New World

New World
korban pertama


__ADS_3

Alan samar-samar mendengar suara tangisan anak kecil di dalam hutan.


"Kenapa ada anak kecil disini?" Alan mengerutkan dahinya. Dia mencoba mendekati arah suara tangisan.


Arah suara tangisan berasal dari dalam pohon. Alan pun mengamati pohon tersebut dengan seksama. Ternyata pohon itu memiliki lubang di bagian bawahnya, lubang yang cukup untuk dimasuki anak anak.


Alan memasukkan kepalanya ke dalam lubang pohon itu.


"Aaaaaa... Tolong..." Teriak seorang anak perempuan sejadinya.


Alan langsung menarik anak itu keluar dan menutup mulutnya. Setelah menangkap anak itu Alan melompat ke atas pohon.


Alan menutupi tubuhnya dan tubuh anak perempuan dengan dahan dan dedaunan pohon.


"Em... em... em..." Anak perempuan itu mencoba memberontak.


"Ssst.... Diamlah. Nanti kamu akan ku lepaskan. Sekarang diamlah dulu." Bentak Alan dengan bisik bisik.


Anak perempuan itu menurut, tidak melawan lagi. Tubuhnya bergetar hebat melihat tatapan mata Alan yang tajam saat membentaknya. Sedangkan Alan terus mengawasi ke area bawah pohon. Dia merasa teriakan anak perempuan tadi akan mengundang monster di sekitar mereka.


Dugaan Alan ternyata benar. Ada 2 ekor monster lizard datang dari balik pepohonan.


[Lizardman, common monster


Level 3


Hp 700]


Lizardman itu menjulurkan lidahnya, mencoba untuk mencari bau mangsa di sekitar mereka.


Alan yang menyadari perbuatan lizardman, mengatur arah angin agar bertiup ke arah dirinya. Sehingga bau tubuh Alan dan anak itu tidak mengenai lidah Lizardman.


"Kamu tunggulah disini. Jangan coba coba bergerak atau menimbulkan suara." Alan memperingatkan anak itu.


Anak itu hanya mengangguk, dia merasa perlu berterima kasih kepada Alan karena telah menolongnya menghindari monster Lizardman.


Alan segera berpindah tempat. Melompat ke pohon yan lain, mencari tempat yang tepat untuk menyerang.


"Critical Wind Spear!"


Alan langsung menyerang salah satu lizardman tersebut dengan skill terkuatnya. Alan tidak mau gegabah mengingat dia dan kedua lizardman itu berselisih 3 level.


Ciuuu...


Jleb...


Tombak angin Alan langsung menancap di kepala salah satu Lizardman. Lizardman itu pun tumbang seketika. Lizardman yang satunya terkejut melihat temannya mati secara tiba tiba. Dia pun langsung siaga mengawasi sekitarnya sambil menjulurkan lidahnya, mencoba mencium bau musuh.


[Player berhasil membunuh lizardman level 3.


Mendapatkan 1000 exp.


Selisih 3 level menghadiahi 200% exp.]


Bar exp Alan bertambah sampai memenuhi level 1, dan terus bertambah sampai setengah bar menuju level 2.


"Wow... Exp yang lumayan." Alan sedikit tersentak menyadari dirinya naik level hanya dengan membunuh 1 monster.


Hal ini wajar tentunya. karena alan membunuh lizardman sendiri, sehingga seluruh exp masuk ke Alan semua. berbeda cerita jika Alan berburu dalam kelompok. Exp yang mereka terima akan di bagi rata ke semua anggota kelompok.


Alan pun semakin semangat untuk membunuh Lizardman tersebut.


Dia mengambil satu anak panah, dan menembakkan ke lizardman tersebut.

__ADS_1


Ciu...


Thang...


Anak panah Alan berhasil di tangkis oleh Lizardman. Lizardman kali ini telah siaga setelah kematian rekannya. Serangan Alan pun berhasil di tangkis, namun hp Lizardman tersebut turun 4 poin.


"Hem... Jadi jika seranganku lebih kuat dari lawan tetap mengurangi hp lawan." Alan bergumam pelan.


Alan memang masih level 1, tapi atributnya hampir sama dengan pemain biasa level 5 jika dia memakai wind bow.


Alan pun semakin bersemangat. Dengan gilanya dia menembaki monster Lizardman dengan wind arrownya. Walaupun Lizardman bisa menangkis kebanyakan wind arrow Alan. Hp Lizardman berkurang 2 poin setiap Lizardman menangkis wind arrow. Dan berkurang 20 poin setiap terkena serangan alan.


Ada 2 cara untuk membunuh lawan dalam game new world.


Cara pertama adalah mengurangi hp lawan sampai 0. Cara kedua adalah mencederai bagian vital lawan, seperti kepala atau jantung.


Alan sebenarnya ingin mengakhiri pertarungan dengan cepat, takut kalau saja ada monster lain yang datang. Tapi apalah daya, beberapa kali alan mencoba mengincar bagian vital lizardman namun selalu berhasil di tangkis oleh lizardman.


Setelah pertarungan berjalan selama 3 menit hp lizardman tersisa 467 poin. Jika pertarungan berlanjut seperti ini perlu paling tidak setengah jam lebih untuk menghabisi monster Lizardman tersebut.


