New World

New World
Jalan Keluar


__ADS_3

Brak...


Suara meja marmer dipukul dengan begitu keras, jika saja meja tersebut tidak terbuat dari marmer yang berkualitas bagus. Tentunya meja tersebut akan langsung terbelah menjadi dua. Fire Blade terlarut dalam kemarahannya dan meluapkan kemarahan kepada meja di hadapannya. Bagaimana tidak? Empat player petinggi RnP guild telah menjadi korban assassination. Dan kini... Dirinya harus kembali menerima laporan dari Rhodes jika Rhodes ikut menjadi korban Assassination, menjadikan Rhodes sebagai korban kelima dari para Kapten yang dirinya miliki.


Kehilangan level dan peralatan di kondisi level yang serba maksimal seperti ini, tentu menjadi suatu permasalahan yang berarti. Apalagi level para Kapten yang terbunuh tidak hanya turun 1 level, melainkan 2 level. Menaikkan dari level 98 ke 99 bukanlah hal yang mudah, apalagi harus ke level 100. Waktu 1 bulan levelling, belum tentu bisa mengembalikan level mereka yang turun ke level 98 menjadi 100 kembali. Mengingat Exp yang dibutuhkan untuk naik ke level 99 maupun 100 sangatlah besar. Pengurangan atribut lebih dari 200 atribut pun harus diterima oleh kelima Kaptennya karena turunnya level mereka..


"Apa tidak ada dari kalian yang bisa melihat pelakunya?" Fire Blade masih begitu marah. Setiap laporan dari Kaptennya hanya berisi tentang kematian mereka, tanpa ada laporan mengenai siapa pelakunya.


"Saya hanya melihat topeng hitam yang dipakai oleh pelakunya Guild Master!" Jawab Rhodes dengan pelan. Takut jika perkataannya hanya menambah amarah dari Fire Blade.


"Benar Guild Master... Dan yang kami tahu pelakunya memakai senjata seruling untuk membunuh kami." Jawab Dragless, salah satu Kapten RnP Guild yang ikut menjadi korban Assassination.


"Seruling?" Muka Fire Blade sedikit terkejut, senjata seruling begitu sedikit player yang menggunakan, bahkan mungkin bisa dihitung dengan jari.


"Kalau begitu akan mudah untuk mencarinya dan membalas dendam. Cari di semua forum dan media sosial tentang player yang memakai seruling!!! Seleksi satu persatu!! kita akan berikan pelajaran yang berharga pada player itu karena telah berani mengusik RnP Guild." Perintah Fire Blade setelah sedikit mendapatkan petunjuk.


"Baik Guild Master!" Sontak semua Kapten RnP Guild menjawab dan langsung meninggalkan ruangan tempat mereka berkumpul. Mereka bergegas menjalankan perintah yang diberikan oleh Guild Master mereka.


"Saya tahu ini bukan waktu yang tepat Guild Master... Tapi..." Rhodes tidak seperti Kapten yang lainnya, yang langsung pergi dari ruangan. Dirinya ingin menyampaikan satu informasi yang dirinya dapatkan. Informasi yang mungkin bisa merubah mood jelek Guild Masternya saat ini.


"Ada apa Rhodes?" Fire Blade mendudukkan diri di kursi tahta yang ada di ujung ruangan. Kepalanya terasa pening memikirkan perkembangan Guild yang sedikit terhambat.


"Mengenai informasi tentang sosok yang Anda cari... Saya sudah mendapatkannya Guild Master..." Rhodes begitu percaya diri dalam menyampaikan informasi yang dirinya dapat. Dirinya yakin, informasi yang dirinya berikan akan sedikit merubah suasana hati Guild Masternya.


"Oh ya? Katakan!" Guild Masternya sedikit tidak tertarik, paling paling Rhodes hanya mengada ada untuk mencari perhatiannya. Dirinya tahu betul jika Rhodes adalah orang yang suka mencari muka di hadapan dirinya.

