
Dikepung tiga orang player anak buah Deathmark cukup membuat Clara kerepotan. Tiga orang player yang masing masingnya merupakan melee class terus menyerang Clara dengan membabi buta. Clara pun terpaksa harus bertahan tanpa bisa memberikan serangan balik. Jelas terlihat jika anak buah Deathmark mengalami peningkatan atribut yang signifikan setelah mendapatkan kekuatan kegelapan dari Sander.
"Sial... Darimana mereka mendapat kekuatan seperti itu." Clara yang pernah menghadapi anak buah Deathmark tentu merasa curiga akan peningkatan kekuatan mereka yang signifikan. Clara tahu jika player akan bertambah kuat jika level mereka naik, tapi kenaikan kekuatan anak buah Deathmark benar benar tidak wajar.
"Hahaha... Menyerahlah gadis manis... Kamu tidak akan bisa mengalahkan kami bertiga." Salah satu player yang menggunakan tombak tertawa melihat Clara yang terus berjalan mundur untuk menyeimbangkan langkahnya.
Merasa tidak akan bisa menang jika menghadapi ketiga player tersebut seorang diri. Clara mengambil jarak beberapa langkah ke belakang untuk mempersiapkan skillnya.
"Beruntunglah kalian menjadi orang pertama yang melihatku menggunakan ini." Clara langsung mengarahkan oread sword yang dipegangnya ke atas.
"Gaia Soldier!"
Ketiga player yang melihat apa yang Clara lakukan tentu tahu jika Clara sedang mempersiapkan sebuah skill. Mereka pun tentu tidak ingin memberikan waktu yang cukup bagi Clara untuk bisa mengaktifkan skillnya dengan sempurna. Ketiga player tersebut langsung menyerang Clara kembali.
Thang...
Thang...
Thang...
Setiap tebasan dari ketiga player tersebut tidak ada yang sampai ke tubuh Clara. Senjata senjata mereka tertahan oleh gundukan gundukan tanah yang tiba tiba muncul di hadapan Clara. Lima gundukan tanah tersebut terus membesar sampai setinggi 3 meter. Dan setelah mencapai ketinggian maksimal, gundukan tanah tersebut berubah bentuk, perlahan lahan mengeluarkan lengan, membentuk kepala dan kedua kaki.
"Mo... Monster tanah?" Ketiga player tersebut tentu terkejut mendapati adanya monster setinggi 3 meter muncul di hadapan mereka.
"Monster tanah? Sembarangan sekali kamu memanggil boneka boneka lucuku dengan sebutan monster." Clara yang tengah melompat ke salah satu bahu monster golem memberikan senyuman jahatnya.
"Hancurkan mereka!" Tanpa basa basi Clara memerintahkan keempat monster golem lainnya untuk menghabisi ketiga player yang tadi mengincar dirinya. Sementara dirinya tetap berdiri dengan santai di atas salah satu monster golem. Setiap Monster golem memiliki atribut yang sama dengan Clara. Walaupun ketiga player tersebut memberikan perlawanan, namun kerasnya tubuh monster golem menjadikan senjata yang ketiga player tersebut gunakan menjadi tidak berarti. Ketiga player tersebut hanya bisa pasrah menjadi bulan bulanan boneka baru Clara.
"Hem... Sepertinya aku harus mulai memikirkan nama untuk kalian." Clara termenung sejenak untuk memikirkan nama untuk boneka boneka golem barunya.
Kemunculan Monster golem setinggi 3 meter di dalam ibukota tentu membuat heboh yang melihatnya. Tidak terkecuali anak buah Deathmark yang melihat dari kejauhan. Mereka pun segera bergegas menuju ke tempat kemunculan monster golem tersebut. Mereka yakin jika pasukan revolusi berada di balik kemunculan monster golem tersebut.
###
"Hati hati dengan mereka... Atribut mereka telah naik dengan signifikan!" Alan yang melihat anak buah Zegra datang menyerang mencoba memperingatkan Shoote sun dan Nightwalker. Alan tidak tahu pasti bagaimana Zegra dan anak buahnya bisa mendapatkan kenaikan atribut secara signifikan, lagipula Alan juga tidak ingin repot repot mencari tahu. Tapi melihat aura kegelapan yang keluar dari tubuh mereka, Alan bisa sedikit menarik kesimpulan jika aura tersebut pasti ada hubungannya.