Dalam setengah jam bisa saja ada monster lain yang datang, mengingat Alan berada di dalam hutan.


Alan pun berencana menggunakan Critical Wind Spearnya sekali lagi. Namun Alan perlu memastikan monster Lizardman tidak bisa menangkis mustkill skillnya tersebut. Alan mengeluarkan 3 anak panahnya.


Kali ini dia membuat bidikan secara horisontal.


Ciu... ciu... ciu...


Ketiga anak panah itu menuju ke tangan kanan, tangan kiri, dan area jantung Lizardman. Lizardman pun dengan cepat menangkis anak panah yang mengarah ke jantung dengan cakarnya.


Thang...


jleb...jleb...


Lizardman itu meronta kesakitan setelah kedua anak panah alan menancap di lengan bagian atas Lizardman. tangan lizardman langsung lemas seakan tidak punya tenaga.


"Critical Wind Spear."


Tombak angin langsung meluncur dan menancap di kepala Lizardman. Lizardman itu pun mati seketika dan menjatuhkan sebuah drop item.


[Player berhasil membunuh monster Lizardman level 3.


Mendapatkan 1000 exp.


Selisih 2 level menghadiahi 100 % exp.]


Suara notifikasi benar benar membuat alan lega. Alan pun melihat bar expnya naik memenuhi level 2 dan terus bertambah sampai 1/3 menuju level 3.


Alan lalu memeriksa drop item yang di jatuhkan kedua monster Lizardman. Kedua monster Lizardman ternyata menjatuhkan sebuah sepatu dan uang 4 copper.


"Wah...Ternyata monster juga menjatuhkan uang dalam game ini." Gumam Alan.


Alan pun memeriksa atribut sepatu yang dia dapatkan.


[Lizard boot, common rank.


Agi + 3


Deff + 5]


Alan langsung memakai sepatu tersebut dan melihat jendela statusnya. Dari kenaikan levelnya Alan mendapatkan 5 poin free atribut tiap levelnya.


Alan memasukkan ke semua free atribut ke agilitinya. Agar gerakan Alan semakin cepat.

__ADS_1


Setelah menambahkan free atribut alan tersenyum puas.


[Profile


Nama : AS


Level : 2


Ras : Elf


Class : Wind Archer


Tittle : Belum memiliki tittle


Credit : 12 chopper


Hp : 200


Mp : 115


Str : 20


Agi : 28


Int : 15


Deff: 10


Hidden atribut : Tidak ada


Senjata : Wind bow , level 1, common rank ]


Selesai memeriksa jendela statusnya Alan menemui anak perempuan yang Alan tinggal di atas pohon tadi. Alan pun menggendong anak itu untuk turun dari atas pohon.


"Apa yang kamu lakukan di tengah hutan ini sendirian?" Tanya Alan.


"A... a..aku..." anak gadis itu terbata bata, terlihat jelas jika gadis tersebut masih sedikit takut terhadap Alan.


"Tidak perlu takut, aku tidak bermaksud melukaimu." Alan mencoba menenangkan anak gadis itu.


"Aku sedang mencari tumbuhan herbal untuk kakek yang sedang sakit." Kata anak gadis itu.


Anak gadis itu tampak seperti berumur 13 an tahun. Perawakannya kecil dan imut. Rambutnya pirang dan diikat menjadi 2, menjadikan rambutnya terlihat seperti sepasang tanduk.


"Disini terlalu berbahaya untuk anak kecil sepertimu seorang diri. Apakah kamu sudah mendapatkan tanamannya? Kalau belum aku bantu cari." Tawar Alan pada gadis itu.


"Sudah kak. Aku tadi sedang berjalan pulang. Tapi tadi aku melihat seperti ada bayangan ular besar. Jadi aku bersembunyi dibawah pohon itu." Kata anak gadis itu.


"uUar besar? Ini tidak bagus. Dimana kamu tadi melihat bayangan itu?" Kata Alan.


"Di daerah sana kak. Sekitar 2 km dari sini" Kata gadis itu sambil menunjuk arah.


"Baiklah... Kita harus cepat kembali. Kalau tidak kita berdua bisa dalam bahaya. Naiklah ke punggungku." Kata Alan.


Gadis itu mengangguk dan naik ke punggung Alan. Alan kemudian berlari meninggalkan hutan tersebut untuk kembali ke desa.


Alan baru bisa bernafas lega setelah meninggalkan hutan. Anak gadis itupun meminta Alan menurunkannya, karena dia bisa berjalan sendiri.


Di perjalanan, Alan dan gadis itu mengobrol satu sama lain. Dari obrolan itu Alan bisa tahu kalau gadis itu adalah NPC di Middlemist village bernama Clara.


Clara selama ini tinggal dengan kakeknya, karena orang tua Clara sudah meninggal. Clara tidak menceritakan bagaimana kedua orang tuanya meninggal. Alan pun sungkan untuk bertanya.


Alan merasa kagum dengan New World. Semua yang di New World benar benar tampak nyata. NPC juga memiliki kecerdasan seperti manusia. Seakan akan mereka hidup.

__ADS_1


Setelah setengah jam berjalan mereka sampai di desa. Clara pun mengajak Alan untuk ke rumahnya. Alan sempat menolak tapi Clara memaksa, katanya sebagai balas budi karena telah menyelamatkannya.


"Kakek... Clara pulang..."


__ADS_2