New World

New World
pertarungan kedua di tambang


__ADS_3

Di markas Guild King Heart, pasukan Heart Knight baru saja berkumpul. Mereka kembali log in ke New World setelah di bunuh Alan 2 jam yang lalu.


Pemain yang terbunuh dalam New World perlu waktu 2 jam untuk bisa log in lagi. Dan posisi mereka log in adalah terakhir kali pemain check point.


Untuk anggota guild tentunya akan menggunakan markas mereka sebagai check point. Mengingat jika mereka log in dan langsung berada di area luar, tentu akan mudah terserang.


Wind hunter pun ikut log in kembali. Para anggota Heart Knight terkejut melihat Wind Hunter ikut berkumpul di check point Guild. Yang menandakan dirinya berarti juga ikut terbunuh oleh Alan.


"Wind Hunter... Kamu juga terbunuh oleh dia?" tanya Red bull.


"Tidak... Aku terbunuh oleh skill Guild Master. ******** itu... Aku yakin dirinya juga ikut terbunuh oleh skill Guild Master." Jawab Wind Hunter.


Wind hunter sangat yakin jika dia berhasil membawa Alan mati bersamanya. Karena skill Light Slash milik Guild Masternya memiliki daya hancur yang besar.


"Syukurlah... Guild Master bisa membunuh ******** itu.." Red bull merasa lega mendengar kata kata Wind Hunter.


Belum sampai lidah Red Bull kering. Guild Master mereka sudah kembali online dan ikut berkumpul dengan mereka.


"Gu...Gu...Guild Master...." Wind Hunter tersentak. Tidak percaya dengan yang dia lihat.


Suasana ruangan menjadi sangat suram setelah kedatangan Guild Master King Heart. Heart Knight yang merupakan troop terkuat dari guild mereka ditambah kehadiran Guild Master kalah oleh satu orang yang hanya berlevel 25.


Kalau berita ini menyebar. Nama besar guildnya di Kerajaan South Mountain benar benar tercoreng.


"Apa?" Teriak seorang archer yang merupakan anggota Heart Knight.


"Ada apa?" Tanya Heart King yang terkejut dengan teriakan bawahannya.


"Guild Master... Di chat forum... Beredar video pertempuran kita tadi." Kata archer itu dengan sedikit terbata bata.


Heart King langsung melihat chat forum dan benar saja.


PEMBANTAIAN HEART KNIGHT


Judul dari video tersebut sungguh menimbulkan tanda tanya bagi siapapun yang melihatnya. Heart King langsung membuka video tersebut untuk memastikannya


Seperti yang dia takutkan. Video itu berisi pertarungan lengkap antara Heart Knight dengan Alan. Video berhenti sampai Alan menghabisi Heart King dengan tombak angin.


"Kurang ajar..." Heart King langsung menebaskan pedangnya ke lantai ruangan. Lantai marmer itu pun langsung retak.


"Akan kupastikan dia menyesali perbuatanya." Seru Heart King.


####


Alan yang telah selesai mengumpulkan drop item langsung masuk ke tambang. Alan ingin memberi tahu warga yang bekerja di tambang kalau mereka tidak perlu bekerja seperti orang gila kerja lagi.


"Tuan Honorable Guest. Ada apa kamu datang kemari?" Tanya salah satu pria yang melihat Alan datang. Pria itu terlihat sudah berumur 50an tahun.


"Bapak bapak semua... Kalian semua sudah bebas... Kalian tidak perlu bekerja seperti ini lagi." Kata Alan dengan keras agar semua warga mendengar.


Bukan sorakan atau pun sanjungan yang Alan dengar. Melainkan gelak tawa dari para warga yang menganggap Alan gila.


"Aku serius..." Kata Alan yang sedikit tersinggung dengan tertawaan para warga.


"Anak muda... Berhentilah bercanda. Kami sedang bekerja." Kata pria itu lagi.


