New World

New World
Rahasia New World


__ADS_3

World Bank... Adalah salah satu perusahaan internasional yang bergerak di dalam industri keuangan. Hampir seluruh negara di Dunia memiliki cabang World Bank, meskipun hanya satu cabang untuk satu negara kecil. Luasnya jangkauan, canggihnya tekhnologi, pelayanan yang bermutu tinggi. Membuat World Bank menjadi Bank nomer satu pilihan semua orang.


Keberhasilan World Bank menyebarkan pengaruhnya di dunia nyata, membuat World Bank melirik satu pasar baru yang benar benar masih baru. Dunia yang digadang gadang akan menjadi kehidupan kedua bagi para manusia yang ada, New World.


World Bank berhasil memenangkan pelelangan yang diadakan oleh Microboot untuk menjadi Bank utama penyokong New World. Dengan milyaran dollar yang World Bank bayarkan kepada Microboot, membuat World Bank menjadi satu satunya bank yang akan menjembatani setiap pemain. Setiap Gold dan Silver yang akan ditukarkan oleh para pemain untuk menjadi uang di dunia nyata harus melalui World Bank. Begitu juga jika para pemain ingin membeli Gold maupun Silver, mereka harus melalui World Bank untuk bisa membelinya.


World Bank tentu tidak keberatan harus mengeluarkan milyaran dollar untuk bisa memenangkan lelang yang diadakan Microboot. Dengan memenangkan lelang tersebut, World Bank dapat membuat sebuah cabang yang bisa mencakup New World secara keseluruhan.


Ya... Secara keseluruhan... Berbeda dengan di dunia nyata, di mana World Bank wajib mendirikan suatu bangunan untuk dijadikan cabang. Di New World, World Bank tidak memerlukan satupun bangunan. Setiap transaksi yang akan dilakukan oleh player bisa dilakukan melalui pengaturan sistem dari New World. Membuat World Bank benar benar bisa memonopoli sistem pengaturan Gold dan Silver di dalam New World.


Sistem monopoli yang ditetapkan oleh World Bank dalam penukaran Gold dan Silver, membuat mereka begitu bebas untuk mengatur harga tukar Gold maupun Silver untuk menjadi uang di dunia nyata, Dollar pada umumnya.


Microboot tentu juga tidak keberatan dengan hal tersebut, mengingat mereka juga mendapatkan bagian keuntungan dari setiap penukaran Gold dan Silver. Meskipun tidak pernah terbongkar berapa persen keuntungan yang didapat oleh Microboot, tapi pastinya keuntungan yang didapat Microboot jauh dari bayangan setiap orang.


Dan saat ini... Remi tengah mencoba memberikan sebuah penawaran kepada World Bank untuk menjadi sponsor utama pada turnamen yang akan diadakan oleh Microboot.


"Selamat datang Tuan Zurich..." Remi memberi salam, melihat seorang pria paruh baya baru saja memasuki gedung Microboot. Setelan jas mewah berwarna coklat muda, rambut pirang yang terlihat tetap basah, kumis dan janggut tipis yang menghiasi wajahnya, ditambah tubuh tegap yang memperlihatkan kegagahannya. Benar benar memberikan kesan seorang pria kelas atas bagi siapapun yang melihat sosok Zurich.


Belum lagi iring iringan bodyguard yang mengikutinya di belakang. Menambah kesan jika Zurich bukanlah orang yang bisa ditemui oleh sembarang orang.


"Tidak perlu basa basi Remi... Aku tidak punya banyak waktu." Zurich hanya melambaikan tangannya, memberikan tanda kepada Remi untuk segera menunjukkan tempat yang baik untuk mendiskusikan proposal pengajuan dari Remi.


Remi sedikit merasa geram, melihat sikap angkuh yang ditunjukkan oleh Zurich. Namun apa daya? Dirinya kini sedang di dalam posisi dimana dirinya perlu mendapatkan simpati dan pehatian Zurich. Dengan sedikit menghela nafas, Remi mengajak Zurich beserta empat orang Bodyguardnya untuk langsung masuk ke dalam ruang meeting yang sudah disiapkan.


Ruang meeting berada di lantai 16 dari 21 lantai yang ada di gedung Microboot. Tidak perlu waktu 10 detik bagi lift super cepat yang ada di gedung tersebut untuk membawa Zurich beserta bodyguardnya untuk bisa berpindah tempat dari lantai 1 ke lantai 16.


"Silahkan duduk Tuan..." Remi mempersilahkan Zurich untuk duduk di meja bundar yang ada di dalam ruang meeting. Zurich pun duduk, dengan keempat bodyguardnya tetap berdiri di belakangnya. Menjaga Zurich dari apapun yang ada di sekitarnya. Bahkan nyamuk sekalipun tidak akan bisa untuk mendekati Zurich ketika keempat bodyguardnya berjaga di sekitar Zurich.


