New World

New World
Babak 8 besar 3


__ADS_3

Pertandingan ketiga adalah pertandingan antara Straight Ball melawan Coward. Seorang knight bersenjatakan tombak tersebut harus berhadapan dengan seorang Swordman yang diketahui memiliki Dragon Swordman Class.


Pertandingan antara kedua player tersebut berjalan ketat. Straight Ball dengan senjata tombaknya memiliki sebuah keunggulan dengan daya jangkau serangan yang lebih jauh. Membuat Coward sedikit kesulitan untuk bisa melayangkan serangan jarak dekat ke arah Straight Ball.


Pertukaran serangan terus terjadi, jelas terlihat jika Coward unggul dalam hal kecepatan. Namun dalam hal kekuatan, atribut Str milik Straight Ball mampu mengimbangi tingginya atribut yang dimiliki oleh seorang Dragon Swordman.


"Kamu kuat..." Puji Coward pada sosok Straight Ball, meskipun Straight Ball tidak memiliki special class seperti dirinya, namun Straight Ball nampak bisa mengimbangi kekuatan yang dimiliki oleh Coward.


"Aku sarankan jangan menahan diri... Aku tahu kamu masih belum serius..." Straight Ball mencoba untuk tidak naif, dirinya tahu jika Coward masih menyimpan begitu banyak kartu as. Hany saja Coward enggan untuk menunjukkannya. Menunjukkan semua kartu as yang dimiliki kepada lawan, sama saja dengan menunjukkan cara mencegah kartu as tersebut.


"Wakil Guild Master dari Polar Guild memang bukan sembarang orang..." Coward hanya tersenyum menanggapi perkataan Straight Ball. Memang dirinya masih menahan diri selama ini. Lagipula dirinya masih belum bisa mengaktifkan mode Dragonizernya karena masih dalam waktu cooldown. Setelah dirinya menggunakannya dalam pertarungan melawan Dealova.


Namun bukan Coward namanya jika dirinya tanpa persiapan. Meskipun dirinya tidak bisa mengaktifkan mode bertarung terkuatnya, dirinya masih memiliki banyak item yang bisa dirinya gunakan. Tidak ada peraturan di dalam turnamen yang melarang peserta turnamen untuk menggunakan senjata selain senjata utamanya. Membuat Coward yang memiliki banyak item berkualitas tinggi di tas sistemnya merasa sangat diuntungkan


Coward pun mengeluarkan dua buah cakram kenbar dari tas sistemnya. Dengan satu gerakan tangan, kedua buah cakram kembar tersebut langsung melesat ke arah Straight Ball. Mencoba membuat Straight Ball membuka celah untuk bisa dirinya manfaatkan.


"Cih... Mulai serius rupanya..." Straight Ball langsung menghalau kedua cakram kembar tersebut. Membuat kedua cakram kembar tersebut terhempas ke dua arah yang berbeda.


Namun apa yang dilakukan oleh Straight Ball nampak sia sia. Kedua cakram kembar tersebut kembali berubah arah dan sekali lagi menjadikan Straight Ball sebagai sasaran utamanya.


"Sial... Merepotkan sekali..." Straight Ball kembali harus menghalau dua buah cakram kembar yang mengarah kepada dirinya. Membuat Straight Ball sedikit membuka celah untuk bisa dimanfaatkan oleh Coward.


Slash...


Sebuah tebasan berhasil dilancarkan oleh Coward tepat di salah satu paha kanan Straight Ball. Pedang biru milik Coward berhasil memberikan luka yang cukup dalam kepada Wakil Guild Master Polar Guild tersebut.


"Aaargh..." Straight Ball merasakan rasa sakit yang hebat di paha kanannya, kaki kanannya langsung terasa sulit untuk digerakkan. Luka yang diberikan oleh Coward benar benar tepat mengarah pada bagian saraf kakinya.


"Menyerahlah... Itu lebih mudah..." Coward sempat menghentikan langkah serangannya. Memberikan waktu kepada Straight Ball untuk sedikit lebih lama merasakan rasa sakit yang dideritanya.


"Hem... Luka ini belum seberapa..." Straight Ball menaham geramnya. Meskipun darah terus mengalir dari paha kanannya, dan HP miliknya terus turun secara perlahan, namun menyerah bukanlah suatu pilihan yang bijak. Lebih baik dirinya merasakan rasa sakit dan mati sambil membawa harga diri, daripada harus mati dalam keadaan terhina dengan nyaman. Lagipula Straight Ball pernah merasakan kematian di New World, dan tidak ada yang namanya kematian yang nyaman. Baik itu perlahan maupun cepat, semua memberikan satu sensasi rasa yang menyakitkan.


