
"Tuan... Tuan Mason..." Remi mencoba mengehentikan langkah salah satu partner kerjanya tersebut. Meskipun mereka berdua memiliki jabatan yang sama, namun semua orang di perusahaan Microboot tahu jika kedudukan Mason satu tingkat lebih tinggi daripada semua manager yang ada di Microboot.
"Ada apa Remi?" Mason pun menghentikan langkahnya, dirinya begitu penasaran kenapa Remi sampai mengejar dirinya seperti orang yang sedang dikejar setan.
"Hah... Hah..." Remi mencoba mengatur nafasnya yang terengah engah. "Boleh saya minta waktu Anda untuk bicara sebentar dengan Anda?"
"Hem..." Mason hanya mengangguk, dirinya langsung mengajak Remi untuk masuk ke dalam salah satu ruangan yang terdekat. Apa yang akan disampaikan oleh Remi pastilah sesuatu hal yang penting, tidak baik jika apa yang akan disampaikan oleh Remi diketahui oleh para karyawan lain.
"Apa maksudmu Remi?" Mason sedikit tidak mengerti apa yang Remi jelaskan kepada dirinya. Memangnya ada apa jika ada satu turnamen tidak resmi yang berjalan di New World? Bukankah justru hal seperti itu akan membantu meningkatkan kepopuleran New World?
"Ah... Sudah kuduga Anda pasti tidak akan paham... Turnamen itu begitu fenomenal di forum, karena hadiah yang diberikan bukanlah satu hal yang main main..."
"Lalu?"
"Saya takut jika minat para player ke turnamen resmi kita menurun nantinya... Mengingat kita memberikan hadiah pemenang turnamen dalam bentuk dollar, sedangkan turnamen di Abyss Colloseum memberikan hadiah berupa item game."
"Bukankah kita terlihat lebih unggul? Semua yang bermain New World pasti ingin bisa mendapatkan dollar untuk hidup mereka..."
"Ya Tuan Mason... Itu juga yang saya pikirkan dulu, tapi dengan item yang kuat... Para player bisa lebih mudah mendapatkan koin untuk bisa mereka tukar menjadi dollar. Para player tentu akan lebih memilih sebuah mesin uang daripada hanya mendapatkan uang..."
"Hem... Betul juga katamu..." Mason akhirnya paham kenapa Remi begitu khawatir akan adanya satu turnamen tidak resmi yang mungkin akan menjadi pesaing turnamen resmi yang di adalan Microboot.
"Apa kamu tahu siapa yang menyelenggarakan turnamen itu?"
"Berdasarkan informasi dari divisi tekhnik, turnamen itu di selenggarakan oleh Bangsa Demon. Mereka berencana membuat sebuah Kerajaan, dan final turnamen akan di selenggarakan ketika Kerajaan Demon mengangkat Raja baru mereka."
"Kerajaan Bangsa Demon?" Mason sedikit berpikir, dirinya sedikit paham mengenai Main Story New World. Dan dirinya belum pernah mendengar akan adanya pembentukan Kerajaan Bangsa Demon dalam Main Story New World.
"Apa informasimu bisa dipercaya?" Tanya Mason sekali lagi.
"Tidak mungkin informasi dari divisi tekhnik salah Tuan Mason."
"Apa kamu berpikiran sama denganku?" Mason menatap Remi dengan rasa penasaran.
"Ya Tuan... Saya pikir pemuda itu memiliki hubungan dengan Kerajaan Bangsa Demon. Tidak mungkin jika semua yang terjadi ini hanya diatur oleh para NPC di New World."
"Benar benar pemuda yang menarik... Sepertinya aku harus bertemu dengan dia lagi dalam waktu dekat..." Senyum tergambar di wajah Mason. Dirinya merasa sedikit terhibur dengan apa yang telah Alan capai di dalam sebuah game bernama New World.
###
Pertandingan kedua babak delapan besar kembali berlanjut. Ken yang berhasil lolos ke babak delapan besar setelah menang dari Blast, kini harus berhadapan dengan seorang Kapten Light Guardian bernama Gorin.
Kekalahan Poska di babak delapan besar dari Gina, membuat Gorin menjadi satu satunya NPC yang masih bertahan. Sekaligus dirinya menjadi satu satunya perwakilan Light Guardian yang tersisa.