"Bapak... Saya serius... Saya sudah mengalahkan para penjaga yang menjaga tambang ini. Mereka tidak akan berani mengganggu kalian lagi." Kata Alan mencoba meyakinkan pria tersebut.


Pria itu hanya tersenyum. "Anak muda... Ini tidak sesederhana yang kamu pikirkan. Jika kamu sudah mengalahkan penjaga tambang. Lalu kenapa? Kerajaan pasti akan mengirim pasukannya lagi kemari, dan semua akan kembali lagi seperti ini."


Alan pun kaget dengan jawaban pria itu. Dia lupa jika yang menjadi dalang semua ini adalah Kerajaan South Mountain, bukan Heart King Guild.


"Kakak AS... Gawat..." Clara menghubungi Alan melalui crystal link.


"Ada pasukan yang mendekat ke arah tambang. Dari kelihatannya, mereka berjumlah 100 an dan berperalatan lengkap."


"Mereka sudah datang lagi?" Alan tersentak akan berita yang Clara beri.


Pria ini benar. Kerajaan tidak akan tinggal diam begitu saja. Alan pun langsung berlari keluar untuk menghadapi pasukan yang datang tersebut. Freya berusaha mencegah Alan tapi Alan begitu keras kepala. Akhirnya Freya pun mengikuti alan.


"Apa yang harus aku lakukan? Semua jebakanku sudah ku pakai." Batin Alan yang terus berpikir sambil berlari keluar tambang.


'Joker... Kamu punya ide untuk menghadapi mereka?'


[Musuh belum terdeteksi, kemampuan musuh masih belum di ketahui. Jalan keluar adalah menyelamatkan diri.]

__ADS_1


'Ahhh.... Sial...'


Alan menghadang di pintu masuk tambang dan menyuruh Freya untuk pergi dari tambang. Dia tidak peduli jika dirinya mati menghadapi pasukan kerajaan itu


paling paling hanya kehilangan 1 level dan peralatan. Berbeda jika Freya yang mati, dirinya benar benar mati tidak bisa bangkit lagi.


Freya sempat menolak dan ingin menemani Alan, tapi setelah Alan jelaskan kondisi dan resikonya Freya pun menurut. Alan hanya meminta Freya memberikan beberapa tanaman Gynora.


Alan segera merebus gynura tersebut dengan peralatan seadanya. Untungnya peralatan alchemistnya selalu ada di tasnya. sebenarnya Alan ingin membuat Red Iron Spark. Tapi waktu yang diperlukan untuk membuat Red Iron Spark cukup lama. Dan Alan sedang tidak memiliki waktu yang cukup.


Hanya efek samping dari uap daun Gynora ini sajalah yang bisa Alan andalkan sekarang. Mengingat dia cuma perlu merebusnya.


Pasukan itu pun sudah sampai di depan tambang. Alan bahkan belum selesai merebus daun Gynora. Akhirnya Alan membiarkan daun Gynora itu untuk bisa mendidih sendiri. Sembari Alan menghadapi pasukan yang datang.


Alan benar benar terperangah saat melihat pasukan tersebut. Semua bersenjata lengkap. Beberapa orang bahkan menaiki kuda.


"Dimana teman temanmu?" Bentak pria yang duduk diatas kuda putih.


Dari peralatan dan kudanya yang terlihat paling bagus diantara yang lainnya. Pria ini pasti pemimpin pasukan.


"Teman? Aku sendirian disini." Alan berusaha menutupi keberadaan Freya yang dia suruh pergi.


"Jangan bercanda kamu... Tidak mungkin kamu sendirian. Suruh keluar teman temanmu." Bentak pria itu lagi.


"Sudah kubilang aku sendirian disini." Alan tidak kalah membentak. Alan mencoba mengulur waktu agar daun Gynoranya bisa mendidih dan menghasilkan uap.


"Baiklah kalau kamu tidak mau memanggil teman temanmu. Akan kubuat kamu memaksa memanggil mereka." Pria itu tersenyum dengan licik seakan dirinya merencanakan sesuatu.


