New World

New World
ramalan great wizard


__ADS_3

Clara sedang bersembunyi di dalam gua. Clara hanya berjalan kesana kemari di depan api unggun yang dia buat. Dari raut mukanya terpampang rasa kecemasan yang begitu mendalam di hati Clara. Disamping mencemaskan Alan, Cara juga takut mesti sendirian di dalam gua.


"akak AS lama sekali... Apa dia baik baik saja ya?" Batin Clara.


Dari mulut gua terlihat bayangan 2 orang yang datang mendekati Clara. Clara langsung panik, jika Alan yang datang, mestinya Alan akan datang sendirian. Tapi yang datang adalah 2 orang. Itu berarti besar kemungkinan itu bukan Alan.


Bayangan kedua orang itu semakin mendekat, namun Clara masih belum bisa melihat wajah dari kedua orang tersebut. Clara pun bersiap dengan menarik pedangnya.


Ketika kedua orang itu semakin mendekat. Clara langsung mengambil kuda kuda untuk menyerang.


Clang....


Gesekan dua besi menimbulkan suara yang nyaring di dalam gua.


"Clara... Kenapa kamu menyerang kami?" Tanya Alan yang sedang menangkis pedang Clara dengan daggernya. Untung saja Alan bereaksi cepat, kalau tidak dirinya pasti sudah terluka oleh pedang Clara.


"Kakak AS... Kamu datang... Tapi..." Clara bingung sendiri melihat orang yang dibawa Alan. Orang itu adalah Freya. Putri pemimpin dari suku Wood Elf.


"Ahh... Panjang ceritanya... kKta istrahat dulu." Alan pun memilih untuk duduk dan membakar daging Shadow Panter. Alan berpikir kalau Clara pasti kelaparan karena seharian belum makan.


"Tapi... Kenapa gadis ini ikut kakak?" Tanya Clara sekali lagi yang tidak puas dengan jawaban Alan.


"Aku juga tidak tahu. Gadis ini minta untuk aku bawa." Jawab Alan sekenanya.


Clara yang mendengar jawaban Alan serasa tidak percaya. Mana mungkin ada putri kepala suku yang minta untuk diculik. Pasti gadis itu merencanakan sesuatu.


Freya minta dibawa oleh Alan ketika menjadi tawanan Alan. Awalnya Alan menolaknya karena akan semakin memperkeruh suasana. Tapi Freya terus memohon kepada Alan, dan berjanji akan menceritakan alasannya ketika keadaan sudah aman.


Alan yang punya jiwa pria sejati tentu tidak bisa melihat gadis memohon mohon kepadanya. Dengan terpaksa Alan membawa kabur Freya dari desanya.


Para penjaga desa pertamanya mengejar Alan. Tapi Alan mengeluarkan Black Breath dan langsung kabur menggendong Freya. Para penjaga pun tidak bisa mengejar karena jalan mereka tertutup oleh gas beracun.


"Jadi... Tuan Puteri... Bisa kamu jelaskan alasanmu untuk minta aku bawa?" Tanya Alan sambil terus memanggang daging di api unggun.


Freya pun ikut duduk bersama Alan didekat api unggun.


"Maaf sebelumnya karena merepotkan kalian. Namaku adalah Freya... Anak kepala suku dari suku Wood Elf."


"Tidak usah berbasa basi. Langsung saja jawab pertanyaan kakak AS. " Clara menyahut dengan ketus. Clara masih menaruh rasa curiga pada Freya.


"Ahh.... Aku minta untuk dibawa karena ini menyangkut masa depan sukuku." Freya menghela nafas panjang setelah melihat Clara yang begitu ketus pada dirinya.


"Masa depan sukumu? Maksudnya?" Alan sedikit menoleh ke Freya.


"Sukuku sedang diburu oleh pasukan Kerajaan dari South Mountain."


"Diburu? Kenapa? Apa daging dari wood elf begitu enak sampai sampai kalian diburu?" Tanya Clara dengan polosnya.


Alan hanya melongo dengan pertanyaan clara. Sepertinya Clara begitu lapar sampai sampai hanya makanan yang ada di pikirannya.


"Bukan begitu... Sukuku diburu karena sebuah ramalan dari Great Wizard Kerajaan South mountain."


"Ramalan?" Alan dan Clara serempak.