"Kamu adalah lawan yang kuat... Aku tidak akan segan segan kepadamu..." Sebelum pertarungan di mulai, Gorin menyempatkan diri untuk memberi peringatan kepada Ken.
"Itu yang aku harapkan... Tunjukkan semua kekuatanmu!" Ken langsung mengambil satu kuda kuda untuk bertarung.
"Pertandingan kedua, Ken melawan Gorin. Di mulai..."
Gorin langsung melesat ke arah Ken dengan cepat, kapak besarnya langsung mencoba menyasar pundak kan Ken.
Ken yang telah mengaktifkan skill pasifnya langsung menyambut serangan kapak Gorin dengan kedua telapak tangannya.
Thang...
Thang...
Suara benturan antara tangan keras Ken dengan kapak besar Gorin pun menggema di seisi Abyss Colloseum. Kedua petarung sama sama tidak mau memberi celah kepada lawannya untuk bisa mendaratkan serangan.
__ADS_1
"First Step, King Kong Fist."
Tangan Ken langsung diliputi mana yang cukup tebal, setiap pukulannya kini lebih bertenaga daripada pukulan pukulan sebelumnya.
"Jadi kamu juga bisa mengatur manamu? Hebat... Hebat..." Gorin memuji Ken yang bisa mengendalikan mana dengan sempurna meskipun Ken tidak berasal dari Light Guardian. Rahasia tekhnik mengendalikan mana hanya diketahui oleh Light Guardian dan beberapa kelompok penting di New World.
"Jangan terkejut dengan hal kecil seperti ini..." Ken menyerang Gorin semakin cepat, mencoba mendaratkan serangannya kepada tubuh Gorin.
Namun setiap serangannya selalu terhenti ketika kapak besar milik Gorin menangkis serangannya. Tidak hanya itu... Ken merasa jika kapak besar milik Gorin tersebut bisa memperlemah serangannya yang diperkuat oleh mana miliknya.
"Senjata apa itu sebenarnya?" Ken merasa ada yang sedikit aneh dengan senjata milik Gorin. Setiap pukulannya dipenuhi tenaga yang cukup untuk melemparkan lawannya. Namun kapak besar yang menangkis pukulannya tersebut seakan menyerap tenaga yang terkandung di dalam pukulannya.
"Kekuatanmu tidak akan ada artinya di hadapan Three Shining Star Axe milikku..." Gorin kembali menyerang ke arah Ken. Dirinya begitu percaya diri dengan Three Shining Star Axe miliknya. Three Shining Star Axe mampu menyerap kekuatan dari serangan lawan yang mengenainya. Jadi... Selama Gorin menangkis pukulan Ken menggunakan Three Shining Stat Axe miliknya, serangan Ken tidak akan pernah memberikan efek kepada dirinya.
Kemampuan Three Star Shining Axe yang mampu menyerap kekuatan serangan lawan, membuat Ken terpojok. Setiap kekuatan pukulan yang Ken lesatkan hanya akan menjadi sebuah pukulan biasa di hadapan Three Shining Star Axe.
"Ini tidak bisa dibiarkan... Aku akan kalah jika seperti ini..." Ken mendapati serangan Gorin semakin bertambah cepat seiring dengan semakin banyaknya Gorin menangkis pukulan dari Ken.
"Second Step, Earth Shake Fist!"
Ken menghantamkan tinjunya ke atas lantai. Arena pertarungan langsung bergetar dengan hebat. Ken memanfaatkan kesempatan untuk melompat tinggi ke udara.
Gerakan Ken yang tiba tiba membuat Gorin terkejut. Gorin pun harus menyeimbangkan tubuhnya untuk menahan getaran yang terjadi di atas arena pertarungan. Mencegah tubuhnya rubuh di atas arena pertarungan.
Getaran di atas arena tidak bertahan lama, Gorin bisa kembali menyeimbangkan tubuhnya. Dirinya pun bisa melihat Ken yang tengah melayang di atas udara dan bersiap meluncur ke arah dirinya.
"Ingin mengadu kekuatan? Datanglah... Akan aku sambut..." Gorin tersenyum mendapati Ken meluncur cepat ke arah dirinya. Dirinya begitu percaya diri jika Three Shining Star Axe miliknya mampu menahan serangan Ken.