Alan pun merasakan dirinya akan dalam bahaya. Segera alan mengeluarkan panahnya dan menembakkan Wind arrow ke pria tersebut.


Ciuu....


Thang...


Wind Arrow Alan langsung lenyap setelah di tangkis oleh pria tersebut. Pria tersebut langsung mengangkat pedangnya. Pertanda memberikan komando kepada pasukannya untuk menyerang.


Dengan komando dari pria tersebut, pemanah dan penyihir di belakang pria tersebut langsung melontarkan serangan ke arah Alan. Alan berusaha sebisa mungkin untuk menghindari serangan.


Thang.... Thang...


Bunyi panah yang berhasil di tangkis Alan.


Alan terpental karena serangan bola api. Hpnya langsung turun 300 poin. Belum sempat Alan bisa berdiri dengan utuh. Sebuah batu besar mengarah kepadanya.


Alan yang tidak bisa melompat, akhirnya mengaktifkan Shadowing untuk masuk ke bayangan batu.


Duar...


Kepulan debu langsung menyebar dari tempat batu itu mendarat. Alan langsung keluar dari bayangan dan meminum potionnya untuk mengembalikan Hpnya.


"Kalau begini terus bisa bahaya..." Alan merasa dirinya tidak akan menang melawan pasukan musuh.


Serangan sihir dari pasukan musuh bahkan lebih kuat dari serangan elementalist Heart King Guild. Alan tidak bisa menghindari serangan tersebut dengan sempurna.


Alan melihat ke arah panci daun Gynora yang sedang dia masak. Daun Gynora sudah mulai mendidih. Tapi uap yang di hasilkan masih terlalu sedikit. Jika Alan memaksa menggunakannya, dia belum tentu bisa memenangkan pertarungan.


"Satu satunya cara adalah mengulur waktu."


Alan pun menarik busurnya dan melepaskan sebuah anak panah. Di ujung anak panah itu terdapat setabung kecil Red Iron Spark.


"Tinggal 5 lagi... Aku harus menggunakannya dengan bijak." Batin aalan sambil melesatkan anak panahnya ke arah elementalist.


Thang.... Duar....


Anak panah alan di tangkis dengan pedang pasukan melee class. Tapi melee class itu tidak tahu jika anak panah alan terdapat red iron spark yang dapat menimbulkan api jika terkena percikan api sekecil apapun.


Pimpinan pasukan pun terkejut dengan semburan api yang terjadi.


"Hati hati dengan panahnya!" Kata pria tersebut.


Alan menggunakan kesempatan ini untuk mendekat ke panci daun Gynora. Dengan cekatan Alan memasukkan panci ke dalam tasnya.


Duar duar...


Serangan bola api menyerang Alan lagi. Untungnya Alan sempat mengaktifkan Wind shieldnya.

__ADS_1


Wind Shield Alan langsung pecah setelah terkena serangan 3 bola api secara telak.


Alan tidak berlama lama menunggu serangan musuh selanjutnya. Dirinya langsung berlari mendekat ke arah musuh.


"Sudah mau cari mati?" Gumam pimpinan pasukan.


"Tangkap dia!" Seru pimpinan itu lagi.


Melee class langsung bergerak maju ke arah Alan. Mencoba untuk menangkap Alan.


Alan dengan skill ashadowingnya menghindari musuhnya satu persatu. Masuk ke bayangan. akeluar dan langsung melompat, mendarat tepat di bayangan musuh dan masuk lagi.


Ketika Alan sudah berada di tengah tengah kepungan pasukan musuh. Alan langsung mengeluarkan panci panas daun Gynora, dan meninggalkannya disana.


Uap dari daun Gynora belum terlalu banyak, jadi belum ada efek samping yang dirasakan oleh pasukan musuh.


Alan terus menghindari serangan musuh satu demi satu. Tapi namanya juga mendapat serangan dari berbagai arah, Hp Alan pun terus turun. Untungnya Alan selalu bisa menghindari terkena serangan di bagian vital. Jadinya Alan bisa terus hidup dengan bantuan potion.


