New World

New World
langkah sander


__ADS_3

sander yang mendapat tugas untuk memberantas pasukan revolusi dari raja robert memang telah mengeluarkan harga buronan untuk setiap pasukan revolusi yang berhasil dibunuh maupun ditangkap. namun bukan berarti dirinya hanya berdiam diri saja.


dengan bola kristal di depannya, sander mengawasi seluruh ibukota. hal hal yang mencurigakan sedikit saja pasti langsung akan nampak di bola kristal yang ada di hadapannya.


"hem... ada apa ini?" gumam sander ketika bola kristal menampilkan adegan seorang pria yang sedang dipukuli oleh 2 orang wanita.


"ohh... ternyata hanya pria hidung belang..." sander tertawa cekikikan ketika melihat kesialan pria tersebut yang dipukuli oleh dua orang wanita. begitu bodohnya pria hidung belang tersebut karena telah salah memilih korban.


namun sander langsung berhenti tertawa begitu melihat kedatangan seorang pria di dalam bola kristal. "dia..." sander tentu sangat ingat dengan orang yang telah merebut tambang di bagian selatan kerajaan south mountain. seseorang yang memaksa dirinya memasang buronan 1000 keping emas untuk kepalanya.


"aku harus cepat bertindak!" sander langsung mengambil sebuah benda kecil di lemari penyimpanannya. benda kecil itu merupakan sebuah pin yang dapat digunakan untuk melacak orang yang ditempelinya.


bergegaslah sander menuju tempat alan berada. tidak perlu waktu lama baginya untuk bisa sampai ditempat alan berada. dilihatnya alan berjalan bersama dengan 3 orang wanita.


"ini saatnya..." sander langsung menubrukkan dirinya pada alan ketika alan berbalik badan. namun dengan cekatan tangannya telah berhasil menempelkan pin pelacak di jubah alan.


"maaf?" perkataan alan tentu langsung terucap begitu tabrakan itu terjadi.


"tidak apa apa anak muda..." bagi sander tabrakan tersebut memang sengaja dibuatnya agar alan tidak menyadari tujuan utamanya. karena tujuan utamanya telah tercapai, sander bergegas kembali ke ruangannya.


sebenarnya bisa saja sander langsung menggerakkan pasukan untuk menangkap alan. hanya saja sander tentu ingin tahu tujuan utama seseorang yang sedang diburu oleh kerajaan datang ke ibukota seperti ini.


jika tidak karena hal yang sangat penting, mustahil bagi orang yang sedang diburu kerajaan south mountain mau mendatangi pusat dari kerajaan south mountain. hal itu sama halnya dengan membawakan daging ke kandang singa.


"apa yang dia lakukan di kediaman puteri leoni?" gumam sander sembari dirinya mengawasi alan dengan bola kristalnya.


"apa dia akan menculik puteri leoni?" sander tentu tidak langsung bertindak. dirinya ingin mengetahui tujuan utama alan lebih jauh. bukan hal yang sulit baginya untuk menghentikan alan jikalau memang alan berniat untuk menculik puteri leoni.


semakin lama sander mengawasi bola kristal, semakin buruk pula raut wajahnya. "tidak... tidak mungkin jika..." sander mencoba untuk menolak kenyataan yang sebenarnya setelah melihat alan dengan santainya meninggalkan kediaman puteri leoni.

__ADS_1


"tapi... kenapa? kenapa puteri leoni melakukan hal seperti itu?" sander tidak habis pikir jika puteri leoni adalah orang yang berada di balik pasukan revolusi.


sander mencoba menolak kenyataan dan mencari alasan dibalik itu semua. namun bukti jika alan hanya datang ke kediaman puteri leoni hanya untuk sekedar mengobrol sudah menjadikan cukup bukti jikalau puteri leoni terlibat dalam pasukan revolusi.


"aku tidak boleh terburu buru... lebih baik aku melaporkan ini kepada raja robert terlebih dahulu." sander sadar diri jikalau posisi puteri leoni jauh lebih tinggi daripada dirinya di kerajaan. itulah sebabnya dirinya tidak berani gegabah mengambil keputusan.


tanpa basa basi lagi sander bergegas keruangan raja robert untuk memberikan informasi yang baru saja dia dapatkan.


"yang mulia..." sander memberi hormat pada raja robert yang tampak sedang asyik memainkan dayang dayangnya.


"ada apa sander?" raja robert langsung menghentikan aktifitas nakalnya dan menyuruh dayang dayangnya pergi. dirinya sangat hafal dengan sander, tidak akan menemui dirinya jika tidak untuk membahas masalah yang penting.


"maaf atas kelancangan hamba yang mulia... hamba ingin melaporkan sesuatu." sander membungkuk sambil menyerahkan bola kristalnya.


raja robert langsung maju untuk mengambil bola kristal sander. "apa ini?" raja robert tentu bingung dengan bola kristal yang diberikan sander.