"Ya... Kerajaan South Mountain dipimpin oleh seorang Raja bernama Robert. Raja Robert memerintah dengan gaya pemerintahan tangan besi. Gaya hidupnya juga sangat glamor. Jadi untuk mencukupi gaya hidupnya Raja memberlakukan pajak yang tinggi pada warganya. Suatu waktu Raja Robert pernah bertanya kepada Great Wizard kepercayaannya, sampai kapan dirinya bisa menjadi Raja. Great Wizard itupun meramalkan masa depan Raja Robert dan menjawab kalau Raja Robert akan menjadi Raja sampai ada seorang Elf yang datang dan menggulingkannya dari tahta."

__ADS_1


"Jadi itu sebabnya suku kalian diburu? Karena Raja takut akan digulingkan dari tahta oleh seseorang dari suku kalian?" Alan menebak apa yang akan di sampaikan oleh Freya.


"Betul... Kami pun terpaksa tinggal di hutan ini untuk menghindari pasukan kerajaan yang memburu kami."


"Lalu... Apa hubungannya denganku?" Alan masih bingung apa hubungan ramalan itu dengan Freya yang minta diculik.


"Meskipun kamu memakai helm, Aku tahu kalau kamu juga seorang Elf. Dan aku yakin orang di ramalan itu adalah kamu." Jawab Freya dengan mantap.


"Hahaha... ajangan bercanda... Aku? Orang di ramalan? Memang apa dari diriku yang menunjukkan aku adalah orang yang di ramalan itu?"


"Aku tidak punya bukti. Tapi aku yakin orang itu adalah kamu."


"Jangan terlalu berharap yang lebih dari diriku. Aku hanyalah seorang petualang biasa." Jawab Alan yang tidak mau ambil pusing dengan penjelasan Freya.


"Aku tahu... Tapi instingku bilang kamulah orangnya." Freya tetap bersikeras.


"Cukup basa basinya... Sekarang kalian istirahatlah dulu. Jangan pergi kemanapun sampai aku kembali. Ada sesuatu yang perlu aku urus." Kata Alan sambil mengatur sistem untuk log out.


Alan pun bangun dari tidurnya, sinar matahari yang masuk ke kamar sudah tidak hangat lagi tapi berganti panas. Menandakan waktu sudah menjelang siang. Alan bergegas untuk mandi dan bersiap siap untuk kuliah.


Alan tidak hanya harus fokus dengan New World. Dia perlu keseimbangan antara kedua dunia. Mengingat tujuan utama Alan adalah menghancurkan Sunflower Grup sampai kedasarnya. Hanya dengan mempelajari ilmu barulah, Alan bisa bertambah kuat di dunia nyata.


Di sela sela kelas pun Alan memanfaatkannya dengan membaca buku di perpustakaan. Dia mencari biografi tentang Sunflower Grup. Jika Alan ingin menghancurkan Sunflower Grup. Maka dia harus tau tentang seluk beluk dan semua tentang Sunflower grup.


Selesai kuliah Alan langsung pergi ke dojo untuk berlatih bela diri dan menenangkan pikirannya. Dengan pikiran yang jernih, Alan akan selalu bisa mengambil keputusan yang tepat dalam setiap langkahnya. Itulah sebabnya Alan tidak pernah melupakan berlatih bela diri.


"Ton... Kamu tahu informasi tentang Sunflower Guild?" Tanya Alan yang terbaring kelelahan sehabis berlatih tanding dengan toni.


"Yang aku tahu mereka berbasis di Black Dessert Empire. Hanya itu..." Jawab Toni yang juga tiduran sambil mengatur nafasnya karena kelelahan.


"Iya... Aku juga mencoba mencari informasi tentang Sunflower guild untuk membantumu. Tapi karena jarak Royal Empire dan Black Dessert Empire begitu jauh, hasilnya pun nihil."


"Hem... Baiklah... Mungkin aku mesti ke Black Dessert Empire sendiri untuk mencari informasi."


"Ke Black Dessert Empire? Alan... Kamu tahu kan jarak dari South Mountain ke Black Dessert? Tiga bulan berjalan kaki pun belum tentu sampai."


"Iya... Aku tahu... Aku pun juga tidak ingin terburu buru... Aku perlu bertambah kuat lagi untuk bisa menghancurkan mereka sampai dasar jurang penderitaan." Kata Alan dengan tatapan mata penuh dendam.


Toni yang melihat tatapan alan sampai merinding sendiri. Dari situ toni tahu betapa Alan sangat membenci Sunflower Grup.


"Aku pulang dulu... Masih ada yang perlu aku kerjakan di New World." Kata Alan sambil bangkit dari tidurnya.


"Ok... Berhati hatilah... Nanti aku menyusul."


###


Alan, Clara, dan Freya keluar dari gua. Mereka akan kembali ke desa Wood Elf untuk mengantar Freya. Freya sempat menolak, tapi Alan memaksanya dan mengancam tidak akan membantu Freya jika dirinya tidak membantu menyelesaikan kesalahpahaman dirinya dan warga Wood Elf. Freya pun tidak bisa menolak keputusan Alan.