Alan menembakkan 2 panah berred iron spark ke pasukan yang berada di dekat panci.


Duar....


asemburan api ikut mengenai panci dan uap yang dihasilkan semakin banyak.


"Seperti yang kuduga. Ini akan berhasil. "


Alan menembakkan lagi panahnya, kali ini langsung ke bagian bawah panci.


Duar....


adengan menjadi pusatnya semburan api, suhu di panci langsung naik dan menghasilkan uap yang banyak. Alan pun tidak berlama lama lagi...


"Tornado dance!"


Angin puyuh langsung muncul di samping panci. Panci itu terbang dan memuntahkan air dan daun yang tadi di dalamnya. Uap dari tumpahan air langsung menyebar dan menjadi satu dengan angin puyuh.


Pasukan melee class yang tidak siap dengan kehadiran angin puyuh langsung terhisap dan ikut terbang bersama panci.


Mau tidak mau mereka pun menghirup uap daun Gynora yang menjadi satu dengan tornado. Rasa kantuk yang luar biasa hebat langsung menyerang mereka. Mereka pun hanya bisa tidur dalam mimpi indah dalam hembusan angin puyuh.


Bluk...


Bluk...


Suara pasukan melee class yang terjatuh satu persatu. Pimpinan regu sempat merasa ketakutan melihat angin puyuh yang besar. Tapi setelah melihat pasukannya tidak terluka dia pun merasa sedikit lega. Namun itu karena dia tidak menyadari kalau pasukannya sedang bermimpi indah semua.


"Apa? Sihir apa yang kamu gunakan?" Pimpinan pasukan itu pun terheran setelah mengetahui pasukannya tertidur semua. Dia belum pernah mendengar sihir yang bisa membuat orang tertidur secara masal.


"Bukan sihir... Tapi keahlian." Kata Alan sambil menggunakan Shadow Stabnya. Alan langsung muncul di belakang pimpinan regu dan menusuknya.


Thang....


Belati Alan berhasil di tangkis dengan pedang.


"Jangan harap bisa semudah itu." Sinis pimpinan regu.


Alan langsung mengambil Short Wind Bladenya dan mengarahkan ke lawannya.


Thang...


Berhasil di tangkis lagi.


Lagi... Lagi... Dan lagi... Tebasan demi tebasan dari belati dan pedang Alan selalu berhasil di tangkis. Alan tidak bisa melukai sedikitpun lawannya kali ini. Lan hanya bisa membuat lawannya turun dari kuda putihnya.


Para penyihir dan pemanah pun hanya terpana melihat pertarungan mereka berdua. Baru kali ini mereka melihat orang lain bisa beradu pedang dengan pimpinannya secara seimbang.


Adu pedang Alan dan pria tersebut semakin seru. Alan merasa lawannya ini tidak memiliki celah untuk di serang.


"Kalau tidak ada celah untuk dilihat. Kita harus membuatnya sendiri." begitulah pesan Pak andre yang Alan ingat.


Alan sengaja membuat belatinya kalah dalam beradu. Sehingga tangan Alan terlihat seperti terpental. Seperti yang Alan prediksi, lawan Alan langsung meneruskan serangannya ke leher Alan. Alan pun melihat celah di sebelah kanan atas, Alan menggunakan kesempatan ini. Hanya saja dirinya harus bisa lebih cepat dari lawannya, karena lawannya juga sedang mengincar lehernya.


Alan langsung mengaktifkan Shadow Stepnya untuk meningkatkan agilitynya. Pedang pendek Alan langsung menebas dengan cepat ke sisi kanan pria tersebut. Pedang pria tersebut juga sedang berayun ke arah Alan.


"Tunggu..."

__ADS_1


Tinggal beberapa cm lagi kedua pedang itu saling menebas leher. Tapi keduanya terhenti karena suara yang mereka kenal.


"Freya?" Alan dan pria itu bersamaan.


__ADS_2