
"Siapa kamu?" Behemout mencoba untuk tetap bersikap tenang, walaupun sebenarnya dirinya sedang marah. Behemout tentu tidak akan bertindak sembarangan. Mengingat dirinya sama sekali tidak bisa merasakan kemunculan bayangan hitam yang menangkis serangannya barusan.
"Nama saya Varta Tuan... Saya membawakan pesan dari Ratu Mary untuk Anda."
"Mary?" Raut wajah Behemout langsung berubah 180° setelah mendengar nama Mary disebut bayangan hitam tersebut. Amarah yang Behemout rasakan pun seakan langsung sirna dengan sendirinya. Apalagi bayangan hitam tersebut membawa pesan dari Mary untuk dirinya.
"Apa yang ingin kamu sampaikan?" Behemout mencoba menampilkan sikap wajarnya untuk menutupi rasa berbunga bunga yang mengisi hatinya. Behemout tentu harus menjaga sikapnya agar tetap terlihat kuat dan tegas di hadapan anak buahnya. Dirinya tidak ingin dicap oleh anak buahnya sebagai Jenderal Demon berhati hello kitty.
"Pesan Ratu Mary sangat sederhana Tuan. Beliau tidak ingin Anda membunuh Zepar."
"Apa?" Mata Behemout melebar, memasang wajah tidak percaya. Tadinya dirinya berpikir jika Varta akan membawakan pesan cinta dari Mary untuk dirinya. Namun ternyata malah isi pesan Mary adalah berisi larangan membunuh seorang Demon pria. Tanda tanya besar pun langsung mengisi pikiran Behemout. Hubungan seperti apa yang dimiliki Mary dengan Zepar? Sampai sampai Mary melarang Behemout untuk membunuh Demon pria yang masih terikat Hell Chain tersebut.
Melihat reaksi Behemout, Varta pun kembali menjelaskan. Dirinya tahu betul jika Behemout sedang dibakar api cemburu karena Mary memperhatikan keselamatan Demon pria lain. Varta tentu tidak ingin rencana Ratu Mary menjadi berantakan hanya karena rasa cemburu dari Behemout. "Ratu Mary berpesan lagi agar Anda dan Zepar bekerja sama untuk menguak rahasia Mischurine Tuan."
Raut wajah Behemout kembali berubah lagi. Kali ini dirinya semakin penasaran dengan hubungan seperti apa yang dimiliki antara Zepar dan Mary. "Apa benar itu pesan dari Mary?"
"Saya bersumpah atas nyawa saya sendiri Tuan. Itu semua isi pesan dari Ratu Mary yang dikhususkan untuk Anda."
Mendengar jawaban dari Varta, Behemout memilih untuk percaya jika memang pesan tersebut benar benar berasal dari Mary. Behemout pun tidak punya pilihan lain selain menuruti pesan yang disampaikan oleh Varta. Dirinya tentu tidak ingin pendekatan kepada Mary yang sedang dirinya bangun hancur hanya karena satu rasa cemburu.
Behemout pun melonggarkan ikatan Hell Chain yang mengikat tubuh Zepar. Namun Behemout tidak melepaskan semuanya. Behemout menyisakan sedikit rantai yang terikat di kaki kiri Zepar. Menyiapkan rencana cadangan jika Zepar berusaha membunuhnya lagi setelah dirinya bebaskan. Hell Chain yang terikat di kaki kiri Zepar akan langsung aktif kembali untuk mengikat tubuh Zepar jika Zepar berusaha membunuh Behemout sekali lagi.
"Kamu beruntung hari ini. Pujaan hatiku menginginkan dirimu hidup. Tapi jika kamu berulah yang tidak tidak..." Behemout memandang Zepar dengan tatapan membunuh yang pekat. Memberi tanda jika Behemout masih tidak melepaskan pengawasannya kepada Zepar.
Peringatan Behemout tentu bukan hanya untuk ulah Zepar yang mencoba membunuhnya lagi. Peringatan Behemout juga berlaku jika Zepar memang memiliki hubungan special dengan Mary. Behemout tentu tidak akan segan segan membunuh Zepar jika memang dirinya bisa membuktikan hubungan antara Zepar dengan Mary.
