New World

New World
kekecewaan alan


__ADS_3

aaaaahhhh


aaaaahhhh


aaaaahhhh


itulah jeritan suara pasukan kerajaan yang terdengar dihampir seluruh area pabrik. mereka hanya bisa menjerit kesakitan terkena racun dari alan dan yang lainnya. sementara alan dan yang lainnya masih tetap terbang di atas mereka sambil melempari pasukan kerajaan dengan poiton buatan alan.


" ada apa? " teriak king heart.


" kita terkena serangan racun guild master. " lapor wind hunter yang baru saja hampir terkena racun dari alan.


" racun? apa orang itu ada disini? dimana dia? "


" kita tidak mengetahui posisinya guild master. tahu tahu pasukan kita terus terkena racun. kita tidak tahu asal serangan. " jawab wind hunter panik.


" bagaimana bisa? " king heart mengerutkan dahinya. tidak menduga pasukan revolusi akan dibantu oleh pria yang mengalahkannya di tambang.


" mundur ke dalam pabrik." perintah heart king pada pasukannya agar tidak terkena serangan racun lebih banyak.


belum sampai pasukan kerajaan bergerak ke dalam pabrik senjata. pintu masuk pabrik senjata sudah tertutup dengan akar akar pohon yang freya keluarkan dari dalam tanah. pasukan kerajaan pun tidak bisa masuk ke dalam pabrik.


melihat pintu masuk pabrik tertutup king heart pun panik. pasukannya terus terusan di bombardir dengan lemparan racun. pintu masuk ke tempat perlindungan telah ditutup. satu satunya jalan hanya lah maju dan menghadapi pasukan revolusi.


" semua... kita buka blokade ke depan. penyihir... coba hancurkan akar akar itu... " teriak king heart. "


pasukan kerajaan yang sudah tidak bisa mempertahankan formasi pun maju menyerang pasukan revolusi. namun malam ini memang bukan malam untuk pasukan kerajaan.


pasukan revolusi telah bersiap dengan formasi blokade mereka. olsen memberi perintah untuk menahan pasukan kerajaan agar tidak bisa lolos dari tempat ini. olsen sekarang tahu kenapa alan bisa sangat yakin menghadapi pasukan bala bantuan hanya dengan 20 orang penyihir. bahkan kalau ingin merebut pabrik sendiri pun tentu bisa dengan bantuan poiton alan.

__ADS_1


" gila... gila sekali... " gumam shoote sun. dirinya hanya bisa mendengar jeritan jeritan para prajurit kerajaan yang tersiksa karena racun. belum melihat tampang muka para pasukan kerajaan yang tersiksa karena racun alan. dari atas shoote sun hanya bisa melihat kepulan gas berwarna warni. yang sepertinya sangat menyiksa pasukan kerajaan. dirinya pun sudah tidak sanggup melemparkan botol botol racun ke bawah.


dirinya tidak mengira botol botol yang alan bagikan sewaktu di gunung adalah racun yang menjadi senjata rahasia untuk merebut pabrik. kalau saja botol botol itu pecah saat mereka bawa. maka nyawa mereka pasti sudah melayang saat ini.


namun berbeda dengan alan. alan terus terusan melempari botol racun ke segala arah. teriakan dan kepulan gas selalu langsung muncul di tempat alan melemparkan botol racun. shoote sun benar benar melihat sisi kejamnya alan malam ini.


tidak sampai setengah jam pertarungan. pasukan kerajaan dan anggota heart king guild yang tersisa memilih menyerah. mereka mengibarkan bendera putih dan melemparkan senjata ke tanah, tanda menyerah. alan pun bernafas lega setelah melihat bendera putih. stok racun yang dirinya dan yang lainnya miliki tinggal beberapa botol lagi. kalau pertarungan berlanjut pasukan revolusi bisa saja menang, tapi akan jatuh korban yang tidak sedikit.


alan menginstruksikan yang lainnya untuk mendarat sedikit lebih jauh dari pabrik. dirinya tidak ingin kemampuan terbang pasukan revolusi diketahui oleh musuh. pasukan kerajaan masih belum tahu kalau racun berasal dari alan dan teman temannya yang terbang di atas mereka. karena alan dan yang lainnya memakai pakaian serba gelap dan tertutupi oleh gelapnya malam.


