
Bisa sampai di Ibukota Kerajaan Demon God dengan lebih cepat dari perkiraan, nyatanya tidak membuat Fire Blade bisa beristirahat terlebih dahulu. Pasalnya dirinya bisa melihat sebuah piramida tiga kaki raksasa yang berwarna hitam menjulang begitu tinggi di tengah tengah Ibukota.
Fire Blade tahu jika piramida hitam tersebut bukanlah bangunan yang telah berdiri sejak dahulu di Ibukota Kerajaan Demon God. Dirinya sudah berkali kali mengunjungi Ibukota, dan dirinya belum sekalipun melihat proses piramida hitam itu dibangun.
"Sepertinya kita terlambat Guild Master..." Kata Gina di samping Fire Blade, dirinya memandang takjub akan begitu masifnya piramida hitam raksasa yang menjulang tinggi di tengah Ibukota.
"Tidak ada kata terlambat... Itu pasti sebuah sihir dimensi. Kita pasti bisa menghancurkannya!" Fire Blade mencoba meyakinkan diri sendiri. Jika semuanya sudah terlambat, maka RnP Guild benar benar akan menjadi bahan guyonan di forum New World.
"Kita segera kesana!" Perintah Fire Blade, tidak memperdulikan jika setiap anggota RnP Guild memerlukan istirahat setelah perjalanan panjang selama dua hari.
Rasa gerutu menyelimuti setiap anggota RnP Guild, namun tentu itu hanya gerutuan di dalam hati. Tidak ada satupun yang berani menolak perintah Guild Master mereka.
Pasal satu dalam setiap organisasi selalu bekerja, entah dimanapun itu tempatnya.
Tidak perlu waktu yang lama bagi 2500 anggota RnP guild untuk bisa mencapai lokasi piramida hitam raksasa. Tidak ada satupun player maupun NPC yang berani mengganggu langkah mereka. Mereka seakan sudah sadar diri, jika RnP Guild bukanlah suatu Guild yang bisa mereka ganggu begitu saja. Apalagi melihat jumlah anggota yang mereka kerahkan, dari hentakan langkah kaki yang terdengar saja sudah membuat gentar setiap player maupun NPC yang melihatnya.
"Minggir!"
"Minggir!"
Piramida hitam yang muncul tiba tiba di tengah Ibukota Kerajaan Demon God tentu menarik perhatian semua player. Namun dengan datangnya RnP Guild ke lokasi piramida hitam, semua player yang tadinya mengelilingi piramida hitam tersebut langsung menyingkir dengan sendirinya. Tidak ingin membuat masalah dengan satu Guild yang disebut sebut sebagai Guild terkuat di Kerajaan Demon God.
Dua ribu lima ratus player anggota RnP Guild mampu mengepung piramida hitam raksasa tersebut dengan seutuhnya. Tidak ada celah sedikitpun bagi player yang bukan anggota RnP Guild untuk ikut nimbrung di dalam barisan tersebut.
"Three Sins! Periksa piramida ini!" Teriak Fire Blade kepada salah satu Kaptennya yang memiliki class penyihir.
"Baik Guild Master..." Three Sins langsung membacakan menyentuh piramida hitam di hadapannya, membacakan beberapa mantra dari bibirnya. Sebuah lingkaran sihir tercipta di depan tangan Three Sins, dan lingkaran sihir tersebut langsung meresap ke dalam piramida hitam raksasa.
"Bagaimana?" Fire Blade sudah tidak sabar untuk mendengar jawaban dari Three Sins.
"Seperti yang Anda duga Guild Master, ini adalah sihir pemisah dimensi. Namun sihir pemisah dimensi ini sangat kuat, akan sangat sulit untuk menghancurkannya..."
"Sulit bukan berarti tidak bisa kan?" Fire Blade langsung menghentikan penjelasan dari Three Sins. "Serang dari segala sisi! Hancurkan piramida ini!" Teriak Fire Blade. Memberi komando kepada semua anggota Guildnya.
Semua anggota RnP Guild yang berada di barisan paling depan langsung bersiap menyerang secara bersamaan. Mereka semua bersiap untuk mengeluarkan serangan serangan terkuat mereka.
"Tidal Wave!"
"Thousand Punch!"
__ADS_1
"Harmony of Fire!"
Satu persatu serangan anggota RnP Guild membentur piramida hitam di hadapan mereka. Namun bagaikan sebuah tembok yang begitu kokoh, piramida hitam di hadapan mereka hanya bergetar tanpa ada goresan sedikitpun yang tercipta.
"Ini..." Fire Blade tercengang seketika, lebih dari 200 anak buahnya memberikan serangan terkuat mereka secara bersamaan. Namun menggores piramida yang ada di hadapannya saja tidak. Bagaimana mereka akan menghancurkannya.
"Ini mustahil Guild Master..." Three Sins memperingatkan Guild Masternya, jika apa yang diinginkan oleh Fire Blade mustahil untuk dilakukan.
"Aku masih tidak percaya! Gina! Ayo!"
"Baik Guild Master!" Gina mengangguk, dan mengambil busur panah beserta satu anak panahnya.