__ADS_1


"Sosok berjubah hitam itu muncul di Ibukota Guild Master. Dan sepertinya... Mereka memiliki hubungan dengan Ajaran Satanisme."


"Maksudmu?" Fire Blade sedikit tertarik dengan laporan dari Rhodes. Jika kedua sosok tersebut benar benar memiliki hubungan dengan Ajaran Satanisme, maka dirinya bisa menggunakannya untuk mendekatkan Guild RnP pada Kuil Cahaya.


"Ya Guild Master... Kedua sosok itu muncul di reruntuhan Gereja Satanisme. Tidak hanya itu, mereka juga membunuh para Angel yang mencoba menghadang mereka. Saya kirimkan video mereka kepada Anda..." Rhodes pun langsung mengatur sistem perpesanan untuk mengirim video yang sudah dirinya unduh kepada Fire Blade.


"Benarkah ini? Hahaha...." Fire Blade tertawa terbahak bahak, melihat video yang dikirim Rhodes dan mengetahui ada yang berani membunuh Angel. Membunuh Angel sama saja dengan berniat untuk menghapus akun. Pembunuh Angel pasti akan dikejar oleh Kuil Cahaya sampai ke ujung Dunia New World.


"Bagus kalau begitu... Kita benar benar bisa menggunakan mereka berdua untuk mendekatkan Guild kita pada Kuil Cahaya." Fire Blade tersenyum licik. Mendapatkan gambaran jelas tentang apa yang harus dirinya lakukan untuk mengembangkan Guild RnP. Dengan mendekatkan Guild RnP ke Kuil Cahaya, maka Guild yang dirinya pimpin bisa berkuasa secara penuh di Kerajaan Demon God.


"Persiapkan semuanya. Kita akan ke Ibukota!" Perintah Fire Blade pada Rhodes. Meskipun mereka harus menghadapi dua orang, tapi dirinya tidak ingin gegabah. Dirinya harus membawa pasukan dalam jumlah besar untuk menunjukkan kekuatan dari RnP Guild. Agar Kuil Cahaya yakin kepada RnP Guild untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.


###


Sebelum pemerintahan Franco Miscovic VII berjalan di Kerajaan Demon God, tidak ada yang namanya Kuil Cahaya di Kerajaan Demon God. Namun begitu dirinya berkuasa, Kuil Cahaya mulai masuk ke Kerajaan Demon God dan menyebarkan ajaran akan kepercayaan pada Dewa Cahaya.


Franco Miscovic VII tidak pernah menduga jika keputusannya dulu menerima bantuan koin koin emas dari Kuil Cahaya justru membuat dirinya pusing tujuh keliling saat ini. Ya... Bantuan tersebut menjadi mahar pengikat perjanjian antara Kerajaan Demon God dan Kuil Cahaya. Dari perjanjian itu Kerajaan Demon God akan membiarkan Kuil Cahaya untuk berkembang dan menyebarkan ajaran di Kerajaan Demon God. Tadinya dirinya berpikir jika Kuil Cahaya dan Ajaran Satanisme akan bisa hidup berdampingan dengan damai. Namun rupa rupanya keputusannya salah besar.


Kuil Cahaya justru membuat onar dengan menghancurkan Gereja Satanisme yang sudah berdiri di Kerajaan Demon God bahkan sebelum dirinya lahir. Membuat suasana di Kerajaan Demon God yang sudah panas menjadi terbakar sepenuhnya.


"Karolina... Apakah Kuil Cahaya sudah memberikan penjelasan tentang penyerangan mereka pada Gereja Satanisme?"


"Belum Paduka... Mereka tetap bungkam, seakan akan mereka tidak mau mengakui kesalahan mereka. Padahal kita sudah mengirim surat kepada mereka untuk memberikan penjelasan kepada kita." Jawab seorang wanita bernama Karolina yang merupakan seorang Perdana Menteri di Kerajaan Demon God.


