
Shadow Zone bukan sebuah skill. Shadow Zone adalah sebuah kemampuan khusus dari darah Bangsa Demon milik Alan. Dengan Shadow Zone Alan bisa mengendalikan area di sekitar tubuhnya sesuai keinginannya.
Dan Alan berhasil membuat serangan fatal dari Full Winter tidak berarti. Alan menukar tubuhnya dengan prajurit bayangan miliknya tepat sebelum serangan Full Winter mengenai dirinya. Membuat serangan Full Winter pun hanya menghancurkan prajurit bayangan milik Alan.
"Siapa sebenarnya kamu?" Full Winter tidak bisa untuk tidak bertanya kepada Alan yang tiba tiba muncul di dekatnya.
Dirinya sudah yakin jika dirinya akan mati saat ini. Dirinya hanya perlu mengetahui identitas Alan untuk menjadikannya bahan laporan pada para pemegang saham Sun Flower Guild.
"Aku?" Alan hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Full Winter. Terpancar rasa kebencian yang mendalam ketika Full Winter melihat senyum di wajah elf player tersebut.
Alan pun mendekati tubuh Full Winter yang sudah tidak bisa bergerak. Mendekatkan wajahnya ke telinga Full Winter untuk membisikkan sesuatu.
"Aku adalah orang yang akan menghancurkan Sun Flower Guild. Tidak peduli di dunia ini atau pun di dunia nyata. Aku akan menghancurkan kalian hingga tak bersisa!" Bisik Alan sembari menusukkan belati miliknya tepat ke jantung Full Winter.
"Aaargh..." Mata Full Winter melotot. Bukan karena rasa sakit yang dideritanya, tapi lebih karena terkejut akan jawaban yang diberikan oleh Alan.
S**iapa Alan? Kenapa dia berani untuk menantang Sun Flower Guild? kekuatan mana yang berada di balik sosok itu?
Full Winter pun harus rela kembali ke dunia nyata dengan beragam pertanyaan yang ada di kepalanya.
"Guild Master?" Black Crown hanya menggeram, melihat Guild Masternya mati dibunuh di hadapannya.
Meski pun bukan mati yang sebenarnya. Namun tetap saja... Hal seperti itu menjadi hinaan tersendiri bagi Sun Flower Guild. Ribuan player Sun Flower Guild berada di area perkebunan. Dan menghadapi satu orang saja mereka tidak bisa melindungi Guild Master mereka? Apa yang akan dikatakan dunia jika berita ini sampai tersebar luas.
"Kini giliran dirimu..." Alan tidak berbasa basi pada Black Crown. Satu jarum beracun melesat keluar dari gauntlet Alan dan tepat menancap di dahi Black Crown.
"Aaargh..."
[Player terkena Beautiful Sun Rise Poison.]
__ADS_1
Sebuah suara sistem menusuk di telinga Black Crown, yang menjadi tanda jika hidup Black Crown di New World sudah tidak lama lagi.
Black Crown hanya bisa terdiam ketika melihat sosok Elf di hadapannya tersebut pergi meninggalkan dirinya. Tidak bisa berbuat apa apa untuk menghentikan kematian yang sebentar lagi menjemput dirinya.
###
"Kapten... Apa yang akan kita lakukan?" Salah seorang anggota Sun Flower Guild bertanya kepada Sweet Candy.
Tidak hanya para anggota yang dibuat pusing. Sweet Candy juga merasa pusing sebenarnya. Api nampak sudah menutupi semua jalan masuk ke bagian tengah perkebunan. Tidak mungkin bagi mereka untuk menerobos masuk atau mengambil jalan memutar.
Memadamkan api juga bukan sebagai pilihan. Racun yang terkandung di dalam asap hasil padamnya api membuat siapapun tidak bisa melewatinya.
"Kita hanya berharap pada Black Crown dan yang lainnya untuk bisa membantu Guild Master menangani masalah ini." Sweet Candy menjawab dengan nada lemas. Tidak percaya jika ribuan player anggota Sun Flower Guild yang berkumpul malam ini tidak bisa menghentikan serangan pada aset milik guild mereka.