"Baiklah kalau kamu tidak mau menyerah... Mungkin ini akan sedikit menyakitkan..." Coward kembali melancarkan serangannya, dengan bantuan dua buah cakram kembar yang terus terbang dan mengincar Straight Ball, Coward semakin mudah melesatkan berbagai macam serangan kepada Straight Ball.


"Sial... Kuat sekali dia..." Straight Ball hanya bisa mengumpat sendiri, mendapati Coward yang begitu perkasa di hadapannya. Dirinya sama sekali tidak bisa berkutik dalam menghadapi serangan gabungan antara Coward dan dua buah cakram kembar miliknya.


"Paling tidak aku harus mendaratkan satu luka..." Straight Ball tahu, mustahil bagi dirinya untuk bisa menang melawan Coward. Satu satunya cara agar dirinya bisa mati sambil membawa harga diri adalah dirinya harus bisa mendaratkan satu serangan yang cukup kuat untuk bisa memberikan luka pada Dragon Swordman tersebut.

__ADS_1


"White Thunder!" Straight Ball melancarkan satu skill terkuatnya pada area di dekat tubuhnya. Meskipun dirinya akan ikut terkena efek serangan yang dirinya lancarkan, dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut Baginya yang utama adalah dirinya bisa mendaratkan satu serangan pada Coward.


Cethar....


Sebuah petir putih tiba tiba menyambar dari langit yang sama sekali tidak mendung. Petir tersebut mendarat tepat di atas arena pertarungan, dimana Straight Ball sedang berusaha menangkis semua serangan dari Coward dan kedua cakram kembarnya.


Coward yang terkejut bukan main langsung mencoba menghindar. Namun apa daya? Kecepatan petir siapa yang bisa menandingi? Coward harus terpaksa mengeluarkan skill perlindungan dirinya untuk menghalau serangan petir Straight Ball yang begitu tiba tiba.


Penonton pun terdiam sesaat, melihat arena pertarungan yang tertutupi kepulan debu akibat satu sambaran petir tadi. Semua orang masih mencoba menerka nerka, siapa sebenarnya yang mengeluarkan skill tadi. Apakah Straight Ball atau Coward. Hanya dengan melihat siapa yang bertahan di atas arena sajalah, mereka bisa tahu siapa yang telah mengeluarkan satu serangan dahsyat tadi.


Begitu kepulan debu menghilang, penonton bisa mendapati tubuh Straight Ball tebgkurap di atas arena pertarungan. Sebagian tubuhnya terlihat terdapat luka bakar. Penonton bisa mengetahui jika Straight Ball terkena serangan petir tadi.


Yeee....


Penonton pun bersorak, mendapati Coward masih berdiri dengan tegapnya di atas arena. Menandakan jika Coward telah terpilih sebagai pemenang pertandingan ketiga.


Uhuk...


Tubuh Coward langsung kehilangan keseimbangan. Dirinya kini jongkok dengan tangan kirinya memegangi dadanya. Listrik listrik kecil terlihat masih mengalir di tubuhnya.


"Dasar bodoh... Skill bunuh diri..." Coward menatap tajam ke arah Straight Ball. Meskipun Coward telah mengaktifkan skill perlindungan dirinya tadi, tapi besarnya kekuatan petir yang harus dirinya tahan, memaksa tubuh Coward juga ikut terkena dampak serangan. Hampir seperempat HP yang dirinya miliki telah menghilang dari bar HPnya. Jika saja dirinya terlambat mengaktifkan skill perlindungan diri. Mungkin dirinya sudah hangus seperti Straight Ball saat ini.


Setelah arena pertarungan diperbaiki. Pertandingan dilanjutkan ke pertandingan keempat. Dimana seorang pria bertudung hitam bernama XXX, akan melawan seorang Elementalist es bernama Dolphin.


Penonton pun bersorak, mendapati sang kuda hitam yang mengalahkan Burning Moon akan menghadapi salah satu player yang memiliki kemampuan langka, Elementalist Es. Banyak penonton yang menaruh dendam pada XXX, karena XXX telah membuat jagoan nomer satu mereka kalah dalam babak 16 besar, Burning Moon.


"Pertandingan Keempat, XXX melawan Dolphin. Dimulai..."


