
Ken dan Blast sama sama tahu, jika mereka tidak memberikan yang terbaik dari awal. Mereka hanya akan menjadi bahan ejekan semata dalam pertarungan ini. Itulah sebabnya, mereka berdua langsung bersiap mengeluarkan kekuatan terbesar mereka sejak detik pertama.
Skill pasif Ken langsung aktif dengan sendirinya. Membuat kulit petarung tangan kosong tersebut berubah warna, dari yang tadinya putih menjadi emas seutuhnya. Bahkan rambutnya yang tadinya hitam ikut berubah menjadi emas pula.
Berbeda dengan Ken yang memiliki skill pasif untuk merubah wujud tubuh dan menguatkan tubuhnya. Blast tidak memiliki special class seperti Ken. Namun jangan salah... Meskipun Blast tidak memiliki special class seperti Ken, semua item yang dipakai oleh Blast adalah item Epic Class ke atas. Bahkan kini dirinya telah menggunakan salah satu item terbarunya, Titan Armor. Item Legendary Class yang baru saja dirinya beli di pelelangan Abyss Colloseum.
"Silent Area!"
Blast mengaktifkan salah satu skill andalannya, Silent Area. Sebuah skill yang memaksa setiap lawan di sekitarnya tidak bisa menggunakan active skill sama sekali. Blast yang merupakan seorang Assassins, tentu sangat bergantung pada skillnya tersebut untuk selalu bisa menang dalam menghadapi setiap lawannya.
"Ini..." Ken langsung mendapati adanya perubahan di dalam tubuhnya. Sama seperti anggota Light Guardian, Ken juga mampu mengontrol mananya dengan sempurna. Dirinya kini merasakan seluruh mana di dalam tubuhnya telah membeku, mustahil bagi dirinya untuk mengalirkan mananya guna mengaktifkan skill skillnya.
Sosok Blast pun langsung menghilang begitu saja, dirinya lansung menggunakan skill lanjutan bernama Stealth. Sebuah skill yang membuat tubuhnya tidak terlihat.
Melihat sosok Blast menghilang, Ken tetap tidak kehilangan ketenangannya. Dirinya sudah terbiasa menghadapi para Assassins yang tengah menggunakan skill. Lagipula dirinya adalah seorang ahli bela diri sejati, setiap indera yang ada di tubuhnya sudah terlatih untuk bisa menangkap hawa keberadaan musuh.
Penonton pun langsung bersorak dengan gembira, melihat kedua petarung yang ada di atas arena langsung mengeluarkan kekuatan maksimal mereka.
Thang...
Pertukaran serangan langsung terjadi antara Ken dan Blast. Blast sesekali muncul dan mendaratkan serangan kepada Ken, namun Ken selalu bisa menangkis tebasan belati dari Blast dengan tangan kosongnya. Belati yang dimiliki Blast seakan kehilangan ketajamannya ketika bertemu dengan tangan kosong Ken. Tangan Kosong Ken bagaikan sebuah senjata Epic Class, yang begitu sulit untuk dihancurkan.
"Sudah kuduga... Kamu memang hebat..." Blast muncul dan mendaratkan serangannya, dirinya menyempatkan diri untuk memuji kekuatan pertahanan tubuh Ken. Tubuh Ken yang telah berubah menjadi emas seutuhnya begitu sulit untuk ditembus. Skill pasif Ken satu ini tetap bisa aktif meskipun di dalam Silent Area milik Blast.
"Ini belum seberapa... Kamu akan menyesal jika tidak mulai serius dari sekarang..." Ken tahu jika Blast masih sedikit menahan diri. Sedari tadi Blast hanya mendaratkan serangan normal biasa, tanpa menggunakan skill skillnya. Jika bukan karena skill Blast yang membuat dirinya tidak bisa mengeluarkan skill activenya, mungkin Ken sudah mengakhiri pertarungan ini sedari tadi.
"Jangan terburu buru... Kita hibur penonton yang ada di sini..." Blast kembali melayangkan serangan bertubi tubinya, dan Ken terus menerus menangkis serangan Blast dengan kedua telapak tangannya.
