saja dengan pemeriksaan yang ketat dari para Demon penjaga. Siapapun yang bukan seorang Merchant tidak diijinkan untuk masuk terlebih dahulu.


Flyin, Karolina, dan puluhan NPC langsung menyambut kedatangan para Merchant. Mereka semua dengan sigap melayani para Merchant yang terkesan berebut tempat terbaik untuk memajang dagangan mereka. Namun dengan arahan para Demon penjaga, mau tidak mau para Merchant harus bisa mengontrol ego mereka. Demon penjaga tidak akan segan segan mengusir siapapun yang berusaha membuat kekacauan di sekitar wilayah Abyss Colloseum.


Matahari telah terbit seutuhnya, para Merchant juga sudah ditata. Para player yang ingin memasuki Abyss Colloseum pun mulai bisa memasuki bagian dalam Abyss Colloseum. Tidak sedikit para player yang terkesima dengan persiapan Abyss Colloseum untuk menyambut final dan pengangkatan Raja Kerajaan Bangsa Demon.


Semua peserta yang telah gugur atau yang kini akan menjadi penonton perhelatan Final juga takjub akan perubahan Abyss Colloseum. Abyss Colloseum benar benar luar biasa. Dalam satu malam, mereka bisa merubah tampilan Abyss Colloseum dari sekedar satu bangunan arena pertarungan, menjadi satu kawasan elit yang lengkap fasilitasnya.


Bahkan Poska sampai tidak bisa berkata kata melihat perubahan kawasan Abyss Colloseum. Semua yang dilakukan pihak Abyss Colloseum terlalu luar biasa. Dirinya tidak mengerti, bagaiman cara Bangsa Demon membangun sebuah kawasan elit dengan fasilitas lengkap, hanya dalam satu malam. Bangunan mungkin bisa dibangun dengan cepat, tapi bagaimana dengan patung patung dan pepohonan besar. Tidak mungkin kedua hal itu bisa langsung muncul dalam semalam, apa lagi dengan jumlah yang banyak.

__ADS_1


Jika saja Alan memberi tahu Poska jika Alan hanya memindahkan benda benda yang ada di The Forgotten World ke dunia New World. Pasti Poska akan langsung muntah darah seketika, tidak percaya dengan apa yang Alan katakan. Namun itulah kenyataannya, Alan memang hanya memindahkannya saja.


Sementara Blue Spirit, jiwa berbelanja semakin membara setelah melihat kawasan para Merchant kini telah tertata. Dirinya tidak memperdulikan lagi akan rasa penasaran kenapa Abyss Colloseum bisa menambah fasilitas dalam satu malam. Bagi dirinya yang terpenting saat ini, rasa haus di mata akan tampilan barang barang yang dipajang bisa terlampiaskan seutuhnya.


###


Iring iringan kereta kuda kini terlihat mulai memasuki Abyss Colloseum. Semua orang yang melihat hal tersebut tentu tahu, siapa yang ada di dalam kereta kuda tersebut. Ya... Raja dan petinggi Kerajaan.


Tanpa kendala iring iringan lima kereta kuda tersebut memasuki Abyss Colloseum, tentu tidak ada satupun yang berani mencoba menghadang laju kereta kuda tersebut.


"Para hadirin dipersilahkan berdiri... Kita akan menyambut kedatangan Raja Kerajaan Bangsa Demon..." Kali ini bukan Flyin yang membawakan acara, melainkan seorang NPC wanita bersuara lembut. Acara resmi seperti ini haruslah di isi dengan suara seorang wanita yang enak di dengar. Buka suara Flyin yang terdengar false.


Para penari yang tadinya mengisi acara pembukaan kini berjajar rapi di salah satu kereta kuda. Mereka terus menari sembari menunggu seseorang yang akan keluar dari kereta kuda tersebut.


"Hah... Aku pasti bisa..." Rendemiz yang bersama Selene di dalam kereta kuda merasa begitu gugup. Meskipun Selene sudah berkali kali mencoba menenangkan dirinya, dengan memberitahu jika ini hanya sebuah acara formalitas. Tetap saja... Tampil di hadapan puluhan ribu penonton merupakan sebuah tantangan baru untuk dirinya. Jika saja dirinya diijinkan, dirinya ingin menggunakan kekuatan specialnya untuk bisa kabur dari tempat ini dengan cepat.


"Tentu tidak..." Rendemiz tersenyum canggung, melihat Selene bisa menebak jalan pikirannya.


Selene pun turun dari kereta kuda tersebut, dengan balutan terusan gaun ungu yang menjuntai sampai kakinya. Hiasan silver yang menghiasi bagian dada dan pinggul gaun tersebut, ditambah belahan kaki yang memperlihatkan kaki putihnya sampai ke pangkal pahanya. Membuat Selene nampak begitu anggun ketika melangkahkan kaki keluar dari kereta kuda.