"kurang ajar..." raja robert langsung melempar bola kristal yang ada di tangannya sekuat tenaga ke lantai begitu tampilan alan dan puteri leoni selesai. bola kristal tersebut pun langsung pecah berkeping keping.


sander yang melihat bola kristalnya hancur berantakan pun hanya bisa meratapinya. dirinya pun sangat menyesal telah membiarkan raja robert melihat langsung dari bola kristal. namun apa daya, dirinya tentu tidak berani mengutarakan kekesalannya.


bagaimana tidak, bola kristal yamg dihancurkan raja robert merupakan satu satunya alat yang bisa dirinya gunakan untuk memantau seluruh ibu kota beserta isinya dari ruangannya. alat pelacak yang dirinya tempelkan pada alan pun kini tidak akan berguna lagi.


"anak tidak tahu diri!" raja robert begitu marah mengetahui puteri leoni terlibat dalam pasukan revolusi.


"sander... cepat bawa dia kemari!"


"mohon untuk tenang dulu yang mulia... kita belum tahu pasti mengenai kebenarannya." sander mencoba menenangkan raja robert. meskipun bukti akan keterlibatan puteri leoni sudah mencukupi, tapi alangkah baiknya jika langkah yang diambil tidak gegabah. itulah sebabnya sander mencoba menenangkan raja robert.


"apa maksudmu? kamu ingin melindunginya?"

__ADS_1


"hamba tidak berani yang mulia... namun kita tidak tahu pasti posisi puteri leoni di pasukan revolusi sebagai apa. alangkah baiknya jika..."


sander pun menjelaskan pada raja robert tentang rencananya. dirinya ingin menggunakan puteri leoni sebagai sandera maupun sumber informasi yang bisa digunakan untuk memberantas pasukan revolusi.


merasa gagasan sander begitu menarik, raja robert akhirnya pun setuju dengan gagasan sander. meskipun di dalam hatinya dirinya sangat marah karena puterinya sendiri telah bergabung dengan pasukan yang ingin merebut kekuasaan darinya.


"lakukan yang perlu kamu lakukan! pastikan rencanamu berhasil!" raja robert langsung menyuruh sander pergi. dirinya perlu waktu sendiri untuk menenangkan hatinya yang marah.


tidak menunggu sampai diperintah dua kali, sander langsung undur diri untuk mempersiapkan hal hal yang perlu dirinya lakukan.


###


setelah menemui puteri leoni, alan langsung bergegas ke penginapan tempat shoote sun dan yang lainnya beristirahat. " kita akan pergi dari ibukota malam ini. shoote sun, bisa kamu tetap log in nanti malam?"


"tentu..." shoote sun mengerti kenapa alan memilih untuk segera meninggalkan ibu kota setelah menemui puteri leoni. tentunya alan mendapatkan tugas yang harus segera dirinya lakukan.


sembari menunggu malam, alan memilih untuk mempersiapkan stock poiton dan potionnya. dirinya tidak ingin menyianyiakan waktu hanya dengan tiduran sambil menunggu malam tiba.


begitu malam tiba, alan dan yang lainnya langsung bergegas meninggalkan ibukota. pengawalan pintu gerbang pada malam hari tidaklah seketat sewaktu siang hari. alhasil, hanya dengan bermodalkan fungsi kamuflase dari jubahnya, alan dan freya bisa melewati penjagaan tanpa diketahui identitasnya sebagai elf.


"kemana kita akan pergi?" shoote sun tentu ingin memastikan tujuan alan selanjutnya setelah hanya mampir di ibukota. kini mereka berempat kembali ke hutan dekat ibukota untuk mengambil kuda mereka yang mereka tinggal di hutan. untung saja kuda kuda itu tidak dicuri maupun dimangsa oleh monster.


"kita akan kembali ke barat. kita akan membantu pergerakan pasukan revolusi disana."


"lalu bagaimana dengan sisi yang lainnya?" shoote sun tentu merasa langkah yang diambil alan kurang tepat. mengingat pembantaian penduduk lokal hampir terjadi di seluruh sisi kerajaan south mountain. mustahil bagi mereka untuk bisa menghentikan seluruh pembantaian yang dilakukan oleh player player.


"puteri leoni akan mulai menggerakkan pasukan revolusi dari segala sisi. untuk itulah kita segera membantu wilayah barat. kita hanya bisa berharap pasukan revolusi yang lain bisa menghentikan pembantaian penduduk di sisi yang lain."


shoote sun pun mengerti dan tidak bertanya lebih jauh. mereka berempat pun langsung berangkat malam itu. karena semakin cepat mereka bergabung dengan pasukan revolusi, semakin cepat pula kekacauan ini bisa diatasi.

__ADS_1


__ADS_2