"Third Step, Meteor Fist!"
Ken mengeluarkan salah satu skill terkuatnya. Tubuh Ken langsung meluncur dengan cepat ke arah Gorin. Bagaikan sebuah meteor yang siap menabrak Gorin sebagai sasaran utamanya.
Semua penonton pun terdiam, mereka semua seakan menahan nafas mereka untuk tidak melewatkan kejadian yang akan terjadi di atas arena pertarungan.
Boom...
Pukulan Ken menghantam kapak besar Gorin dengan kerasnya. Angin kencang menghempaskan semua yang ada di sekitar Ken dan Gorin. Lantai arena yang menjadi pijakan kaki Gorin pun retak, menandakan betapa kuatnya tekanan yang mesti di tahan oleh lantai arena.
Seperti serangan serangan Ken sebelumnya, kapak besar Gorin menyerap tenaga pukulan yang dilancarkan Ken. Hampir 50% tenaga yang dilancarkan dari serangan Ken terserap oleh Three Shining Star Axe. Namun tenaga yang dari pukulan Ken terlampau besar untuk diserap oleh Three Shining Star Axe. Gorin pun harus menerima kenyataan, jika Three Shining Star Axe miliknya harus retak sebagian.
Bruk...
Tubuh Gorin terpental beberapa meter ke belakang, punggung Gorin menghantam lantai arena dengan kerasnya. Three Shining Star Axe miliknya terpental hingga beberapa meter di sampingnya.
"Cih... Kuat sekali..." Gorin tidak menduga jika tenaga di balik pukulan Ken begitu kuat, Three Shining Star Axe bahkan tidak mampu menyerap semua tenaga yang terkandung dalam pukulan Ken.
"Selamat?" Ken terkejut mendapati Gorin bisa selamat dari serangannya barusan. Selama ini belum pernah ada lawan yang bisa selamat dari serangannya tadi.
"Aku akui... Seranganmu tadi begitu hebat... Three Shining Star Axe milikku bahkan tidak bisa menanggulangi efek seranganmu..." Gorin mulai berdiri kembali, dirinya langsung menarik Kapak besarnya agar kembali ke dalam genggamannya.
"Tapi seperti itu belum cukup untuk membunuhku..." Gorin tersenyum kecil, Ken memang kuat, tapi hal seperti itu belum cukup untuk bisa membunuh dirinya. Lagipula kini dirinya masih memiliki dua nyawa... Jika dirinya mati, dirinya masih bisa hidup lagi satu kali.
"Cih... Aku tidak percaya seranganku tadi tidak berefek..." Ken mengumpat sendiri. Butuh lebih dari setengah dari jumlah mana yang dirinya miliki untuk mengeluarkan serangan tadi. Jika pun Gorin masih belum terluka, paling tidak senjata Gorin akan sedikit terkena dampak.
"Keputusasaan memang sering terlihat seperti itu..." Gorin kembali maju untuk menyerang Ken. Kali ini tubuh Gorin diliputi aura putih, yang membuat pergerakan Gorin semakin cepat.
Thang...
Thang...
__ADS_1
Ken kali ini mencoba untuk merubah strateginya. Jika dirinya terus beradu kekuatan dengan Gorin untuk menyerang Gorin, maka dirinya akan kehabisan mana dengan sendirinya. Satu satunya jalan untuk menghadapi Gorin adalah dengan bertahan, dan menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan serangan balasan yang akurat. Jangan sampai serangannya hanya mengenai kapak besar yang di genggam oleh Gorin.
"Kenapa? Kamu menyerah?" Gorin tersenyum sendiri, melihat Ken hanya menangkis serangan serangan kapaknya dengan kedua tangannya.
"Lakukan sesukamu..." Fokus Ken tetap tidak teralihkan, dirinya tetap menangkis serangan serangan Gorin, sambil memerhatikan adanya celah yang bisa dirinya manfaatkan.
"Baiklah kalau kamu yang meminta..." Gorin menggenggam erat kapak besarnya. Dirinya bersiap melancarkan satu serangan yang lebih kuat dari pada serangan serangan sebelumnya.
"Final Cross!"