__ADS_1
Alan tidak berani bertindak sembarangan dengan memisahkan diri dari kelompoknya, Alan takut jika keselamatan Shoote Sun dan Nightwalker akan terancam jika dirinya memisahkan diri.
Alan dan Nightwalker bekerjasama menangkis para melee class yang datang memberikan serangan, sedangkan Shoote Sun dengan lihainya mementahkan serangan jarak jauh dari para range class.
"Habisi wanita itu terlebih dahulu!" Zegra bisa mengetahui betapa pentingnya peran Shoote Sun dalam pertempuran ini. Setiap serangan range class yang seharusnya bisa mengenai Alan ataupun Nightwalker selalu bisa dimentahkan dengan sempurna.
Para range class yang sedari tadi mengarahkan serangannya ke arah Alan dan Nightwalker kini merubah arah sasarannya. Alan bisa tahu jika serangan para range class kini berganti mengincar Shoote sun. Namun dirinya juga tidak bisa berbuat banyak, mengingat dirinya sedang kerepotan menghadapi lima player melee class.
"kalau saja aku sendirian..." Alan menyayangkan dirinya sedang bersama dengan Nightwalker dan Shoote sun. Kalau saja Alan sendirian, Alan pasti sudah menggunakan Black Breathnya untuk menghentikan pergerakan lawan lawannya. Namun tentu Alan tidak berani menggunakannya sekarang.
Tempat pertarungan Alan dan teman temannya benar benar tidak menguntungkan. Jalanan yang hanya selebar 4 meter, Bangunan sekeliling yang tinggi, jika Alan menggunakan Black Breathnya disini baik Shoote Sun ataupun Nightwalker pasti akan ikut terkena dampaknya.
Merasa tidak punya pilihan, Alan mengeluarkan sebuah botol poiton dari tas sistemnya di sela sela pertarungan. Kelima player yang mengepung Alan nampak tidak memberikan nafas kepada Alan untuk sekedar membuka tutup botol poiton. Mereka terus menyerang Alan, sampai sampai Alan harus menggunakan mulutnya untuk membuka tutup botol poiton.
tes...
tes...
Dengan hati hati Alan mengoleskan poiton ke pedang dan belatinya. Membuat kedua senjata Alan tersebut sempat bersinar keunguan sebentar setelah diolesi poiton.
"Apa yang kamu lakukan bocah?" Kelima player yang mengepung Alan tentu tahu jika Alan melakukan sesuatu kepada senjatanya, sampai sampai kedua senjata Alan bersinar keunguan walaupun hanya sebentar.
Kecepatan... Hanya kecepatan yang Alan butuhkan untuk membunuh kelima player yang mengepung Alan. Semua karena Wolf fang poiton yang telah Alan oleskan ke senjatanya. Alan hanya perlu memberikan luka goresan kepada lawannya dan racun Wolf fang akan langsung meresap ke dalam tubuh lawannya. Menggunakan agility yang meningkat dua kali lipat, Alan memberikan tebasan tebasan ringan ke setiap player yang mengepungnya.
[Player telah terkena Wolf fang Poiton.
Hp akan turun 200 poin setiap detik.]
Notifikasi notifikasi langsung terdengar di telinga setiap player yang mengepung Alan. Kelima Player tersebut langsung memegangi bagian tubuh mereka yang telah Alan lukai. Jeritan kesakitan langsung menyeruak keluar dari pita suara mereka.
Bagaikan digigit serigala! Itu mungkin yang bisa di gambarkan oleh kelima player tentang rasa sakit yang mereka rasakan. Walaupun hanya luka goresan yang Alan berikan, luka tersebut memberikan rasa perih yang sangat. Luka yang tadinya kecil pun ikut membesar seiring dengan semakin perihnya rasa sakit yang dirasakan.
Alan tentu tidak berhenti untuk melihat raut muka kesakitan kelima player tersebut. Alan langsung membantu Nightwalker yang tengah kerepotan dalam menghadapi lima player juga.
Slash...
__ADS_1
Slash...
Tidak perlu waktu yang lama bagi Alan untuk mendaratkan luka goresan kepada lima orang yang mengepung Nightwalker. Kelima player lainnya langsung jatuh tersungkur di atas tanah, memegangi bagian tubuh yang Alan berikan luka.