" kerja bagus anak muda. aku kira kamu tidak akan datang. " sambut olsen yang melihat alan berjalan ke arahnya. dirinya sempat mengira alan telah gagal karena pasukan bala bantuan kerajaan bisa sampai di pabrik.


" maaf keterlambatanku tuan olsen. ada sedikit penyesuaian dari rencanaku. " jawab alan. alan sempat lupa kalau di malam hari angin di gunung berhembus ke arah sebaliknya daripada waktu siang hari. alhasil alan dan yang lainnya mesti naik ke puncak gunung untuk bisa memanfaatkan angin yang membawa mereka ketempat ini.


" tidak masalah. yang penting sekarang kita sudah menguasai pabrik ini. " jawab olsen.


" terima kasih tuan olsen. apa yang akan kita lakukan dengan pasukan yang menyerah?"


" eksekusi? " alan mengerutkan dahi. tidak menduga olsen akan mengatakan seperti itu.


" kenapa terkejut? "


" apa tidak lebih baik kita tawan saja mereka? mereka sudah menyerah. kenapa harus dieksekusi? "


cuuuuiiihhh....


" aku tidak sudi membiarkan mereka hidup " seru olsen. "


alan seketika langsung muncul didekat olsen. belatinya menempel di leher olsen. olsen dan pasukannya terkejut dengan apa yang alan lakukan.

__ADS_1


" apa yang kamu lakukan?" tanya olsen


" dengarkan baik baik olsen. aku membantu pasukan revolusi agar kerajaan ini memiliki pemerintahan yang lebih baik daripada sekarang. " kata alan sambil menekankan belatinya pada leher olsen.


olsen berkeringat dingin. nyawanya sekarang berada di ujung belati alan. sedikit lagi tambahan gerakan dari alan, maka tertebaslah lehernya.


" apa yang kamu inginkan? " tanya olsen.


" kalau kamu masih menggunakan sistem tangan besi yang kerajaan pakai. apa gunanya kalian membentuk pasukan revolusi? kalian hanya ingin merebut kekuasaan. bukan mengubah keadaan. " seru alan pada semua orang, khususnya olsen.


suara alan terdengar sampai pada semua orang. bukan hanya pasukan revolusi tapi juga pasukan kerajaan. mereka semua mematung mendengar kata kata alan. karena perkataan alan benar.


" apa gunanya perang ini? "


" siapa yang diuntungkan dari perang ini?" suara alan kembali keluar dengan keras. namun tidak ada jawaban yang terdengar dari siapapun disana.


" kalian pasukan kerajaan. apa kalian mau terus terusan berperang? untuk siapa kalian berperang? " tanya alan yang mengacungkan pedang pendeknya pada pasukan kerajaan.


pasukan kerajaan terdiam. mereka semua datang kesini hanya karena perintah dari atasan mereka. bukan keinginan mereka sendiri.


" pasukan revolusi... kalian menyebut diri kalian pasukan revolusi. tapi apa yang coba kalian rubah? kalian hanya ingin mengambil alih kekuasaan yang menindas kalian. "


" aku tidak tahu dan tidak mau tahu masalah pribadi kalian sendiri. tapi apa perang bisa menyelesaikan masalah kalian? "


perkataan alan benar benar membuat semua orang terdiam. semua yang dikatakan alan adalah kebenaran sesungguhnya. perang ini hanyalah membawa bencana bagi semua yang ada di kerajaan south mountain.


" aku bisa saja membunuh kalian semua dengan mudah. tapi apa itu akan menyelesaikan masalah kerajaan ini? " tanya alan.


olsen yang sedari tadi berkeringat dingin pun kini tertunduk malu didepan alan. dirinya tidak menyangka akan dikuliahi oleh anak muda seperti alan.

__ADS_1


" dengar baik baik... kali ini aku lepaskan kamu. tapi aku membantu pasukan revolusi karena mengira pasukan revolusi akan merubah kerajaan ini. bukannya memperburuk seperti ini. " alan melepaskan belatinya yang menempel di leher olsen dan pergi meninggalkan pabrik.


__ADS_2