Dua tebasan beruntun yang cepat langsung menghantam kedua tangan emas Ken. Ken tentu tidak bisa menghindari serangan Gorin barusan, jarak dengan Gorin yang begitu dekat, memaksa dirinya untuk menerima serangan dari Gorin
Boom...
Ken terlempar beberapa meter ke belakang. Punggungnya bahkan membentur lantai arena pertarungan dengan keras. Semua penonton langsung bersorak. Mereka benar benar merasa terhibur dengan pertarungan yang kedua peserta tampilkan.
Namun Ken bisa bangkit kembali dengan sebuah senyuman kecil di wajahnya. Meskipun terlempar beberapa meter, namun Ken bisa menyadari satu hal. Senjata yang dipakai Gorin sudah mulai retak. Ketika benturan senjata dengan tangannya tadi, Ken bisa merasakan jika kapak besar Gorin memiliki sebuah retakan kecil.
"Tersenyum?" Gorin tidak mengetahui apa yang membuat Ken tersenyum. Yang pasti dirinya merasa tersinggung dengan apa yang Ken lakukan. Tersenyum setelah mendapat serangan yang kuat, bukankah itu merupakan sebuah penghinaan akan serangannya barusan? Seakan akan Kem sedang berkata, seranganmu tidak ada apa apanya.
"Kita lihat apa kamu masih bisa tersenyum setelah melihat ini..."
"Mana Impulse!"
Aura putih yang menyelimuti tubuh Gorin langsung membesar. Bahkan tubuh Gorin yang tadinya berwarna coklat kini berubah menjadi merah tua. Gorin membakar mana yang dirinya miliki untuk dirinya rubah menjadi sebuah kekuatan tambahan.
"Terima ini..." Gorin langsung melesat ke arah Ken. Mencoba merobek bibir imut Ken yang tadi memberikan senyum penghinaan kepada dirinya.
"Golden Body, Centralization!"
Ken merubah sifat pasif tubuhnya, dengan tadinya seluruh emas yang menyelimuti tubuhnya. Kini hanya kedua tangannya saja yang tertutup emas. Menjadikan kedua tangannya kini jauh lebih keras berkali kali lipat.
Thang...
Thang...
Benturan serangan kedua petarung tersebut tidak terelakkan. Meskipun kecepatan Gorin lebih cepat dari Ken. Namun kejelian insting Ken membuat Ken selalu bisa menangkis tebasan kapak Gorin dengan kedua tangannya.
Benturan demi benturan terus terjadi, satu yang Gorin tidak pernah sadari sedari tadi. Ken selalu mengincar satu titik yang sama ketika tangannya berbenturan dengan kapak besar Gorin. Ken berusaha untuk menghancurkan senjata Gorin yang menjadi masalah terbesar dalam pertarungan ini.
Crack...
Thar...
Mulut Gorin terbuka dengan lebar, tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat. Kapak besar yang telah menemani dirinya selama ini, kini hanya menyisakan gagangnya saja. Mata kapak Gorin kini terpecah menjadi beberapa bagian dan tergelatak di atas lantai arena pertarungan.
"Final Step... Sky Breaker Fist!"
Bruk...
Keterkejutan Gorin akan hancurnya senjata miliknya, membuat dirinya tidak menyadari jika Ken sudah menyiapkan satu tinju pamungkas untuk dirinya.
Satu pukulan telak di perut Gorin pun harus Gorin terima. Gorin langsung terpental puluhan meter ke udara. Dan mendarat di atas arena pertarungan dengan satu lubang besar di perutnya.
Penonton pun bersorak, pertandingan kedua babak 8 besar pun menemukan pemenangnya. Ken tidak langsung merayakan kemenangan, dirinya memeriksa apakah Gorin akan hidup lagi atau tidak. Mengingat Gorin menang melawan Blue Spirit karena bisa hidup kembali.
Rupa rupanya Gorin tidak bisa hidup lagi. Gorin mampu bangkit dari kematian karena kemampuan senjatanya. Dan kini senjatanya telah dihancurkan oleh Ken. Gorin pun harus menunggu sampai jiwanya dibangkitkan dari crystal jiwa untuk bisa hidup kembali.
"Ken... Sepertinya dia bisa berguna..." Gumam Alan yang merasa takjub setelah melihat pertarungan antara Ken dan Gorin.
__ADS_1