New World

New World
Melawan Marry 2


__ADS_3

Sama seperti sebelumnya, Alan tidak bisa sekalipun mendaratkan serangan ke tubuh Marry. Setiap tebasan maupun tusukan yang dirinya berikan, selalu saja terhalau oleh sesuatu yang tidak kasat mata.


Bahkan Alan harus terpaksa menggunakan Shadowing untuk bisa menghindari serangan Marry. Serangan Marry tidaklah cepat seperti serangan Zegra, namun daya jangkau Black Lash begitu luas. Jarak Alan dengan Marry yang begitu dekat memaksa Alan harus menggunakan Skill Shadowingnya untuk menghindari serangan dari Marry.


"Mau sampai kapan kamu bermain petak umpet bocah? Hahaha..." Marry tertawa lantang mendapati Alan yang begitu kesulitan menghindari serangan yang dirinya berikan. Wajah frustasi Alan pun menjadi hiburan tersendiri bagi Marry.


"Sial... Aku tidak bisa terus seperti ini!" Alan merasa staminanya terus berkurang dengan cepat, menggunakan skill Shadowing benar benar menguras staminanya. Bahkan dirinya tidak tahu apakah saat ini dirinya masih bisa mengaktifkan Real Counter atau tidak dengan stamina yang dimilikinya saat ini.


Alan mencoba mengaktifkan Shadow Zone dari dalam bayangan. Mencoba mengatur fungsi kalung yang dimiliki oleh Marry sampai ke titik maksimal yang bisa ditekan. Alan langsung muncul dengan gauntlet yang sudah mengeluarkan cakarnya. Bersiap memberikan skill terkuat yang dirinya miliki.


"Canon Claw!"


Satu pukulan dari Alan hampir mendarat di tubuh Marry. Namun seperti tadi, serangan Alan seakan tertangkis oleh sesuatu yang tidak kasat mata. Hanya saja kali ini kekuatan penangkis serangan Alan lebih lemah dari serangan Alan.


Boom...


Tubuh Marry terpental beberapa meter ke belakang. Baju seksi merahnya sedikit tersobek di bagian dadanya. Memperlihatkan sedikit bagian dari dua buah gunung yang tersemat di dadanya. Dan harus Alan akui... Apa yang sedikit terlihat itu benar benar indah.


"Dasar bocah... Berani kamu merusak gaunku!" Marry begitu marah, gaun merah kesayangannya kini telah terobek sedikit karena serangan Alan. Kini dirinya tidak akan menunda nunda lagi untuk mengakhiri pertarungan dengan Alan.


"Rasakan ini..." Marry menghentakkan tongkatnya ke tanah. Dan seketika gelombang kejut menyerbu ke segala arah. Alan yang masih baru saja mendaratkan kakinya ke atas tanah tidak bisa berbuat apa apa untuk menghalau gelombang kejut yang mengenai dirinya.


[Player terkena efek Demon Cry. Player tidak akan bisa bergerak selama satu menit ke depan.]


"Sial... Kenapa harus sekarang?" Alan mengumpat sendiri. Dirinya baru saja berhasil memberikan satu serangan ke tubuh Marry, namun dirinya harus kembali tersudut lagi.


"Hahaha.... Dengan ini berakhir... Kamu akan menjadi pelayan setiaku!" Marry dengan cepat sudah berada di hadapan Alan.


Dengan menjilat bibirnya sendiri, Marry sudah tidak sabar untuk bisa merasakan darah segar dari seorang Elf di hadapannya. Jika dirinya berhasil menjadikan Alan sebagai pelayan setianya, maka darah Alan akan bisa dirinya rasakan setiap hari.


Irish mata merah kekuningan Marry menatap mata Alan dengan penuh isyarat. Bermaksud menanamkan Absolute Love ke dalam tubuh Alan.

__ADS_1


"Apa kamu mencintaiku?" Sebuah suara lembut keluar dari bibir tipis Marry. Suara lembut yang perlahan namun pasti menginvasi kedua telinga Alan.


Wuing....


Pandangan Alan langsung menghitam. Pikiran Alan bagaikan terserang sengatan listrik yang hebat, di dalam pikirannya kini langsung tergambar sosok Marry yang begitu cantik nan menggoda. Berulang kali Alan mencoba menghilangkan bayangan Marry di dalam pikirannya. Namun sosok Marry seakan terus menerus muncul di pikirannya.


'Joker... Ada apa ini?'


Alan tahu dirinya kini berada di dalam alam pikirannya, dirinya merasa kesadarannya mulai berkurang sedikit demi sedikit. Situasinya saat ini hampir sama dengan ketika dirinya berebut kontrol tubuh dengan Shadow Blood. Hanya saja saat ini bukan Shadow Blood yang sedang merebutnya. Melainkan sosok Marry yang tiba tiba ada di alam pikirannya.


[Absolute Love mulai menginvasi pikiranmu AS.]


'Absolute Love? Bagaimana cara mengatasinya?'


[Berdasarkan data yang ada. Absolute love tidak akan berefek dengan seseorang yang telah memiliki cinta sejati.]


'Cinta sejati?' Alan tersenyum kecut sendiri di dalam hati. Selama ini dirinya belum pernah memiliki yang namanya kekasih. Bagaimana dirinya bisa mengetahui siapa cinta sejatinya?


'Siapa lagi dia?' Alan semakin bingung, dengan kemunculan seseorang yang tiba tiba di dalam pikirannya.


Wanita tersebut mengangkat kedua tangannya ke depan. Dan sebuah cahaya putih langsung keluar dari kedua tangannya, cahaya putih tersebut langsung menuju ke sosok tubuh Marry. Sosok Marry yang tidak bisa Alan singkirkan sedari tadi pun perlahan pudar, setelah terkena cahaya putih dari sosok wanita yang berpakaian serba putih tersebut.


