New World

New World
alan beraksi 1


__ADS_3

Toni menjelaskan kepada Alan rencananya untuk merekrut mahasiswa baru agar mau bergabung dengan kelas beladiri.


Toni dan Alan langsung memasang helm VR dan terhubung ke dalam game Gun in Fire.


Toni meminta Alan untuk mengaktifkan mode rekam di dalam game. Sehingga semua aktifitas Alan di dalam game bisa terekam.


Di dalam Gun in Fire pemain bisa memilih karakter dengan berbagai macam senjata. Alan memilih senjata busur dan pisau. Toni memilih senjata perisai dan pedang.


Ketika Alan membuka mata,dia berada di dalam sebuah benteng yang disebut base pertahanan squatnya. Di puncak benteng itu ada sebuah bendera berwarna merah. bendera itulah yang mesti direbut untuk memenangkan permainan ini.


Squat alan terdiri dari 10 orang. Selain alan dan toni, 8 orang lainnya adalah pemain acak yang kebetulan bermain bersama. Ada 3 orang yang menggunakan perisai dan pedang termasuk toni. Ada 2 orang magician yang menggunakan tongkat sihir. 2 orang healler membawa tongkat sihir dengan hiasan bintang di ujungnya. 2 orang menggunakan busur termasuk Alan. Yang 1 orang lagi menggunakan kapak besar.


Mereka bersepuluh berdiskusi tentang tugas masing masing. Alan mengusulkan untuk membagi squat menjadi 3 tim untuk memecah konsentrasi lawan.


Tim pertama bertugas untuk bertahan beranggotakan 1 magician, 1 pengguna pedang dan 1 pengguna busur.


Tim kedua (sayap kiri) bertugas menyerang dari sisi sebelah kiri, beranggotakan 1 pengguna pedang, 1 magician dan 1 healler.


Tim ketiga (sayap kanan) bertugas menyerang dari sebelah kanan, beranggotakan 1 pengguna pedang, 1 pengguna kapak, dan 1 healer.


Alan sendiri bertugas untuk menyelinap dan mencoba membunuh lawan sebisa mungkin.


Semua anggota squat merasa rencana Alan sangat rapi, sehingga tidak ada yang keberatan. Selesai membagi tugas tim penyerang langsung bergerak keluar dari benteng.


Area di dalam gun in fire tergolong luas. luasnya sekitar 5 km. Jarak antara benteng satu dengan yang lainnya sekitar 2,5 km. Ada area hutan dan ada area terbuka. Hal ini sengaja di buat agar pertarungan lebih seru dan bermacam macam strategi bisa di terapkan.


Alan berdiri di atas dahan pohon. Mengawasi sekitarnya. Dia berada tepat di ujung area hutan. Matanya tajam mengawasi sekitar.


"Sayap kanan? Bagaimana kondisi disana?" tanya Alan pada grup chat.


"Kita masih menunggu di batas hutan. Musuh belum terlihat sama sekali. Kemungkinan musuh juga menunggu kita dan akan menyerang secara tiba tiba." Jawab Toni dari sayap kanan.


"Hem... Menarik... Biar aku pancing mereka keluar." Kata Alan sambil melompat dari pohon.

__ADS_1


Alan berlari ke area terbuka dan mencoba masuk ke area hutan musuh. Belum sampai 200 meter Alan berlari, ada anak panah yang mengarah ke padanya.


Ciiiiuuu.... Thang ..


Anak panah itu berhasil di tangkis Alan menggunakan pisau kecilnya. Hp nya turun 2 poin. Dalam Gun in Fire hp pemain semua berjumlah 100 poin. Pemain akan mati jika hp menjadi 0 atau terkena serangan di bagian vital. Semua cedera juga akan berdampak pada gerakan anggota badan.


Alan terus berlari masuk ke hutan. Tujuan Alan adalah untuk memecah perhatian musuh.


"Sayap kiri... Bersiap lah menyerang. Hati hati dengan penyergapan!" Alan memberikan intruksi.