"Apa yang kamu lakukan?" Zegra tidak bisa paham dengan apa yang Alan lakukan. Alan hanya memberikan luka goresan kepada anak buahnya. Namun anak buahnya langsung jatuh tersungkur di atas tanah.
"Kamu akan tahu setelah merasakannya." Alan melompat ke atas bangunan tempat Zegra berdiri. Alan ingin cepat mengakhiri pertarungan ini sebelum durasi Shadow Stepnya habis. Akan sangat merepotkan jika harus menghadapi para player ini tanpa skill Shadow Step. Lagipula Alan tidak memiliki terlalu banyak waktu untuk meladeni cecunguk cecunguk seperti Zegra saat ini.
Kesepuluh range player yang berada di dekat Zegra langsung tumbang di hadapan Zegra. Jangankan range class yang tidak terlalu fokus dengan kekuatan fisik, melee player saja akan sangat kesulitan untuk menghadapi Alan jika Alan sudah mengaktifkan Shadow Stepnya.
Zegra tahu jika dirinya akan menjadi sasaran Alan selanjutnya jika tidak cepat bertindak. Zegra langsung melompat ke belakang dan menembakkan anak panah eagle wing terakhirnya. Tidak peduli jika anak panahnya akan ikut membunuh anak buahnya yang terkapar di hadapannya, yang terpenting Zegra dapat membunuh Alan kali ini.
Zegra tersenyum puas melihat anak panah berselimut elang angin tersebut meluncur ke arah Alan. Zegra sangat yakin jika serangannya kali ini akan bisa membunuh Alan, mengingat atributnya telah naik 50 persen akibat kekuatan kegelapan.
"Seranganmu mengarah kemana?" Tiba tiba suara seseorang yang sangat Zegra hafal terdengar di belakang telinganya.
Alan langsung menggunakan Shadow stab setelah melihat Zegra menarik busurnya. Dan kini Black poiton daggernya tengah menyasar leher Zegra.
"Kau..." Zegra mengayunkan busur panahnya ke arah Alan. Zegra tahu jika apa yang Alan lakukan adalah salah satu skill yang dimiliki oleh Alan.
Thang...
Zegra berhasil menahan tebasan dari belati Alan. Namun bukannya merasa senang, Zegra merasakan nyeri di kaki kanannya. Zegra melihat ke arah asal nyeri, tebasan sedalam 2 cm dan sepanjang 5 cm tengah menghiasi paha kanannya. Luka tersebut adalah luka yang alan berikan dengan pedang di tangan kirinya.
"Ka..." Zegra tidak bisa menyelesaikan kata katanya, Rasa sakit luar biasa terasa di kaki kanannya. Luka yang tadinya hanya sepanjang 5 cm dengan perlahan melebar, luka yang tadinya sedalam 2 cm dengan perlahan semakin dalam. Hp Zegra pun berkurang 200 poin setiap detiknya.
"Kamu mungkin lupa jika aku adalah pengguna racun. Mau setinggi apapun atribut yang kamu miliki, akan sia sia jika sudah terkena racunku." Bisik Alan pada Zegra yang entah mendengarkan perkataanya atau tidak.
Dengan jelas Zegra mendengar perkataan Alan. Namun dirinya tidak ingin menyianyiakan tenaganya untuk sekedar membalas ocehan Alan. Sambil menahan hebatnya rasa sakit yang melandanya, Zegra mengambil sebuah tabung kecil dari tas sistemnya. Tabung kecil tersebut terbuat dari bambu, panjangnya hanya 10 cm, salah satu ujungnya pun bisa dilepas.
Dan tujuan Zegra adalah melepas salah satu ujungnya tersebut, dilepas, di arahkan ke udara.
Ciu...
Duar...
__ADS_1
Kembang api berwarna merah meledak di ketinggian. membuat semua orang di ibukota kerajaan bisa melihatnya.
Alan terdiam akan kembang api yang baru saja Zegra ledakkan. Bukan karena terdiam karena terpana akan keindahan. Tapi lebih ke berpikir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Alan yakin jika Zegra sedang memberikan tanda kepada teman temannya tentang lokasinya.