New World

New World
Ken


__ADS_3

Ken... Seorang player berlevel 110 yang sangat ingin menjadi player terkuat di New World.


Level 110? Ya... Itu artinya Ken memiliki special class, yang membuat dirinya bisa memiliki level sampai 110.


Berbeda dengan player player lainnya yang memakai senjata. Ken adalah seorang player yang bertarung menggunakan tangan kosong. Mungkin jika orang yang belum pernah melihat gaya bertarung Ken akan berpikir Ken begitu gila. Namun jika sudah melihat apa yang Ken miliki, pemikiran gila tadi akan berubah konotasinya. Yang tadinya gila akan pemikirannya, menjadi gila akan kekuatan yang dimilikinya.


Meskipun bertarung dengan tangan kosong, Ken sama sekali tidak gentar harus berhadapan dengan para player yang memiliki senjata senjata tajam. Tangan dan kakinya yang menjadi senjata utamanya, jauh lebih keras dari pada senjata Epic Class sekalipun. Semua karena special class yang dimiliki Ken memiliki skill pasif yang bisa mengeraskan anggota tubuhnya. Sebuah special class yang begitu jarang ditemukan di New World, Gold fighter.


Kemampuan bela diri menjadi kunci Ken begitu handal bertarung dengan tangan kosong. Sebuah kemampuan yang dirinya dapatkan dari tempatnya dibesarkan. Ken tidak tahu dirinya lahir di mana dan oleh siapa. Dirinya hanya tahu tempat dirinya dibesarkan adalah di Kuil Shaolin.


Dibesarkan di sekitaran biksu, tidak membuat Ken mengikuti pola pikir para biksu yang ada di Kuil Shaolin. Pola pikir Ken selalu saja berhubungan dengan hal keduniawian. Bertolak belakang dengan ajaran Shaolin yang rela melepaskan sisi keduniawian untuk mendapatkan ketenangan jiwa.


Ketidakmampuan Ken untuk mengendalikan nafsu duniawinya membuat Ken harus di usir dari Kuil Shaolin. Memaksa Ken untuk hidup seorang diri di tengah kejamnya dunia.


Ken yang terusir dari Kuil Shaolin pun merasa begitu geram dan menaruh dendam pada Kuil Shaolin. Buka bermaksud untuk menghancurkan, Ken tetap tidak akan lupa siapa dan dimana tempatnya dibesarkan. Dirinya hanya ingin membuat Kuil Shaolin menyesal telah membuang dirinya.


Dan dengan mencoba menjadi jagoan bela diri nomer satu lah cara Ken membuat Kuil Shaolin telah menyesal mengusir dirinya. Ken ingin membuka mata Kuil Shaolin, jika dirinya terlalu berharga untuk diusir dari Kuil Shaolin. Seorang Ken yang bisa menjadi jagoan bela diri nomer satu di dunia.


Sayangnya... Ken gagal mewujudkan hal tersebut di turnamen bela diri yang ada di dunia nyata. Ken harus tersingkir setelah dirinya ditaklukan bahkan sebelum dirinya lolos dari putaran grup.


Namun Yang Maha Pencipta seakan tidak menutup matanya kepada Ken. Seorang pengusaha kaya raya mengetahui kemampuan dan bakat Ken. Ken ditawari menjadi penjaga salah satu rumah pengusaha kaya raya tersebut setelah dirinya kalah dalam turnamen beladiri.


Menjaga salah satu rumah pengusaha kaya raya tentu merupakan sebuah pekerjaan yang begitu mudah bagi Ken. Apalagi Ken hanya diminta untuk menjaga rumah, tidak untuk merawat rumah. Sudah ada pelayan tersendiri yang melakukan hal perawatan rumah tersebut.


Pekerjaan yang mudah, dan gaji yang lumayan. Mungkin bagi sebagian orang hal seperti itu sudah cukup bagi mereka. Namun berbeda dengan Ken. Ken selalu memupuk rasa ingin membuat Kuil Shaolin menyesal telah membuang dirinya.


Hingga akhirnya... Ken mendapat sebuah jawaban akan keinginannya. Tepatnya setelah game bernama New World resmi diluncurkan.


Ken mungkin tidak bisa menjadi petarung nomer satu di dunia nyata. Namun berbeda dengan di New World. Dirinya masih memiliki peluang yang begitu besar untuk mewujudkan impiannya di dunia yang digadang gadang akan menjadi dunia kedua para manusia tersebut.


Keberuntungan nyatanya berpihak kepada Ken. Terus menekuni bermain di New World, membuat Ken mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan sebuah special class yang begitu cocok dengan dirinya.

__ADS_1


Dan disinilah Ken saat ini berada, gerbang teleportasi Ibukota Kerajaan Demon God. Mendengar dibukanya Colloseum di Kerajaan Demon God, membuat Ken ingin mencoba kekuatan yang dirinya miliki, sebelum dirinya terjun ke dalam turnamen resmi yang diadakan oleh Microboot.


Dirinya telah melewatkan kedua turnamen yang diselenggarkan karena merasa belum mampu untuk memenangkannya. Namun kali ini berbeda, dirinya kini memiliki special class yang bisa dirinya andalkan.


Dirinya hanya perlu mengetahui seberapa tinggi levelnya saat ini di jajaran para petarung yang ada di New World. Dan disinilah tempat yang paling tepat untuk mengetahui hal tersebut, Colloseum Kerajaan Demon God.


Langkah kaki Ken begitu mantap menelusuri jalanan Ibukota Kerajaan Demon God yang ramai. Dirinya tidak memperdulikan akan tatapan para player yang memandang aneh akan penampilannya, ataupun para merchant yang mencoba menawarkan barang dagangannya. Tujuannya hanya satu, bangunan setinggi 20 meter yang menjulang tinggi di tengah tengah Ibukota Kerajaan Demon God, Colloseum.


