
Enam hari telah berlalu semenjak pembukaan New World, dan besok malam akan menjadi malam launching sistem New World secara resmi.
Alan, Toni, dan May seperti biasanya sedang menunggu tempat pelatihan dojo sepi sambil menikmati sore hari.
"Lan, May. Besok adalah launching sistem New World." Kata Toni.
"Lalu kenapa? Kita kan tidak punya helm VRnya." Kata Alan.
Alan sendiri sebenarnya bingung kenapa Toni tidak membeli helm VR untuk dirinya. Padahal 200 dollar adalah jumlah yang kecil untuk Toni. Webenarnya Toni sudah memesan helm VR untuk 3 orang tanpa sepengetahuan Alan. Dia berencana memberikan surprise kepada Alan dan May.
Toni membelikan helm untuk May agar dia bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan May. Tidak seperti sekarang yang hanya 2 atau 3 jam perharinya.
Toni pun mengambil 2 buku besi hitam dari tas dan membagikannya kepada Alan dan May. Di sampul depan buku besi hitam itu tertulis New World dan tombol open di tengahnya.
"I... Ini..." alan dan may serempak yang terkejut dengan pemberian Toni.
"Iya... Pakailah... Ini sengaja aku siapkan untuk kalian berdua." Kata Toni.
Alan tampak sungkan dengan pemberian Toni. Sedangkan May tampak sangat senang sampai bereflek memeluk Toni.
"Ehem..." Alan terbatuk pelan memberi tanda kepada dua sejoli tersebut untuk tidak kelewatan.
May yang secara reflek memeluk toni langsung melepaskan pelukannya. Rona merah langsung menghiasi pipinya tanda may malu.
"Maaf Ton... Tapi aku tidak bisa menerimanya."
Alan memang berencana bermain New World, tapi tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan uang. Kalau dia menerima pemberian Toni tentu dia akan bermain dengan atoni dan akan kesulitan mengumpulkan uang.
"Ahh... Sudah kuduga kamu akan bilang begitu. Terima sajalah. Mana mungkin kami akan bermain tanpa kamu Lan." Paksa Toni.
"Maaf Ton... Aku memang berencana bermain New World tapi tujuanku bermain adalah mencari uang untuk membangun desaku. Kalau kamu memberikan ini kepadaku tentu aku akan merasa sungkan kalau tidak bermain bersamamu."
Toni setuju dengan perkataan Alan. Namun tetap saja, helm tersebut sengaja dirinya pesan untuk Alan. "Ok... Begini saja. Helm ini aku pinjamkan kepadamu, kalau kamu sudah punya uang untuk membayar barulah kamu membayar kepadaku."
Alan pun tidak bisa menolak lagi setelah toni berkata demikian. Dia pun menerima helm VR itu.
####
Alan dan Toni sedang tiduran di kasur sambil memegang helm VR yang akan menghubungkan mereka ke dalam New World. Mereka bersiap untuk log in ke New World.
[Anda telah memakai helm VR New World. Silahkan tempelkan kedua tangan anda ke bagian atas helm. Bagi pengguna yang memiliki disabilitas tangan, silahkan mengedipkan mata sebanyak 3 kali.]
Alan menempelkan kedua tangannya ke helm, ke sepuluh ujung jarinya langsung terpasangi sarung besi secara otomatis.
[Pemindaian sidik jari selesai... Pemindaian denyut nadi selesai... Pemindaian retina selesai... Anda belum terdaftar di game. Silahkan membuat karakter anda.]
Alan memilih ras Elf. Ketika tester kemarin Alan mencoba coba hampir semua jenis karakter, hasilnya dia merasa Elf adalah yang paling cocok dengannya.
Ras Elf memiliki kelebihan dalam hal kecepatan dan kefektifan dalam penggunaan sihir. Hal ini tentu sangat cocok dengan Alan yang sangat mengandalkan kecepatan dalam bertarung.
[Anda telah memilih karakter, silahkan sesuaikan presentasi sinkronisasi karakter dengan tubuh anda.]
Tampilan layar langsung menunjukkan angka dari 0 sampai 100. Setiap angka di rubah akan ada tampilan badan Alan seluruhnya yang berubah ubah sesuai angka yang ditunjukkan. Alan memilih 100 persen.
__ADS_1
[Silahkan masukkan nama anda.]
Alan berpikir sejenak saat memasukkan nama, dia belum terpikirkan akan menggunakan nama apa. Akhirnya Alan mengetik nama AS. Yang merupakan kependekan dari alan shadow. Mencerminkan sisi lain Alan.
[Silahkan pilih dimana anda akan memulai permainan.]
Alan melihat peta New World di sebelah kiri tampilan, di sebelah kanan ada daftar nama desa dan kota yang berurutan dari A sampai Z.