"Hah... Bagaimana menurutmu? Apa yang harus aku lakukan sebagai Raja di Kerajaan ini?"

__ADS_1


Karolina pun membenarkan kaca mata yang menempel di wajahnya, berpikir sejenak mengenai saran yang harus dirinya berikan pada pimpinan Kerajaan. "Kita tidak memiliki dana yang cukup jika kita harus berperang dengan Kuil Cahaya. Lagipula semua prajurit kita sudah di tempatkan di seluruh perbatasan. Menjaga perbatasan agar tidak ada Kerajaan tetangga kita yang mencoba memanfaatkan suasana panas di dalam Kerajaan kita."


"Hah... Kenapa ini harus terjadi di masa pemerintahanku..." Franco Miscovic VII bersandar pada kursi tahtanya. Meratapi nasib Kerajaan yang harus diterima Kerajaan di masa pemerintahannya.


Dirinya benar benar tidak habis pikir dengan keputusan apa yang harus dirinya ambil. Dirinya bisa saja menarik pasukan di perbatasan dan memberi pelajaran pada Kuil Cahaya. Tapi bagaimana jika Kerajaan lain ada yang mencoba memanfaatkan situasi dengan menyerang Kerajaannya? Mengingat Kerajaannya dihimpit oleh 3 Kerajaan lain dari segala sisi. Tentu hal seperti itu akan sangat berbahaya bagi kelangsungan Kerajaannya.


Tapi jika dirinya hanya membiarkan Kuil Cahaya tanpa memberikan peringatan, tentu rakyat rakyatnya akan menanyakan kedaulatan pemerintahan Kerajaannya. Dan tentu hal seperti itu menjadi sebuah tamparan keras bagi pemerintahan Kerajaannya, jika dirinya tidak bisa mengatur Kuil Cahaya yang berkembang di Kerajaan yang dirinya pimpin.


"Mungkin Anda bisa memanfaatkan tentang kemunculan Demon di bekas tempat Gereja Satanisme Paduka."


"Maksudmu?" Franco Miscovic VII memang belum mendengat tentang kemunculan Demon di reruntuhan Gereja Satanisme. Hidup di Istana membuat dirinya benar benar terisolasi dari informasi yang ada di dunia luar.


"Benar yang Mulia... Setelah Gereja Satanisme dihancurkan, muncul empat sosok Demon dan seekor Naga hitam putih. Tidak hanya itu... Mereka juga membunuh Angel yang datang ke reruntuhan Gereja."


"Apa kamu bercanda?" Franco Miscovic VII terkejut bukan main. Selama ini tidak ada satupun sosok yang berani membunuh angel. Mengingat hal seperti itu akan mendatangkan kemarahan dari Kuil Cahaya.


"Saya serius Paduka..." Jawab Karolina sembari membenarkan rambut pirangnya yang sedikit menutupi wajahnya. Membuat kecantikan yang dimilikinya sempat melonjak sampai lima kali lipat untuk sesaat.


Franco Miscovic VII pun sempat terpana sejenak, melihat Karolina menyibakkan rambut sampingnya. Harus dirinya akui, selain pintar Karolina juga cantik. Jika saja Karolina mau menjadi selirnya, tentu dirinya sudah sedari dulu mengambil Karolina sebagai seorang selir.


"Ahh... Atur semuanya Karolina. Aku harus segera bertemu dengan keempat Demon itu." Perintah Franco Miscovic VII dengan segera setelah buaiannya menghilang. Dirinya merasa jika keempat sosok Demon itu bisa menjadi pintu keluar dari permasalahan yang menimpa Kerajaannya.


"Segera dilaksanakan paduka..." Karolina segera meninggalkan ruangan tahta untuk melakukan perintah Rajanya.


"Ah... Semoga saja ini bisa menjadi jalan keluar..." Gumam Franco Miscovic VII sembari merebahkan kepalanya pada sandaran singgasana yang dirinya duduki.

__ADS_1


__ADS_2