"Jadi ini Colloseum?" Gumam pria berambut kuning yang dipotong pendek tersebut. Pria tersebut menatap bangunan berbentuk oval yang menjulang tinggi di hadapannya. Suara pertarungan yang terjadi di dalam Colloseum bisa Ken dengar dari luar bangunan. Membuat darah Ken yang haus akan pertarungan kuat mendidih dengan sendirinya.


Rupanya kemunculan Colloseum tidak hanya menarik perhatian para player yang haus akan pertarungan seperti Ken. Bisa Ken lihat di sekeliling Colloseum, begitu banyak merchant player maupun NPC yang mencoba menawarkan berbagai macam item item. Item item yang tentunya bisa memperkuat setiap player yang sedang mencoba peruntungan di Colloseum. Mereka saling berlomba lomba untuk menawarkan setiap dagangan yang mereka jual.


"Hei anak muda... Apa kamu juga akan ikut bertanding di Colloseum?" Sapa seorang merchant NPC paruh baya pada Ken.


"Ya..." Balas Ken datar setelah mengalihkan pandangan pada asal suara.


"Apa kamu yakin tidak akan memakai baju zirah? Para Demon di dalam sana begitu kuat. Baju zirah kelas gold sekalipun hanya akan bertahan beberapa serangan para Demon itu."


"Apa kah aku harus memakai baju zirah untuk ikut bertarung di dalam sana?" Tanya Ken pada merchant NPC tersebut. Ken masih belum tahu peraturan seperti apa yang harus dirinya patuhi untuk bisa ikut bertarung di dalam Colloseum, dan mungkin merchant NPC di hadapannya bisa memberikan informasi yang dirinya butuhkan.


"Tidak... Tidak ada peraturan pasti mengenai senjata ataupun item yang harus digunakan. Aku hanya memperingatkanmu untuk keselamatanmu..."


"Hem begitu... Kalau begitu tidak masalah kan kalau aku hanya berpenampilan seperti ini?" Tanya Ken sekali lagi pada merchant NPC tersebut.


"Hah... Terserah kamu saja... Paling tidak aku sudah memperingatkanmu..." Merchant NPC tersebut tidak ingin menghabiskan waktu terlalu banyak pada seseorang yang tidak mau membeli barang dagangannya.


"Selamat datang di Demon Colloseum. Bisa saya bantu?" Sapa NPC wanita berseragam hitam putih yang melihat kedatangan Ken.


"Aku ingin ikut bertarung..."


"Baiklah... Biaya pendaftaran 2 silver dan satu kantong darah."

__ADS_1


"Darah?" Ken sedikit terkejut mendengar apa yang menjadi syarat untuk ikut bertarung.


"Benar... Satu kantong darah dan 2 Silver." Ucap NPC wanita tersebut sekali lagi, sembari dirinya memberikan sebuah kantong darah lengkap dengan jarum suntik dan selangnya.


"Hah... Baiklah..." Ken hanya bisa menuruti syarat yang diajukan. Dirinya tidak mau ambil pusing kenapa dirinya harus ikut memberikan satu kantong darah sebagai biaya pendaftaran.


Ken pun memasuki satu ruangan khusus untuk pengambilan darah. Para NPC yang ada di ruangan tersebut bekerja dengan optimal untuk melayani setiap pengambilan darah para peserta.


Thang...


Thang...


Berkali kali lengan Ken di tusuk oleh jar suntik, namun jarum suntik tersebut seakan sedang membentur sebuah besi yang keras.


"Ah... Maaf... Kamu bisa melakukannya sekarang..." Ken lupa menonaktifkan skill pasif special classnya, yang tentunya membuat jarum suntik tidak akan bisa mempan untuk menembus kulit kerasnya.


Setelah proses pengambilan darah, dan menunggu antrian selama satu jam. Ken kini bisa memasuki arena pertarungan.


Colloseum sudah terlihat luar biasa jika dilihat dari luar, namun Colloseum jauh lebih luar biasa jika dilihat dari dalam. Apalagi jika dilihat dari arena pertempuran berbentuk kotak tempat Ken berdiri.


Kursi penonton yang berbaris rapi di sekitaran arena pertarungan memberikan sebuah sensasi tersendiri pada darah Ken. Sayangnya... Kursi penonton tersebut masih belum terisi penuh, Colloseum masih baru saja dibuka. Masih banyak player yang belum tahu akan adanya sebuah tempat yang bisa memberikan sebuah tontonan luar biasa bernama Colloseum.


Lawan Ken pun masuk dari sisi seberang, seekor Demon berwarna merah darah dengan perut sedikit buncit setinggi dua meter memasuki arena pertarungan. Cakarnya yang tajam dan giginya yang runcing langsung dirinya tunjukkan. Memberi kesan pertama pada lawannya jika dirinya, menakutkan.


"Pertarungan ke dua puluh tiga hari ini... Sisi kiri, Common Demon bernama Cogard, dan sisi kanan seorang player bernama Ken."


"Peserta akan kalah jika keluar dari arena, dilarang membunuh masing masing lawannya. Peserta akan dinyatakan kalah jika tidak sadarkan diri atau menyerah."


"Pertandingan ke dua puluh tiga... Ken melawan Cogard... Dimulai..."


Suara dari pengeras suara menjadi pertanda bagi Ken dan Cogard untuk saling beradu kekuatan di dalam arena pertarungan. Sorak suara penonton pun menggema seiring dengan melajunya langkah kaki masing masing peserta dari sisi yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2