"Elemental Body, Activated!" Fire Blade langsung mengeluarkan kekuatannya. Seluruh tubuhnya langsung terselimuti api merah seutuhnya, seakan akan dirinya sedang terbakar oleh api merah tersebut. Pancaran panas akan api merah Fire Blade pun membuat semua anggota di sekitarnya menghindar. Tidak ingin menjadi korban terbakarnya api yang menyelimuti Fire Blade.
Dengan dorongan api dari bawah kaki Fire Blade, tubuh api Fire Blade langsung terbang ke atas piramida hitam.
"Gina!" Teriak Fire Blade memberi tanda kepada salah satu Kaptennya tersebut.
Gina langsung melesatkan panahnya ke puncak piramida. Anak panah Gina langsung berubah menjadi sebuah lesatan sihir hitam, bersiap menghancurkan puncak piramida yang menjadi sasarannya.
"Hell Fire!" Teriak Fire Blade, sembari dirinya mengeluarkan semburan api merah dari kedua tangannya.
"Terkadang aku lupa, betapa kuatnya Guild Master kita..." Gumam Three Sins yang tercengang dengan jumlah api yang dikeluarkan oleh Fire Blade. Satu serangan dari Fire Blade bahkan jauh lebih kuat dari serangan gabungan yang tadi dikeluarkan anggota RnP Guild.
"Berhasilkah?" Gumam Gina di samping Three Sins, seluruh piramida hitam masih tertutup oleh api yang Fire Blade keluarkan.
Perlahan namun pasti, api yang dikeluarkan oleh Fire Blade mulai menghilang. Menampakkan piramida hitam yang masih tetap berdiri kokoh di tempatnya.
"Mustahil..." Mata Gina seakan ingin lepas dari kelopaknya, melihat piramida hitam di hadapan mereka tetap tidak bergeming. Bahkan setelah mendapat serangan api yang begitu besar dan shadow arrow miliknya.
"Tunggu..." Three Sins melihat ada sedikit pergerakan di piramida hitam tersebut.
Piramida hitam tersebut tidaklah retak, namun perlahan memudar dengan sendirinya. Mulai memperlihatkan bagian dalam piramida yang tadinya tidak terlihat.
"Berhasil..." Teriak semua anggota RnP Guild yang merasa begitu gembira melihat piramida hitam di hadapan mereka berangsur menghilang.
"Tunggu..." Gina memperingatkan semua orang yang ada di sekitarnya. Mencegah mereka agar tidak langsung bergerak masuk ke dalam bekas piramida hitam.
"Ini..." Gumam semua orang setelah melihat bagian dalam yang tadinya tertutup piramida hitam.
__ADS_1
###
'Joker... Identifikasi dia!'
Toni tentu tidak ingin gegabah dengan menyerang sosok berjubah hitam di hadapannya. Dirinya harus memanfaatkan Joker dengan semaksimal mungkin, dengan meneliti kekuatan yang dimiliki lawannya.
[Identifikasi Objek... Menganalisa data.]
[Unknown objek.]
'Apa maksudmu?'
Toni tentu terperangah, mendengar penjelasan dari Joker. Joker adalah sumber informasi terlengkap di New World, mustahil bagi Joker untuk tidak bisa mengetahui sosok berjubah hitam di hadapannya.
[Aura hitam yang menutupi objek menggagalkan sistem untuk melakukan identifikasi.]
'Aih... Ini benar benar merepotkan...' Toni tidak menyangka, jika aura hitam yang menyelimuti sosok berjubah hitam tersebut lebih merepotkan dari yang dirinya duga.
"Aku harus segera membantu Prioda!"
Toni langsung melemparkan Mino Hammer ke arah sosok berjubah hitam yang nampak bersiap menyerang Prioda dengan belatinya.
Thang...
Dengan mudahnya sosok berjubah hitam tersebut menangkis Mino Hammer yang Toni lemparkan. Meskipun sosok berjubah hitam tersebut sempat terpental beberapa meter ke belakang ketika menangkis Mini Hammer yang Toni lemparkan, namun tidak ada luka sama sekali yang tercipta dari satu pertukaran serangan tersebut.
"Ditangkis?" Toni sangat yakin dirinya sudah melemparkan Mino Hammer di titik buta sosok berjubah hitam tersebut. Dirinya tidak menduga jika sosok berjubah hitam tersebut bisa menangkisnya dengan mudah.
"Oh... Dua lawan satu... Tidak masalah... Kalian semua maju sekalipun juga tidak masalah... Ini justru akan lebih cepat." Kata sosok berjubah hitam yang sedang menyeimbangkan badannya di udara.
"Suara itu?" Meskipun tidak bisa melihat wajah dari sosok berjubah hitam tersebut, namun Toni tahu siapa pemilik suara yang begitu dirinya kenali tersebut. Suara yang hampir setiap hari dirinya dengar di Dunia nyata.
"Toni?" Balas sosok berjubah hitam tersebut setelah melihat wajah Toni yang setengahnya tertutup helm pelindung kepala, namun tidak menampikkan wajah rupawan yang Toni miliki.
Suara panggilan nama dirinya dari sosok berjubah hitam tersebut semakin memperjelas dugaan Toni. Toni dibuat tidak percaya dengan siapa yang harus dirinya hadapi dalam pertarungannya kali ini.
***Aku yakin setelah kalian membaca chapter ini, aku bakal dapat sumpah serapah dsri kalian semua karena membuat cerita yang begitu nanggung.
Maaf ya? Peace...***
__ADS_1