Karena tidak tahu harus memilih yang mana alan terus mengscrol kebawah di bagian nama kota dan desa. Tatapan matanya terhenti pada huruf M. Di layar terdapat sebuah nama yang sangat familiar dengan Alan.
"Middlemist? Ahh... Aku jadi rindu dengan rumah."
Alan yang sudah satu tahun penuh tidak pulang ke rumah merasakan rindu yang sangat. Dia pun memilih Middlemist village sebagai awal mula dia bermain.
Begitu memilih middlemist, tampilan layar peta langsung mengarah ke bagian paling selatan di benua Midland. Tidak ada lagi desa maupun kota di sebelah bawah peta. Hanya ada gunung dan lembah kecil yang berbatasan dengan laut.
[Apakah anda yakin memilih Middlemist sebagai titik awal game?
Ya / Tidak]
Alan dengan mantap memilih ya.
[Selamat datang di New World. New World adalah dunia dimana semua bangsa dan ras tinggal bersama. Semua kehidupan berjalan damai dan tenang sampai kekuatan jahat kegelapan mulai keluar dari neraka. kekuatan kegelapan menciptakan dungeon dungeon dan moster di seluruh New World. kumpulkanlah kekuatan untuk membasmi kegelapan. Dan jadikanlah New World menjadi dunia yang damai kembali.]
Sebuah gambaran singkat tentang sejarah New World menghiasi tampilan pembuka. Setelah tampilan tersebut selesai diputar, pandangan Alan langsung gelap.
[Player akan di transfer ke titik awal yang dipilih. Bersiaplah dalam hitungan.
2
1]
Ketika Alan membuka mata. Dia sudah berada di sebuah jalanan desa. Desa ini sepi, karena waktu menunjukkan matahari baru akan terbit.
"Kenapa matahari baru akan terbit? Padahal kan ini sudah hampir malam di dunia nyata. Apakah waktu disini berlawanan?"
Alan melihat seluruh badannya. Dia mengenakan pakaian coklat seperti pakaian bangsa purba. Seluruh badannya sama persis dengan badannya di dunia nyata. Yang membedakan hanya telinga Alan yang runcing menandakan Alan seorang Elf. Alan pun memeriksa kedalam celananya. Dan ternyata barang itupun juga ikut dengan Alan ke dalam game.
"Benar benar mirip dengan aslinya." Kata Alan setelah melihat isi celananya.
Alan lalu melihat jendela statusnya
[Profile :
Nama : AS
Level : 0
Ras : Elf
Class : Belum mendapatkan class
Tittle : Belum mendapat tittle
__ADS_1
Credit : 10 chopper
Hp : 100
Mp : 100
Str : 5
Agi : 5
Int : 5
Deff : 5
Hidden status : Tidak ada
Senjata : Belum memiliki senjata.]
Alan menutup kembali jendela status. Dan berkeliling desa untuk berusaha mendapatkan class. Sesekali dia bertemu dengan NPC warga desa. Alan hampir tidak bisa membedakan mana NPC mana player.
Class bisa di dapatkan di asosiasi petualang. Disana dia akan mendapatkan tes untuk menentukan class.
Sesampainya di Asosiasi Alan menemui Receptionist. Bangunan Asosiasi sangat lah kecil di desa ini. Hampir sama dengan rumah rumah penduduk.
"Selamat datang new player. ada yang bisa dibantu?" tanya seorang receptionist wanita yang mengenakan pakaian hitam putih.
"Aku ingin mendapatkan class." Kata Alan.
"Baik... Biaya ujian class 2 chopper untuk satu kali ujian. Biaya tidak akan dikembalikan jika peserta gagal dalam ujian."
Alan menggigit giginya sendiri. Dia hanya mempunyai 10 chopper, tapi dia harus membayar 2 chopper untuk dapat mengikuti ujian class.
"Silahkan pilih class yang akan anda ambil."
Alan memeriksa class yang tersedia. ada 10 class yang tersedia. Alan memilih Archer karena dia merasa paling handal menggunakan busur.
Selesai mengurus administrasi Alan masuk ke arena pengujian di belakang bangunan. Arena ujian merupakan area terbuka. Karena Alan memilih class Archer alan mesthi memanah beberapa sasaran saat ujian.
Alan mendapat pinjaman busur panah dan anak panahnya berjumlah 100
[Common bow
Str + 3
Agi + 2
Alan mulai menarik busurnya, mengincar sasaran tembak yang berjarak 100 meter di depannya. Sebelum Alan melepaskan panahnya. Dia merasakan hembusan angin dari sisi kiri menerpa wajahnya.
"Apa? Angin juga berpengaruh dalam game ini?"
Alan mengalihkan sasarannya. dengan merasakan arah angin.
Ciiiuuuuu......
__ADS_1