Apalagi rambut ungu yang disanggul modern menghiasi bagian atas kepala Demon wanita tersebut. Membuat semua penonton langsung terkesima dengan penampilan adik dari Raja Kerajaan Bangsa Demon tersebut. Namun tentu tidak ada yang berani mencoba memberikan perlakuan perlecehan, semua orang sadar dimana mereka berada saat ini. Hanya kematian yang akan menjadi jawaban atas tindakan tidak pantas pada anggota Kerajaan, apalagi di dalam suasana sakral seperti ini.


Rendemiz pun ikut keluar dari kereta kuda. Seorang Demon pria, dengan perawakan yang begitu tegap. Dengan jubah berwarna merah darah berhiaskan lambang kepala Demon tersemat di punggungnya. Dan pakaian khas kerajaan berwarna merah berhiaskan bordiran bordiran emas di bagian dadanya. Rendemiz nampak seperti seorang Raja sejati. Raja yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan semua wilayah Kerajaannya.


Dengan menggandeng tangan Rendemiz, Selene menemani Rendemiz untuk menuju tempat penobatan dirinya sebagai seorang Raja.


Franco Miscovic VII, atau Raja Kerajaan Demon God telah menanti kedatangan Rendemiz. Dirinya sudah tidak lagi mengenakan mahkotanya, melainkan mahkotanya kini sedang terbaring di atas bantal kecil yang dibawa seorang pelayan di sampingnya.


Rendemiz sudah hafal dengan apa yang harus dirinya lakukan. Dirinya sudah berlatih dengan Franco Miscovic VII selama beberapa hari ini. Tidak akan ada sambutan apapun dari dirinya, semua murni hanya penyerahan mahkota dan pengangkatan dirinya sebagai raja.

__ADS_1


Tanpa basa basi, Franco Miscovic VII langsung memasangkan mahkota yang sedari dulu dirinya pakai di kepala Rendemiz. Barulah setelah mahkota terpasang, Franco Miscovic VII menyerahkan sebuah pedang kepada Rendemiz. Pedang yang memang sejatinya milik Rendemiz, Timeless Blade.


Semua penonton sampai terkesima dengan pedang yang Franco Miscovic VII serahkan. Dari sekali melihat, mereka semua bisa tahu jika pedang itu pasti sebuah pedang Legendary Class. Namun tentu tidak ada yang cukup bodoh untuk merebutnya di tempat seperti ini.


"Para hadirin dipersilahkan duduk..." Sambutan dari pembawa acara setelah melihat Rendemiz mendudukkan diri di kursi singgasana yang disediakan.


"Pertarungan final turnamen Abyss Colloseum yang pertama, akan menjadi salah satu pengisi acara pengangkatan Raja Rendemiz menjadi Raja Kerajaan Bangsa Demon."


Yeeee.....


Para penonton pun bersorak, apa yang mereka tunggu tunggu telah datang.


"Kedua peserta dipersilahkan menyiapkan diri..."


Ken dan XXX muncul dari kedua sisi yang berbeda. Mereka saling memberikan tatapan tajam satu sama lain. Mencoba membunuh mental lawannya dengan tatapan yang mematikan.


###


"Jadi mereka anak anak Asmodias?" Tanya Toni setelah Alan menjelaskan perihal Kerajaan Bangsa Demon di ruang VIP Abyss Colloseum.


"Hem..." Alan hanya mengangguk, mengiyakan pertanyaan simpel dari Toni tadi.


"Kenapa tidak kamu yang menjadi raja? Kamu lebih kuat dari mereka..." Toni penasaran dengan apa yang Alan pikirkan. Jika Alan menjadi Raja, maka akan semakin mudah Alan mencari uang untuk membeli lagi tanah desanya.


"Jika aku menjadi Raja... Maka aku tidak akan bisa menghancurkan Sun Flower... Aku mungkin akan bisa membeli lagi tanah desa, tapi luka di dalam hati ini tidak akan bisa sembuh sebelum aku melihat kehancuran mereka..." Jawab Alan dengan tatapan membunuhnya.


Meskipun pandangan Alan tidak terarah ke Toni, tapi Toni bisa merasakan betapa dinginnya tatapan yang Alan berikan. Menandakan Alan begitu serius dengan ucapannya.


"Ya... Aku hanya bisa membantumu dan mendoakan dirimu dari belakang..." Batin Toni di dalam hati. Menghancurkan perusahaan Sun Flower tidak lah semudah membalikkan tangan. Sun Flower memiliki kekuatan di dua dunia, Dunia nyata dan New World. Alan mungkin bisa menghancurkan Sun Flower Guild dan semua anak cabang usahanya di New World, tapi bagaimana dengan di dunia nyata? Apa yang bisa Alan lakukan?

__ADS_1


__ADS_2