"Roger bos..."


ketika Alan akan masuk ke dalam hutan. Terlihat serangan bola api terbang ke arahnya. Alan segera bereaksi dengan melompat ke belakang.


"Fiuhh... Nyaris saja." Gumam Alan.


"Sayap kanan. Mulai lah bergerak." Perintah Alan.


Setelah menghindari serangan bola api itu Alan tetap berlari ke arah hutan.


Alan melompat dari pohon satu ke pohon yang lainnya. Mencoba sedekat mungkin menyelinap mendekati area musuh.


Dari jarak sekitar 200 meter di depannya Alan melihat seorang terduduk sendiri dengan panah kaki tertancap di kaki kanannya. Pemain itu memegang busur di tangannya. Walaupun cuma duduk, pemain itu terlihat tetap waspada mengawasi area sekitarnya.


"Ahh... Itu dia sasaranku." Gumam Alan.


Alan tidak langsung menyerang musuh tersebut. Tapi memeriksa area sekitarnya. Dia berpikir kalau musuh berencana untuk menjebaknya.


"Kalian pikir aku akan dengan mudah terjebak?" Alan tersenyum dengan licik.


Alan kembali melompat dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Gerakannya benar benar mulus seakan tanpa suara.


Alan melihat ada 2 orang bersembunyi di belakang semak semak, seorang magical player dan seorang pengguna pedang.

__ADS_1


Alan mendekati ke dua pemain itu dari belakang. Setelah menemukan posisi yang tepat untuk menyerang, alan menarik busurnya.


Ciiiuuuu.... Jleb...


Nagical player itu langsung mati setelah terkena panah di belakang kepalanya. Pengguna pedang langsung panik mengetahui temannya mati secara tiba tiba. Natanya langsung waspada dengan area sekitarnya.


Alan tidak langsung menyerang pengguna pedang tersebut. Tapi dia menuju pemanah yang tergeletak di pohon.


Ciuuu... Jleb....


Alan memanah kaki kiri pemanah tersebut. dan langsung berpindah tempat. Dengan kedua kakinya terluka pemanah itu tidak akan bisa kemana mana.


Alan sengaja tidak membunuh pemanah itu untuk mengetahui jumlah musuh di sekitarnya secara pasti.


Seperti yang Alan prediksi. Ada lebih dari 1 tim yang berjaga di dekatnya. 2 buah anak panah meluncur ke tempatnya tadi.


Alan hanya tersenyum menang. Dengan ini dia tahu posisi musuhnya. Dengan halusnya Alan mendekati kedua pemanah yang bersembunyi.


Dua orang pemanah bersembunyi di atas pohon. Mereka tidak mengetahui Alan sudah berada di pohon belakangnya.


Alan melompat ke belakang pemain itu. Dengan cepat Alan menebas leher salah satu pemanah itu dengan pisaunya. Musuh mati seketika.


Serangan Alan yang tiba tiba mengejutkan pemanah yang satunya. Dengan asal asalan dia memanah Alan. Serangan asal asalan tentu tidak ada yang tepat sasaran. Alan dengan cepat berlari ke pemanah itu, dengan pisaunya di tangan kanan dan busur di tangan kiri. Melihat alan mendekat pemanah itu membuang busurnya dan mengeluarkan pedang pendek.


Thang thing thang...


Pertukaran serangan Alan dengan musuh. Alan menangkis serangan pedang musuh dengan gagang busurnya, sedangkan pisau Alan selalu tepat sasaran mengincar kaki atau tangan musuh. Gerakan musuh pun semakin tidak karuan akibat luka kukanya. Dengan sebuah tusukan telak ke area jantung, musuh itu langsung tumbang.


"Bagus, tinggal dua lagi." Gumam Alan.


Alan langsung bergerak ke musuh yang tergeletak di bawah pohon. Dengan cepat Alan melompat dari atas pohon. Pisaunya langsung menempel di leher musuh.


"Kau... Sejak kapan kau?" Pemanah itu terkejut alan sudah berada di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2