Zepar tentu tidak terlalu memperdulikan peringatan dari Behemout. Rasa sakit dari luka bakar akibat api Hell Chain masih menjadi pengisi pikirannya. Baginya dirinya masih terbilang beruntung tidak mati hari ini. Namun bukan berarti dirinya tidak menaruh dendam pada Behemout, dirinya hanya perlu sedikit menunggu waktu yang tepat untuk bisa membunuh Behemout.
Sosok bayangan hitam pun langsung menghilang setelah Behemout melepaskan Zepar. Seakan akan bayangan hitam tersebut tidak pernah ada di sana.
__ADS_1
###
Setelah dua hari menumpangi perahu yang mereka berdua tumpangi. Akhirnya Toni dan Red Ascend sampai di Ibukota Hidden Forest.
Untuk pertama kalinya Toni dan Red Ascend menginjakkan kakinya di tanah Ibukota Hidden Forest. Jujur saja, mereka berdua sangat kagum akan keindahan Ibukota Hidden Forest, padahal mereka berdua masih berada di pelabuhan Hidden Forest. Mereka berdua tidak menyangka jika di dalam lebatnya hutan belantara, ada sebuah Ibukota Kerajaan yang begitu indah.
Sungai sungai yang membagi kota menjadi beberapa bagian, belum lagi pohon pohon besar yang menjadikan Ibukota tersebut menjadi rindang. Bahkan bunga bunga yang tumbuh dengan indahnya menjadi pelengkap keindahan dari Ibukota Hidden Forest.
"Kita serasa sedang berbulan madu ya?" Red Ascend tiba tiba mengungkapkkan isi pikiran kepalanya, setelah melihat keindahan Ibukota Hidden Forest.
"Ehem..." Toni tersedak nafasnya sendiri. Perkataan Red Ascend barusan benar benar manjadi kode keras baginya untuk segera menjalin hubungan yang serius dengan Red Ascend.
"Hehehe... Aku hanya bercanda..." Red Ascend yang paham akan situasi Toni mencoba untuk menenangkan Toni. Dirinya tentu tidak ingin menambah pikiran Toni saat ini, Red Ascend tahu betul jika saat ini Toni sedang diselimuti masalah yang tidak sepele.
Mereka berdua pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari area pelabuhan. Semakin masuk ke dalam Ibukota, semakin terpana mereka berdua akan keindahan Ibukota. Tidak henti hentinya Red Ascend memasang wajah yang begitu gembira karena melihat keindahan Ibukota Hidden Forest.
Toni yang melihat senyum bahagia Red Ascend pun merasa begitu lega. Tadinya dirinya khawatir Red Ascend akan begitu bosan mengikuti dirinya untuk pergi ke Kerajaan South Mountain.
"Ada beberapa hal yang ingin ku pastikan. Mungkin kita akan tinggal disini satu atau dua hari." Toni mendekati Red Ascend dan ikut berjongkok sambil menghirup wanginya bunga berwarna warni di hadapannya.
Tangan Toni pun tergerak dengan sendirinya untuk memetik bunga yang ada di hadapannya. Wangi bunga warna warni tersebut benar benar menggoda dirinya untuk memetiknya.
"Aku tidak akan melakukan hal itu jika jadi kamu..." Suara seorang wanita membuat tangan Toni yang akan memetik salah satu bunga menjadi terhenti. Toni pun mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara.
Irish mata biru langsung menjadi hal pertama yang menyambut Toni. Toni langsung terdiam tak bergerak, seakan akan dirinya sedang terhipnotis oleh tatapan kedua irish biru wanita di hadapannya. Jujur saja, baru kali ini Toni melihat mata yang seindah mata wanita yang tadi menegurnya.
"Ehem..." Suara batuk pelan langsung membuat Toni tersadar kembali dari lamunannya. Toni melirik pelan ke arah asal suara.
"Alamak... Nasib..." Batin Toni dalam hati setelah melihat lirikan tajam dari Red Ascend terarah kepada dirinya. Toni tahu betul maksud dari lirikan Red Ascend tersebut.