Api semakin tidak terkendali, satu persatu batang pohon Violet Cactus berubah menjadi debu. Sweet Candy dan semua anggota Sun Flower Guild hanya bisa memandang nyala api yang kian lama kian membesar, tidak berani untuk mencoba memadamkan atau berusaha menghentikan laju perkembangan api. Karena dari setiap usaha mereka, akan ada kepulan asap beracun yang siap untuk menewaskan siapa saja yang menghirupnya.
Di tengah tengah kesunyian, terlihat sesosok hitam dan putih yang terbang melewati tingginya nyala api. Sweet Candy bisa melihat dengan jelas, jika sosok hitam dan putih itu adalah seekor Naga. Naga yang tengah membawa beberapa orang di atas punggungnya, dan seorang Bangsa Titan yang diapit dengan dua cakar kakinya.
"Kapten..." Salah satu seorang anggota Sun Flower Guild bertanya pada Sweet Candy. Menanyakan apakah mereka harus menyerang Naga tersebut.
Meskipun mereka semua tahu jika pelaku penyerangan perkebunan dan pabrik adalah Naga beserta penunggangnya, namun tidak ada yang berani untuk bertindak gegabah.
Melihat si kelompok penyerang bisa pergi dengan leluasa, itu berarti hanya ada satu hal yang telah terjadi di dalam area perkebunan. Sun Flower Guild telah dikalahkan dalam pertarungan di markas mereka sendiri.
"Biarkan saja... Kita tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menghentikan mereka..." Jawab Sweet Candy sembari menggigit giginya sendiri. Meskipun penuh kesal, sebagai seorang Kapten, Sweet Candy tetap harus bisa mengerti kondisi.
"Ya... Setidaknya untuk saat ini..." Sweet Candy menatap hilangnya Naga hitam putih tersebut yang terbang semakin menjauh.
###
__ADS_1
"Apa kamu yakin ini sudah cukup?" Heaven Sins bertanya pada Alan yang nampak sedang melamun menatap ke arah depan. Dari sorot mata Alan, Heaven Sins bisa mengerti jika pikiran Alan sedang tidak berada di dalam raganya.
"Ah... Iya..."
"Ada apa denganmu?" Heaven Sins mendekati Alan, dirinya merasa ada yang tidak beres, Alan nampak sangat berbeda daripada ketika Alan menyusun rencana.
"Tidak ada... Aku rasa ini sudah cukup... Mereka pasti akan memerlukan banyak waktu untuk membangun pabrik dan perkebunan yang baru. Selama itu... Pastikan Abyssall Wine menjalankan fungsinya dengan benar..." Alan mencoba menutupi kekosongan di hatinya dengan memberikan instruksi lanjutan atas rencananya.
"Serahkan hal itu kepadaku dan Jack... Kamu pastikan saja stock Abyssall Wine tidak akan kurang untuk satu tahun ke depan..." Heaven Sins tersenyum bahagia. Tidak ada lagi beban pikiran dimana dirinya harus menutup Heaven Throne.
"Kamu tidak perlu khawatir soal stock dariku. Jika Heaven Throne milikmu bisa menampung semua stock yang kamu pinta, maka akan aku kirimkan semuanya malam ini juga." Alan justru berbalik memberikan tantangan pada Heaven Sins yang mencoba memberinya peringatan.
"Tidak... Tidak... Aku percaya kamu bisa melakukannya..." Heaven Sins memasang wajah anehnya, dirinya merasa telah salah mengeluarkan kata kata barusan. Dirinya tidak bisa membayangkan, akan seperti apa Heaven Throne yang hanya memiliki 3 lantai jika dikirimi stock Abyssall Wine untuk setahun ke depan oleh Alan.
"Baguslah kalau begitu..." Alan kembali menatap ke depan, menatap langit gelap yang berbintang dimana semua isi pikirannya hanya menanyakan tentang satu hal.
"Kenapa aku tidak puas? Harus seperti apa aku membalas mereka?"
...***...
...Terima kasih yang telah setia menunggu......
...Maaf jika saya belum bisa memuaskan kalian semua dengan jadwal update rutin atau crazy up?...
...regard...
......AF......
...***...
__ADS_1