"Kita lihat... Berapa lama skill Silent mu ini bisa menahanku..." Ken mulai tersenyum kecil. Sekuat apapun skill Active tersebut, tentu akan memiliki sebuah masa aktif. Dan setelah masa aktifnya selesai, tentu akan memasuki masa cooldown. Ken boleh saja tidak bisa mengeluarkan skill activenya saat ini, tapi semua orang juga bisa melihat. Jika Blast sendiri tidak bisa menembus pertahanan Ken. Ken hanya perlu menunggu waktu sampai skill Blast yang menahan dirinya memasuki masa cooldown.
"Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu rencanakan? Itu semua sia sia..." Blast tidak mungkin berani bermain main terlalu lama jika dirinya tidak cukup percaya diri dengan skillnya. Lagipula dirinya ingin mengetahui secara pasti seberapa lama tubuh pasif Ken tersebut bisa bertahan dari gempuran serangan biasanya.
"Baiklah kalau kamu memang ingin mengakhiri ini dengan cepat... Aku turuti mau mu..." Sosok Blast muncul dengan jarak yang cukup jauh dari Ken. Dengan kedua belati yang tersemat di tangan kanan dan kirinya, Blast siap mengeluarkan salah satu skill lainnya.
"Twin Panther!"
Kedua belati Blast langsung melayang dengan sendirinya. Kedua belati tersebut langsung berubah wujud menjadi dua buah jaguar berwarna hitam. Cakar cakar tajam dari masing masing jaguar tersebut menyembul dari masing masing kakinya, siap merobek kulit siapapun yang menjadi lawan Blast.
Blast tidak berhenti di situ... Dirinya langsung mengeluarkan sebuah pedang pendek dari tas sistemnya. Sebuah pedang pendek yang tidak kalah kualitasnya dari Twin Panther Dagger miliknya.
"Bersiaplah Ken..."
Sosok Blast langsung menghilang sekali lagi. Kedua jaguar yang tadinya berdiri di kanan kiri Blast pun langsung melaju kencang ke arah Ken. Bersiap menyerang Ken dengan cakar mereka masing masing.
__ADS_1
Thang...
Thang...
Seorang ahli bela diri sejati nampak tidak kesulitan menghadapi dua ekor jaguar dan seorang Assassins yang tidak terlihat. Nampak jelas Ken tetap bisa menangkis pedang Blast dan cakar cakar jaguar meski dirinya diserang dari beberapa sisi. Jika dirinya terpaksa tidak bisa menghindar sekalipun, tubuh keras Ken sendiri menjadi sebuah pertahanan sempurna untuk Ken.
"Ini tidak akan cukup untuk mengalahkanku Blast..."
Bruk...
Ken mendaratkan satu pukulan tepat di wajah salah satu jaguar. Membuat jaguar tersebut langsung tergeletak di atas arena pertarungan dan tak sadarkan diri.
Bruk...
Bruk...
Sekali lagi Ken mendaratkan salah satu pukulan di perut jaguar yang lainnya. Membuat jaguar yang satunya lagi tersebut kini terpental ke udara begitu tinggi, hingga akhirnya jatuh ke atas arena pertarungan dengan tak sadarkan diri juga.
"Kamu memang benar... Tapi bagaimana dengan ini?"
"Limitless ilusion!"
Sebuah kabut tipis tiba tiba menyelimuti Ken. Semua penonton pun dipaksa harus menajamkan mata mereka untuk bisa melihat keberadaan Ken.
"Ini gawat... Aku terperangkap..." Ken mengumpat pada diri sendiri. Mendapati dirinya begitu mudah masuk dalam jebakan skill lawan.
"Apa yang kamu cari?" Sebuah suara tiba tiba terdengar dari dalamnya kabut tipis yang ada di hadapan Ken.
Ken mencoba menajamkan matanya, mencoba melihat apa yang ada di dalam kabut tipis tersebut. Rasa rasanya dirinya mengenal pemilik suara yang baru saja bertanya pada dirinya tersebut.
"Kembalilah Ken... Semua yang kamu cari itu sia sia..." Suara tersebut kembali tergema dari dalam kabut tipis. Sesosok yang begitu Ken kenal kini berjalan perlahan keluar dari dalamnya kabut dan mendekati dirinya.
"Ken... Apa yang kamu cari Ken? Tempatmu bukanlah di sini... Tempatmu seharusnya bersama kami..." Sosok berkepala plontos dan berjubah biksu serba coklat tersebut mengulurkan tangan kanannya, seakan sedang mengajak Ken untuk ikut bersama dirinya.