'Hilang?' Alan terkesima, melihat sosok Marry tiba tiba memudar dengan sendirinya di dalam pikirannya. Menyisakan wanita berpakaian serba putih tersebut seorang diri di dalam pikirannya.


Sosok wanita tersebut pun menoleh ke arah Alan. Sebuah senyuman hangat langsung menyambut Alan ketika melihat wajah dari wanita berpakaian serba putih tersebut.


'Aku tahu kamu masih sulit untuk mengakuinya. Tapi aku juga tahu kalau kamu tidak bisa mengungkirinya.' Sebuah kalimat keluar dari sosok wanita berpakaian serba putih tersebut. Dan perlahan sosok wanita berpakaian serba putih tersebut menghilang dengan sendirinya.


Mendengar kata terakhir dan melihat senyuman hangat yang dari wanita tersebut. Membuat Alan hanya tersenyum kecil. Tidak dirinya sangka di tengah kondisi seperti ini sosok yang lama dirinya tidak jumpai akan membantunya.


'Ya... Kamu benar... Aku memang sulit untuk mengakuinya. Tapi aku juga tidak bisa mengungkirinya. Aku mencintaimu Shoote Sun...'

__ADS_1


###


Marry tertawa puas melihat Alan hanya terdiam mematung di hadapannya. Semua syarat agar Absolute Love telah berhasil dirinya penuhi. Tinggal menunggu waktu saja sampai Absolute Love mengambil alih pikiran Alan, dan dirinya bisa mendapatkan boneka penghasil darah bagi dirinya.


Absolute Love berbeda dengan kekuatan special semua Demon lainnya. Hampir sama dengan The Command, Marry perlu beberapa syarat untuk bisa mulai menanamkan Absolute Love pada seseorang yang sadar.


Syarat pertama adalah Marry harus mengajak bicara korbannya, dan korbannya harus membalas perkataan Marry. Syarat kedua adalah korban harus menatap mata Marry, agar Marry bisa menanamkan Absolute Love melalui kata katanya. Tentu saja Marry bisa langsung menanamkan Absolute Love jika Alan sedang tidak sadarkan diri, atau tertidur. Seperti ketika Marry menanamkan Absolute Love pada Selene. Namun dengan kondisi saat ini, Marry tidak bisa melakukan langkah yang terakhir. Marry terpaksa harus menggunakan cara normal untuk menanamkan Absolute Love pada Alan.


Wajah datar Alan bisa dirinya lihat, dirinya tahu jika Alan di dalam alam pikirannya sedang berusaha menolak kedatangan dirinya di dalam pikirannya. Namun dirinya juga tahu, semua yang dilakukan Alan akan sia sia. Tidak ada satupun makhluk di Dunia Abyss ini yang pernah lolos dari jeratan Absolute Lovenya.


"Apa yang terjadi?" Marry sedikit terkejut, melihat senyum kecil muncul di wajah Alan. Sebuah senyuman yang seharusnya tidak pernah muncul ketika Alan sudah terpengaruh Absolute Love.


"Sepertinya caramu tidak berhasil..." Sebuah suara tiba tiba keluar dari bibir Alan. Yang tentunya membuat Marry semakin terkejut.


"Bagaimana bisa?" Marry tidak percaya. Baru kali ini dirinya melihat Absolute Lovenya tidak bekerja pada seseorang. Belum pernah sekalipun dirinya mendapat penolakan dari siapapun di Dunia Abyss ini. Dan Alan lah yang menjadi pertama kali.


"Entahlah... Mungkin kamu kurang cantik..." Cibir Alan pelan. Dirinya mencoba mengulur waktu agar efek stun yang mengenai tubuhnya menghilang.


"Kalau aku tidak bisa menjadikanmu budak... Aku cukup membuatmu lumpuh dan menangkap dirimu!" Marry masih memiliki keunggulan, Alan masih tidak bisa menggerakkan tubuhnya saat ini. Dirinya masih bisa memotong kedua tangan dan kaki Alan agar dirinya bisa menangkap tubuh Alan seutuhnya.


"Real Counter!" Alan terpaksa harus menggunakan Real Counter, untuk bisa menghilangkan stun yang mengenai dirinya. Dirinya tahu jika Marry tidak akan membiarkannya pergi begitu saja.


Slash...


Alan langsung menyerang Marry yang ada di hadapannya. Sebuah tebasan di perut Marry berhasil Alan daratkan. Darah hijau pun mulai perlahan keluar dari perut Marry yang terluka.


"Bagaimana bisa?" Marry tidak percaya sekali lagi. Alan sudah berhasil lepas dari Absolute Lovenya, namun kini Alan juga lepas dari efek stunnya. Tidak hanya itu... Alan berhasil mendaratkan serangan ke tubuh Marry, seakan serangan Alan mengabaikan kalung pelindung yang dipakai Marry.


"Kali ini giliranku!" Alan kembali menyerang, tidak ingin berlama lama menggunakan Real Counter. Dirinya tidak tahu berapa lama dirinya bisa bertahan menggunakan Real Counter dengan sisa staminanya saat ini. Jika dirinya sampai hilang kesadaran di tengah pertarungan, maka semuanya akan berakhir sudah. Alan akan menjadi tawanan dan penghasil darah bagi Marry.


Dan tentunya jika itu terjadi, itu akhir bagi Alan. Dirinya tidak bisa log out, dan harus terkurung oleh Marry, tentu Alan tidak ingin semua itu terjadi.

__ADS_1


__ADS_2