
Setelah pertempuran dengan pasukan kerajaan selesai. Alan menahan Wislock dan pasukannya yang tersisa.
Zane sebenarnya ingin agar Wislock dieksekusi, tapi Alan menolaknya. Alan menjelaskan kepada Zane kalau Wislock dan anak buahnya di eksekusi, pasukan revolusi akan sama saja dengan Kerajaan South Mountain. Yang memakai cara pemerintahan tangan besi.
Zane pun akhirnya mengerti dengan yang Alan inginkan. Alan ingin merubah sistem pemerintahan, bukan hanya merebut kekuasaan. Wislock dan anak buahnya pun di tahan di area tambang.
Alan berencana untuk melanjutkan perjalanan ke Ibukota. Bagaimanapun Alan harus menyelesaikan quest yang sudah terlanjur dia terima. Lagipula Alan sudah beberapa hari ini tidak leveling. Levelnya pun sudah mulai tertinggal dengan pemain lain.
Zane sempat meminta Alan untuk tetap berada di South Hill, membantu dirinya mempertahankan tambang yang sudah direbut. Tapi Alan menolaknya, Alan hanya bisa berjanji untuk membantu zane mengatur strategi agar zane dan pasukan revolusi bisa mempertahankan tambang dari pasukan kerajaan.
Alan memberikan beberapa gambaran strategi pertahanan kepada zane. Mulai dari pentingnya pos pengamatan, senjata dan alat perang, pentingnya komunikasi antar lini, sampai bungker pertahanan. Zane pun sangat senang mendapat petunjuk dari Alan. Dirinya berjanji akan segera membuat semua hal yang alan sebutkan tadi.
Alan menyelesaikan pembelian tanahnya yang sempat tertunda karena pertempuran. Alan berpesan kepada Lily agar menggunakan tanah yang dia beli untuk ditanami tanaman herbal. Dan menjual hasil panennya untuk biaya kehidupan Lily dan Ole.
Lily sangat berterima kasih kepada Alan dan berjanji akan merawat tanah yang dia pinjamkan. Dengan tanah yang Alan pinjamkan, Lily tidak perlu khawatir lagi Ole akan mencuri hanya demi mencari makan.
Tidak lupa Alan memberikan uang 5 gold kepada Lily sebagai modal dan biaya hidup sampai tanaman herbal bisa dipanen.
"Ok... Saatnya kita berangkat..." Kata Alan kepada Clara dan Freya setelah menyelesaikan urusannya.
Freya ingin ikut dengan Alan, walaupun Zane sempat khawatir akan keselamatan Freya. Nengingat Freya adalah Wood Elf, Ras yang sedang diburu pasukan Kerajaan. Tapi Freya bersikeras ingin ikut Alan, dengan alasan dirinya ingin segera membuat warga Wood Elf yang lain bisa hidup dengan tenang. Jika Freya tetap di South Hill, tentunya keinginannya akan sulit terwujud. Zane pun tidak bisa mengekangnya lagi.
Zane pun memberikan sebuah lencana tanda pasukan revolusi. freya bisa menunjukkan lencana tersebut kepada pasukan revolusi yang dia temui untuk meminta bantuan. Pasukan revolusi yang melihat lencana tersebut pasti akan menolong Freya dan teman temannya. Freya pun menyimpan lencana tersebut dalam dimensional bagnya.
"Berhati hatilah kalian di perjalanan." Kata Zane dengan mata berkaca kaca. Dirinya masih belum rela melepas Freya pergi bersama Alan dan Clara.
"Tidak usah khawatir... Aku bersama pria yang bisa diandalkan." Kata Freya mencoba menenangkan Zane yang tampak sedih.
Alan hanya melongo. Lagi lagi Freya mengandalkannya, padahal Alan belum pernah berjanji untuk melindungi Freya.
Mereka bertiga pun pergi ke utara meninggalkan desa South Hill. Lily, Ole, dan Zaen hanya memandangi mereka bertiga, sampai punggung mereka tertelan oleh cakrawala.
Mereka sangat berterima kasih dapat dipertemukan dengan Alan. Tanpa kehadiran Alan mungkin kehidupan warga desa di South Hill akan selalu tertindas oleh kerajaan.
###
Di dalam ruangan tahta kerajaan south mountain. Berdiri kokoh sebuah tahta yang mencolok dan berlapis emas. Di tahta tersebut duduk seorang pria dengan mahkota emas di kepalanya. Tangan kanan pria tersebut memegang segelas anggur, dan tangan kiri pria tersebut memeluk pinggang seorang wanita yang ikut duduk di sandaran tangan tahta. Ujung tangan pria tersebut terlihat berulah di atas perut wanita tersebut, yang membuat wanita tersebut merintih kenikmatan.
Sruuup....
__ADS_1
Pria tersebut meminum anggur di tangan kanannya sampai gelasnya kosong. Tanpa menunggu aba aba dari pria tersebut, gelas itu sudah di isi kembali oleh wanita lainnya di samping kanan pria tersebut.
"Lapor Yang Mulia Robert..." Seorang pelayan pria langsung masuk ke ruang tahta dan bersujud di depan tahta.
"Ada apa?" Bentak Raja Robert yang merasa kesal karena kesenangannya diganggu.
"Hamba membawa laporan dari informan kita di selatan yang mulia..." Kata pelayan tersebut dengan terbata bata.
Raja Robert langsung tersenyum, mendengar laporan yang datang adalah laporan dari selatan. Dirinya sangat yakin kalau laporan yang akan diberikan adalah laporan baik.
"Apakah Wislock sudah menyelesaikan tugasnya?" Kata Raja Robert sambil meminum anggurnya lagi.