Remi baru duduk di kursi sebelah Zurich setelah Zurich menyamankan dirinya di kursi yang ada. Barulah setelah Remi duduk, Remi memberikan setumpuk kertas yang merupakan file pendukung penawarannya.


"Hah... Langsung saja... Aku tidak punya banyak waktu untuk membaca kertas kertas yang kamu berikan."


"Tapu Tuan..." Remi menahan geramnya, padahal dirinya sudah bekerja lembur selama beberapa hari untuk mempersiapkan proposal penawaran yang dirinya berikan. Namun Zurich sama sekali tidak melirik sedikitpun pada proposal yang dirinya berikan.


"Aku tidak suka berbasa basi... Apa keuntungan bagi World Bank jika menjadi sponsor turnamen itu?" Zurich memasang tangan kanan di dagunya, tatapan matanya penuh pertanyaan ke arah Remi. Irama jentikan jari ke permukaan meja bundar pun menjadi pengiring tatapan Zurich. Yang tentunya membuat Remi langsung terpojok secara psikologis.


"Itu... Kami tentu bisa memberikan keuntungan yang lebih banyak untuk World Bank." Remi tidak menyangka, dirinya akan langsung tertekan secara psikologis dengan satu pertanyaan dari Zurich. Dirinya pun hanya bisa menjawab sekenanya.

__ADS_1


"Keuntungan lebih? Hahaha..." Zurich tertawa mendengar jawaban yang terbilang bodoh dari seorang Remi. Semua proposal yang dirinya terima selama ini tentu pasti akan memberikan keuntungan bagi World Bank.


"Kamu pikir World Bank kekurangan keuntungan? Sampai harus menerima proposal yang kamu ajukan?" Zurich menghentikan tawanya, tatapannya langsung berubah penuh keseriusan.


"Bukan begitu Tuan Zurich... Saya tidak bermaksud seperti itu..." Remi langsung panik, dirinya tahu jika dirinya telah salah mengatur kata, sehingga membuat Zurich bisa dengan mudah menolak proposalnya.


"Sepertinya aku telah membuang waktu terlalu banyak hari ini." Zurich mulai berdiri, bersiap untuk meninggalkan ruang meeting tersebut. Tidak ingin membuang buang waktu berharganya hanya untuk mendengar penjelasan bodoh dari Remi.


Mata Remi terbelalak, melihat Zurich mulai melangkahkan kaki meninggalkan dirinya di ruang meeting tersebut. Dengan mengeraskan kepalan tangannya, Remi memberanikan diri untuk membuka sebuah rahasia besar.


"Anda pasti akan menyesali jika menolak proposal ini Tuan. New World jauh lebih besar dari pada hanya sebuah game virtual." Remi mencoba menghentikan Zurich dengan sebuah pernyataan yang bisa membuat siapapun penasaran. Apalagi jika pernyataan tersebut diucapkan oleh petinggi perusahaan pembuat game virtual.


"Maksudmu?" Zurich tidak bisa membohongi dirinya sendiri. New World masih menjadi game yang penuh misteri. Mengingat New World benar benar bisa menampilkan sebuah dunia yang benar benar real. Bahkan sulit untuk membedakan antara dunia nyata dengan dunia di dalam New World. Pernyataan Remi tentu sedikit menggugah minat Zurich.


"Mari... Ikuti saya... Akan saya tunjukkan seperti apa New World itu sebenarnya." Remi mengajak Zurich untuk meninggalkan ruang meeting dan menuju ke lift super cepat.


Zurich yang penasaran dengan pernyataan Remi pun mengikutinya, satu satunya cara bagi dirinya untuk bisa mengerti apa yang Remi maksud adalah dengan mengikutinya.


Begitu masuk ke dalam lift service, Remi membuka sebuah kotak rahasia yang ada di bawah tombol lift. Di dalam kotak tersebut terdapat tiga tombol, yang menunjukkan angka 1,2 dan 3.


Remi menekan angka 3, dan seketika lift yang mereka tumpangi turun dengan cepat. Terus turun bahkan setelah layar yang ada di dinding lift menunjukkan angka 3.


"Tenang Tuan... Saya jamin Anda akan puas dengan apa yang Anda lihat." Remi tersenyum kecil. Langkah yang dirinya ambil terasa tepat, melihat ekspresi wajah Zurich yang penuh penasaran.


Lift terus turun bahkan setelah sampai di lantai 1, layar di lift pun menunjukkan angka 1, 2, 3 setelah melewati angka 1. Barulah setelah di angka 3, pintu lift terbuka dengan sendirinya. Menandakan mereka berenam telah sampai pada lokasi yang mereka tuju.


"Ini..." Rahang bawah Zurich hampir saja jatuh, melihat apa yang kini ada di hadapannya. Sebuah bola bundar biru raksasa tengah melayang di udara.