__ADS_1
"Apa kalian masih baru disini?" Wanita irish mata biru tersebut mencoba memecah suasana tidak enak yang dirinya sebabkan.
"Ya... Kami baru saja sampai di Kerajaan ini." Jawab Red Ascend dengan ketus. Menandakan dirinya benar benar tidak suka akan kehadiran sosok wanita berirish mata biru tersebut.
Toni yang mendengar betapa ketusnya nada bicara Red Ascend langsung memberi tanda dengan sikunya. Memperingatkan Red Ascend agar tidak mencari masalah di hari pertama mereka di Kerajaan Hidden Forest.
"Oh... Pantas kalian tidak tahu peraturan sederhana di kota ini." Wanita berirish mata biru tersebut menanggapi ketusnya nada bicara Red Ascend dengan biasa. Tidak ingin mempermasalahkan lebih lanjut hal yang tidak penting.
"Maaf sebelumnya? Tapi bisakah kamu memberitahukan kepada kami peraturan apa yang kamu maksud?"
"Hah... Ya sudahlah... Daripada nanti kalian kena masalah juga." Wanita tersebut menghela nafas panjang. Membuat rambut pirangnya yang terurai bebas bergoyang perlahan.
"Di kota ini... Tidak... Di Kerajaan Hidden Forest dilarang yang namanya memetik tanaman tanpa sebab. Kamu harus mendapatkan ijin terlebih dahulu jika kamu ingin mendapatkan tanaman yang ingin kalian petik."
Mata Toni dan Red Ascend langsung saling berpandangan ketika mendengar apa yang wanita berambut pirang tersebut katakan. Mereka hampir saja tertawa terbahak bahak mendengar perkataan wanita di hadapan mereka tersebut. Perlu ijin untuk mencabut tanaman? Peraturan konyol macam apa itu? Kalau saja Toni dan Red Ascend tidak menjaga sopan santun saat pertama kali bertemu dengan wanita tersebut, mereka berdua pasti sudah tertawa sekarang.
"Kalian boleh mencobanya kalau tidak percaya dengan yang ku katakan." Wanita berambut pirang tersebut tentu tahu maksud dari sikap Toni dan Red Ascend.
"Tidak perlu... Kami percaya dengan yang kamu katakan. Maaf kami belum memperkenalkan diri, nama saya Toni, dan ini Red Ascend." Toni tentu percaya dengan perkataan wanita berambut pirang tersebut. Toni tahu sadar diri jika dirinya baru hari ini menginjakkan kakinya di Hidden Forest, dan wanita berambut pirang di hadapannya tentu sudah tinggal lebih lama di Kerajaan Hidden Forest daripada dirinya.
"Salam kenal... Namaku Vizgraf." Jawab wanita berambut pirang dengan datar.
"Vizgraf? Sepertinya aku pernah mendengar nama tersebut..." Gumam Toni dalam hati. Tapi dimana? Toni mencoba berpikir keras dimana dirinya pernah mendengar nama tersebut. Namun tetap saja dirinya tidak bisa mengingatnya.
"Apa kalian perlu penunjuk jalan di kota ini? Kebetulan hari ini aku sedang kosong."
"Boleh... Asal tidak mengganggu waktumu " Jawab Toni dengan cepatnya. Dirinya merasa beruntung mendapat tawaran bantuan di hari pertamanya di Kerajaan antah berantah ini.
Namun bulu kuduk Toni langsung merinding setelah dirinya menerima tawaran dari Vizgraf. Seakan akan ada seorang asassins yang sedang mengincar nyawanya.
__ADS_1
"Apa kamu senang?" Sebuah pertanyaan kecil membuat Toni harus menelan ludahnya dalam dalam.
Toni yakin jika dirinya akan mendapatkan masalah yang tidak bisa dirinya selesaikan dalam satu atau dua hari. Ya... Seperti itulah jika seorang wanita sedang marah. Butuh usaha dan perjuangan ekstra untuk bisa menenangkannya kembali.