Dolphin langsung melayangkan puluhan pedang es ke arah XXX. Setelah melihat pertarungan antara XXX melawan Burning Moon, Dolphin tahu jika XXX sangat berbahaya. Dirinya harus memberikan semua yang terbaik dari yang dirinya miliki untuk bisa menang melawan XXX.


"Mainan anak anak..." XXX tersenyum di balik jubahnya. Dengan satu lompatan kaki, XXX menghindari semua pedang es yang mengincar dirinya.


"Bodoh..." Dolphin tersenyum melihat XXX melompat. Hal itulah yang dirinya harapkan ketika dirinya melemparkan pedang es tadi.


"Himalayan Throne!"


Dolphin menghantamkan kedua telapak tangannya ke atas arena. Dari lantai arena pertarungan, keluarlah puluhan tombak tombak es yang menjulang ke angkasa.

__ADS_1


XXX nampak tidak kesulitan untuk menghindari puluhan tombak yang mengincar tubuhnya. Dirinya bisa melompati satu tombak ke tombak lainnya, dan berhasil mendarat dengan selamat di atas arena.


Penonton pun terkesima, mereka tidak menduga jika Dolphin mampu memunculkan tombak tombak es yang kini menghancurkan separuh arena pertarungan.


"Apa hanya itu?" Ejek XXX setelah dirinya berhasil mendarat dengan selamat. Jika hanya itu kemampuan Dolphin, maka lebih baik dirinya cepat menyelesaikan pertarungan babak 8 besar ini.


"Cih...Sombong sekali..."


"Rasakan ini..."


"Winter Nature!"


Skill yang memakan setengah dari jumlah mana yang dimiliki Dolphin tersebut langsung membuat seluruh arena pertarungan tertutup es. Bahkan perisai pelindung yang melindungi para penonton pun ikut terpengaruh, ada percik percikan es yang menempel di perisai pelindung.


Penonton sampai terkesima dengan apa yang Dolphin lakukan. Merubah arena pertarungan menjadi es seutuhnya, tentunya menunjukkan betapa hebatnya Dolphin menjadi seorang Elementalist es.


"Apa kamu mau menakutiku dengan hal seperti itu?" Tanya XXX setelah melihat apa yang Dolphin lakukan. Tidak seperti penonton yang terkesima, XXX nampak tetap tenang meskipun lantai di bawah kakinya kini telah tertutup es seutuhnya.


"Besar mulut kau... Akan aku bekukan lidahmu itu..." Dolphin melambaikan tangannya beberapa kali. Dan serpihan serpihan es yang tajam langsung mengarah ke arah XXX.


XXX tetap tidak kesulitan dalam menghindari serangan Dolphin. Meskipun percikan es tajam yang mengincar dirinya kini bertambah lebih banyak, gerakan XXX tetap tidak terhambat sedikit pun.


Lantai yang licin pun seakan tidak memperlambat XXX. Dengan melapisi mana di kakinya, XXX seakan tengah berdiri di atas tanah yang kering.


"Aku rasa ini sudah cukup... Kali ini giliranku..."


XXX melesat cepat ke arah Dolphin. Cakar tajam XXX menyembul keluar dari balik jubahnya.


Slash...


Dolphin berusaha menghalau serangan cakar tajam dari XXX dengan menggunakan es miliknya. Namun lapisan es yang melindunginya tak mampu menahan hantaman cakar XXX. Cakar tajam XXX pun menancap di leher Dolphin. Membuat sang Elementalist es tersebut harus merasakan tercekik dengan kuat di lehernya.


"Aaargh..."


Dolphin mencoba memegang tangan XXX, berharap agar dirinya bisa melepaskan cengkraman tangan yang melilit lehernya.


"Kamu kuat... Tapi sayang... Darahmu tidak enak..." XXX menghancurkan leher Dolphin begitu saja. Membuat tubuh Elementalist es tersebut harus terpisah dari kepalanya. Darah merah pun membanjiri lantai es yang secara perlahan mulai kembali menjadi lantai biasa.

__ADS_1


Semua penonton langsung terdiam, mereka tidak percaya jika XXX membunuh lawannya dengan cara yang sangat keji seperti itu. Bahkan Flyin yang seorang Demon pun sampai menggigit giginya sendiri. Melihat bagaimana XXX membunuh lawannya di atas arena pertarungan.


"Ehem..." Satu tanda batuk dibuat buat dari XXX membuat Flyin terbangun dari lamunannya. Satu tanda yang memaksa Flyin untuk mengumumkan jika XXX telah lolos ke semifinal menyusul ketiga peserta lainnya, Gina, Ken dan Coward.


__ADS_2