"Selamat datang di ruang kontrol New World. Disinilah kami menjalankan segala aktifitas untuk menjaga game New World tetap berjalan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu."


Remi mengajak kelima tamunya untuk berkeliling ruangan tersebut, menjelaskan satu satu tentang proses penyediaan layanan game New World yang Microboot jalankan. Perjalan mereka berenam pun berhenti di dinding kaca. Dinding yang menjadi pembatas antara ruangan kontrol dengan satu ruangan yang terpisah sendiri dengan ruangan kontrol. Dinding kaca menjadi pengeliling ruangan kaca tersebut, membuat siapapun di ruang kontrol bisa melihat apa yang tengah terjadi di dalam ruang kaca tersebut.


"Apa ini?" Zurich tidak bisa untuk tidak bertanya, melihat sebuah bola cahaya berukuran satu bola basket.


"Saya perkenalkan... Inilah pencipta New World yang sebenarnya." Remi melambaikan tangannya, seakan memberikan penghormatan kepada bola cahaya tersebut.


"Hahaha... Kamu mengajakku kesini hanya untuk mendengarkan sebuah lelucon?" Zurich terkesan menahan geramnya, mendengar lelucon yang tidak lucu dari Remi.

__ADS_1


'Kita semua tahu jika Hiro Tamada yang tengah menciptakan New World." Lanjut Zurich.


"Di atas kertas perkataan Anda benar. Tapi sebenarnya..." Remi menahan perkataannya, membuat jeda agar Zurich semakin penasaran.


"Apa maksudmu? Jadi kalian memalsukan kebenaran?"


"Kami tidak memalsukannya. Secara tidak langsung Hiro Tamada memang telah menciptakan New World."


"Jadi?" Zurich benar benar geram, dirinya sudah cukup bersabar, tapi perkataan Remi terus berputar putar. Membuat dirinya susah mengerti dengan maksud Remi.


"Bola cahaya ini bisa kita sebut sebagai Tuhan dari New World."


"Tuhan?"


"Benar... Bola cahaya ini adalah sebuah kecerdasan buatan yang Hiro Tamada ciptakan. Dan bola cahaya ini menciptakan sebuah dunia yang bernama New World."


"Jadi... Bola ini Tuhan dari New World?" Zurich memegang kaca yang menjadi pemisah ruangan, tidak menyangka jika New World diciptakan oleh sebuah bola cahaya seukuran bola basket.


"Bisa dibilang begitu. Tapi bisa juga tidak..."


"Apa maksudmu?" Zurich benar benar merasa dipermainkan oleh Remi. Remi benar benar memutar mutar kata katanya.


"Bola cahaya ini yang telah menciptakan New World, tapi bola cahaya ini tidak bisa mengatur apapun yang terjadi di New World."


"Jadi?"


"Jadi? Tentu Anda paham... Dunia dimana tidak ada Tuhan yang bisa merubah apapun sesuai kehendaknya. Tentu akan menjadi sebuah dunia dimana kekuatan adalah segalanya. Siapa yang kuat, maka dia akan menjadi pemilik New World." Remi tersenyum lebar dengan merentangkan kedua tangannya. Dirinya sangat yakin jika proposalnya akan disetujui oleh Zurich.


"Jadi begitu... Aku mengerti sekarang..." Zurich bisa membaca maksud dari Remi.


World Bank memang akan mengeluarkan banyak uang untuk menjadi sponsor utama turnamen yang diselenggarakan. Tapi tentu uang tersebut akan segera kembali dengan cepat setelah turnamen selesai. Semua player maupun guild yang ada di New World pasti akan semakin berlomba lomba untuk menjadi yang terkuat setelah turnamen diselenggarakan.


Dan jika seseorang ingin menjadi kuat di New World tidak mudah, kecuali jika orang tersebut memiliki banyak uang untuk membeli equipment yang dibutuhkan. Para player dan guild pasti akan berusaha mendapatkan Gold dan Silver sebanyak banyaknya untuk bisa membeli peralatan yang bisa memperkuat mereka.


World Bank yang menyediakan jasa penukaran Gold dan Silver tentu akan kebanjiran permintaan di kala itu. Tanpa sadar... Para pemain dan guild yang ada di New World akan bermain main di dalam permainan perputaran uang yang diciptakan oleh Microboot dan World Bank.


"Tawaranmu benar benar sangat menarik... Kami terima proposal penawaranmu!" Zurich mengajak Remi bersalaman. Tanda mereka berdua telah mencapai kesepakatan bersama.

__ADS_1


"Tentu Tuan... Saya tidak akan memberikan penawaran yang mengecewakan Anda." Remi segera menyambut tangan Zurich. Rasa lega dan bahagia benar benar memenuhi hatinya. Kini dirinya sudah tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya operasional bagian pemasaran selama setahun ke depan.


__ADS_2