"*******.... Verani kamu kembali kemari." Gertak Sora yang melihat Alan, Clara dan Freya memasuki desa.


Semua penduduk Wood Elf pun hanya bisa melihat mereka bertiga berjalan. Jika saja Freya tidak bersama Alan dan Clara, Alan dan Clara pasti sudah di bombardir serangan.


"Sora.... Hentikan... Mereka berdua adalah tamuku. Jaga sopan santunmu." Bentak Freya.


Sora pun tercengang dengan perkataan Freya dan hanya bisa melihat rombongan Alan memasuki rumah kepala suku.

__ADS_1


"Mari masuk..." Ajak Freya.


Alan dan Clara pun menuruti, mereka berdua duduk di kursi yang disediakan. Freya langsung masuk kedalam untuk memanggil ayahnya, Arwen sang Kepala Suku wood Elf.


Tidak berselang lama Freya keluar bersama ayahnya. "Anak muda... Benarkah kamu Elf yang ada di ramalan tersebut?" Tanya Arwen tanpa basa basi. Freya tentunya sudah memberitahu Arwen tentang Alan sebelum bertemu dengan Alan


"Maaf Kepala suku Arwen. Saya kesini hanya untuk mengantarkan Freya pulang dan menyelesaikan kesalahpahaman diantara kita." Jawab Alan dengan sopan. Kali ini Alan bersikap sopan karena dia dianggap tamu.


"Ooohh... Melihat anakku baik baik saja tanpa terluka, aku yakin kalian berdua tidak berniat jahat. Aku anggap tidak pernah terjadi masalah di antara kita." Jawab Arwen dengan mengelus dagunya.


"Terima kasih banyak Kepala suku arwen. kalau begitu kami mohon pamit." Kata Alan tanpa basa basi.


"Tunggu..." Freya mencegah Alan dan clara untuk pergi.


"Tuan Puteri... Apakah ada hal lainnya?" Tanya Alan yang sudah bersiap untuk pergi.


"Aku ikut dengan kalian."


Cethar....


Alan, clara dan terutama Arwen langsung terkejut dengan perkataan Freya.


"Apa aku tidak salah dengar?" Tanya Arwen sambil memandangi putrinya.


" Tidak ayah... Ini sudah keputusanku. Aku yakin pemuda ini adalah yang ada di ramalan Great Wizard." Freya mencoba meyakinkan Arwen.


"Maaf Tuan Puteri. Kami memang akan pergi ke Siuth mMiuntain. Tapi tujuan kami bukan untuk menggulingkan pemerintahan kerajaan. Kami adalah warga desa Middlemist yang sedang mencoba membuka jalur perdagangan." Alan mencoba menolak dengan sopan. Jika Alan salah bicara dan menyinggung Arwen atau Freya. Bisa habis dirinya dan Clara di kepung penjaga Wood Elf yang berjumlah ratusan.


"Freya..." Arwen mencoba memperingatkan Freya lagi.


"Ayah... Apakah ayah mau terus terusan hidup dalam pelarian seperti ini?"


"Tapi putriku... Keselamatanmu bisa terancam."


"Yang dikatakan ayahmu benar Tuan Puteri. Jalan yang akan kami tempuh bukan jalan yang mudah. Kami tidak bisa menjamin keselamatanmu." Alan menambahkan.


"Aku bisa melindungi diriku sendiri. kamu pikir siapa Eff terkuat di desa ini?" Jawab Freya dengan sedikit menyombongkan diri.


"Ahh.... " Alan hanya menghela nafas.


"Ayah... Percayalah padaku...." Freya menatap mata ayahnya dengan penuh harap.


"Kamu memang mewarisi sifat ibumu." Arwen menghela nafas panjang, dan mengangguk. Arwen benar benar tidak bisa menolak permintaan putrinya satu ini. Meskipun dirinya sangat khawatir akan keselamatan putrinya.


Freya yang melihat anggukan ayahnya langsung sumringah dan memeluk ayahnya. Sedangkan Alan dan clara hanya bisa melongo menatap mereka berdua.


"... Tambah beban lagi satu..." Batin Alan.


[AS... Atribut Freya adalah yang tertinggi di desa ini. Dia bisa menjadi elementalist yang hebat jika mendapat pengalaman bertarung yang cukup.]


'Kau yakin Joker?'


[Tentu AS..]


Suara joker sedikit meringankan beban pikiran Alan.

__ADS_1


__ADS_2