"Maaf yang mulia... Tapi Tuan Wislock dan pasukannya telah gagal..." Kata pelayan pria itu pelan. Takut akan merusak mood baik Raja Robert yang baru saja singgah.
thuar....
Aaaaa.....
Raja robert langsung membanting gelas anggur di tangan kanannya dan mendorong wanita di sampingnya hingga jatuh ke lantai. Wanita itu pun tidak lagi merintih kenikmatan tapi berganti merintih kesakitan. Raja Robert berdiri dan mendekati pelayan pria itu.
"Apa aku tidak salah dengar?" Tanya Raja Robert pelan.
Suara Raja Robert pelan tapi begitu dingin. Sampai menusuk kedalam diri pelayan pria tersebut. Keringat dingin langsung membanjiri wajah dan tubuh pelayan pria tersebut, dan dengan terbata bata dirinya menjawab.
Slaaash....
Sebuah pedang langsung melesat ke leher pelayan pria tersebut. Kepala pelayan pria tersebut langsung terpisah dari tubuhnya tanpa sempat menyelesaikan kata katanya.
Melihat kepala pelayan pria itu terpisah dari tubuhnya, pelayan wanita di samping tahta hanya bisa terperangah. Mereka tidak berani bereaksi ataupun hanya sekedar berteriak. mereka takut menjadi korban selanjutnya dari kemarahan Raja Robert.
"Panggil Sander kemari." Bentak Raja Robert.
Pelayan wanita yang mendengar pun langsung berlari untuk memanggil Sander Sang Great Wizard Kerajaan dan penasihat kerajaan.
"Yang Mulia mencari saya?" Sander yang datang selang beberapa menit langsung memberi hormat pada Raja Robert.
"Wislock telah gagal. Kamu cari penyebabnya dan urus masalahnya." Kata Raja Robert tanpa basa basi.
Sander yang mendengar informasi Wislock telah gagal sempat terkejut. Tapi dengan cepat dirinya sadar dari keterkejutannya.
__ADS_1
"Baik yang mulia... Saya laksanakan." Kata Sander sambil membungkuk dan berjalan mundur.
Sander langsung pergi ke ruangan pribadinya. ruangan pribadi sander sangat gelap, hanya ada penerangan lampu kecil di atas meja. Di sekitar ruangan samar samar terlihat rak rak buku sihir. Di tengah ruangan terdapat sebuah sofa duduk dan sebuah meja kerja lengkap dengan kursinya.
Di atas meja kerja itu terdapat sebuah bola kristal putih seukuran bola sepak. Sander duduk di kursi kerjanya, tangannya mengambang di atas bola kristal. Mulut Sander komat kamit membaca mantra sihir.
Tulisan tulisan rune langsung melayang di sekitar bola kristal tersebut. Tulisan tulisan rune tersebut langsung masuk kedalam bola kristal. Bola kristal langsung bercahaya dan menampilkan Wislock dan pasukannya yang sedang berjalan memasuki hutan. Bola kristal menampilkan kejadian Wislock dan pasukannya yang masuk ke jebakan Alan sampai Wislock dan pasukannya tertangkap.
Sander mengerutkan dahinya setelah melihat serangkaian kejadian dari bola kristal.
"Hanya satu orang? Tidak mungkin..." Sander hanya bisa melihat satu orang yang melawan Wislock dan pasukannya. Orang tersebut adalah Alan.
Sander pun membaca mantra lagi, dan tangan kanan sander menyentuh bola kristal. Sementara tangan kiri sander mengambil sebuah kertas. Sander melepaskan tangan kanannya, dari ujung tangan kanannya memancar sebuah cahaya hijau yang redup. Sander langsung menancapkan ujung tangan kanannya ke kertas.
Siiiuu....
Seketika cahaya hijau itu meresap kedalam kertas dan membuat sebuah gambar seseorang. Dari gambar tersebut terlihat seseorang yang membawa sebuah belati dan pedang pendek. Orang tersebut memakai pakaian serba hitam dan helm monyet yang menutupi setengah kepalanya.
Sander langsung bergegas kembali keruang tahta untuk memberi tahu Raja Robert.
"Yang Mulia... Ini yang hamba temukan." Sander menyerahkan kertas yang dia bawa dari ruang pribadinya.
"Hanya satu orang?" Raja Robert terlihat tidak puas dengan hasil kerja sander.
"Maaf Yang Mulia... Sepertinya rencana musuh benar benar sangat rapi. Hanya ini yang bisa hamba temukan."
Raja Robert mengerutkan dahinya sambil memandangi kertas bergambar Alan. "Aku yakin dia lah otak dari serangan ke Wislock... Temukan dia... Pasang harga yang tinggi untuk dirinya. Aku ingin dia dibawa kemari hidup hidup. " Bentak Robert.
"Laksanakan Yang Mulia... " sander langsung pergi meninggalkan ruang tahta.
Sander langsung bergegas mengumpulkan penyihir di kerajaan, dia harus mencetak poster buronan untuk Alan sebanyak mungkin dan menyebarkannya ke seluruh kerajaan.
.
"Lihat... Pasukan kerajaan menempelkan pengumuman. Ayo kita lihat..." Bisik seorang player pada temannya.
Kerajaan menyiapkan papan pengumuman di depan istana. Biasanya papan pengumuman itu berisi quest atau permintaan kerajaan yang bisa di ambil oleh player atau NPC. Namun kali ini pasukan kerajaan tidak menampilkan quest. Nelainkan foto seseorang berpakaian hitam dengan pedang pendek dan belati di kedua tangannya.
Di atas poto tersebut terpampang tulisan.
__ADS_1
LIVE ONLY 1000 GOLD
"1000 gold?"