"Biksu Agung..." Gumam Ken perlahan, melihat sosok yang begitu dirinya kenal kini tengah berada di hadapannya dan mengulurkan tangan kepada dirinya.
"Ikutlah denganku Ken... Tempatmu bukanlah di sini..."
"Tapi..." Ken mematung, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya... Dirinya serasa tidak percaya jika sosok yang telah mengusir dirinya dari Kuil Shaolin kini mengajaknya kembali.
"Ayo Ken... Ikutlah denganku..." Biksu tersebut semakin mendekati Ken, uluran tangannya kini hampir menggapai tangan Ken.
"Tidak... Kamu sendiri yang telah membuangku..." Ken menepis tangan biksu agung yang mengajak dirinya. Dirinya tidak percaya jika Biksu Agung yang telah mengusir dirinya kini mengajaknya kembali ke Kuil Shaolin. Ken bahkan lupa seutuhnya, jika saat ini dirinya tengah berada di dalam sebuah game virtual.
__ADS_1
"Aku mengaku salah Ken... Kembalilah... Dan kami akan memaafkanmu... Apa kamu lupa siapa yang telah merawatmu dari kecil?"
Ken seketika mematung, dirinya langsung teringat akan jasa jasa Kuil Shaolin yang telah menyelamatkan nyawanya dan membesarkan dirinya. Tangan kiri Ken pun reflek ingin menggapai tangan kanan Biksu Agung di hadapannya.
"Tunggu... Sejak kapan Kuil Shaolin merasa pamrih?"
"Kamu bukan biksu agung..." Ken seketika mengepalkan tinjunya, dan memukul wajah Biksu Agung di hadapannya.
###
Penonton semua masih terdiam, mereka semua bingung kenapa Ken tiba tiba berhenti bergerak di dalam kepulan kabut tipis tersebut. Mereka semua tidak menyadari, jika kini Ken tengah bertarung dengan pikirannya sendiri di dalam ilusi buatan Blast.
Wush....
Seketika angin kencang menghempaskan semua kabut tipis yang ada di sekitar Ken. Menandakan Ken tengah lolos dari jebakan ilusi milik Blast.
"Bagaimana?" Blast sedikit terkejut, selama ini belum pernah yang bisa lolos dari ilusi miliknya. Tadinya dirinya begitu percaya diri jika Ken akan mengikuti semua alur ilusi, dan menonaktifkan skill pasifnya. Membuat dirinya bisa mendaratkan serangan mematikan ke arah Ken.
"Hahaha.... Ilusimu hanyalah sebuah ilusi untuk bocah..." Ken tersenyum menang kepada Blast.
"Tidak mungkin..."
"Kamu lupa satu hal... Semua orang di Kuil Shaolin tidak memikirkan duniawi, mereka semua telah menyerahkan semua hidup mereka pada ajaran mereka. Mustahil bagi mereka untuk pamrih dengan apa yang telah mereka lakukan."
"Jadi begitu... Aku terlalu menganggap remeh dirimu rupanya..." Blast tersenyum kecut, tidak menduga jika skill ilusinya akan digagalkan hanya karena satu masalah sepele seperti itu.
"Apa kini bisa masuk giliranku?" Ken tersenyum kecil, melihat sosok Biksu Agung membuat dirinya mengingat kembali semua ajaran Kuil Shaolin yang pernah dirinya terima. Kini dirinya pun cukup percaya diri bisa mengalahkan Blast meski tanpa bantuan skill skill miliknya.
"Majulah..." Blast menyiapkan pedang pendeknya untuk bersiap bertarung dengan Kem secara jantan.
Penonton pun langsung bersorak, melihat pertarungan kini kembali berjalan begitu cepat dan ganas. Tidak ada satupun penonton yang bisa memprediksi siapa yang akan menjadi pemenang pertarungan tersebut. Mengingat kedua peserta sama sama memiliki pertahanan yang nyaris sempurna. Ken dengan skill pasif tubuh kerasnya, dan Blast yang kini diperkuat dengan zirah legendary class bernama Titan Armor. Tidak ada yang tahu sampai pertarungan ini selesai dengan sendirinya.
***
Bonus tengah malam...
Kurang tahu besok bisa update atau tidak... Karena besok ada acara keluarga. Kalau ada waktu pasti saya sempatkan
Stay safe buat kalian semua...
Ingat! Jaga jarak jauh lebih baik daripada jagain jodoh orang lain...
eeeaaa...***
__ADS_1